Artikel

Allah Tritunggal dan Sejarah

Orang Kristen adalah orang-orang yang beriman kepada Allah Tritunggal, Pencipta seluruh alam semesta. Implikasi dari pernyataan ini adalah kita harus mengerti segala sesuatu dengan tepat sebagaimana yang dikehendaki oleh Sang Pencipta segala sesuatu itu sendiri, yaitu Allah Tritunggal. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita mengerti sejarah.

Banyak pertanyaan yang diajukan oleh manusia seputar sejarah. Apakah sejarah adalah sesuatu yang dibentuk semata-mata oleh kekuatan manusia, sesuatu yang tidak memiliki tujuan dan makna? Ataukah sejarah adalah sesuatu yang telah direncanakan dan memiliki makna?

Kemudian secara khusus, sebagai orang Kristen, juga timbul berbagai pertanyaan:  Bagaimanakah relasi antara Allah Tritunggal dengan sejarah? Apakah signifikansi dari iman Kristen di dalam sejarah dan penilaiannya terhadap sejarah? Bagaimanakah seorang Kristen dapat mengaplikasikan apa yang diimaninya di dalam sejarah dengan melihat akan seluruh konteks sejarah?

Sejarah, mau tidak mau, akan menemani perjalanan manusia dalam lingkup waktu dan tempat. Saat saudara membaca artikel ini pun, terukir sebuah kejadian yang spesifik dalam lempeng waktu. Namun, sejarah dapat dinilai berbeda oleh setiap orang dan menghasilkan interpretasi yang berbeda pula. Maka pertanyaan pertama adalah “What is history?”, bagaimana kita dapat mengenali sejarah dari kacamata Tritunggal yang adalah Otoritas tertinggi di dalam semesta ini?

Unity and Diversity dalam Sejarah

Dalam bukunya ‘God Centered Biblical Interpretation’, Vern Sheridan Poythress menjelaskan bahwa di dalam sejarah terdapat sifat ‘unity in diversity’. Unity mengacu pada satu sistem yang panjang di dalam dimensi waktu dan tempat. Satu sistem yang panjang ini dibentuk oleh unit-unit kejadian kecil yang setiap unitnya dapat diklasifikasikan ke dalam kelas-kelas tertentu. Pengklasifikasian ini merupakan satu implikasi dari sifat unity dalam sejarah, sedangkan unit-unit kecil ini mengacu pada sifat diversity dari sejarah. Selain itu, diversity juga mengacu pada particularity, yang berarti setiap kejadian ini pun juga merupakan sejarah dalam batasan tertentu. Kemerdekaan Indonesia, contohnya, merupakan satu hal yang ada di dalam dan sekaligus merupakan sejarah. Dan karena tiap kejadian ini adalah unik pada esensinya; dalam artian ketidakmungkinan untuk terulang kembali dengan sama, sejarah memiliki sifat keunikan dan mengandung unsur kesatuan dan keberagaman di dalamnya.

Dan karakter terakhir adalah unity in diversity in history adalah bahwa setiap sejarah ada keterkaitannya, dan setiap sejarah menjadi tonggak untuk sejarah-sejarah yang akan terjadi di waktu berikutnya. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan dalam menginterpretasikan sejarah. Setiap aspek ini memberikan perspektif kepada aspek yang lain, tidak ada satu aspek pun yang dapat dimengerti kecuali kita memegang kerangka pikir Tritunggal yang utuh dan koinheren. Karena bagaimanapun ketiga aspek ini berbeda tetapi tetap terkait dan bersifat satu. Kesatuan yang menghilangkan keberagaman akan menjadi suatu kesatuan yang absurd dan mati. Hal demikian tidak mungkin terjadi karena sejarah yang merupakan turunan dari waktu, yang terus mengalir, sehingga harus bersifat dinamis. Saat waktu bergerak, kesatuan itu sendiri juga harus mempunyai sifat keberagaman. Di lain pihak, keberagaman tidak dapat dipisahkan dari atau berdiri sendiri di luar kesatuan. Karena hal demikian akan mengakibatkan manusia tidak mempunyai pengharapan untuk hidup dan belajar; kita membutuhkan adanya memori yang bergantung pada satu titik awal dari mana kita bisa melihat sejarah sebagai suatu hal yang berurutan.

Sebagaimana Allah Tritunggal yang memiliki tiga pribadi yang berbeda, yang bisa dibedakan, tetapi merupakan Allah yang Esa yang tidak bisa dipisahkan. Ketiga aspek sejarah ini merupakan analogi dari Allah Tritunggal, yang berbeda namun tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Once and for All, Transmission, dan Present

Menurut Poythress, kita dapat memandang sejarah dengan tiga perspektif lainnya, sesuai dengan keberadaan Allah Tritunggal yang berfirman kepada manusia, yaitu Once and for All, Transmission, dan Present.

Once and for all artinya bahwa saat Allah berbicara, Allah berbicara langsung dan hanya sekali kepada orang-orang di zaman tertentu di dalam sejarah. Dan setiap kejadian tersebut berada pada satu momen tertentu untuk memberikan perkembangan dan signifikansi bagi seluruh zaman di depannya. Zaman tersebut menjadi semacam ‘audience’ bagi satu momen tertentu. Momen tertentu ini ‘berbicara kepada’ dan mempengaruhi seluruh zaman di depannya. Tetapi dalam hal ini, setiap perkataan Allah memiliki satu signifikansi penting yang tidak dapat dipisahkan dari konteks pada zaman itu. Sebagai contoh, ketika Allah melalui Paulus menyatakan bahwa siapa yang mengaku Kristus dengan mulutnya akan diselamatkan, tidak bisa dipisahkan dari keadaan di mana umat Kristen adalah kelompok yang paling dicari dan dibenci oleh penguasa zaman itu. Yang artinya siapa yang mengaku Kristus adalah Allah harus bersiap untuk mati mempertahankan imannya.

Untuk bagian Alkitab yang sama, aspek yang kedua, Transmission dapat diterapkan. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Allah terus memelihara esensi dari pernyataan Paulus lewat hal-hal yang dilalui umat Tuhan. Dalam runtutan sejarah, Allah mengizinkan terjadinya penganiayaan akan kebenaran bahkan dari dalam suatu lembaga yang mengaku sebagai umat Allah sekalipun. Sebagai contoh spesifik, Martin Luther dipimpin untuk menyatakan suara peringatan kepada gereja di abad ke-16. Gereja, yang berlabelkan umat Allah, telah sangat menyeleweng pada zaman itu dan ketika Luther dipakai untuk menyatakan kebenaran, banyak orang dari dalam gereja sendiri yang melawan kebenaran tersebut. Martin Luther kemudian harus diekskomunikasikan, namun ia terus dipeliharakan imannya sehingga ia boleh terus berjuang untuk menyatakan apa yang Allah ingin nyatakan. Di saat yang sama, Allah dalam pemeliharaan-Nya juga membendung ujian yang diberikan sehingga ujian pada tiap zaman tidaklah melebihi kemampuan iman daripada zaman tersebut.

Dalam aspek Present, bagian ini dapat dimengerti sebagaimana kita sebagai umat Kristen boleh berespons dengan benar akan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus melalui apa yang diteladankan oleh Paulus dan jemaat mula-mula, serta setiap perjuangan anak Tuhan sepanjang sejarah sampai hari ini. Tuhan secara khusus berbicara pada umatnya di zaman ini melalui Firman-Nya dan teladan sepanjang sejarah untuk boleh lebih tegar dan tegas dalam berjuang untuk mengikut Kristus, memikul salib, dan menyangkal diri.

Ketiga aspek ini tidak boleh dipisahkan satu sama lain karena di dalam kemajemukan makna dari tiga aspek ini, terkandung satu makna yang utuh, yang menjadi sumber dan pemberi makna dari setiap pola interpretasi secara spesifik. Keterikatan ini tergambarkan dalam “ketergantungan” tiap pola interpretasi terhadap pola yang lainnya. Sebagai contohnya, tanpa mengetahui makna awal dari sebuah bagian Kitab Suci, tidak mungkin kita dapat melihat pemeliharaan Tuhan sepanjang sejarah akan janji-Nya, maupun penyataan Tuhan pada zaman ini secara utuh. Sebaliknya, tanpa mau mengerti akan apa yang Tuhan kehendaki dalam zaman ini, seluruh pola interpretasi tersebut hanyalah menjadi kekayaan intelektual yang sia-sia.

Kesatuan, Hierarki, dan Konteks

Selain aspek-aspek di atas, sejarah harus dimengerti melalui triad perspektif yang terdiri dari prinsip kesatuan, hierarki, dan konteks.

Pertama, prinsip kesatuan menjelaskan masing-masing peristiwa sejarah yang disatukan dapat diidentifikasi dalam satu kelompok tertentu. Pengkhotbah mengatakan bahwa di dalam dunia ini tidak ada satu pun hal yang baru. Setiap kejadian di dalam sejarah adalah kejadian yang secara umum sudah pernah terjadi. Tuhan yang adalah sumber dari segala sesuatunya telah menyatakan seluruh hal yang terjadi dan akan terjadi di dalam wahyu-Nya, baik secara umum maupun secara khusus, yaitu melalui Kristus dan Alkitab. Perspektif yang demikian mengarah pada Pribadi Pertama Tritunggal sebagai sumber (origin) dari segala sesuatu yang diciptakan.

Kedua, prinsip hierarki menjelaskan bagaimana masing-masing peristiwa sejarah digabungkan dengan konteks yang lebih besar ataupun lebih kecil sehingga disatukan menjadi satu jaring-jaring sejarah yang tidak terputus. Misalnya peristiwa kebangkitan adalah sebagian dari kisah kehidupan Kristus, dan kejadian ini dikelompokkan menjadi peristiwa yang lebih besar maupun menjadi lebih kecil. Peristiwa kebangkitan menjadi bagian dari suatu rangkaian yang lebih besar tentang peristiwa dari penguburan dan penampakan diri Kristus setelah kebangkitan. Rangkaian ini menggambarkan kemenangan Kristus dari dosa dan kejahatan secara spesifik. Pola interpretasi yang demikian mengarah pada sifat Pribadi Kedua Tritunggal yang merupakan manifestasi dari seluruh rencana utuh Allah Tritunggal.

Ketiga, prinsip kontekstual memberikan gambaran akan korelasi antara satu kejadian dengan kejadian yang lainnya, yang dipisahkan oleh limitasi konteks pada masing-masing kejadian. Misalnya, karya keselamatan Kristus dan pengorbanan domba sebagai pengganti Ishak yang akan dikorbankan bagi Tuhan, merupakan dua kejadian yang secara kontekstual berbeda namun memiliki esensi yang sama, yaitu penggenapan tuntutan Allah melalui substitusi. Perspektif ini mengarah pada pribadi Allah Roh Kudus yang menyertai umat-Nya dalam segala zaman dalam melihat akan bergulirnya waktu di samping berjalannya umat Allah menuju hari di mana Allah menyatakan kemuliaan-Nya secara penuh.

Kristus Sebagai Pusat dari Sejarah

Kristus baik secara eksplisit maupun implisit adalah sumber dari segala makna dalam seluruh sejarah manusia. Oleh karena itu, tidak akan ada satu pun fenomena di dalam dunia ini yang dapat terjadi di luar kedaulatan Kristus. Jadi, dapatlah dikatakan bahwa setiap kejadian tidak akan memiliki makna yang benar di luar Kristus; dan tidak akan pernah ada kejadian yang bersifat demikian (red. kejadian bermakna benar tetapi terjadi di luar Kristus). Bahkan di dalam kejadian yang sangat kecil pun, seperti membeli koran, memiliki signifikansi dalam penyataan akan siapakah Kristus dan peran-Nya di dalam dunia ini. Akan tetapi, relasi yang terdapat dalam konteks ini tidak bisa dihubungkan secara paralel sempurna melainkan lebih ke arah hubungan analogical, di mana proses jual beli koran adalah analogi dari bagaimana manusia dicipta berdasarkan gambar dan rupa Allah, yang berinteraksi dalam tiga pribadi Allah Tritunggal.

Lebih dalam lagi, makna yang diberikan oleh Kristus tidaklah semata-mata berhenti pada makna itu sendiri, namun setiap makna itu membawa dampak bagi kemuliaan Allah dan keselamatan manusia di dalam Gereja-Nya yang kudus. Sebagai contohnya adalah upacara persembahan korban di dalam Kitab Imamat. Upacara persembahan ini melingkupi umat Israel pada zaman itu serta menunjuk pada satu karya keselamatan yang sejati, pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Melalui upacara ini, umat Israel yang dipilih oleh Tuhan menikmati karunia dari karya Allah yang masih akan terjadi pada masa yang akan datang dalam konteks kronologis ciptaan. Hal yang sama juga dapat dilihat dalam setiap ibadah dari Gereja-Gereja Tuhan. Dalam tiap ibadah ini, umat pilihan Allah menikmati sebuah karya penggenapan Kristus yang masih akan datang pada saat Kristus datang untuk kedua kalinya dan menjadi penggenapan dari seluruh iman umat pilihan. Di lain pihak, kegiatan ibadah tersebut juga merepresentasikan akan Kristus yang sudah mati untuk umat-Nya segala zaman. Dengan demikian, sejarah ketika dilihat dari suatu aspek tidak boleh dilepaskan dari suatu kesatuan yang lebih luas.

Makna yang diberikan oleh Anak Allah dalam lingkup yang lebih dalam berpusat pada karya keselamatan yang dikerjakan oleh-Nya secara penuh dan tuntas bagi umat-Nya. Melalui karya keselamatan-Nya, seluruh sejarah manusia ditarik dari yang paling kecil ke yang paling besar, kembali kepada poros sejarah manusia; yaitu kematian Kristus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya. Sebagai contoh, adalah kisah peperangan di dalam Kitab Raja-Raja, di mana konsep peperangan menjadi salah satu hal yang diketengahkan di dalam pembahasan. Peperangan yang direfleksikan di dalam kitab tersebut mengandung makna dan esensi dari Peperangan Suci antara Allah yang benar dan adil melawan Iblis, yang pada akhirnya dikalahkan melalui kematian dan kebangkitan Kristus dan pada waktu Yesus datang untuk kedua kalinya.

Dalam refleksi ini, terdapat tiga poin penting yang dinyatakan secara implisit: (1) kejatuhan manusia, yang menyebabkan manusia rusak total dan tidak bisa memuaskan standar Allah; (2) pengorbanan Kristus di atas kayu salib, sebagai satu-satunya solusi keberdosaan manusia; serta (3) kedatangan Kristus untuk kedua kalinya untuk menggenapi seluruh janji Allah. Misalnya dalam perayaan Natal, kita tidak boleh mengkotak-kotakkan hal itu terlepas dari keberdosaan manusia yang memerlukan karya keselamatan Kristus dan pelayanan-Nya di dalam dunia ini. Serta Ia yang nanti akan datang untuk menghakimi manusia pada akhir zaman. Kelahiran Kristus tidak boleh dilepaskan dari seluruh karya keselamatan-Nya.

Melalui karya keselamatan Kristus, Allah memberikan satu anugerah pada umat manusia untuk boleh diperdamaikan dengan Allah yang secara total menuntut pertanggungan jawab total bagi seluruh dosa umat manusia. Hal ini tidak berarti bahwa umat pilihan tidak akan dihakimi. Umat pilihan akan tetap menjalani penghakiman Allah tapi dosa-dosa mereka telah ditanggungkan kepada Kristus di dalam kematian-Nya di atas kayu salib.

Perdamaian yang diberikan Allah melalui kematian Putra-Nya yang tunggal menggantikan kita umat-Nya yang berdosa, membawa dampak pula di dalam relasi manusia di dunia. Manusia dalam konteks ini adalah mereka yang hidupnya dipulihkan kembali untuk boleh mengasihi dengan benar sesuai dengan kehendak Allah, yang juga merupakan standar di dalam hidup ini. Kasih yang dimaksudkan di sini bukanlah kasih yang berdasarkan pada semangat humanisme yang populer pada zaman ini, melainkan kasih Allah akan dunia ini yang menuntut manusia untuk boleh berespons dengan benar sesuai dengan kehendak-Nya yang benar dan adil adanya, karena di luar diri-Nya tidak ada satu pun form yang bisa dibenarkan. Oleh karena itu, relasi antar pribadi Allah, Allah dengan manusia, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam ciptaan yang lain, yang keseluruhannya terangkum dalam Kristus dan Gereja-Nya, merupakan relasi yang menggerakkan seluruh jalannya sejarah.

Apakah relasi ini pasti merupakan suatu hal yang nyata? Mungkinkah relasi ini hanyalah sebuah hal yang diimpi-impikan manusia dalam keberdosaan pikirannya? Karena mungkinkah manusia yang berdosa dalam relasinya dengan pribadi yang lain adalah merupakan suatu esensi dalam sejarah yang tidak mungkin ditarik kembali ke dalam Kristus? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat mungkin muncul di dalam benak dari tiap-tiap orang yang sadar akan keberdosaan dirinya dan kesucian Allah yang mutlak. Namun dalam kesadaran akan diri yang berdosa dan kesucian Allah yang mutlak, seseorang dapat dengan yakin menyatakan bahwa setiap kejadian di dalam sejarah umat manusia merupakan rentetan kejadian yang dapat ditarik menuju porosnya yang sejati, yaitu Kristus, Allah dari segala yang ada.

Keyakinan akan adanya satu kesatuan dalam seluruh rangkaian sejarah bukanlah suatu keyakinan yang tidak memiliki dasar. Sedikitnya ada tiga hal yang melandasi keyakinan tersebut. Poin pertama adalah karakter Allah yang utuh sebagai originator, manifestator, dan accomplisher dari seluruh yang pernah ada, yang ada, dan yang akan ada dalam jenjang kronologis sejarah manusia. Allah yang satu menyatakan karakter-Nya, salah satunya melalui ciptaan-Nya (Roma 1:20). Oleh karena itu, ciptaan yang merefleksikan karakter dari Allah yang satu, tidak mungkin tidak menunjukkan satu pola yang merujuk pada pribadi sang Pencipta. Sama seperti seorang seniman yang membuat sebuah karya seni. Karya tersebut pasti merefleksikan karakternya, sehingga seseorang dapat mengetahui pribadi di balik sebuah karya hanya dari mengamati karya seniman tersebut.

Poin kedua adalah natur dasar dari manusia sebagai makhluk ciptaan yang telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan yang asli. Dalam kondisi yang terpuruk seperti ini tidak mungkin ada satu hal pun di dalam manusia yang dapat memuaskan tuntutan Allah. Oleh karena itu Allah sendiri yang harus turun menyelamatkan manusia. Tenggelam dalam satu kondisi bersalah yang sama dan membutuhkan pembenaran dari Allah yang hanya berdasarkan anugerah semata, adalah hal yang menyatukan seluruh umat manusia dalam seluruh rangkaian sejarah. Selain itu kondisi keterpurukan manusia ini hanya memiliki satu jawaban yang pasti, yaitu Kristus, yang juga merupakan pusat dari seluruh yang ada.

Poin yang ketiga adalah kepribadian dari tiap manusia. Manusia diciptakan sebagai suatu makhluk berpribadi yang mencerminkan satu pribadi yang mutlak, yaitu Allah, dan secara spesifik Kristus sebagai pribadi utama dan yang awal yang menjadi model dalam penciptaan manusia. Oleh karena itu, manusia yang dicipta berdasar pada satu model yang sama tidak mungkin tidak memiliki satu koneksi yang erat antara dirinya, sesamanya, dan Tuhan yang berdaulat atas hidupnya.

Dari ketiga poin yang telah dipaparkan, sangat jelas bahwa seluruh pola hidup yang ada di dunia ini tidak bisa tidak berpusat pada Kristus. Lalu, apakah pola yang tersusun ini, di dalam kekayaan dan kekompleksannya adalah suatu pola yang tidak beraturan? Jelas tidak! Dalam rangkaian sejarah, ada relasi yang memang ditetapkan untuk menjadi penting, atau berhubungan erat dan dekat dengan Kristus sebagai inti dari sejarah, ada pula yang ditetapkan untuk menjadi tidak penting. Akan tetapi, tidak setiap kejadian yang dekat dengan sumber tersebut yang adalah penting. Ada kalanya kejadian yang terdapat jauh dari sumber secara spasial (ruang) dan kronologikal (waktu) lebih penting dari pada yang dekat. Sebagai contohnya adalah perjalanan para gembala yang pertama kali melihat Kristus dalam palungan dari padang tempat mereka memelihara domba-domba mereka sampai pada tempat kelahiran Kristus, tidaklah lebih penting dibandingkan dengan kisah pertobatan Paulus dalam perjalanannya ke Damsyik. Sama halnya dengan seluruh aspek kehidupan seorang Kristen, apa yang terletak dekat dengannya, seperti keluarga, pacar, dan teman, bukanlah hal yang patut mendapat prioritas utama dalam hidupnya. Apa yang menjadi panggilan Tuhan dalam hidupnya, tidak peduli sejauh apapun, adalah hal yang harus menjadi prioritas utama dalam hidup ini.

Sebagai dampaknya, Allah, yang menjadi sumber sejarah adalah Allah yang akan menuntut pertanggungjawaban untuk setiap detik yang telah diberikan-Nya dalam hidup setiap manusia. Hal ini diperkuat dengan adanya fakta bahwa setiap saat manusia harus dan sedang memberikan kesaksian mengenai Allah: baik yang menjalankan kehendak Allah, yang akan menyatakan kemahakuasaan Allah lewat pemeliharaan-Nya; maupun yang melawan kehendak Allah, yang menyatakan kemahakuasaan Tuhan lewat peringatan dan penghukuman dari-Nya. Kiranya pengertian akan sejarah yang benar membuat kita menjadi orang yang bijaksana, yang selalu available dipakai Tuhan sebagai alat kemuliaan di tangan-Nya untuk menyatakan Allah Tritunggal. Soli Deo Gloria.

 

REDS – History

Harry, Fransiska, Stephen, Suntar, Hans Sebastian, Santo

 

 

(Artikel ini disadur dari buku GOD Centered Biblical Interpretation karya Vern Sheridan Poythress)

REDS - History

Juni 2009

76 tanggapan.

1. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 4 November 2013:

Allah orang Kristen bukanlah Allah Tritunggal, tetapi Allah Yang Maha Besar, artinya tiada Allah yang seperti Dia, apapun bisa Allah lakukan,. Contohnya : Firman-Nya telah menjadi Manusia, yaitu Yesus Kristus. Dan kita harus mengerti bahwa Allah itu adalah Roh ( baca Yohanes 4:24) dan Allah atau Roh yang berfirman itulah yang disebut Allah Bapa. Itulah sebabnya Yesus katakan dalam Yohanes 14:9-10, kata Yesus kepadanya :"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filifus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; Bagaimana engkau berkata : Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa Yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Jikalau kita merujuk kepada peristiwa ketika Yesus Kritus di Baptis oleh Yohanes Pembaptis, bahwa turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Hal ini menandakan bahwa Yesus telah diurapi Allah Bapa (baca Lukas 4:18-19, yang bunyinya : "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." ayat ini menjelaskan, bahwa Roh Allah ada di dalam diri Yesus, sehingga Dia mempunyai kuasa untuk melakukan kehendak Bapa-Nya, karena Bapa ada di dalam diri Yesus. Jadi dapat kita simpulkan bahwa Pribadi Allah Bapa dapat kita lihat dalam pribadi Yesus Kristus (kita jangan lupa, bahwa Yesus itu adalah Firman Allah yang telah menjadi Manusia). Namun demikian juga dengan manusia, kita dapat mengenal manusia adalah dari perkataan dan perbuatannya, demikian juga akan Allah kita dapat mengenal isi hati Allah adalah dari Firman-Nya yang keluar dari mulut Allah. Jadi kita dapat mengenal Allah Bapa adalah jikalau kita telah mengenal Yesus Kristus (firman Allah yang hidup). Yang perlu kita ketahui, bahwa Roh Allah yang diam dalam diri Yesus itulah yang disebut dengan Allah Bapa.

2. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 5 November 2013:

Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kalimat ini dicatat dalam Matius 28:19, yang bunyinya sebagai berikut : Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Kalimat ini tidaklah mempunyai arti, bahwa Allah itu tiga atau menjadi tiga pribadi yang berbeda, yaitu : Pribadi Bapa berbeda denga pribadi Anak, pribadi Anak berbeda dengan pribadi Roh Kudus dan pribadi Roh Kudus berbeda dengan pribadi Bapa dan pribadi Anak, bukan demikian halnya, akan tetapi pribadi Bapa dapat kita lihat dalam pribadi Yesus Kristus, dan Roh Kuduslah yang melakukannya dalam diri Anak. Tanpa Roh Kudus atau Bapa ada dalam diri Anak (Yesus Kristus), Dia tidak akan dapat melakukan kehendak Bapa-Nya (baca Yohanes 14:9-10). Sebenarnya, Roh Kudus adalah menggambarkan Allah yang tidak kelihatan, sedangkan Allah Bapa pernah menampakkan diri kepada Musa di gunung Horeb, ketika Musa menerima Kesepuluh Firman Allah atau kedua loh batu yang berisikan kesepuluh Hukum Taurat. Demikian juga dengan Allah Anak telah datang sebagai Manusia (Firman Allah yang telah menjadi Manusia). Artinya Allah ada diantara kita sebagai Manusia biasa. Dan yang menjadi pertanyaannya kenapa disebut Roh Kudus, karena Allah itu tidak kelihatan lagi sebagai sosok manusia, karena Allah itu Roh adanya, akan tetapi Allah itu ada di dalam hati orang yang percaya, sebagaimana layaknya yang dialami oleh Yesus Kristus seperti yang di sebutkan dalam Lukas 4:18 dan 19.

3. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 6 November 2013:

Allah Bapa. Allah Bapa, adalah Allah Yang Maha Kuasa, Allah Yang Maha Dahsyat dan ajaib, yaitu Allah pencipta alam semesta. Allah dalam melakukan segala perbuatan-Nya yang ajaib adalah dengan Firman-Nya yang keluar dari mulut Allah. Jadi Allah Bapa dengan melalui Firman-Nya melakukan segala perkara yang ajaib dan dahsyat. Itu dapat kita renungkan dalam Kitab Injil Yohanes 1:1-3, yang dicatat sebagai berikut : "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu di jadikan oleh Dia dan tanpa Dia tadak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan," Ayat ini menjelaskan : 1). Relasi antara Bapa dengan Firman-Nya.Hal ini menjelaskan, bahwa Bapa dengan Firman-Nya selalu bersama-sama dalam melakukan apa saja yang Allah lakukan, artinya : Hubungan Allah yang berfirman dengan firman-Nya yang keluar dari mulut Allah tidak dapat dipisahkan menjadi dua unit (Bapa satu unit dan Firman-NYa satu unit) atau menjadi dua pribadi yang berbeda. Karena Yang berfirman dengan firman-Nya adalah satu unit yang tidak bisa dipisahkan. Contohnya : Seseorang dengan perkataannya yang keluar dari mulutnya adalah suatu kesatuan yang utuh, yaitu : Perkataan yang keluar dari mulut seseorang, itulah gambaran isi hati sesorang itu. Jadi apabila seseorang itu mengeluarkan perkataan yang dapat dijerat oleh hukum, maka seseorang itulah yang ditangkap dan bukan perkataannya yang ditangkap lalu dijatuhi hukuman akan tetapi seseorang itulah yang ditangkap. Jadi relasi antara yang berfirman dengan firmannya hubungannya sangat erat sekali dan tidak bisa dipisahkan menjadi dua unit atau menjadi dua pribadi yang berbeda. 2). Bapa melalui Firman-Nya menciptakan/menjadikan segala yang telah dijadikan-Nya. Hal ini menjelaskan bahwa, Bapa tidak melakukan pekerjaan-Nya tanpa Firman-Nya, Dengan Firman-Nyalah Allah menjadikan segala yang telah dijadikan-Nya. Maka dengan demikian Allah Bapa sangat menghargai/mengasi Firman-Nya yang keluar dari mulut-Nya, artinya, Allah tidak pernah berdusta atau berbicara muluk-muluk, apa yang Allah telah katakan/janjikan pasti akan terjadi.

4. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 November 2013:

Maka dengan demikian Allah Bapa sangat menghargai atau mengasihi Firman-Nya yang keluar dari mulat Allah, artinya : Allah tidak pernah berdusta atau berbicara muluk-muluk/Allah setia dengan Firman-Nya, apa yang telah Allah ucapkan atau janjikan, pasti akan terjadi atau Allah genapi. Jadi Bapa dengan Firman-Nya tidak bisa dipisahkan menjadi dua unit yang berbeda atau menjadi dua pribadi yang berbeda, akan tetapi firman-Nya adalah logos dari Allah Bapa (dari Firman Allah yang hidup, yang telah menjadi Manusia kita dapat mengetahui isi hati Allah, dimana Dia begitu mengasihi kita umat manusia, dengan rela berkorban, dihina, dicambuk, disalibkan dan ditikam diatas kayu salib, demi untuk memberikan teladan-Nya kepada kita orang percaya supaya diselamatkan). Jadi Allah Bapa adalah Allah, Roh yang berfirman (baca Injil Yohanes 4:23, 24; Kitab Kejadian 1:1-29)

5. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 November 2013:

Allah Anak. Yang disebut dengan Allah Anak adalah, Yesus Kristus, yaitu firman Allah yang telah menjadi Manusia (lih. Yohanes 1:14;), Yang menjadi pertanyaannya : Kenapa Firman Allah itu menjadi Manusia? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita renungkan Kitab Yesaya 55:11, ayat ini demikian bunyinya : "demikianlah Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepada-Nya." Ayat ini dihubungkan dengan Yohanes 1:14, dan Yohanes 8:42. Yohanes1:14 dicatat sebagai berikut : "Firman itu telah menjadi Manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." dan Yohanes 8:42 dicatat sebagai berikut : Kata Yesus kepada mereka : "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku." Ketiga ayat ini sangat erat hubungannya dengan kehadiran Yesus Kristus ke dunia ini dua ribu tahun yang lalu sebagai yang di utus Allah. Dalam Yohanes 1:1-2, demikian bunyinya : "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah." Ayat 1 menjelaskan bahwa, Yesus Kristus pada mulanya adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah dan dalam ayat 14 disebutkan bahwa, Firman itu telah menjadi Manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya, sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Jadi yang disebut Anak Allah, adalah Firman Allah, yang telah menjadi Manusia, yaitu Yesus Kristus.

6. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 November 2013:

Firman Allah telah menjadi Manusia!? Karena Firman itu diutus kepada Manusia, supaya manusia itu dapat melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran, Jika kita merujuk kepada Kitab Kejadian 1:26-27 tentang penciptaan manusia, yang intinya bahwa, manusia itu dijadikan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, yang artinya : Siapa memandang manusia telah melihat gambar Allah (kemuliaan Allah ada di dalam diri manusia). Akan tetapi manusia pertama telah jatuh kedalam dosa, sehingga manusia itu kehilangan kemulian Allah. Jadi untuk memulihkan keadaan manusia itu, maka diutuslah Firman-Nya dan menjadi Manusia, supaya manusia yang percaya itu dapat menerima Dia dan diselamatkan, yaitu orang-orang yang hidup menurut teladan yang diberikan oleh Yesus Kristus.

7. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 12 November 2013:

Yesus Kristus, adalah Firman Allah yang telah menjadi Manusia! Kalimat ini menjelaskan bahwa, perkataan-perkatan yang keluar dari mulut Allah (disebut dengan Firman Allah) telah menjadi Manusia (mengambil rupa manusia), supaya Allah dapat diterima oleh manusia berkomunikasi dari hati ke hati pada zaman itu sebagaimana layaknya seseorang berkomunikasi dengan seseorang (bandingkan dengan ketika Allah berbicara langsung dengan bangsa Israel ketika Musa mau menerima Hukum Taurat di Gunung Sinai) baca Keluaran 20:19, yang dicatat sebagai berikut : "Mereka berkata kepada Musa : "Engkaulah berbicara kepada kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati." dan juga sekaligus memberikan teladan-Nya kepada orang-orang percaya untuk bertindak melakukan apa yang berkenan di hadapan Allah dengan segala perilaku-Nya yang baik terhadap orang-orang yang dikasihi-Nya, terlebih dalam melakukan kehendak Bapa-Nya.Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya yang dicatat dalam Injil Yohanes 13:15, yang disebutkan sebagai berikut : "sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."

8. ving dari jkt berkata pada 13 November 2013:

Shalom pak Martua, kesimpulan dari SEMUA diskusi tentang Allah & Allah Tritunggal adalah : APAKAH KAMU MAU MENYEMBAH YESUS SEBAGAI TUHANMU & ALLAHMU? sebagaimana Tomas & malaikat2 di sorga (lih. Wahyu). -------

Hanya ada 2 pilihan : 1. menyembah Allah saja yang dianggap Bapa, tanpa menyembah Yesus juga? ATAU 2. menyembah Tuhan Yesus bagi Allah Tritunggal? ----------

ingatlah semua manusia menyembah berhala & memberhalakan yang disebut sebagai ilah atau allah atau dewa. maka dari itu, Tuhan Yesus tidak datang untuk diberhalakan, tapi untuk menunjukkan bahwa Dia itulah Pencipta Yang Mahakasih, sehingga yang dicariNya bukanlah penyembahan ala berhala & agama, tapi Kasih Setia & pengenalan. Semua agama & bahkan sebagian Kristen memuja Allah seperti berhala, tapi Kristen Reformed menekankan pengenalan & kasih kepada Tuhan Yesus. -------

manusia meributkan menyembah Allah mana yang benar, PADAHAL sebenarnya Allah meributkan penyembah mana yang benar. Orang2 yang menyembah Allah seperti berhala adalah sama saja dengan penyembah berhala. Maka Allah turun sebagai Anak Domba yang lemah lembut, dan penyembah sejati justru melakukan penyembahan tersuci & yang tertulus dengan mengasihi Allah Anak Domba itu. --------

jadi amat penting mengetahui apa anda mempercayai & menyembah Allah Tritunggal, sebab jika anda menyembah Yang Mahabesar saja itu berarti anda menyembah Allah seperti berhala, tapi jika anda mengasihi Yang Terkecil Di Sorga (Anak Domba) maka anda telah melakukan penyembahan terbesar di sorga, saat anda mengasihi Anak Allah!! --------

Silakan cek, Tuhan tidak pernah secara langsung berkata : Sembahlah Aku. Melainkan Ia berkata: Kasihilah Tuhan Allahmu! Dan semuanya persis seperti yang Tuhan Yesus katakan & lakukan: Yesus mencari belas kasihan bagiNya, bukan persembahan/penyembahan. Bagi saya sangat jelas bahwa Yesus itulah Tuhan Allah yang berkata2 di dalam Perjanjian Lama, maka Dialah yang layak menerima persembahan/penyembahan terbaik yaitu KASIH/mengasihi Dia, bukan dengan kata2 & ibadah sujud sembah, tapi dengan pengenalan & kekudusan hati --------

Semoga memberkati. GBU

9. Carlos dari Pontianak berkata pada 13 November 2013:

Alo Pak Martua,

Ayat2 yang Anda berikan justru sebenarnya menyatakan Allah Tritunggal dan tidak mendukung pernyataan Anda.

Contoh sederhana dari Matius 28:19-20, baptislah mereka dalam nama Bapa "dan" Anak "dan" Roh Kudus. Jikalau Allah mengkehendaki pengertian seperti yang Bapak bilang, pasti Matius 28:19 akan ditulis demikian, baptislah mereka dalam nama Bapa "atau" Anak "atau" Roh Kudus. Atau cukup ditulis dengan dalam nama "Bapa" tok...tapi nyatanya tidak demikian khan? =)

Sama seperti kita mengatakan : yang reply ke artikel ini ada Pak Martua dan Pak Ving dan Carlos. Pak Martua bukan Pak Ving dan bukan Carlos, Pak Ving bukan Pak Martua dan bukan Carlos, Carlos juga bukan Pak Martua dan bukan Pak Ving =)

Buku yang baik dan sederhana (tapi dalam) untuk dibaca jikalau ingin sungguh-sungguh mengerti apakah Allah itu sungguh-sungguh Tritunggal dan bukan hanya mau berdebat adalah buku "Allah Tritunggal" yang ditulis Pdt Stephen Tong.

10. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 November 2013:

Melalui Firman dan teladan yang diberikan oleh Yesus Kristus itulah yang menjadi pedoman bagi kita umat manusia dalam melakukan kehendak Allah Bapa yang disurga. Dalam Yahanes 6:40 Yesus berkata sebagai berikut : “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Keteladanan yang ditunjukkan Tuhan Yesus dalam konteks ayat ini adalah Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Jikalau kita simak, bahwa arti dari pelayanan Tuhan Yesus tersebut adalah suatu pelayanan yang patut kita tiru sebagai hamba Tuhan. Karena walaupun Yesus adalah Guru dan Tuhan namun Tuhan Yesus mau membasuh kaki murid-murid-Nya, pelayanan tersebut menunjukkan suatu sikap rendah hati dihadapan Tuhan, yaitu sikap saling mengampuni dan mengasihi, dan sikap tersebut akan membuahkan sikap saling menghargai atau sikap yang mengutamakan lebih dahulu melayani orang lain daripada melayani diri sendiri daripada dilayani. Jadi keteladan Yesus Kristus disini menunjukkan ada kemuliaan Allah dalam diri-Nya atau dengan kata lain bahwa, Yesus itu adalah gambar Allah, untuk menggenapi Firman Allah dalam Kejadian 1:26-27. Seandainya manusia pertama Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa maka sikap manusia pertama Adam dan Hawa beserta anak cucunya, Saudara dan Saya hendaknya seperti sikap yang ditelandankan Tuhan Yesus.

11. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 November 2013:

Kepada Saudara ving dari jkt yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Untuk menjawab pertanyaan Saudara Ving. Mari kita baca Injil Yohanes 14:6-11, yang dicatat sebagai berikut : Ayat 6. Kata Yesus kepadanya : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Ayat 7. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Ayat 8. Kata Filifus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Ayat 9. Kata Yesus kepadanya : "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filifus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kepada kami. Ayat 10. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan itu sendiri." Jadi dari renungan ayat 9 diatas, yaitu ayat 9b. Yang mencatat asebagai berikut: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami." Ayat ini menjelaskan secara tersirat bahwa, jika kita telah menyembah Tuhan Yesus Kristus, maka secara otomatis kita telah menyembah Allah Bapa yang kita kenal dalam nama Yesus Kristus. Dengan illustrasi sbb: Kita seorang buta, lantas pada suatu ketika bapa kita memanggil kita, maka kita pun akan menjawab panggilan bapa kita itu, apa bapa? Karena kita mengenal bapa kita itu adalah dari suaranya. Dan dari suaranya atau kata-kata nasehatnya itulah kita dapat dibentuk menjadi anak yang mempunyai ilmu pengetahuan dan sekaligus membentuk kita menjadi memiliki karakter yang baik. Maka dengan kita melakukan nasehat bapa tadi, kitapun telah taat dan setia kepada bapa kita. Demikianlah halnya, apabila kita telah melakukan perintah yang sudah disampaikan oleh Yesus Kristus, maka kitapun sudah menyembah Allah, karena dengan melakukan perintah-Nyalah, kita telah menyembah Alla. Terima kasih! Tuhan Yesus memberkati Saudara.

12. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 November 2013:

Kepada Bp.Carlos dari Pontianak yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Benar apa yang dikatakan Bapak bahwa, pak Ving tidak sama dengan pak Carlos demikian juga dengan saya, pak Martua sudah jelas beda, kenapa berbeda? Karena di dalam pengertiannya saja sudah berbeda tentang keberadaan Allah Maha Pencipta, sudah mempunyai interprestasi sendi-sendiri, itulah sebabnya Tuhan Yesus berdoa yang antara lain isi doa-Nya dicatat dalam Injil Yohanes 17:21 sebagai berikut: "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga satu di dalam Kita." Doa Tuhan Yesus ini menghendaki, yaitu supaya semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus menjadi satu dengan Allah, karena dari mulanya manusia itu memang berasal dari Allah, yaitu napas Allah yang ditiupkan oleh Allah kedalam hidung tanah liat yang dibentuk-Nya itu, sehingga menjadi machluk yang hidup yang disebut manusia Adam pertama. Artinay disini bahwa, roh manusia itu berasal dari Allah. Akan tetapi manusia pertama, Adam telah jatuh kedalam dosa melalui isterinya, Hawa, yaitu dengan melakukan perintah si iblis, naga tua itu. Jadi untuk memulihkan umat manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini supaya kembali kepada Allah, maka diutuslah Firman-Nya telah menjadi Manusia, supaya dapat dilihat dan berkomunikasi dengan manusia dan menjadi teladan, karena Allah itu tidak bisa dilihat oleh kasad mata manusia, oleh karena Allah itu Roh adanya. Jadi apabila Allah, Roh itu ada di dalam hati kita berarti kita adalah satu dengan Allah, dan menjadi Tubuh Kristus. Jikalau kita sudah menjadi tubuh Kristus, maka Roh Kristuslah yang menjadi Raja di dalam diri kita dan menjadi satu dengan-Nya. Demikian sedikit penjelasan. Tuhan Yesus memberkati.

13. ving dari jkt berkata pada 14 November 2013:

shalom Pak Martua, saya menangkap bahwa Bapak ingin menyembah Allah yang adalah Roh saja, dan menganggap Yesus bukanlah Allah melainkan "Hanya" Firman Allah. Bagi anda, Firman itu bukan Allah, tapi hanyalah kata2 Allah atau perintah Allah, sehingga saat Firman menjadi manusia, itu hanya sekedar perintah2/firman & bukan Pribadi Allah sendiri yang turun menjadi manusia. Benar begitu pak?

Saya bantu bapak, Alkitab telah menjawab bapak. Alkitab katakan bahwa Firman itu adalah Allah sendiri (Injil Yohanes 1), dan di bagian lain Alkitab menulis bahwa Anak itu sendiri Hidup, artinya Yesus bukan sekedar Kata-kata Allah belaka, tapi Pribadi Allah & Pribadi itu Pribadi Yang Hidup.

Sekarang coba anda pikir, bahwa Yesus adalah Firman tapi Firman itu juga Allah dan Firman itu Pribadi dan Hidupnya Allah sendiri, maka pertanyaannya BUKANLAH bagaimana/siapa Firman itu, melainkan bagaimana/siapa Allah itu? Allah itu pastilah suatu yang kompleks, Allah itu mengandung Firman tapi Firman itu juga Allah, Allah di dalam Allah, tapi Allah itu Esa, maka untuk menggambarkan Allah yang demikian kompleks & hebatnya, dipakailah Sebutan Tritunggal.

Sebab Alkitab menulis sendiri: ada 3 di sorga seperti ada 3 di bumi, tapi itu satu. Alkitab tidak menulis ada 3 Allah, tapi Satu Allah Yang Tiga. Dan Alkitab menulis 3 itu saksi, dan Alkitab menulis juga bahwa Saksi dari Allah hanyalah Allah sendiri saja yang mengetahui tentang Allah, dan Alkitab juga menulis bahwa hanya Anak yang tahu/saksi dari Bapa, dan hanya Bapa yang tahu/saksi dari Anak. Jadi 3 saksi itu pastilah ada di dalam Allah sendiri, Allah bersaksi bagi DiriNya sendiri. Saksi berkaitan dengan sumpah, dan Alkitab berkata bahwa Allah hanya bisa bersumpah bagi DiriNya sendiri sebab tidak ada yang lebih tinggi dari Dia, maka kesimpulannya 3 Saksi itu sendiri adalah Allah atau bagian dari Yang Disebut Allah.

Maka Allah Kristen itu Allah Yang Esa Tapi Kompleks. Beda dengan cara pikir Yahudi & Islam yang berpikir bahwa Allah itu Esa Tapi Sederhana. Kristen berpikir di dalam Allah pasti ada Apa-apanya yang melebihi manusia. Sementara Yahudi & Islam berpikir bahwa di dalam Allah hanya ada sesuatu seperti manusia saja, Satu ya Satu seperti manusia.

Dengan demikian terlihatlah Allah siapa yang memang Allah. Maka Kristen Reformed berani berkata : Let God be God. Sementara orang2 lain berpola pikir Let God be like me, atau Let me be like God. Kalau anda hanya ingin menyembah Allah Satu yang seperti anda saja, maka anda telah menganggap diri anda sama dengan Allah, atau menyamakan Allah seperti diri anda.

Allah Tritunggal dijamin Allah yang benar oleh Allah sendiri di dalam KesaksianNya sendiri yaitu Alkitab. Percayalah. Amin. GBU

14. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 November 2013:

Kepada Saudara ving dari jkt yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Perlu saya tambahkan mengenai ulasan ayat-ayat Alkitab yang saya sebutkan di atas, yaitu ayat 6 yang bunyinya sebagai berikut: Kata Yesus kepadanya : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Ayat ini mengatakan : "Akulah jalan, artinya : harus melalui Tuhan Yesus Kristuslah kita boleh sampai kepada Bapa, yaitu dengan memegang dan melakukan perintah-Nya, dia itulah yang mengasihi Yesus Kristus. Dan barang siapa yang mengsihi Yesus Kristus, ia akan dikasihi oleh Bapa-Nya dan Yesuspun akan mengasihi dia dan Yesus akan menyatakan dirinya kepadanya. Yesus akan menyatakan diri-Nya kepada orang yang memegang dan melakukan perintah-Nya, artinya disini bahwa perintah Allah yang berupa Firman itu tidak lagi sebagai firman yang dihapalkan dalam benak seseorang, akan tetapi Firman itu menjadi hidup dalam hati dan pikiran seeorang itu atau Firman itu menjadi Raja yang memerintah di dalam hati kita. Maka dengan demikian dapat kita katakan bahwa, Tuhanlah yang berdaulat di dalam hati kita. Masih berlanjut. Tuhan Yesus memberkati.

15. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 November 2013:

Kepada Saudara ving dari jkt yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan kepada murid-murid-Nya supaya menyembah Allah Tritunggal, akan tetapi Tuhan Yesus mengajarkan agar menyembah Allah Yang Esa. Dan Saudara harus mengerti tentang Allah yang keberadaan-Nya adalah Roh. Jadi Allah Roh yang berfirman itu, itulah Allah Bapa dan perkataan-perkataan Allah yang keluar dari mulut Allah, Roh itu, itulah yang disebut dengan Firman dan barang siapa yang mendengarkan Firman itu, itulah yang mendengarkan Allah Bapa. Jadi sebutan Allah Bapa disini, adalah Allah, Roh yang ber Firman dan Firman itu adalah perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Allah, Roh. Kesimpulannya bahwa, Allah dan Firman-Nya itu adalah Roh coba kita renungkan Injil Yohanes 6:63, yang dicatat sebagai berikut: "Rohlah yang memberi hidup, dan daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Yang artinya : Rohlah yang memberi hidup dan daging itu akan mati dan kembali kepada tanah alias tidak berguna, akan tetapi roh yang memberi hidup itu akan kembali kepada Allah, yaitu Firman-Nya dalam PL baca Yesaya 55:11 dan dalam PB baca dalam Injil Yohanes 14:28b. yang dicatat sebagai berikut: kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Dan perkataan-perkataan yang disampaikan Tuhan Yesus itu adalah roh yang menghidupkan iman seseorang, dan iman itu harus kita lakukan, yaitu dengan cara percaya kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan, dan melakukan Firman-Nya dan memiliki pengharapan kepada Allah. Jadi kesimpulannya bahwa, Allah Bapa dan Allah Anak itu adalah Roh karena Allah itu adalah Roh adanya. Itulah sebabnya Allah Bapa dan Allah Anak itu adalah Bapa Rohani kita, dan bukan Bapa jasmani kita. Masih lanjut. Tuhan Yesus memberkati.

16. Carlos dari Pontianak berkata pada 14 November 2013:

Alo Pak Martua,

Anda sepertinya campur aduk dan dibingungkan dengan istilah "bersatu/menjadi satu". Dan point ini mempengaruhi pemikiran dan interpretasi Bapak ke topik2 lain juga. "Menjadi satu" tidak sama dengan "menjadi sama". Apakah Pak Martua sudah menikah? Jika iya, ketika Pak Martua menikah, Alkitab mengatakan Bapak dan istri bersatu menjadi satu daging, tapi Pak Martua tidak menjadi sama dengan istri Bapak bukan? =)

Jikalau kita baca keseluruhan Yohanes 17, kita pasti bisa melihat setidaknya ada dua pribadi disana. Pribadi Yesus Kristus yang berdoa kepada Pribadi Bapa. Coba Bapak perhatikan Yoh 17 ayat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dst...Pribadi yang satu bicara pada pribadi yang lain dimana pribadi yang satu tidak sama dengan pribadi yang lain.

Jikalau seumpama andaikata saya mengikuti cara pikir Pak Martua, bahwa Bapa = Yesus (tapi bukan ala konsep Allah Tritunggal yang Esa)...lalu saya bayangkan dengan konsep ini Yesus berdoa pada Bapa yang sebenarnya....adalah diri-Nya sendiri..hm... Yesus berdoa pada diri-Nya sendiri, Yesus berbicara pada diri-Nya sendiri tapi sambil menyebut diri-Nya adalah orang lain, dan mengajarkan pada murid-murid-Nya bahwa yang jadi objek doa-Nya adalah Bapa yang adalah Dia sendiri tapi Ia sebut sebagai yang lain.. waduh!! Dengan tanpa maksud menghujat Allah, jikalau Yesus ala Pak Martua muncul dizaman kita sekarang, mungkinkah sudah dimasukkan rumah sakit jiwa?

Tapi Yesus Kristus bukan orang sakit jiwa. Ia sungguh-sungguh adalah Anak Allah yang tahu siapakah Allah Bapa yang mengutus Dia ke dalam dunia. Juga taat pada kehendak Bapa. Dan Ia juga mengajar murid-murid-Nya juga berdoa kepada Allah Bapa dan menantikan pemenuhan janji Allah Roh Kudus yang akan diberikan.

Saya percaya Yesus tahu siapa yang Ia panggil dan siapa yang menjadi objek doa-Nya dengan jelas. Dan itu jelas-jelas bukanlah diri-Nya sendiri, tapi pribadi Allah Bapa di surga. Ketika Pak Martua mengajarkan (meskipun dengan gencar juga) untuk menyembah semacam Allah yang bukan diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri, saya rasa kita tahu siapa yang harus kita ikuti dan taati =)

17. Adhya dari Jakarta berkata pada 14 November 2013:

Kepada Saudara-saudara pembaca PILLAR yang setia. Saya mewakili redaksi dari Bulletin PILLAR mau mengingatkan bahwa kolom komentar disini dipergunakan untuk memberikan komentar untuk artikel yang ada, agar penulis dan pembaca sama-sama dapat belajar untuk lebih bertumbuh di dalam Kristus.

Sekali lagi saya ingatkan bahwa kolom komentar ini, bukan kolom untuk berdiskusi seperti apa yang ada di dalam forum-forum di tempat lain. Kami belum dapat memfasilitasi kolom berdiskusi ini, karena dalam bertumbuh dan belajar di dalam Kristus, saya percaya tidak bisa hanya melewati beberapa komentar di dalam forum-forum, melainkan butuh waktu yang cukup lama untuk belajar mengenal dan bergumul dengan Firman Tuhan yang sejati, Doktrin yang benar, pengalaman hidup bersama Kristus, dan pimpinan Roh Kudus di dalam hati kita. Sehingga pada akhirnya, diskusi-diskusi ini hanya seperti perdebatan yang sepertinya tidak ada ujungnya, walaupun kami tidak menutup kemungkinan adanya pertumbuhan Iman yang dapat terjadi dari diskusi-diskusi ini.

Maka, kami mohon maaf sebesar-besarnya, bila redaksi kami tidak dapat memfasilitasi forum diskusi ini dan bila diskusi masih terus berlanjut, maka kami akan menghapus komentar-komentar tersebut.

Terima kasih Adhya

18. Carlos dari Pontianak berkata pada 15 November 2013:

Alo Pak Martua,

Hikmat Allah memang tidak terselami. Tapi hikmat Allah tidak akan membuat logika manusia tumpul. Hikmat Allah akan membawa manusia kepada kebenaran, takjub dan penyembahan yang benar pada Allah.

Ketika Pak Martua menyampaikan panjang lebar tapi tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab, tidak menyatakan pribadi diri Allah Tritunggal yang sebenarnya dan menyelewengkan ayat-ayat Alkitab yang ada... maka menyebut hikmat manusia (yang salah) sebagai hikmat Allah adalah klaim yang saya takut akan membuat murka sang Pemilik hikmat yang sejati =( Belum lagi ketika memikirkan akibat pengajaran yang salah pada orang-orang yang mungkin Bapak layani.

Terakhir, saya ingin mengajak Bapak dengan serius mempertimbangkan ulang posisi kepercayaan Bapak tentang pribadi Allah Tritunggal sendiri. Percayalah pada Allah Tritunggal yang memang Alkitab sendiri nyatakan, mari dengan rendah hati menundukkan diri pada pernyataan Alkitab dan bukan pada allah ala allah sakit jiwa (sekali lagi tidak ada maksud menghujat).

Saya rasa perdebatan ini tidak perlu dilanjutkan ataupun dikhotbahkan lagi, mari kita sama-sama hormati redaksi pillar yang sudah posting di atas juga =)

19. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 19 November 2013:

Tuhan Yesus dalam memulai pelayanan-Nya. Tuhan Yesus dalam memulai pelayanan-Nya, Dia terlebih dahulu dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Injil Matius 3:13-17 menceritakan sebagai berikut: ayat 13) Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. ayat 14) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" ayat 15) Lalu Yesus menjawab, Kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal ini terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya. ayat 16) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, ayat 17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang KuKasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Penjelasan : Yesus di Baptis bukanlah sebagai kapasitas Allah, akan tetapi sebagai kapasitas Manusia yang dilahirkan dari anak dara, Maria, Ibu-Nya, tunangan Yusuf, anak Daud. Ingat : Dichotomy Tuhan Yesus, sepenuhnya Allah dan sepenuhnya Manusia. Yesus dalam kapasitas Manusia, Dia harus di Baptis untuk menggenapi kehendak Allah, karena Yesus di jadikan sebagai “Teladan” bagi umat manusia, dan sekaligus untuk meletakkan sakramen-sakramen dalam ke Kristenan. Maksudnya Yesus sebagai kapasitas Manusia di Baptis adalah untuk memperlengkapi diri-Nya dalam melayani Allah. Yesus harus diurapi dulu dengan Roh Kudus (di Baptis atau di curahkan dengan Roh Kudus), sebagai awal penggenapan kitab Yoel 2:28-29 yaitu, sebagai awal pelaksanaan, bahwa Allah akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia. Dan setelah Yesus di Baptis, dinobatkan Allah lah Dia menjadi Anak Allah, yang di kasihi-Nya, yang kepada-Nya lah Allah berkenan untuk melakukan karya penebusan umat manusia dari dosa mereka. Ada pertanyaan dalam peristiwa ini, setelah Yesus di Baptis. Kenapa Yesus di sebut Anak Allah? Karena Yesus sebagai kapasitas manusia sudah dipenuhi oleh Roh Allah, karena setiap orang yang dituntun oleh Roh Allah, adalah anak-anak Allah. Dan kemudian Yesus disebut sebagai yang diutus Allah. Maksudnya disini, otoritas-Nya bulat sebagaimana otoritas yang mengutus-Nya, yaitu otoritas Allah Bapa. Dan otoritas itu tidak mengurangi hakekat-Nya sebagai Logos (Firman Allah=Allah). Namun dari kuasa Firman itu Dia menjadi Manusia, agar kita umat manusia boleh melihat gambar Allah dalam rupa Manusia “Yesus” dan oleh karena itu kita terhisap menjadi anak-anak-Nya, yang juga melalui kuasa Firman –Nya dengan jalan apabila kita memegang dan melakukan perintah-Nya. Masih berlanjut, Tuhan Yesus memberkti.

20. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 20 November 2013:

Dalam kitab Yoel 2:28-29 dicatat sebagai berikut: "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan, akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu." Maksud Allah, dalam nats kitab Yoel ini, bahwa Allah akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua orang, baik itu laki-laki dan perempuan dalamnya termasuk orang-orang yang sudah tua, taruna-taruna dan hamba-hamba (pembatu rumah tangga, pekerja kebun atau ladang, supir pribadi atau angkot dll yang bekerja pada kita) kepada mereka semua, Allah akan mencurahkan Roh-Nya ke atas mereka. "Allah mencurahkan Roh-Nya", artinya: Allah mau bersekutu dengan semua orang, yaitu atas semua orang yang melakukan perintah-Nya, tidak seperti dalam zaman Perjanjian Lama, Allah mencurahkan Roh-Nya hanya ke atas para nabi. Jadi Allah mencurahkan Roh-Nya, sama artinya dengan memberikan hidup-Nya atas semua orang yang mau melakukan perintah-Nya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus Kristus telah memberikan hidup-Nya atau nyawa-Nya (Roh-Nya) atas semua orang yang percaya kepada-Nya. Puji Tuhan, yang telah mengasihi kita.

21. Daniel Ferry dari Jambi berkata pada 26 November 2013:

Untuk Lae Martua Siringoringo

Syalom, lae.

Saya punya saran untukmu, lae-ku. Saya melihat ada sisi yang positif dalam dirimu, yaitu: kerinduan yang dalam untuk belajar firman Tuhan. Tapi harap berhati-hati, karena sekarang ini ada banyak pengajaran-pengajaran sesat yang sedang beredar di sekitar kita. Karena itu, ada baiknya kerinduan yang dalam untuk belajar firman Tuhan itu diimbangi dengan pembelajaran yang baik dan benar sesuai dengan firman itu sendiri.

Karenanya, ada baiknya lae belajarlah di STTRII yang dibina oleh Pdt. Dr. Stephen Tong, letaknya di GRII Kemayoran. Di sini ada program-program teologi intensif untuk kaum awam.

Terima kasih, lae. Tuhan Yesus memberkati.

Salam dari Lae-mu

Daniel Ferry

22. Carlos dari Pontianak berkata pada 27 November 2013:

Sayang sekali ya Pak...dulunya mengenal yang benar, tapi kebenaran Allah Tritunggal yang koheren dan konsisten malah dibuang atas nama kemandirian, "pelajaran yang lebih dalam", dan inspirasi dari roh..yang bukan roh kebenaran apalagi Roh Kudus =)

Karena Roh Kudus akan mengingatkan kita akan kebenaran dari perkataan Pribadi Allah ke-2 yaitu Tuhan kita Yesus Kristus yang diutus oleh Pribadi Allah pertama =)

23. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 28 November 2013:

Memang di dunia ini lebih banyak yang salah daripada yang benar, jadi saya tidak berkecil hati seperti apa yang Anda ungkapkan. Saya memahami itu, karena Saudara hanya menelan apa kata orang, bukan apa kata "Alkitab." Tapi saya tetap berdoa kepada Tuhan, agar Anda diberi pengertian yang lebih dalam lagi. Dan yang terpenting bukanlah memberitakan bahwa Allah orang Kristen itu tiga, akan tetapi yang terpenting adalah untuk melakukan perintah-Nya. Tanpa Anda melakukannya, maka sia-sialah iman dan pengharapan kita. Dan Roh Kudus pun tidak akan menerangi hati Anda.

Puji Tuhan yang selalu menyertai dan memberkati kita.

24. ving dari jkt berkata pada 28 November 2013:

pak martua, kesimpulannya anda tidak mau menyembah Yesus sebagai Tuhan & Allah anda? saya koreksi anda: Tritunggal bukan menyembah 3 Allah, tapi 1 Allah yang di dalamNya berdiam Bapa Anak & Roh Kudus. Saya tangkap konsep pikiran anda ialah: Bapa itu Allah, sedangkan Allah Anak & Allah Roh Kudus itu hanya alat pelengkap untuk Allah berinteraksi dengan manusia atau untuk berbuat sesuatu. pemahaman bapak itu ajaran yang keliru, atau tersesat dalam pikiran sendiri. renungkan pak: Firman Itu Allah!! jika anda tidak memiliki ANAK, maka anda tidak memiliki Bapa maupun Anak!! sedangkan konsep pikiran anda mengganti & memutarbalik Alkitab : jika tidak memiliki BAPA maka tidak memiliki Anak maupun Bapa!!

Bertobatlah pak, rendahkan hatimu. amin. GBU

25. Adhya dari Jakarta berkata pada 28 November 2013:

Pak Martua, Saya bersyukur karena kehausan bapak dalam mempelajari firman Tuhan berdasarkan Alkitab. Akan tetapi, saat ini di masa yang serba relative, banyak orang yang mengklaim bahwa mereka mengerti alkitab maupun Roh kudus memimpin mereka sama seperti apa yang bapak sharingkan di dalam “kolom tanggapan“ ini.

Sekarang, ketika begitu banyak orang yang menyatakan bahwa mereka mendapatkan pengertian yang berbeda2x tetapi semuanya menyatakan bahwa mereka berdasarkan Alkitab dan pimpinan Roh kudus? Yang mana yang benar?

Saya harap bapak bisa mengerti bahwa pengertian manusia akan Alkitab adalah merupakan interpretasi manusia sendiri yang secara daging adalah manusia berdosa, sehingga segala pengertian kita akan alkitab merupakan pengertian yang tereduksi/terkorupsi (Polluted, Limited, Corrupted). Jadi tanpa anugrah dari Allah sendiri, yang menyatakan siapakah Allah sendiri (melalu Roh kudus yang juga adalah Allah sendiri), manusia tidak mungkin dapat mengerti Allah. Dan Allah tidak menyatakan diriNya hanya pada 1 individu (misal: bapak sendiri), melainkan pada banyak orang Kristen seluruh jaman, dari PL , maupun PB, sampai saat ini dan diri Allah yang dinyatakan akan selalu konsisten dan tidak berubah-ubah.

Jadi, seseorang bisa saja memperoleh sudut pandangan yang berbeda-beda mengenai pengertian Alkitab, tetapi semua memiliki kesimpulan yang sama. Begitu juga dengan Allah Tritunggal dimana konsep Allah Tritunggal bukan hanya sekedar “ kata orang” melainkan telah di pelajari secara beribu-ribu tahun oleh orang-orang kristen sepanjang jaman dimulai dari bapak-bapak gereja sampai saat ini, dan konsep ini tidak berubah karena waktu/trend tertentu.

Saya merasa, bila bapak mengatakankan kalau bapak menerima Allah Tritunggal bulat2x.. artinya bapak belum mengerti apa itu Allah Tritunggal. jadi selama ini, bapak merasa mengerti, tetapi sebenarnya tidak. saya tidak pernah bertemu orang kristen yang sungguh-sungguh mengerti Allah Tritunggal dengan bulat-bulat, karena memang konsep Allah Tritunggal merupakan konsep yang baru bisa mulai dimengerti ketika kita melihat Alkitab secara keseluruhan dari PL sampai PB.

Saya berharap dan mendoakan bapak agar bisa menggumuli kembali konsep Allah Tritunggal lebih serius dan mulailah membaca buku-buku yang ditulis mengenai hal ini untuk memperluas wawasan bapak. Dan jangan putus asa untuk mempelajari mengenai Allah Tritunggal, karena hal ini merupakan esensi ke-kristenan dan merupakan perjalanan kita sebagai orang Kristen untuk terus mengenal Kristus sepanjang hidup kita.

Tuhan Memberkati.

26. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 28 November 2013:

Firman Allah, adalah sebagai “media” yang menghubungkan hati manusia dengan hati Allah, atau dengan Firman Allah inilah manusia dapat mengenal isi hati Allah. "Media" artinya, perantara untuk menyampaikan suatu "berita" kepada hati (pribadi) yang lain. "Media" secara umum dapat kita lihat seperti "warta berita" di Televisi, radio, koran, majalah, selebaran, dll. "Media" tersebut berasal dari hati sesorang dan mau disampaikan kepada hati (pribadi) seseorang.

Firman Allah=Allah, yang telah menjadi Manusia, yaitu Yesus Kristus=Logos yang adalah berasal dari hati Allah, untuk disampaikan kepada hati umat manusia. Agar, supaya manusia itu mengerti/mengenal isi hati Allah atau mengenal Allah Bapa melalui "Logos"="Firman Allah"="Allah"="Tuhan Yesus Kristus".

Jadi pekerjaan Logos=Firman Allah=Allah=Tuhan Yesus Kristus, adalah untuk menginstal Firman Allah itu kepada hati manusia, agar Firman Allah itu melekat dan hidup dalam hati manusia dan menjadi Roh Kebenaran.

Barang siapa sudah menyembah "Tuhan Yesus Kristus" otomatis sudah menyembah Allah Bapa yang tidak kelihatan, yaitu Roh Kudus. Imanilah itu Bapak Ving yang Saya cintai dan dikasihi Allah Bapa

Gbu.

27. ving dari jkt berkata pada 29 November 2013:

pak Martua, shalom.

hanya ada 2 hal di dunia ini : meninggikan Yesus atau merendahkan Yesus. Tanpa anda sadari, anda sedang mengikuti keinginan penguasa kegelapan untuk merendahkan Tuhan Yesus. Orang2 beriman Tritunggal tidak mungkin merendahkan Kristus, sebab Kristus ditempatkan di tempat paling tinggi bersama Bapa. Maka alkitab tidak keliru, saat berkata Anak di samping Bapa, bukan hanya di dalam Bapa seperti pengertian anda. Di samping Allah, berarti Dia itu Allah, di tempat kedudukan Allah sendiri.

Tapi anda membuat Yesus kelihatan begitu kecil, seakan Dia hanya perkataan yang memerintahkan kita menyembah Roh Allah, itu sama seperti pengertian muslim, yang menganggap Yesus hanya nabi yang menyampaikan perkataan2 Allah.

Yesus bukan media atau alat pelengkap Allah, Yesus adalah Allah sendiri, Yesus adalah Allah yang berkarya. Justru Bapalah yang bersembunyi atau tersembunyi di dalam Kristus.

Jika Yesus hanya perkataan Allah, maka Allah tidak perlu mengirim Dia datang, cukup menyatakan Firman kepada nabi2.

Pada kesan awal, anda mungkin tampak benar sudah menyembah Yesus. Tapi jika diselidiki lebih dalam, anda sama sekali tidak menyembah Yesus, sebab di pikiran anda Yesus bukanlah Allah yang sebenarnya, menurut anda Allah itu satu & bukan Yesus.

Sedangkan Tomas berkata kepada Yesus : Engkau Tuhanku & Allahku. Jika anda tidak beriman seperti Tomas, maka anda bukanlah orang Kristen, anda mungkin universalis, saksi Yehova, atau bahkan muslim. Anda tidak perlu memakai kata Tritunggal, asal anda meyakini Yesus adalah Allah sendiri.

Tuhan Yesus berkata kepada Tomas: "Karena engkau telah MELIHAT AKU, maka engkau PERCAYA. Berbahagialah mereka yang TIDAK MELIHAT, namun PERCAYA."

Tuhan Yesus tidak berkata: Tomas telah melihat RohKu, sekalipun Roh Kudus tampil seperti merpati atau lidah api. Tuhan Yesus pun tidak berkata: Tomas telah melihat BapaKu. Tuhan Yesus berkata : MELIHAT AKU, MENGASIHI AKU, PERCAYA AKU.

Inilah kesesatan anda, anda berbuat & beribadah bukan kepada SANG AKU YESUS KRISTUS. Konsep ibadah & perbuatan anda hanyalah bagi Allah yang tidak kelihatan.

Sebaiknya anda bertobat, karena Roh Iblis pun tidak kelihatan & tidak punya rupa, sebab ia telah dikutuk & kehilangan rupanya di sorga (lihat kitab Yudas). Maka dari itu semua agama dunia & anda juga begitu getol menyembah Allah yang tidak kelihatan atau Allah Roh atau bahkan karismatik menekankan kini zaman Roh Kudus, bukan lagi zaman Yesus Anak Allah. Ujung2nya semua orang yang tidak menyembah ALLAH YANG KELIHATAN YESUS KRISTUS, mereka akan menyembah YANG TIDAK KELIHATAN, sehingga mereka meninggikan roh iblis yang tidak kelihatan. Itulah siasat iblis untuk menipu manusia, katanya: sembahlah allah yang tidak kelihatan, sembahlah roh saja. Iblis berkata begitu sebab ia sendiri hanyalah roh tapi mampu menyamar sebagai roh baik atau roh malaikat terang atau bahkan roh allah & roh kudus & roh anak allah. Itulah kelicikan iblis & kemampuan iblis yang sangat mengerikan.

Maka Tuhan telah turun sebagai Tali Sipat, yang lurus dari sorga, yaitu Tuhan Yesus Kristus, sehingga orang2 pilihan tidak dapat disesatkan oleh roh2 yang menyamar & menyebut diri sebagai Allah. Maka Tuhan berkata : Lihat padaKu, di sinilah Aku, Aku inilah Aku, mari sini kepadaKu.

Semuanya tentang SANG AKU YESUS KRISTUS. Yesus tidak sedang membicarakan Bapa, tapi Bapa & Roh Kuduslah yang justru berbicara tentang SANG AKU YESUS KRISTUS.

Pikirkan & baca berulang kali pak, anda jangan mau ditipu iblis untuk menyembah roh yang mangaku2 allah untuk disembah. anda tidak menyembah Allah yang tidak kelihatan itu, sebab anda tidak menyembah Allah yang kelihatan Yesus Kristus. Anda kira anda sudah menyembah Allah, anda keliru! Jika anda tidak menyembah Yesus Allah Yang Mahaesa, anda tidak pernah menyembah Allah satu kali pun.

GBU.

28. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 29 November 2013:

Dalam nats Injil Matius 12:31& 32 menyebutkan sebagai berikut : ayat 31) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. ayat 32) Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak."

Saya pelajari dari perkataan-perkataan yang Tuhan Yesus Kristus sampaikan di atas, bahwa inti atau yang terutama dan utama dari segala kehidupan ini adalah Roh Kudus yang harus kita hormati dan kita terima. Tanpa Roh Kudus kita tidak akan mampu berdiri di hadapan Allah. Dan Roh Kudus, itulah yang menggerakkan segala aktifitas Allah. Coba kita lihat dalam awal penciptaan Alam Semesta dalam Kitab Kejadian 1:1 s.d 31. Dalam nats kitab Kejadian 1:2c dicatat sebagai berikut: "dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Roh dalam bahasa Inggris, adalah "Spirit". Dan "Spirit (hidup)" dapat diartikan sebagai suatu kehidupan yang aktif (daya). Dan Roh dalam bahasa Ibrani disebut Ruakh, yang berarti angin atau udara (sifat udara ada dimana-mana), yang menggerakkan sesuatu itu adalah daya (hidup). Tuhan Yesus menyebutkan: "Rohlah yang memberi hidup", hidup artinya: aktif atau ada daya hidup. Dan sumber kehidupan itu adalah Allah sendiri, yang adalah Roh ada-Nya. Jadi dapat disimpulkan bahwa, pengertian sebutan Roh Allah melayang-layang dalam nats kitab Kejadian ini, adalah Allah yang aktif hadir dimana-mana (Omnipresent). Yaitu Allah yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, itulah Allah kita yang ajaib tidak tak terbatas kuasa-Nya.

Kesimpulannya :

"Roh Kuduslah yang terutama dan paling utama" dalam hidup ini, yaitu Allah kita Yang Maha Kudus yang selalu menyertai kita disepanjang zaman.

Pesan-pesan yang perlu diperhatikan:

1. Jangan main-main tehadap Roh Kudus, nanti dosamu tidak akan diampuni oleh Tuhan, di dunia ini tidak didunia yang akan datang pun tidak. Jadi berhati-hatilah sedikit untuk menghina Roh Kudus, karena itulah wujud Allah yang sesungguhnya, yaitu Allah yang kita sembah (Allah Yang Maha Kudus).

2. Memang banyak roh, antara lain : roh jinah, roh bebal, roh keangkuhan,roh congkak, roh sok tau, roh mau benar sendiri, roh penghujat Roh Kudus, roh mau ditinggikan, roh berbelit, roh pengeruk uang orang, dll. masih banyak lagi roh-roh jahat, itulah roh iblis penipu itu. Jadi hati-hatilah Anda terhadap roh-roh tersebut, karena roh-roh itu akan menyamar seperti malaikat. Dan memang itu asal mulanya adalah Malaikat yang membangkang atau membelot dari Kerajaan Allah.

3. Manusia yang hidup ada rohnya, manusia mati pasti rohnya sudah meninggalkan jasadnya. Jadi manusia hidup adalah oleh karena Roh Allah.

Terima Kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

29. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 29 November 2013:

Saudra Ving yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Yesus. Perlu Anda ketahui, bahwa Yesus itulah segalanya bagi saya seperti apa yang dijelaskan dalam Alkitab, yaitu: Yesus adalah Tuhanku dan Allahku, Yesus adalah Roti yang turun dari sorga bagiku, Yesus adalah Air Hidup bagiku, Yesus adalah kekasihku, Yesus adalah sahabatku, Yesus adalah Anak Domba Allah, Yesus adalah penolongku, Yesus adalah perlindunganku, Yesus adalah penebusku, Yesus adalah perisaiku, Yesus adalah penghiburku, Yesus adalah Bapaku, Yesus adalah nabiku, Yesus adalah kekuatanku, Yesus adalah Gunung Batuku, Yesus adalah pokok anggur yang benar, dan akulah ranting-Nya, Yesus adalah jalan, Yesus adalah kebenaran, Yesus adalah hidupku, Yesus adalah Firman Allah yang hidup, Yesus adalah Anak Manusia, Yesus adalah Anak Allah, Yesus adalah utusan Allah Bapa, Yesus adalah Rajaku, Yesus adalah tunanganku, dll yang baik dan yang mulia.

Itulah Yesus bagi saya.

30. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 29 November 2013:

Saudaraku Ving yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Yesus Kristus.

Saya mengutip tulisan anda dibawah ini :

"Yesus bukan media atau alat pelengkap Allah, Yesus adalah Allah sendiri, Yesus adalah Allah yang berkarya. Justru Bapalah yang bersembunyi atau tersembunyi di dalam Kristus."

Renungkanlah dulu yang Anda tulis ini, yaitu: "Bapalah yang bersembunyi atau tersembunyi di dalam Kristus." Terangkan dulu secara rinci apa maksudnya itu. Dan kenapa Bapa bersembunyi atau tersembunyi di dalam Kristus? Tolong dijelaskan!

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

31. ving dari jkt berkata pada 29 November 2013:

Shalom pak Martua, anda percaya Yesus itu Allah sendiri, tapi kenapa anda memisahkan Yesus itu Allah & Roh Kudus itu Allah, sekarang andalah yang menduakan Allah. Nafsu anda adalah menyembah Roh Allah lebih dari Yesus, kan? Anda tidak menganggap Yesus & Roh Allah itu Allah Yang Esa, Satu? Anda telah memisahkan Yesus dari Allah itu sendiri, sekalipun anda berkata Yesus itu alatnya Allah & patut disembah.

Tampaknya anda memang tidak diberi iman untuk mengerti Tritunggal sekalipun mungkin anda lebih tua dari pada banyak anak remaja yang mengerti & mempercayai Tritunggal. Memang semua itu hanya anugerah.

Dengar pak, jika Yesus hanya Firman tapi Bukan Allah Yang Mahatinggi, maka mustahil Yesus berkata : Aku memiliki semua yang Bapa miliki, Bapa mewariskan segalanya pada Anak, Bapa mendudukkan Anak di takhtaNya, mengembalikan segala kemuliaan Anak yang memang semula dimilikiNya.

Lucu sekali bila ada Kata2 pakai mahkota, Kata2 disuruh duduk di takhta. Anda ingin melenyapkan PRIBADI ALLAH di dalam ANAK. Yesus itu Wujud Kemuliaan Allah, Gambar Rupa Allah, Kepenuhan Allah, artinya Yesus adalah Allah yang harus disembah.

Yang ingin anda lakukan adalah : biarlah allah itu roh, Yesus itu hanya media supaya Allah bicara & Allah tampak, tapi Yesus itu bukan benar2 Allah yang sebenarnya, hanya untuk imaginasi penyembahan manusia.

Sedangkan Tritunggal percaya: Yesus itu Allah dalam segala kepenuhanNya, Ia adalah Pribadi Allah yang hidup, nyawa Allah, jiwa Allah, tangan Allah, pikiran Allah, sehingga tidak ada satupun yang tidak Ia miliki dari yang seharusnya dimiliki Allah.

Roh Kudus tidak pernah dikatakan akan dipakaikan mahkota atau mewarisi takhta, justru Ia adalah melayang2 di sekeliling Tuhan Yesus untuk membawa orang2 beriman & menyembah Yesus. Wahyu menulis: Yesuslah yang memegang Roh Allah itu, api itu. Yesuslah yang melempar api itu untuk menghakimi bumi. Yesuslah yang dikatakan Alfa & Omega: selamanya kekal.

32. ving dari jkt berkata pada 29 November 2013:

Tentang Hidup Kekal: Yesus adalah Hidup Kekal itu, itulah kesaksian Roh Kudus di dalam Alkitab secara terus-menerus & konsisten. Baca ulang lagi pak!

Tentang menghujat Roh Kudus: anda tidak tahu kan bagaimana menghujat Roh Kudus? anda termasuk menghujat Roh Kudus bila menyembah roh lain selain Roh Kristus!!! semua orang yang menyembah Allah seperti Roh yang tidak kelihatan, padahal itu bukan Roh Kristus, maka orang itu telah menghujat Roh Kristus. karena orang itu menganggap roh lain itu sebagai Allah, untuk menggantikan Roh Kristus yang ialah Allah yang sebenarnya.

Maka bagaimana bisa manusia tidak menyembah sembarang Roh? Bila kamu menyembah Yesus sebagai Tuhan Allahmu satu-satunya, kamu tidak akan salah/keliru atau tertukar dengan roh lain. Salah bila bapak memahami bahwa anda harus menyembah Roh Allah dengan perantaraan Kristus. Yang benar ialah, anda harus sungguh2 menyembah Yesus Kristus, & Roh Allah akan menguasai anda untuk menyembah Yesus, sebab hanya di dalam Roh Allah ada penyembahan kepada Yesus, sebab hanya Roh Allah yang dapat mengenali/mengenalkan Yesus sebagai Tuhan & Allah satu2nya di hati manusia.

Jadi, arti ayat tentang penghujatan itu yang sebenarnya adalah: jika memang Yesus hanyalah manusia saja, kamu tidak akan bersalah & kamu pasti diampuni, tapi jika yang kamu hujat itu ternyata Allah (Yesus itu Allah), maka dosamu itu tak akan diampuni atau tidak dapat ditolerir baik di bumi maupun di sorga. Jadi, setiap penganut suatu agama & kepercayaan yang ajarannya menghujat keilahian Yesus itu, tidak akan mungkin selamat. Hanya satu jalan untuk selamat & diampuni, yaitu meninggalkan ajaran agama/kepercayaan itu, & mengakui Yesus adalah Allah, maka Tuhan Yesus akan mengampuni segala dosa orang itu & mengakui dia di hadapan malaikat2Nya sebagai anakNya yang mengenal Dia.

Nah, alih-alih anda tidak mau menghujat Roh Kudus, kemungkinan anda bisa jatuh ke dalam dosa itu, jika anda terus lebih jauh ke dalam keyakinan anda.

Seperti saya katakan sejak awal: hanya ada 2: meninggikan Yesus atau merendahkan Yesus. Jika anda meninggikan Yesus di tempat tertinggi artinya anda meninggikan Allah Tritunggal, maka anda benar orang beriman. Tapi jika anda merendahkan Yesus di bawah Bapa atau di bawah Roh Kudus, maka anda telah menghujat Roh Kudus, & yang anda sembah itu bukanlah roh daripada Roh Kudus. Sebab jika Roh itu benar Roh Kudus, anda pasti akan mempercayai Allah Tritunggal & meninggikan Tuhan Yesus Kristus. Tapi nyatanya anda merendahkan Yesus, maka roh itu pastilah roh yang mencari sembah sujud & memuliakan diri sendiri.

Semoga anda mengerti & bertobat. GBU

33. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 30 November 2013:

Saudara Ving yang Saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Saya bertanya dulu kepada Anda.

1. Dikandung dari siapakah Tuhan Yesus datang ke dunia ini?

2. Dengan kuasa apakah Tuhan Yesus mengusir setan dari orang yang buta dan bisu yang diceritakan dalam kitab Injil Matius 12:22-36?

3. Siapakah yang membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati pada dua ribu tahun yang lalu?

Saudara Ving yang saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Untuk kelanjutan sharing kita, mohon dijawab dulu pertanyaan saya yang di atas. Pertanyaan ini saya ajukan adalah untuk melihat persepsi atau cara pandang kita terhadap Firman Allah yang dicatat dalam Alkitab.

Damai Sejahtera Allah Bapa yang melampaui segala akal yang menyertai dan memelihara kita orang percaya sampai kepada akhir zaman.

Terima kasih. Gbu

34. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 1 December 2013:

Saudara Ving, Carlos, Adhya, dan Daniel Ferry yang saya Cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Saya mengajak bapak-bapak yang terhormat dalam diskusi Firman Tuhan yang dicatat dalam Alkitab dengan "topik" Allah Tritunggal ini hendaknyalah kita bertolak dari dalil-dalil ayat Firman Tuhan. Maksud saya, kita harus mencantumkan dasar Firman-Nya, karena setiap pendapat kita harus mengacu kepada Firman Tuhan, bukan mengacu kepada apa kata orang. Jikalau kita mengembangkan apa kata orang tanpa ada dalilnya (ayat firman-Nya) takutnya nanti pengertiannya membias dari kebenaran Firman Tuhan Itu. Jadi saya mohon dengan hormat agar menyebutkan dasar Firman-Nya.

Kenapa harus demikian? Supaya orang-orang yang memperhatikan diskusi kita ini, mereka juga dapat membuka Alkitabnya dan ikut belajar Firman Tuhan.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

35. Carlos dari Pontianak berkata pada 2 December 2013:

Alo Pak Martua,

Bukannya karena tidak ada atau kurangnya ayat-ayat yang diberikan pada Bapak mengenai Alkitab yang bicara Allah Tritunggal tapi karena tidak ada ayat yang diberikan yang mendukung interpretasi Bapak. Tentu ketika Bapak meminta ayat yang demikian, tidak ada yang cocok, bukan karena Alkitab yang kurang limpah tapi selama tidak pas dengan pemikiran Bapak, akan terus Anda tolak.

Maka, saya kira Bapak bukan mengajak berdiskusi, karena diskusi memerlukan kerendahan hati takluk pada Firman Tuhan. Mengapa saya katakan demikian?

1) Banyak pemakaian kata-kata dalam Alkitab seperti yang sudah disebutkan sebelumnya tidak memerlukan kerumitan interpretasi yang berlebihan. Misal pemakaian kata "kita" untuk merujuk pada diri Allah Tritunggal dalam Kej 1, Allah Tritunggal menyatakan diri bersama-sama dalam pembaptisan Allah Anak yaitu Yesus Kristus, Alkitab yang mencatat pekerjaan seorang pribadi (bukan hanya media atau daya atau alat yang tak berpribadi) dari Allah Anak dan Allah Roh Kudus misal di Yoh 14, Yoh 16.

Namun tiap kali kebenaran yang sederhana ini diberikan, Pak Martua akan interpretasi ulang kata/kejadian sederhana tersebut dengan kerumitan-kerumitan yang melawan dan aneh terhadap nalar yang sudah Tuhan beri pada kita, agar cocok dengan konsep Bapak.

2) Saya sebenarnya sungkan dan tidak enak hati terhadap redaksi Pillar ketika menulis komentar lagi. Karena saya ini dan Bapak hanya tamu dan tuan rumah pada komentar tanggal 14 November sudah dengan baik-baik mengingatkan bahwa kolom komentar ini bukan untuk diskusi (dengan keterbatasan yang sudah disampaikan) dan sudah mengingatkan baik-baik komentar-komentar setelahnya akan dihapus.

Namun saya lihat Pak Martua terus posting komentar debat sampai 1 Desember kemarin padahal beberapa sudah sempat dihapus oleh redaksi. Apakah Pak Martua tidak merasa sungkan dan hormat terhadap tuan rumah? Ingat lho Pak kita ini selayaknya ber-etika meski sebagai seorang tamu? Inikah sikap mau berdiskusi?

3) Bapak mengatakan kita tidak boleh ikut2an karena kata/buku orang lain. Memang benar tidak boleh sembarang ikut2an orang yang salah. Namun jikalau apa yang dikatakan orang lain ataupun tulisannya selaras dengan kebenaran Alkitabiah dan kebenaran Tuhan, kita harus rendah hati tunduk dan belajar. Bukankah kita tunduk pada perkataan Petrus, kita ikuti tulisannya Paulus, Agustinus, Luther, Calvin dan tokoh-tokoh contemporer yang sungguh-sungguh setia dan taat pada Alkitab?

Apakah pandangan yang Bapak ikuti dari orang lain ini meski atas nama originalitas dan belajar sendiri ini benar? Saya kira tidak, karena sudah ada kesalahan yang sama muncul pada zaman dulu dan Tuhan memakai bapa-bapa gereja untuk menegakkan ajaran Tritunggal yang benar dan melawan pandangan yang salah tersebut.

4) Namun pada komentar Bapak (yang sudah dihapus), sepertinya Bapak menentang Tritunggal juga karena ikut2an Wikipedia dan karena alasan humanis? Wikipedia tidak membatasi siapa yang boleh kontribusi di dalamnya. Jikalau ada yang menulis di Wikipedia bahwa Kristus sebenarnya hanya dongeng semata, apakah Pak Martua akan membuang iman pada Kristus karenanya?

Apakah kita ikut Tuhan Yesus karena kita kasihaaan pada Dia yang sudah direndahkan, dikucilkan dan disalibkan orang2 Yahudi? Karena Dia minoritas kita ikut Dia? Ataukah karena Tuhan Yesus adalah Kebenaran maka kita ikut Dia?

36. Carlos dari Po berkata pada 2 December 2013:

5) Contoh ayat lain di Yoh 8:54, Yesus berkata "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Ku lah yang memuliakan Aku..." Pak Martua bersikukuh bahwa Bapa sebenarnya adalah Anak dan juga sebenarnya adalah Roh Kudus, hanya satu pribadi. Coba Bapak terapkan pola pikir Bapak yang demikian dalam ayat ini...Saya tulis ulang ya, "Jikalau Yesus memuliakan diri Yesus sendiri, maka kemuliaan Yesus itu sedikitpun tidak ada artinya. Yesus lah yang memuliakan Yesus..." ??

Kesimpulan ala Pak Martua: Yesus sebenarnya sedang memuliakan diri-Nya karena Yesus adalah Bapa sendiri. Maka kemuliaan Yesus sedikitpun tidak ada artinya dan Yesus mengucapkan kalimat yang melawan diri-Nya sendiri..benarkah Bapa adalah Yesus? Coba sekarang terapkan pembacaan Allah Tritunggal bahwa Allah yang Esa memiliki tiga pribadi yang tidak sama, yaitu pribadi Allah Bapa, pribadi Allah Anak dan pribadi Allah Roh Kudus.

6) Terakhir, pada komentar saya tanggal 14 November sudah saya jelaskan dalam doa Tuhan Yesus (doa di Yoh 17, juga bisa dilihat dalam doa Bapa kami), jelas tidak mendukung konsep Bapak. Saya katakan bahwa kesimpulan logis dari pemikiran Pak Martua untuk mengerti Yesus yang berdoa = Yesus berdoa pada diri-Nya sendiri dan ini adalah tindakan orang gila. Pada komentar Bapak (yang sudah dihapus), Bapak setuju akan hal ini dan mengatakan agar tidak heran dengan kejadian demikian.

Jadi saya bayangkan jikalau saya dan Pak Martua berjalan bersama dengan seorang anak di sebuah rumah sakit jiwa dan kita sama-sama melihat seorang pria yang rambut panjang tidak rapi, berjenggot, berpakaian putih, terus berbicara tidak karuan sendirian, kadang tertawa, kadang menangis, kadang diam, padahal tidak ada orang lain..kemudian anak ini bertanya, "Pak Carlos, orang itu kenapa begitu?". Saya akan jawab, "Nak, orang itu agak tidak lurus pikirannya, orang itu sakit jiwa". Dan jika anak ini bertanya pada Pak Martua, "Pak Martua, orang itu kenapa begitu?". Apakah Pak Martua akan tetap menjawab, "Nak, jangan heran, Tuhan Yesus kita seperti itu juga kok. Percayalah pada saya" ???

Saya sudah dorong Bapak untuk mempertimbangkan ulang pemikiran, kepercayaan dan kesimpulan pemikiran Bapak yang jelas-jelas salah. Namun Pak Martua tetap teguh untuk tidak mau belajar. Perlukah berdebat lagi? =)

37. ving dari jkt berkata pada 2 December 2013:

1. Dikandung dari siapakah Tuhan Yesus datang ke dunia ini? Yesus adalah Anak Allah & Anak Manusia. Anak Allah selalu dikandung & mengandung Allah & bukan hanya pada saat kelahiranNya saja, maka dari itu Yesus disebut Allah sebab Ia Anak Allah, di mana Allah tinggal. Allah ada di dalam/dikandung diriNya sebab Yesus itu Allah, jika Yesus bukan Allah, maka Allah tidak mungkin berdiam/dikandung dalam Dia. Allah tinggal di dalam Allah (diriNya sendiri) maka sebab itu Ia disebut Anak Allah. Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan/berdiam.

2. Dengan kuasa apakah Tuhan Yesus mengusir setan dari orang yang buta dan bisu yang diceritakan dalam kitab Injil Matius 12:22-36? Yesus melakukan segala sesuatu dengan KuasaNya sebagai Allah, Kuasa Allah tinggal di dalam Allah, sebab itu Yesus disebut Anak Allah, sebab hanya di dalam Allah tinggal kuasa Allah. Kuasa Allah tidak mungkin tinggal/keberadaanNya tergantung pada yang bukan Allah, maka pastilah Yesus itu Allah sebab itu Roh Allah bergantung kepada keberadaanNya. Allah di dalam Allah, sebab itu Yesus ialah Allah & disebut Anak Allah.

3. Siapakah yang membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati pada dua ribu tahun yang lalu? Yesus bangkit bagi Allah & di dalam Allah, sebab Yesus adalah Allah. Jika Yesus tidak bangkit, maka tidak ada Allah lagi. Tapi Yesus harus/bangkit sebab Yesus adalah Allah, & Allah itu Kekal & Selalu Hidup. Maka Yesus bangkit sebab Ia Allah & tempat Allah tinggal berdiam. Allah membangkitkan Allah, sebab Allah tidak mungkin tanpa DiriNya sendiri. Tidak ada Bapa tanpa Anak, maka Anak itu bangkit & hidup agar Bapa dapat itu selalu ada & hidup. Tritunggal tidak mungkin dimatikan sehingga menjadi Dwitunggal, Tritunggal ada sebab Allah selalu Tritunggal, Allah = Tritunggal, maka Allah itu menjadi Allah.

Sebab itu Bapa di dalam Yesus, Yesus di dalam Bapa, sebab tanpa ada Yesus maka tidak ada Bapa, tanpa Bapa maka tidak ada Yesus. Mungkinkah Allah tanpa Firman? Tidak, tanpa Firman maka Allah mati & tidak lagi menjadi Allah. Siapa yang menyebabkan Allah menjadi Allah? Firman. Bapa ada-lah Allah sebab Anak ada. Anak ada sebab Bapa selalu ada.

Tunjukkan kepada saya Roh Allahmu tanpa Firman, aku akan menunjukkan kepadamu Roh Allahku dengan FirmanNya. Tanpa Firman, maka Roh itu mati/tidak berguna/tidak eksis/tidak hidup.

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Jika kamu percaya 1 Allah saja, maka kamu tidak lebih dari setan. Tapi jika kamu mengenal 3 di dalam Allah, maka kamu hidup & hidupmu dihidupi oleh Kristus Anak Allah.

bapak kan pintar, pasti bapak tahu semua ayat yang saya pakai dalam kesaksian iman saya di atas. jika bapak mengaku pembaca alkitab, maka bapak seharusnya sudah tahu. GBU

38. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 3 December 2013:

Saudara Ving yang saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juruslamat kita.

Saya akan memberikan tanggapan terhadap pernyataan Anda yang saya kutip di bawah ini.

"Tunjukkan kepada saya Roh Allahmu tanpa Firman, aku akan menunjukkan kepadamu Roh Allahku dengan FirmanNya. Tanpa Firman, maka Roh itu mati/tidak berguna/tidak eksis/tidak hidup."

Tanggapan-tanggapan.

Tanggapan dari pernyataan Anda yang menyebutkan sebagai berikut: "Tunjukkan kepada saya Roh Allahmu tanpa Firman, aku akan menunjukkan kepadamu Roh Allahku dengan FirmanNya. Tanpa Firman, maka Roh itu mati/tidak berguna/tidak eksis/tidak hidup."

Dari pernyataan Anda di atas saya mengajak Saudara membaca ayat Firman Tuhan yang ditulis dalam Injil Yohanes 6:63, inilah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya: "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup."

Dari pernyataan Tuhan Yesus di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa perkataan-perkataan yang Tuhan Yesus katakan kepada murid-murid-Nya adalah “roh” dan “hidup”. Atau Firman Allah itu adalah Roh Allah sendiri (mohon disimak dalam-dalam). Jadi Firman Allah itu adalah Roh yang memberi hidup, dan bukan sekedar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Allah.

Saudara Ving juga mengatakan: Tanpa Firman, maka Roh itu mati/tidak berguna/tidak eksis/tidak hidup."

Pendapat Anda di atas merupakan kebalikan daripada apa yang Tuhan Yesus katakan, yaitu: Rohlah yang memberi hidup.

Saya tidak menuduh Anda telah menghujat "Roh Kudus", tapi itu mungkin karena pengaruh pengajaran yang Anda terima. Dan saya menganjurkan kepada Anda bercerminlah kepada Firman Tuhan yang ditulis panjang lebar di dalam Alkitab yang kita pakai terjemahan LAI.

Jadi yang mau saya sampaikan kepada Anda, Bahwa Allah itu adalah Roh adanya, baik itu Bapa maupun Firman-Nya adalah “Roh” dan “Hidup” (saya menuliskan "Roh" disini tidak diawali dengan huruf kecil (roh) akan tetapi diawali dengan huruf besar (Roh) yang menandakan, itulah Allah Roh yang Mahabesar (Roh Kudus=Roh di atas segala roh, bukan roh jahat, akan tetapi Allah Yang Maha Kudus) itulah Allah yang harus kita sembah.

Dalam Perjanjian Lama, bahwa orang-orang yang dikuasai oleh Roh Allahlah yang menyampaikan Firman Allah. Bila seseorang tanpa dikuasai oleh Roh Allah tidak mungkin ia menyampaikan Firman Allah, dan apabila ada seorang nabi yang mengatakan dia menyampaikan Firman Allah, padahal di dalam dirinya tidak ada Roh Allah (Allah), maka nabi itu adalah nabi palsu.

Kesimpulannya:

1. Firman Allah, adalah roh Allah dan Firman itu adalah Perintah Allah (Perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Allah).

2. Firman itu mati apabila tidak ada rohnya (Tuhan Yesus Katakan: "Rohlah yang memberi hidup").

3. Para nabi atau para hamba Tuhan tidak dapat bernubuat dan atau menyampaikan Firman Tuhan, jikalau tidak ada Roh Allah didalam diri seseorang itu. Dalam hal ini, Roh Allah juga termasuk Roh Kristus, karena Bapa dan Firman-Nya tidak bisa dipisahkan, karena Bapa tanpa Firman-Nya, Allah itu bisu. Jadi oleh karena Allah kita bukanlah Allah yang bisu, maka Firman-Nya selalu ada bersama-sama dengan Allah, yaitu didalam hati Allah Bapa (dalam pangkuan Allah Bapa).

Dari kesimpulan di atas dapat kita pastikan, bahwa Firman Allah tidak akan ada, apabila Roh Allah (Allah yang hidup=Roh Kudus) tidak ada.

Masih berlanjut. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

39. ving dari jkt berkata pada 3 December 2013:

Yoh3:36 mengkonfront roh & daging, bukan mengkonfron Roh & Firman. Tuhan Yesus tidak bilang ''perkataan BapaKu'' atau ''perkataan RohKu'' atau ''perkataanKu & nabi2", TAPI Tuhan Yesus berkata "PerkataanKU". Sang Aku Yesus Kristus itu adalah Aku Adalah Aku di dalam Perjanjian Lama. Yesus Kristus adalah Yehova itu sendiri, dan Yehova adalah Tritunggal, Tuhan Yesus adalah Allah Tritunggal.

Anda fokus kepada Allah itu sesuatu, maka anda ingin Allah itu hanya roh saja. Bagi udin, udin bisa saja memperallah batu, budi memperallah gunung, dan bagi martua bisa saja memperallah roh.

Perbedaan dengan saya, saya memperallah Siapa, bukan Apa.

Jika Yesus bukan Allah, tentulah Bapa tidak perlu meninggikan Yesus sebagai Allah kami. Tapi Yesus ditinggikan supaya menjadi Allah kami, sebab hanya Yesuslah titik pertemuan manusia dengan Allah. Yesus adalah Allah yang bisa ditemui, disembah & dikenali.

Tapi bukan berarti Roh Bapa adalah Allah sesungguhnya, sedangkan Yesus bukan Allah tapi hanya dampak dari Allah karena Dia bersama Allah, itulah yang anda percayai. Tapi saya percaya Yesus adalah Allah yang sesungguhnya, sebab di dalam Dia adalah Bapa, dan keadaan seperti itu disebut Keadaan Allah, atau Keadaan Allah adalah Tritunggal. Tritunggal bukanlah relasi kebersamaan (what's he, what's he, what's he), tapi kondisi/pribadiNya (who/how).

Anda katakan tanpa Roh maka Firman mati. Firman itu perintah & penggerak, Firman itu Pribadi, awalan Pe-, Penghidup, Pengamin, Penyelamat. Alkitab berkata inilah hidup kekal itu, dalam/pada AnakNya.

Anda pikir anda mengerti tentang Allah, tapi anda hanya mengerti Dia itu harus roh & roh itu berfirman, apa kelebihannya dari yang orang yang bukan Kristen? Tapi yang saya percaya ada di Alkitab, inilah Allah : kondisi/keadaan Tritunggal, yakni Dia yang tercetak & terbaca. Allah itu tercetak sempurna sehingga Dia tampak & menguasai manusia sehingga Dia terbaca.

Anda berpikir bahwa Yesus itu hanya satu bagian dari Allah, dan Yesus itu bisa saja mati bila Allah tidak mau memakainya & menghidupkannya. Tapi bagi saya, Yesus tidak mungkin mati (terhadap Allah), sebab Dia bukan saja bersama Allah tapi Dia adalah Allah. Allah & Yesus itu bertempelan, Yesus itu Wajah/Rupa, jika Yesus digugurkan sebagai Allah, maka seluruh keilahian akan gugur.

Jika Roh Allah tanpa Yesus, atau Yesus digugurkan dari Roh itu, maka roh itu tidak ada artinya, roh adalah roh, tanpa pribadi & pengenalan/rupa, maka roh itu tidak lebih dari roh. Tapi karena Yesus adalah Pribadi Allah atau Firman, di dalam Yesus ada nama, pengenalan, hidup, dst. maka Roh itu menjadi Allah sebab Roh itu dikenali sebagai Allah.

Buku hanyalah buku, jika buku itu ditulis Alkitab, maka barulah buku itu menjadi Buku Alkitab. Roh hanyalah roh, yang menentukan roh itu adalah Makna/Pribadinya/Isinya, maka kita tidak mungkin mendapat Allah jika tidak mendapat Yesus, sebab Yesus adalah Isi dari Allah, pada Yesus ada pengertian, pengenalan, makna, tujuan, sebab, alasan, dst.

40. ving dari jkt berkata pada 3 December 2013:

Anda mau menyembah Roh Allah tanpa Yesus Kristus, bisakah? Jika Roh itu tidak berisi Yesus Kristus, maka Roh itu bukan Roh Allah. Padahal Tuhan sudah menetapkan, Yesus Kristus adalah Ketetapan/Predestinasi & Destinasi Allah. Allah mau supaya diriNya menjadi Yesus Kristus, dengan begitu manusia mempunyai Allah. Jika Allah tidak pernah menjadi Yesus Kristus, maka sampai kapanpun & bagaimanapun manusia tidak bisa mempunyai Allah.

Sedangkan prinsip anda: kami tahu kok Allah itu roh, kami bisa kok punya Roh Allah itu, dan Allah memberi Yesus supaya menjadi alat bagi kami mencapai Allah yang sudah kami tahu.

Tapi pengertian saya: manusia tidak bisa mengetahui & memiliki Allah, maka Allah itu menjadi Yesus Kristus. Dan di dalam Yesus Kristus itulah saya akhirnya mengetahui bahwa Yesus itu Allah & Allah itu Tritunggal.

Pengujian dari Alkitab: hingga akhirnya Yesus menyebut tentang Bapa & Roh Kebenaran, sebelumnya selama itu tidak ada seorang pun yang mengenal prinsip/pengertian tersebut. Padahal selama itu manusia mengira sudah menyembah Roh Allah, tapi ternyata sedikit pun mereka tidak tahu tentang Allah itu, maka manusia pun tidak menyembah Yesus ketika Ia datang, kecuali orang2 yang diberitahu oleh malaikat2 Allah.

Seperti manusia2 zaman itu, bapak martua mengira sudah menyembah Roh Allah, & sedang menyembah Roh Allah, padahal Allah itu sudah turun menjadi Yesus Kristus untuk disembah, tapi anda terus-menerus menyangkali itu dengan berkata: Allah itu roh, Allah itu roh!!!

Roh yang menyangkali Allah yang menjadi Yesus Kristus, adalah roh anti-Kristus!! Tapi saya akan selalu menyebut Yesus Kristus Tuhanku & Allahku, itulah tandanya anak-anak Allah & Roh Allah, yaitu yang berbicara melalui anak-anak Allah tentang kesaksian iman yang benar.

Anda mungkin akan terus berkata : Allah itu roh, Allah itu roh. Waspadalah terhadap roh anti-Kristus, lama-kelamaan anda mungkin terseret ke dalamnya atau memang anda sudah ada di dalamnya. Maka sadarilah : Allah itu telah menjadi Yesus Kristus!!

GBU

41. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 5 December 2013:

Saudara Ving yang saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juruslamat Kita.

Saya agak bingung membaca semua pernyataan Anda sepertinya pikiran Anda lagi kacau, karena setiap pernyataan Anda mengandung emosi dan hujat. Tuhan Yesus mengingatkan kita yang ditulis di dalam Injil Matius 12:33-37, yang dicatat sebagai berikut: " ad. 33) Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. ad. 34) Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. ad. 35) Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. ad. 36) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawbkannya pada hari penghakiman. ad. 37) Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan di hukum." Ucapan ini Tuhan Yesus tegaskan ketika "Dia" di hujat oleh orang banyak setelah Tuhan Yesus mengusir setan dari seorang yang buta dan bisu. Dimana Tuhan Yesus di tuduh mengusir setan dengan Bellzebul, penghulu setan. Dan di ayat 28) Tuhan Yesus telah menengaskan, bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Hayati dan renungkan perkataan Tuhan Yesus ini supaya Roh Kudus (Allah sendiri) yang mengajar Anda.

Jadi Anda perlu juga merenungkan dan menghayati Firman Tuhan yang tulis dalam kitab Injil Matius 7:21 yang di catat sebagai berikut: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pertanyaannya: Apa itu kehendak Allah Bapa di sorga, yaitu segala Firman dan atau Perintah-Nya yang Tuhan perintahkan kepada murid-murid-Nya dan kepada kita untuk dilakukan. Itulah yang TUHAN, Bapa di sorga kehendaki. Antara lain: Hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah di utus Allah. Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah. Artinya, apabila kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan Juruslamat, marilah kita lakukan Perintah-Nya. Menghakimi seseorang itu bukan suatu perintah dari Allah.

Amen. Puji Tuhan yang memelihara dan memberkati kita

42. Carlos dari Pontianak berkata pada 5 December 2013:

Alo Ving, Sudahlah, Anda kok mau-mau saja dipancing Pak Martua untuk berdebat yang tidak akan ada ujungnya ini? =)

Alo Pak Martua, Anda barusan menghakimi Ving juga lho Pak, padahal Anda bilang tidak boleh menghakimi...hehe... =P Dan pernyataan Pak Martua tidak benar, menghakimi itu juga perintah Yesus lhoo (karena Yesus itu pribadi Allah Anak): boleh menghakimi... asalkan (cetak tebal)...berhati-hati menghakimi dengan adil/benar =) (Yoh 7:24). Karena "menghakimi" dengan benar, maka bisa membedakan yang baik dan yang jahat, pengajaran yang benar bisa ditegakkan dan yang salah bisa ditolak, misal dalam menegakkan doktrin Allah Tritunggal.

Sudahlah, tolong jangan bandel-bandel lagi ya Pak. Ingat kita mesti ber-etika, diminta untuk tidak lanjut diskusi simply karena ini bukan wadahnya ya mari kita hormati redaksi. Malu Pak kita sama pembaca yang lain =)

Mari sudahi perdebatan ini =)

43. ving dari jkt berkata pada 5 December 2013:

shalom Carlos, saya menjawab justru karena redaksi membiarkan pernyataan yang salah tanpa pembelaan/pelurusan.

ini adalah kesempatan yang baik untuk menguji iman Tritunggal adalah iman yang paling alkitabiah & tak terbantahkan.

yang berkata kesaksian iman adalah hujat & cela adalah pak martua, sebab dia sudah tidak bisa membela doktrinnya lagi.

dengan demikian diskusi ini sudah tertutup dengan sendirinya sebab pak martua tidak bisa lagi membela pengajarannya di depan Kebenaran Alkitab.

di atas semuanya, biarlah Kebenaran Tuhan Yesus Allah Juruselamat kita ditinggikan, kemuliaan hanya bagi Dia! Amin. GBU All.

44. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 6 December 2013:

Bapak Ving, yang saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Bapak Ving, Bapak membuat pernyataan pada 3 December 2013 yang saya kutib dibawah ini sebagai berikut:

"Yoh3:36 mengkonfront roh & daging, bukan mengkonfron Roh & Firman. Tuhan Yesus tidak bilang ''perkataan BapaKu'' atau ''perkataan RohKu'' atau ''perkataanKu & nabi2", TAPI Tuhan Yesus berkata "PerkataanKU". Sang Aku Yesus Kristus itu adalah Aku Adalah Aku di dalam Perjanjian Lama. Yesus Kristus adalah Yehova itu sendiri, dan Yehova adalah Tritunggal, Tuhan Yesus adalah Allah Tritunggal."

Tanggapan.

Bapak Ving, yang saya cintai Yohanes 3:36 menyebutkan sebagai berikut:

"Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." Dikandung maksud dari Firman-Nya ini, adalah kita harus taat dan setia melakukan Firman-Nya supaya kita memperoleh hidup yang kekal itu.

Yohanes 3:36 isinya tidak mengkomentari tentang apa yang bapak sebutkan diatas. Komentar bapak di atas, ayat Firmannya adalah Yohanes 6:63 yang menyebutkan sebagai berikut: "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup." Jadi beda dengan apa yang bapak utarakan di atas.

Maaf seribu kali maaf, saya tidak menghakimi bapak Ving, akan tetapi pernyataan bapak di atas memang kacau, tidak fokus kepada ayat Firman Tuhan yang kita bahas. Itulah sebabnya saya katakan bahwa bapak lagi sedang kacau pikirannya, penuh emosi dan hujat.

Mari kita tenagkan pikiran kita dengan mengundang Tuhan Yesus Kristus masuk di dalam hati kita (maksud saya: Roh Kristus=Roh Kudus=Roh Allah), karena Dialah yang sanggup menolong kita dari segala masalah yang kita alami.

Amen...!!! Puji Tuhan Yesus yang selalu menyertai kita sampai kepada akhir zaman. GBU.

45. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 7 December 2013:

Bapak Ving, yang saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Bapak Ving, saya akan menanggapi pernyataan bapak pada tanggal 3 December 2013 yang saya kutib dibawah ini sebagai berikut:

"Anda mau menyembah Roh Allah tanpa Yesus Kristus, bisakah? Jika Roh itu tidak berisi Yesus Kristus, maka Roh itu bukan Roh Allah. Padahal Tuhan sudah menetapkan, Yesus Kristus adalah Ketetapan/Predestinasi & Destinasi Allah. Allah mau supaya diriNya menjadi Yesus Kristus, dengan begitu manusia mempunyai Allah. Jika Allah tidak pernah menjadi Yesus Kristus, maka sampai kapanpun & bagaimanapun manusia tidak bisa mempunyai Allah."

Bapak Ving yang saya cintai, dari awal sudah saya katakan dalam pernyataan saya di atas, bahwa Allah Bapa itu adalah Allah yang adalah Roh adanya, itulah Allah yang berfirman. Mari kita renungkan kitab Kejadian 1:2c s.d 3. yang dicatat sebagai berikut: ad 2c) dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. ad 3a) Berfirmanlah Allah:"Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Penjelasan:

Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Artinya: Allah sedang aktif (sedang mempersiapkan dan sedang berlangsung) melakukan pekerjaan-Nya di atas permukaan air yang gelap gulita itu supaya ada terang yang menerangi samudera raya itu, maka di ayat 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Kata "Roh" bahasa Ibraninya "ruakh", yang artinya angin dan atau nafas hidup. Sifat angin itu ada dimana-mana melayang-layang dan tidak kelihatan, tapi dapat dirasakan. Jadi kata "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air" adalah untuk menerangkan, bahwa Allah itu lagi aktif melakukan dan merencanakan pekerjaan-Nya (tidak dalam keadaan istirahat) di atas samudera raya itu agar ada terang meneranginya. Maka di ayat 3 disebutkan: Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Bapak Ving, yang saya cintai. Pernyataan di atas menjelaskan, bahwa Allah yang adalah "Roh itu adanya" telah berfirman untuk menjadikan supaya ada terang (Allah yang adalah Roh itu adanya selalu bersama-sama dengan Firman-Nya dalam melakukan segala karya-Nya). Maka terang itu telah jadi.

Dalam peciptaan "terang" situasi atau keadaannya adalah Allah sedang aktif berada di atas seluruh permukaan air (Omni present). Lalu di jadikan oleh Allahlah terang itu.

Mengenai Roh dan Firman. Dalam Efesus 6:17 disebutkan sebagai berikut: dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu Firman Allah. Yang saya tangkap menurut Firman ini ialah, bahwa Firman itu adalah ketopong keselamatan pedang Roh (senjata-Nya Allah). Koreksi saya, apabila saya salah dalam pernyataan ini.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua orang percaya.

46. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 7 December 2013:

Ralat.

xxxbahwa Firman itu adalah ketopong keselamatan pedang Roh (senjata-Nya Allah).xxx

Yang benar ialah: bahwa Firman itu adalah ketopong keselamatan dan pedang Roh (senjata-Nya Allah). Dan juga merupakan senjata kita untuk melawan (mengalahkan) si-iblis.

Amen!!! Puji Tuhan Yesus Kristus yang telah berkorban untuk kita.

47. ving dari jkt berkata pada 7 December 2013:

shalom, singkat saja dari saya.

Menurut anda : Allah itu satu & suatu Roh, tapi Tuhan Yesus BUKAN Allah. Berarti anda telah menyembah Allah lain selain Tuhan Yesus, sebab anda tidak mengakui bahwa Allah itu Tritunggal dengan Yesus Kristus.

Selama anda berkata Tuhan Yesus itu Allah yang menjadi manusia, anda bukanlah anti-Kristus. Tapi bila anda menyangkal bahwa Allah telah turun menjadi manusia Yesus Kristus, maka anda berpaham anti-Kristus.

Dari 1001 pengenalan tentang Tuhan Yesus Kristus, hanya 1 yang benar & tepat yaitu Dia adalah Anak Allah yang Tritunggal dalam Allah/KeilahianNya. Inilah pengajaran Kristen & iman Kristen yang dianut orang2 Kristen yang sejati. Sementara 1000 pengenalan/pengertian yang lain adalah pengenalan yang keliru & berujung-pangkal kepada pemahaman anti-Kristus yang menyangkal Keesaan & Keallahan Tuhan Yesus Kristus.

NB: mengkoreksi salah tulis : yoh3:36 harusnya yoh6:63. saya hanya memperingatkan anda supaya waspada & mengerti bahwa anda mungkin tersesat dalam ajaran/pengertian yang salah.

Jika anda berdiskusi mengharapkan saya membenarkan pemahaman anda yang saya anggap saya salah, maka saya berdusta kepada anda. Tapi jika saya mengatakan pengajaran anda memang ada yang keliru, maka saya jujur. Anda tidak bisa berkata bahwa kejujuran adalah emosi & hujat. Anda yang memulai diskusi, anda harus siap dengan ketidaksetujuan. Semoga anda bisa belajar dari sini.

GBU.

48. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 7 December 2013:

Bapak Ving yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Bapak Ving, saya dalam setiap menyapa bapak dalam diskusi kita ini, saya selalu memulai salam saya kepada bapak, bahwa bapak di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan kita, Yesus Kristus. Artinya, saya sangat mencintai dan selalu menaruh pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Lantas kenapa bapak menuduh saya anti Kristus?! Pertanyaan saya: Apakah bapak tidak mengerti kandungan daripada kalimat saya itu? Bahwa Allah yang mengasihi saya dan bapak adalah Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus!!!!! Apakah saya salah mengatakan demikian? Sehingga saya bapak tuduh anti Kristus!? Camkan itu pak dalam-dalam!!!!!

Tapi, yang perlu saya sampaikan kepada bapak dan semua orang Kristen adalah: Dalam tulisan-tulisan yang ada di dalam Injil Yohanes 1:1-14, hanya Firman-Nya sajalah yang telah diperanakkan oleh Allah, namun Roh-Nya tidak pernah diperanakkan oleh Allah. Ingat itu baik-baik bapak!!!!! Yaitu Firman Allah yang telah menjadi Manusia. Jadi Firman Allah yang telah menjadi Manusia, yaitu Yesus Kristus, itulah yang disebut Anak Allah dan itulah yang menunjukkan suatu kepribadian sang Anak. Dan yang memperanakkan Firman Allah itu, itulah yang disebut Allah Bapa, yaitu suatu pribadi yang mempunyai kepribadian seorang Bapa. akan tetapi Roh Kudus itu, itulah yang ada di dalam Bapa dan itu juga yang ada di dalam Anak, dan Roh Kudus itulah kesatuan daripada Bapa dan Anak, dan juga kesatuan kita, umat manusia dengan Bapa dan Anak, karena Roh Kudus itu adalah kehidupan daripada Allah itu sendiri. Artinya, bahwa kehidupan Allah itu adalah Kudus, Agung, dan Mulia alias tidak jahat.

Jadi, kata "Roh Kudus" adalah untuk menunjukkan, bahwa kehidupan Allah itu (Bapa dan Anak) adalah Kudus, Agung dan Mulia, yaitu kehidupan Allah Bapa dan Allah Anak.

Saran: Baca berulang-ulang Injil Yohanes 1:1-14 dan Yohanes 14:1-30

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.

49. ving dari jkt berkata pada 7 December 2013:

shalom, kata memperanakkan bukanlah mengeluarkan sesuatu yang belum ada. saya tidak pernah mengatakan Roh diperanakkan Firman, tapi Roh mengandung Anak atau Firman atau Pengertian, jadi Roh Kudus berisi Kristus, tentang Dia & kesaksianNya.

Anda berpikir istilah memperanakkan adalah satu yang lebih utama & lebih tinggi & lebih awal dari yang lain. Allah tidak berkembang & tidak bertumbuh & tidak berkembang biak secara demikian. Allah itu semula jadi telah ada dalam Bapa-Anak-Roh Kudus. Dan Bapa-Anak-Roh Kudus itu adalah Allah. Maka itulah misteri Allah 3 di dalam 1, 1 di dalam 3. Bukan berarti ada 3 Allah, tapi 1 Allah yang sama, yang sejalan, yang saling mencerminkan & memancarkan, yang bersamaan, yang tidak ada perbedaan dalam 1/100000..... sekian detik, dan itu tidak mungkin dicapai jika Roh itu berdiri sendiri di luar Firman & Bapa, itu hanya mungkin terjadi jika Allah itu Tritunggal. Tapi seperti yang Tuhan Yesus katakan, apa yang ada pada Bapa, itu ada pada Yesus, dan apa yang ada pada Yesus, ada pada Roh Kudus. Allah itu Roh dalam KetigaNya yang sejati, bukan hanya salah satu. Sekarang saya tanya, apakah anda mengimani Allah Tritunggal yang demikian? Jika iya, mengapa harus melawannya?

jika anda bukan anti-Kristus, anda tidak perlu marah. tapi jika anda anti-Kristus, anda harus bertobat. intinya, ujilah apa yang anda imani, sebab anda sejak pertama menolak iman Kristen Reformed, maka iman anda patut diuji. jika anda Kristen, saya tidak melihat alasan untuk menyangkal iman Kristen Allah Tritunggal. maka saya wajar sekali mempertanyakan anda yang menentang iman Kristen itu. itu saja maksud saya. Terserah anda apakah anda mau menerima iman Kristen Allah Tritunggal & menjadi Kristen, atau menjadi Saksi Yehova yang bukan Kristen & menolak Allah Tritunggal tapi mempercayai bahwa Yesus itu Tuhan & Firman, sementara Allah itu suatu Roh. Saya kuatir yang anda imani adalah iman Saksi Yehova.

Saya beritahu anda, ciri Kekristenan adalah Allah Tritunggal. Dan saya percaya adalah kehendak Tuhan juga sehingga konsili zaman dulu dianugerahi pengertian Allah Tritunggal sehingga memantapkannya dalam pengakuan2 iman, lalu diteruskan oleh para Reformator. Bukankah itu yang anda tentang?

Sekarang apakah anda orang Kristen atau orang Saksi Yehova?? Orang Kristen mengimani Allah Tritunggal, orang saksi Yehova tidak mengimani Allah Tritunggal. Dan jika anda memilih jadi orang Kristen, anda tidak bisa menyangkal Allah Tritunggal.

GBU

50. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 8 December 2013:

Bapak Ving yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Jikalau Anda menyangkali Firman Allah, maka secara otomatis Anda telah menolak Allah menjadi Allah Anda. Firman Allah itu juga adalah Allah dan juga Perintah-Nya dan dari Firman Allah itu jugalah kita mengenal isi hati Allah yang kita sembah dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Allah kita itu tidak kelihatan walaupun Dia menyertai kita dari dahulu kala sampai sekarang ini, namun dapat kita rasakan kasih-Nya. Akan tetapi oleh karena Allah Yang Mahabesar itu Roh adanya, tidak dapat kita lihat secara kasad mata, maka Firman-Nya itu diperanakkan (tidak diciptakan) telah menjadi Manusia (mengambil rupa Manusia), supaya Allah itu dapat dilihat oleh manusia dan dapat berbicara dari hati ke hati dengan murid-murid-Nya dan kehadiran-Nya pada zaman Anak itu adalah untuk memberikan teladan-Nya kepada murid-murid-Nya melalui sikap dan perbuatan-Nya dan melalui kehadiran-Nya itu sebagai Anak Manusia, maka kitapun terhisap menjadi anak-anak Allah bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan melakukan Perintah-Nya (Firman-Nya).

Dan setiap orang yang melakukan Perintah-Nya itulah yang mengasihi "Anak" dan iapun dikasihi oleh Bapa. Bapa dan Anak akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Dalam Injil Yohanes 14:23 disebutkan sebagai berikut: Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan 'Kami' akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Kata "Kami" dalam nats ini tidak menunjukkan ada tiga oknum, akan tetapi kalimat tersebut menyebutkan hanya ada dua oknum, yaitu Bapa dan Anak. Pertanyaannya: Roh Kudus kemana? Jawaban saya, adalah: Roh Kudus itulah yang berada di dalam Bapa dan di dalam Anak.

Kesimpulan saya dari renungan Firman Tuhan ini: Bahwa Roh Kudus itu, adalah kesatuan (persekutuan) antara Bapa dan Anak. Itulah sebabnya Tuhan Yesus dalam awal pelayanan-Nya setelah Tuhan Yesus Kristus di baptis oleh Yohanes pembaptis, Dia membaca kitab Yesaya 61:1a yang disebutkan sebagai berikut: "Roh Tuhan ALLAH ada padaku," dan di lain ayat Yesus mengatakan, bahwa "Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." Demikian juga halnya dengan kita, jikalau tidak ada Roh Kudus diam di dalam kita untuk menuntun kita sebagaimana yang di janjikan oleh Tuhan Yesus Kristus yang di tulis dalam Kisah para Rasul 1:8, kitapun belum menerima kuasa dari Allah Bapa untuk menjadi saksi Kristus

Roh Kudus itu jugalah yang menyatukan kita dengan Allah Bapa dan Allah Anak menjadi satu setelah kita mengasihi Anak (Yesus Kristus) dengan cara apabila kita telah melakukan Perintah-Nya dengan tekun dan setia. Dan itulah inti daripada doa Tuhan Yesus dalam kitab Injil Yohanes 17. Tanpa Roh Kudus itu ada di dalam hati kita, dan menuntun hidup kita, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak yang diam bersama-sama dengan kita orang percaya sebagaimana yang disebutkan dalam Injil Yohanes 14:23.

Jadi yang perlu kita ajarkan kepada orang-orang yang mau menjadi murid Tuhan Yesus, dan supaya mereka diselamatkan, marilah kita ajar mereka untuk melakukan Perintah-Nya. Bukan hanya berseru-seru saja kepada Tuhan. Iblispun demikian halnya, namun dia menentang Perintah Allah. Jadi yang perlu, ialah kita harus taat dan setia kepada Allah dengan cara melakukan Perintah-Nya.

Saya anjurkan supaya kita lebih banyak lagi atau rutin membaca Alkitab, karena di dalam Alkitab itu banyak janji Allah yang mau digenapi dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah.

Nanti, kelak setelah kita boleh bersama-sama dengan Allah dalam Kerajaan-Nya di sorga, maka kitapun akan lebih mengenal-Nya, jauh melebihi seperti apa yang kita alami sekarang ini. Sebab penglihatan kita tentang rupa Allah sekarang ini masih samar-samar. Tapi yang pasti adalah janji-Nya akan digenapi.

Amen. Selamat Hari Minggu. Tuhan Yesus memberkati.

51. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 8 December 2013:

Bapak Ving yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Saya selalu menginjili para saksi Yehova yang datang kepada saya untuk mempengaruhi saya menjadi penganut saksi Yehova, dan saya selalu tolak pengajaran meraka di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan bersamaan dengan doa itu saya ambil ayat Firman Tuhan yang dicatat dalam kitab Keluaran 3:13-15 yang dicatat sebagai berikut:

ad 13) Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya?- apakah yang harus kujawab kepada mereka?"

ad 14) Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

ad 15) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutanKu turun-temurun.

Dalam percakapan antara Allah dengan Musa pada waktu itu (firma-Nya waktu itu belum menjadi Manusia. Jadi Musa waktu itu berhadapan langsung denga Allah), Musa menanyakan nama Allah, akan tetapi Allah tidak pernah menyebutkan nama-Nya sebagai "Yehova atau YAHWE" akan tetapi Allah mengatakan bahwa DIA, adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Itulah nama-Nya untuk selama-lamanya dan Itulah sebutan-Nya turun-temurun. Yang artinya: ialah, Yang di sembah Abraham, Ishak dan Yakub, yaitu Allah yang memerintahkan kepada Abraham untuk keluar dari rumah bapanya pergi menuju tanah yang akan ditunjukkan oleh Allah kepada Abraham. Jadi nama "YAHWE" tidak ada disebutkan disana pada waktu itu sebagai nama-Nya Allah, akan tetapi nama-Nya adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub (Allah artinya: Yang disembah).

Jadi sesuai dengan tata bahasa yang dipakai oleh bangsa Israel, bahwa sebutan "YAHWE" itu adalah sebutan yang paling Mulia dan paling Tinggi nilainya untuk menyebutkan nama yang patut disembah oleh bangsa Israel. Dan sebutan Allah itu adalah juga merupakan sebutan yang paling Mulia dan paling Tinggi nilainya dalam tata bahasa bangsa Arab. Demikian juga halnya dengan orang jawa menyebutkan yang harus atau patut disembah itu, disebutlah dengan kata Gusti.

Kesimpulannya, "bahwa sebutan atau nama YAHWE bukanlah Allah itu sendiri yang menetapkannya sebagai nama-Nya, akan tetapi adalah oleh bangsa Israel sendiri menurut tata bahasa yang mereka pakai."

Itulah yang saya sampaikan kepada orang-orang saksi Yehova, bahwa nama Allah yang kita sembah itu tidak pernah "Dia" sebutkan nama-Nya dengan sebutan "YAHWE". Akan tetapi oleh bangsa Israel itu sendiri.

Kita sebagai bangsa Indonesia, tidak perlu kita menetapkan, bahwa nama yang kita sembah itu menjadi harga mati (tidak bisa berubah) dan harus tetap sebutan-Nya "YAHWE." Akan tetapi boleh kita sesuaikan dengan tata bahasa yang kita pakai sendiri menurut tata bahasa yang kita pakai, misalnya: menurut tata bahasa Indonesia, bahwa yang patut kita sembah itu sebutan-Nya adalah Allah. Jadi untuk mempersatukan persepsi kita tentang Allah (Yang kita sembah) di bumi Indonesia ini disebutlah "Allah yang kita sembah dan kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus"

Masih lanjut………. GBU

52. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 8 December 2013:

Dalam peristiwa hari Pentakosta, yaitu pada hari pencurahan Roh Kudus kepada murid-murid Tuhan Yesus di Yerusalem. Baca Kisah Para Rasul 2:1-13 dengan Perikop “Pentakosta”.

Kita mulai dari:

ayat 5) Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

ayat 6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

ayat 7) Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

ayat 8) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

ayat 9) kita orang orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea, dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

ayat 10) Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

ayat 11) baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

ayat 12) Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"

ayat 13) Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Dari cerita di atas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa rasul-rasul itu ada yang menyebutkan nama Allah itu menurut bahasa yang mereka (pendatang) pakai di negara asalnya. Contoh: orang-orang yang berasal dari Arab mendengar rasul-rasul itu ada yang berbahasa Arab dengan menyebut Allah, dsb.

Perlu saya tekankan kepada Anda. Bahwa sebutan tentang Allah itu harus kita sesuaikan dengan konteks dengan bangsa mana kita berbicara atau menyampaikan firman Tuhan. Agar mereka mengerti.

Itulah kebenaran firman Allah yang saya sampaikan kepada mereka. Sehingga mereka tidak dapat mendebat saya lagi.

Amen. Puji Tuhan Kita, Yesus Kristus yang senantiasa menyertai dan memelihara kita sampai kepada akhir zaman. GBU.

53. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 8 December 2013:

Menanggapi pernyataan Anda pada 3 December 2013 yang saya kutip sebagai berikut:

"Jika Roh Allah tanpa Yesus, atau Yesus digugurkan dari Roh itu, maka roh itu tidak ada artinya, roh adalah roh, tanpa pribadi & pengenalan/rupa, maka roh itu tidak lebih dari roh. Tapi karena Yesus adalah Pribadi Allah atau Firman, di dalam Yesus ada nama, pengenalan, hidup, dst. maka Roh itu menjadi Allah sebab Roh itu dikenali sebagai Allah."

Pernyataan Anda di atas membingungkan para pembacanya, karena Anda selalu mengkotak-kotakkan atau memisah-misahkan antara Yesus dengan Roh Kristus. Itu suatu hal yang tidak mungkin bapak!

Pertanyaannya. Apakah akibatnya jikalau roh anda dipisahkan dari tubuh anda? Bagi manusia itu mungkin bisa terjadi, tapi terhadap Allah itu tidak akan terjadi, sebab Allah itu kekal. Jadi Anda tidak berhak mengatakan demikian. Dari pernyataan anda itu seakan-akan anda berkuasa terhadap Allah. Itulah yang tidak bisa kita katakan, dan dalam Alkitab juga tidak ada kita temukan ayat firman Tuhan yang seperti itu. Yang ada adalah: "Roh Tuhan ada pada-Ku sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang miskin; dan Ia mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Jadi bertobatlah, jangan lagi ulangi mengatakan demikian. Kita harus mengamenkan semua firman Allah, jangan membuat kata-kata yang menyepelakan Allah.

Jikalau saya mengatakan bahwa, Roh Kudus adalah persekutuan antara Bapa dan Anak, karena Roh Kudus itu ada di dalam Bapa dan Roh Kudus itu juga yang ada di dalam anak!!! Apakah saya salah mengatakan demikian? Sedangkan itu adalah suatu kebenaran firman Allah! Dan Roh Kudus itu juga yang menyatakan bahwa, Allah Bapa itu adalah Kudus, demikian juga halnya dengan Tuhan Yesus Kristus, bahwa Roh Kudus yang ada di dalam Tuhan Yesus itulah yang menyatakan Dia adalah Anak Allah yang kudus yang dapat melakukan segala perkara yang ajaib.

Jadi berhati-hatilah bapak untuk menyepelakan Allah yang kita sembah dalam nama Yesus Kristus.

Puji Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai kita sampai kepada akhir zaman.

54. ving dari jkt berkata pada 8 December 2013:

shalom, jika anda Tidak ingin mengkotak2kan Roh & Firman, maka anda cukup menyembah Tuhan Yesus Kristus sebagai Allah saudara, maka anda telah menyembah Tritunggal. Tapi ternyata anda katakan Roh lebih utama dari Firman, dan Roh yang harus disembah. Tampaknya anda ingin menyembah Roh selain Firman, maka yang saya kuatirkan, Roh yang mana lagi itu? Bukankah Firman itu sudah Tritunggal dengan Roh & Bapa?

Jika anda percaya Roh Allah di dalam Yesus Kristus, maka sembahlah Tuhan Yesus Kristus sebagai Allahmu, & tidak menyembah yang lain lagi. Jika anda bermaksud menyembah Roh lebih daripada menyembah Yesus, maka anda membuat Yesus menjadi allah kecil selain Allah, & itulah yang diperbuat bidat segolongan Saksi Yehova.

Jelas 1Yoh5:7 menulis : Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Allah Tritunggal!!

Roh Kudus bukan zat pengisi Bapa atau Anak untuk menjadikannya Allah. Ketiganya itulah Allah itu, yaitu Tritunggal. Roh & Firman memang berasal dari Bapa, tapi bukan berarti mereka tadinya belum ada, tapi karena memang telah ada & selalu ada, sebab Ketiganya Allah Tritunggal. Memang Roh Kudus mengikat Bapa & Anak itu Satu KasihNya Satu KehendakNya, tapi bukan berarti sebab pekerjaan Roh Kudus itulah maka Bapa & Anak dapat menjadi Allah. Sebaliknya, Justru karena Dia Allah Tritunggal, maka Roh Kudus itu berkasih & melakukan kasih kepada Bapa & Anak, & menyaksikan kasih, demikian juga Bapa kepada Anak, Anak kepada Bapa.

Roh Kudus bukan penyebab Allah, Allah bukanlah hasil dari sebab & akibat. Roh Kudus bukan pengangkat Yesus/Firman untuk menjadi Allah, yang sudah ada pada Firman itulah yang menjadikan DiriNya sendiri Allah, sebab Dia Firman maka Dia Allah.

Ada 2 arti yang mungkin terdapat di dalam kalimat: Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus. Arti pertama: Yesus itu Allah sendiri yang kini kita kenal. Arti kedua: menyembah Allah yang dari Yesus. Saya memegang arti pertama. Tapi saksi Yehova memegang arti yang kedua. Anda?

Saya tidak perlu takut atau ditakuti-takuti tidak menghormati Allah, sebab saya sudah menghormati Tuhan Yesus sebagai Allah saya. Maka saya sungguh mempertanyakan, Allah mana lagi yang anda sembah selain Tuhan Yesus Kristus?

Saya sarankan, berdoa & rendahkan hatimu, terimalah Allah Tritunggal Tuhan Yesus Kristus, lalu belajar lagi di STRIJ & hamba Tuhan gereja Reformed. Jika anda benar2 ingin belajar yang benar, maka suatu hari anda pasti mengerti sebagaimana yang dimengerti para bapak gereja & kaum Reformator dari Alkitab Suci.

GBU.

55. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 December 2013:

Bapak Ving yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Bapak Ving, saya akan menanggapi pernyataan bapak pada tanggal 8 December 2013 yang saya kutib dibawah ini sebagai berikut:

"Roh Kudus bukan zat pengisi Bapa atau Anak untuk menjadikannya Allah. Ketiganya itulah Allah itu, yaitu Tritunggal. Roh & Firman memang berasal dari Bapa, tapi bukan berarti mereka tadinya belum ada, tapi karena memang telah ada & selalu ada, sebab Ketiganya Allah Tritunggal. Memang Roh Kudus mengikat Bapa & Anak itu Satu KasihNya Satu KehendakNya, tapi bukan berarti sebab pekerjaan Roh Kudus itulah maka Bapa & Anak dapat menjadi Allah. Sebaliknya, Justru karena Dia Allah Tritunggal, maka Roh Kudus itu berkasih & melakukan kasih kepada Bapa & Anak, & menyaksikan kasih, demikian juga Bapa kepada Anak, Anak kepada Bapa."

Pertanyaan saya.

Bapa yang Anda maksudkan itu siapa? Dan kenapa Dia menjadi Bapa? Banyak orang-orang di dunia ini menyandang gelar bapa, termasuk anda, jikalau anda sudah menikah dan mempunyai anak maka andapun sudah menjadi seorang bapa.

Anda perlu ketahui, dunia kita adalah hidup di dalam daging dan roh, bukan di dalam roh saja, maka kita disebut manusia. Jadi anda menjadi seorang bapa adalah dalam lingkungan keluarga anda sebagai manusia biasa. Bukan dalam kehidupan roh. akan tetapi dalam kehidupan kedagingan dan roh. Itu perlu anda ketahui.

Oleh karena nature Allah kita itu adalah Roh, maka Bapa yang kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, yang lahir ke dunia ini yang di kandung dari Roh Kudus, maka Bapa yang kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus itu nature-Nya adalah Roh (kehidupan-Nya Allah itu adalah Roh)

Jadi Allah Bapa itu adalah Bapa dalam nature Roh, bukan daging. Dan Bapa yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus itu adalah Bapa dari segala Roh yang Kudus. Dan oleh karena Tuhan Yesus Kristus hidup dalam daging dan Roh, maka disebutlah Dia, "Anak Manusia." Dan juga oleh karena Tuhan Yesus Kristus sebagai Manusia dan telah kepenuhan Roh Kudus (Roh Kudus lebih dominan menguasai Tubuh Kristus, maka Tuhan Yesus Kristus sepenuhnya adalah "Allah" = segala perbuatan-Nya digerakkan oleh Roh Kudus atau oleh Allah Bapa itu sendiri yang ada di dalam diri Tuhan Yesus). Itulah sebabnya Tuhan Yesus Kristus selalu berkata: "Aku ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku". Mengertikah Anda itu?

Dari renungan di atas dapat kita ambil kesimpulan. bahwa: Tuhan Yesus Kristus itu adalah Roh karena di kandung dari Roh Kudus. Dan Firman Allah itu juga adalah Roh adanya, yang artinya "firman Allah yang hidup" Firman Allah yang hidup ini menjadi Manusia (mengambil rupa Manusia), karena Dia di utus oleh Bapa untuk menghampiri atau datang ke lingkungan umat manusia. Hal tersebut di lakukan oleh Allah, supaya pembicaraan antara Allah dengan umat-Nya nyambung, yaitu dapat berbicara dari hati ke hati. Ini perlu Tuhan lakukan, karena manusia itu tidak sanggup memandang "kemuliaan Allah yang penuh" seperti yang di alami bangsa Israel pada waktu nabi Musa mau menirama HUKUM TAURAT di gunung Horeb. Itulah sebabnya nabi Musa bernubuat kepada bangsa Israel, yang dicatat dalam kitab Ulangan 18:15-19. Pada ayat 15 dicatat sebagai berikut: "Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan." dst.

Itulah nubuatan pertama tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dunia ini.

Masih lanjut. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen. Puji Tuhan.

56. Daniel Ferry dari Jambi berkata pada 9 December 2013:

Saya tidak tahu, bagaimana konsep berpikir Bpk. Martua. Tapi kemungkinan Bapak dipengaruhi oleh pengajaran Saksi Yehovah atau unitarianisme????

Yang mana, pak Martua?

57. ving dari jkt berkata pada 9 December 2013:

shalom, Bapa itu Bapa, Anak itu Anak, Roh Kudus itu Roh Kudus. Anda berkata: jelaskan Bapa itu, tunjukkan pada saya! Tuhan Yesus menjawab: Akulah, lihat padaKu. Sebab Bapa itu tidak ada yang tahu atau mungkin mengenal, tapi Anak itulah yang Mahatahu & Dikenal dari Allah Tritunggal, Anak itu (pun) Allah! Orang Farisi berkata: Engkau menyamakan diri dengan Allah. Dengan kata2 saya, dijawab: memang begitu kok, terus harus bagaimana lagi kalau kenyataannya begitu, kalau gak percaya itu sih masalah kalian sendiri.

Yesus menyatakan Bapa, atau Bapa menyatakan diri, bukanlah untuk mencari puji2an. Sebab puji2an bagi Bapa hanya didapatNya dari Yesus Kristus, hanya Anak yang mengerti/mengenal Bapa & oleh sebab itu pujian Yesus itu jujur & tidak munafik atau mengada2 atau pura2.

Sebab itu Yesus berkata, bagi Bapa sendiri, kehendakNya (Bapa) ialah mencari puji2an bagi Yesus (kemuliaan Yesus). --- John 8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. ----

Jadi, anda tidak perlu begitu takut & susah2 mencari Allah & bermaksud menyembah Allah Bapa yang kamu tidak mungkin kenal secara sempurna. Sebab Bapa memang ada pada Yesus Kristus, segala apapun dari Bapa, itu memang ada pada Yesus secara sempurna, maka Yesus Kristus itulah Allah kita. Itulah yang Bapa kehendaki, itulah Allah!

Sebenarnya anda hampir mendekati konsep Allah Tritunggal, tapi kekeliruan anda adalah anda ingin mendefinisikan Kristus melalui keberadaan Bapa, seakan2 anda tahu tentang Bapa.

Padahal maksud Yesus berkata kepada orang2 farisi & pemuka agama: tahu apa kamu tentang Bapa sehingga kamu bisa bilang Allah begini Allah begitu?? Aku satu2nya yang ada pada Dia & tahu Dia, maka Aku tahu bahwa kamu semua salah/pendusta.

Maka, orang2 Kristen tidak mengerti Allah Bapa secara demikian, kita mengenal Allah sebab memperallah Yesus Kristus. Tuhan Yesus lah yang mendefinisikan Bapa maupun Roh, yaitu Yang Ia miliki dalam Kekekalan & Ketidaknampakkan. Orang Kristen berpusat kepada Kristus, Christ Centered untuk mengenal segalanya. Kita tidak mengatakan Father Centered atau Holy Ghost Centered, sebab memang kita tidak mungkin mengenal KeduaNya bila tidak mengenal Kristus.

58. ving dari jkt berkata pada 9 December 2013:

Di dalam Kristus lah segala sesuatu menjadi berarti, termasuk Bapa & Roh Kudus. Tidak ada gunanya mengerti Bapa & Roh Kudus tanpa Kristus. Dalam pengenalan Kristus sebagai Anak Allah, maka kita tahu apa yang dilakukan Bapa bagiNya & Ia bagi Bapa, Roh bagiNya & Ia bagi Roh, kita mengenal suatu kebenaran, kelurusan, ketepatan, kepersisian, keakuratan, kasih, kesetiaan, keajaiban yang tidak bisa diciptakan siapapun. Bagi Kristuslah, maka pengenalan akan Bapa & Roh Kudus itu menjadi layak. Sebab Bapa menghendaki segala sesuatu bagi Yesus, & Roh Kudus pun demikian, sehingga Yesus disebut AnakKu Yang Sangat Amat Kukasihi Sekali.

Dan karena orang percaya diikatkan pada Yesus Yang Dikasihi itu untuk menjadi domba piaraanNya, maka Bapa itu pun mengasihi kita & mengenal kita sebab kita ada di dekat Anak Yang Dikenal & DikasihiNya, demikian juga Roh Kudus melakukan segala sesuatu bagi kita sesuai kehendak Tuhan kita Yesus Kristus.

Tapi, sedikit sekali artinya jika anda memperallah Roh, Ghost Centered. Apa yang dilakukan Roh bagi anda & mengapa Roh itu perlu mengasihi anda, apakah anda tuan/allah baginya sehingga perlu dikasihi/dilayani? Roh apakah itu?

Orang Kristen adalah orang yang mengenal siapa Tuannya, yaitu Tuhan Yesus Kristus, Christ-Centered. Allah Tritunggal itu Christ-Centered. Orang Kristen dikasihi sebagai sahabat Kristus, sebab itu Bapa mengasihi kita. Itulah arti Allah bagi orang Kristen. Allah tidak mungkin ditemui & disembah, sebab itu Allah Kristus itu menjadi sahabat yang mengasihi, & di dalam hubungan kasih yang amazing itu, kita akhirnya bertemu/mengenal/mengerti Allah. Kristus adalah Allah, arti Allah bagi kami adalah Kristus Yesus Juruselamat Manusia! Amin.

silakan bapa pelajari http://id.wikipedia.org/wiki/Tritunggal terutama di bagian Pengertian Pribadi dalam Tritunggal menurut John Calvin & teolog2 Nicea. Kata2 itu tepat seperti yang saya pelajari di alkitab & yang ingin saya sampaikan kepada anda.

Saya menjawab pertanyaan anda selama masih ada gunanya, tapi jika sudah tidak ada gunanya alias asal debat, maka saya tidak melayani diskusi ini lagi. Semoga penjelasan saya selama ini berguna bagi anda & saudara/i yang membaca. GBU

59. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 December 2013:

Bapak Ving dan bapak Daniel yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yang perlu kita ketahui adalah, bahwa:

1. ALLAH itu ROH. Jadi ALLAH BAPA itu adalah ROH dan ALLAH ANAK itu juga adalah ROH. Artinya: Jikalau BAPA-NYA ROH, maka ANAK-NYA juga adalah ROH.

2. BAPA, itulah yang mengutus ANAK ke dunia ini, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Disebut BAPA, karena BAPA telah memper-ANAK-kan FIRMAN-NYA. Jadi kata "BAPA" disini adalah menjelaskan kedudukan-Nya lebih besar daripada ANAK, namun hakekatnya sama, yaitu sama-sama ALLAH

3. BAPA dan ANAK bersatu dalam ROH KUDUS. Itulah sebabnya TUHAN YESUS selalu berkata:

- ROH TUHAN ada pada-KU, sebab Ia telah mengurapi AKU. - AKU di dalam BAPA dan BAPA di dalam AKU.

3. Kedatangan TUHAN YESUS KRISTUS ke dunia ini di kandung oleh Roh Kudus, maka disebutlah DIA ANAK ALLAH, yang adalah FIRMAN ALLAH yang hidup, ROH KEBENARAN itu adalah FIRMAN ALLAH yang hidup. ROH artinya hidup dan KEBENARAN artinya FIRMAN ALLAH.

4. TUHAN YESUS KRISTUS lahir dari Bunda Maria, tunangan Yusuf, anak Daud. Maka TUHAN YESUS KRISTUS disebut Anak Manusia. Karena Firman itu telah menjadi Manusia dan atau mengambil rupa Manusia, supaya dapat berkomunikasi dengan manusia dari hati ke hati seperti yang di alami oleh murid-murid TUHAN YESUS KRISTUS.

Pernyataan di atas tidak bertentangan dengan pernyataan Alkitab yang resmi kita pakai di Indonesia. Dan itu semua saya dapat dari Alkitab yang sama dengan yang Anda pelajari, yaitu Alkitab terjemahan LAI.

Masih berlanjut. GBU

60. ving dari jkt berkata pada 10 December 2013:

shalom, jika demikian yang anda percaya, mengapa anda tidak mengakui & menyembah Allah Tritunggal di dalam Tuhan Yesus Kristus? Apa halangannya? Dan apa perbedaannya yang anda rasakan sendiri menurut doktrin anda & doktrin Allah Tritunggal?

Mohon dijawab, sehingga kita lebih jelas posisi anda & pemahaman anda & apa yang dimaksud anda & yang ingin disampaikan anda selama ini & sejauh ini. Terima kasih. GBU

61. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 13 December 2013:

Bapak Ving, bapak Daniel dan bapak Carlos yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Doktrin yang anda pahami sangat berbeda sekali dengan pemahaman yang saya dapat dari belajar Alkitab. Pemahaman anda, bahwa Allah itu Tritunggal (3 di dalam 1 dan 1 di dalam3) dan menurut pemahaman saya, bahwa Allahku adalah Allah Yang Maha Besar dan atau Allah Yang Mahakuasa, Allah Yang Mahakudus, Allah Yang Maha Tinggi, Allah yang Maha Dahsyat, Allah Yang Maha Perkasa, Allah Yang Maha Mulia, Allah Yang Maha Agung. Apa saja bisa Allahku perbuat, tidak ada yang mustahil bagi-Nya, yaitu Allah yang saya kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Contohnya: Firman-Nya dijadikan-Nya menjadi Manusia (perkataan-perkataan yang keluar dari mulut-Nya Allah telah menjadi sama dengan manusia).

Menurut yang di catat dalam Injil Yohanes 4:24, bahwa Allah itu adalah Roh, menurut Anda tidak, dan sampai sekarang inipun saya tidak tahu pengetahuan anda tentang Allah yang sebenarnya, apakah Allah itu Roh atau bukan, atau zat, atau apa? Akan tetapi anda hanya mempertahankan, bahwa Allah itu Tritunggal, yaitu: Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus ( 3 di dalam 1 dan 1 di dalam 3). Untuk itu mohon penjelasannya tentang arti Allah Tritunggal yang anda sebutkan 3 di dalam 1 dan 1 di dalam 3. Maaf saya orang bodoh, jadi saya tidak mengerti apa maksudnya itu?

Dan juga perlu anda jelaskan! Siapakah Bapa itu? Apakah Dia Roh Kudus atau suatu zat? Atau apa? Tolong dijelaskan menurut pendapat saudara. Contohnya: Dalam kehidupan umat manusia ada yang menyandang gelar bapa dan ada juga menyandang gelar anak, akan tetapi bapa dan anak itu, kedua-duanya disebut juga manusia. Jadi mohon penjelesannya tentang Bapa dan Anak dalam kehidupan Allah yang adalah Roh ada-Nya.

Dalam Injil Matius 28:19-20.

Ad. 19) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”

Ad. 20) “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”

Dalam ayat 19 di atas, saya tidak menemukan di sana, bahwa Allah kita itu adalah Allah Tritunggal (3 di dalam 1 dan 1 di dalam 3). Yang saya temukan disana adalah ada 2 pribadi, yaitu Pribadi Allah Bapa dan Pribadi Allah Anak, sedangkan sebutan Roh Kudus adalah untuk menjelaskan bahwa kehidupan Allah Bapa dan Allah Anak itu adalah Kudus, bukan menjelaskan bahwa Roh Kudus itu merupakan Pribadi yang ke tiga.

Dalam ayat 20b disebutkan: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senatiasa sampai kepada akhir zman.” Jadi sebutan Roh Kudus itu adalah juga untuk menjelaskan, bahwa kehadiran Allah dalam menyertai kita orang-orang percaya tidak lagi seperti kehadiran-Nya pada waktu dua ribu tahun yang lalu, yaitu dengan cara mengambil rupa manusia, akan tetapi kehadiran-Nya adalah dalam keadaan wujud Roh Yang Kudus.

Kesimpulannya: Bahwa Allah Bapa dan Allah Anak, kedua-duanya adalah Allah Yang Kudus (Roh Kudus).

Masih berlanjut. Tuhan Yesus Kristus memelihara dan menyertai kita semua orang-orang percaya sampai kepada akhir zaman. Amen. Puji Tuhan.

62. ving dari jkt berkata pada 13 December 2013:

shalom, Roh itu bukan casper atau tuyul, bukan asap kabut tembus pandang. Roh itu pribadi, kesadaran, intelektual, jiwa, dst. Jadi, saat Alkitab berkata Allah itu Roh, pertanyaannya Roh yang seperti apa, bagaimana, siapa? Dan semua itu jawabannya sudah ada pada Tuhan Yesus Kristus.

TAPI menurut anda, jawabannya bukan Tuhan Yesus, melainkan Roh Roh Roh Roh & selalu roh. Anda merasa Tuhan Yesus itu tidak cukup sebagai Allah, maka anda selalu menekankan roh roh roh, anda ingin Roh Kudus menjadi Allah menggantikan Yesus, sekalipun Alkitab jelas berkata bahwa Bapa & Roh Kudus memuliakan Tuhan Yesus & menaklukkan segalanya kepada Tuhan Yesus.

Allah Tritunggal pun ialah Roh yaitu Kesadaran & Kebenaran, dan itulah Tuhan Yesus Kristus, itulah sebabnya Allah Tritunggal itu alkitabiah. Yesus memiliki keilahian yang sempurna & satu-satunya. Lihat Surat Ibrani, segala sesuatu ditaklukkan kepada Yesus.

Sementara, yang anda imani adalah Allah Dwitunggal atau bahkan Allah Tunggal seperti muslim, saksi yehova, & bidat lainnya. Di mana anda berpikir dalam Allah ada dualisme, satu Besar & satu Kecil. Dan yang anda pikirkan sebagai Allah yang Tunggal sesungguhnya ialah Allah Yang Besar, sedangkan Allah yang kecil itu hanya Firman yang menyertai Allah Yang Besar. Di dalam pemandangan kami, anda telah menduakan/memisahkan Allah & merendahkan Tuhan Yesus Kristus. Jadi saya tidak akan bisa menerima iman anda sebagai iman Kristen yang sejati. Mungkin iman anda termasuk bidat, atau paling tidak, iman yang belum sempurna.

Orang saksi Yehova, mormon, muslim, dll pun ngakunya belajar alkitab juga, tapi toh mereka tersesat. Maka tidak tertutup kemungkinan juga bahwa pengertian anda masih sesat saat ini. Tritunggal lah yang alkitabiah. Semoga suatu hari anda menjadi orang Kristen yang baik yang mengenal Allah Tritunggal dengan pertolongan Roh Kudus. Amin. GBU.

63. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 December 2013:

Bapak Ving, bapak Daniel dan bapak Carlos yang saya cintai dan yang di kasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Bapak Ving sering nonton film carper dan tuyul ya pak? Saran dari saya jangan biasakan itu ya pak, nanti pikiran anda casper dan tuyul melulu!!! Dan saya anjurkan perbanyaklah membaca Alkitab ya pak!!!.

Pokok pikiran saya adalah berasal dari Alkitab:

1. Alkitab menjelaskan di dalam Injil Matius 1:18-23, bahwa "Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia ini berasal dari Roh Kudus" (baca riwayat tentang kelahiran Tuhan Yesus Kristus). Berasal dari Roh Kudus, artinya: Firman Allah itu oleh Roh Kudus masuk ke dalam rahim Bunda Marya, tunangan Yusuf, anak Daud dan Firman Allah itu telah menjadi janin di dalam rahim Bunda Marya, tunangan Yusuf, anak Daud. Kemudian dilahirkan Dia sebagai Anak Manusia, maka Firman Allah itu telah menjadi sama dengan manusia melalui kuasa Roh Kudus.

Kesimpulannya: Bahwa Tuhan Yesus Kristus itu berasal dari "Roh Kudus." Masihkah anda membantah hal itu???

2. TUHAN YESUS KRISTUS dalam memulai Pelayanan-Nya, DIA sendiri telah mengatakan, bahwa: "Roh Tuhan ada pada-Ku" Artinya: Roh atau Jiwa Allah masuk ke dalam diri-Nya Tuhan Yesus Kristus (baca dulu Injil Lukas 4:18) dan setelah Tuhan Yesus Kristus yang penuh dengan Roh Kudus (jiwa Allah yang Kudus), maka Tuhan Yesus Kristus memulai pelayanan-Nya (baca Injil Lukas 4:1).

Penjelasan:

Menurut kamus bahasa Indonesia Roh, artinya: jiwa, dan menurut bahasa Ibrani Ruakh=Roh, artinya: nafas hidup dan angin

Tuhan, artinya: yang disembah; Tuhan Allah Yang Maha Esa.

Kesimpulannya: Roh atau Jiwa yang kita sembah/jiwa Allah (Roh Allah/Jiwa Allah) ada di dalam diri TUHAN YESUS KRISTUS. Sehingga DIA dapat melakukan Pelayanan-Nya.

NB: Menurut banyak orang: Jiwa itu ada di dalam diri seseorang apabila di dalam diri seseorang itu ada Roh bersemayam. Sebenarnya Roh lebih besar kapasitasnya daripada jiwa.

3. TUHAN YESUS KRISTUS mengusir setan atas kuasa Roh Allah (baca Injil Matius 12:28). Artinya: dengan kuasa Roh (jiwa) Allah, Tuhan Yesus Kristus mengusir setan dari tubuh seorang buta dan bisu, sehingga si bisu itu bisa berkata-kata dan melihat.

Kesimpulan:

Tuhan Yesus Kristus menjelaskan dalam Injil Matius 12:28. Bahwa oleh karena kuasa Roh Allahlah Tuhan Yesus Kristus dapat mengusir setan dari seorang buta dan bisu itu.

4. Dalam Injil Yohanes 6:63. TUHAN YESUS KRISTUS mengatakan, bahwa: "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup." Artinya: Manusia itu hidup dan berarti adalah oleh karena Roh Kudus ada bersemayam di dalam diri seseorang itu dan Perkataan-perkataan Allah yang ada di dalam hati setiap orang, adalah roh dan hidup. Dan itulah yang menghidupi seseorang itu. Ada Amen? Jikalau anda tidak mengamenkan itu, berarti anda tidak berasal dari Allah. Karena Roh Allah tidak ada di dalam hati anda.

Masih lanjut. GBU

64. sumantri dari melawi berkata pada 16 December 2013:

Buat Martua dan Ving, Salam Damai dalam Tuhan kita Yesus Kristus....... Sudahi saja komentar posting anda, Biar nanti, tunggu kita sdh Mati dan berjumpa Tuhan baru kita tahu ajaran atau doktrin yang bapak pegang itu benar atau salah. Tidak Usah Menghakimi Sekarang.... Wasitnya nanti Tuhan yang jadi Wasit...!!! Yang Penting sekarang lakukan perintah Tuhan Kita Yesus Kristus, Pesan Saya : cara yang benar memadamkan Api yang Kecil bukan dengan menyiram Air, akan tetapi Buat Api yang lebih Besar, supaya Api kecil itu Padam sendiri.... Amin

65. ving dari jkt berkata pada 16 December 2013:

shalom, silakan pertanggungjawabkan pengertian anda terhadap iman bidat lainnya, sebab muslim & saksi yehova juga percaya seperti anda, bahwa Yesus adalah Firman dari Allah, lalu Allah adalah Roh yang menggerakkan Yesus itu, sehingga yang harus dilakukan menurut mereka adalah mentaati Firman itu demi menghormati Allah, & bukan memiliki Yesus yang adalah Allah itu sendiri.

Silakan anda berapologetika sendiri tentang Yesus menurut anda. Sementara saya selalu mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan Allah saya selama-lamanya, Dia adalah Pribadi yang cari & kasihi selama ini, tidak ada yang lain. Saya berbeda dari iman mereka (bidat), tapi anda mati-matian mempertahankan kesamaan iman anda dengan mereka.

Silakan anda berpikir ala casper & mahkluk gaib lainnya yang kata anda punya jiwa sendiri & tak bisa berTritunggal, tapi saya tidak demikian, bagi saya Roh & Kebenaran itu adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri, Dia adalah Allah Tritunggal. Hanya Tuhan Yesus yang dapat berTritunggal, sebab itu Dia berbeda dari manusia, & maka dari itu kamu & manusia lainnya yang sejenis kamu tidak dapat menyelami Dia. GBU.

66. ving dari jkt berkata pada 16 December 2013:

shalom sumantri, bagi manusia berdosa selalu menganggap segala sesuatu sebagai penghakiman. Tapi bagi orang percaya, menganggap kesaksian iman bukanlah suatu penghakiman, tapi kasih kepada Kristus & kebenaranNya, dan kasih kepada orang2 yang diinjili & diajari.

Ibrani 2:1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Semoga kamu tidak merasa selalu dihakimi, tapi merasa sebagai murid & saksi Kristus, yang harus terus teliti apa yang didengar & tidak turut arus ajaran dunia. terima kasih sudah perhatian & ikut membaca juga, semoga anda turut terberkati. GBU

67. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 17 December 2013:

Saudara Ving yang saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Saya sarankan kepada Anda: Tidak ada artinya kita membuat dan mengajarkan doktrin Allah Tritunggal, dalam Alkitab tidak ada diajarkan itu, akan tetapi yang terpenting adalah: lakukanlah Perintah Allah, supaya kamu berkenaan di hadapan Allah. Karena apabila kita telah melakukan Firman-Nya, kita telah mengasihi Anak, dan Bapa akan mengasihi kita. Maka Bapa dan Anak akan datang kepada kita yang melakukan Perintah-Nya dan diam bersama-sama dengan kita. Ada Amen-kan!? Puji Tuhan!!!

Itulah pernyataan Tuhan Yesus Kristus yang dicatat dalam Injil Yohanes 14:23, yang disebutkan sebagai berikut: Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."

Kata "Kami" disini maksudnya Allah Bapa dan Allah Anak. Pertanyaannya: Kenapa tidak Roh Kebenaran yang datang dan diam bersama-sama dengan orang yang telah menuruti firman Allah itu. Jawabannya: Baca Injil Yohanes 14:1-31 secara berulang-ulang, nanti anda akan mengerti dan menemui jawabannya, apabila anda di ajar oleh Roh Kudus.

Orang yang sungguh-sungguh melakukan perintah Allah, dialah yang telah mendapat kasih karunia, dan apabila seseorang belum mendapat kasih karunia dari Allah, seseorang itu tidak akan sanggup melakukan Perintah Allah. Pertanyaannya: Darimana kita mendapat kasih karunia itu? Jawabnya: Dari Tuhan Yesus Kristus, karena Dia-lah yang telah di utus Allah Bapa ke dunia ini untuk menebus kita dari segala dosa-dosa kita.

Hanya melalui Tuhan Yesus Kristus sajalah kita beroleh kasih karunia itu, yaitu apabila kita telah mengenal Tuhan Yesus Kristus yang telah di utus Bapa ke dunia ini dan mengenal Bapa satu-satunya Allah yang benar. Dalam Injil Yohanes 17:3 dicatat sebagai berikut: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Jadi kita harus menerima Yesus Kristus yang adalah satu-satunya yang di utus Allah ke dunia ini, menjadi Tuhan dan Juruslamat dunia. Karena tidak ada nama lain yang di utus Bapa dari sorga datang ke dunia ini menjadi sama dengan manusia, kecuali Anak-Nya Yang Tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Amen!!! Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.

68. ving dari jkt berkata pada 18 December 2013:

shalom, apakah orang2 Kristen yang beriman Allah Tritunggal tidak melaksanakan perintah Allah? Siapa mengenal Aku, mereka mengasihi Aku. Kasih kami kepada Kristus adalah sebab pengenalan kami akan Dia & dalam pengenalan kami akan Dia & bagi pengenalan kami akan Dia. Dari Dia, oleh Dia & bagi Dia.

jangan anda sombong & tersesat mengatakan sudah melakukan semua perintah Allah, sebab jika kamu satu kali saja tidak melakukan perintah Allah, maka kamu sudah cacat & gagal dalam semua hal di mata Allah.

jangan anda sombong sebab jika kamu tidak bisa mengasihi Allah Tritunggal yang dinyatakan di dunia sekarang ini, bagaimana kamu dapat mengasihiNya saat kamu akan berhadapan sendiri dengan Allah Tritunggal.

saya memberitahu tentang Allah Tritunggal sebab saya mengasihi anda agar anda jangan terus tersesat. Tapi jika anda terus dalam kekerashatian & kesombongan anda, maka itu adalah hak anda & diri anda yang sebenarnya. Semoga Tuhan Yesus bermurah hati mencelikkan mata hati anda agar terluput dari ajaran bidat.

GBU

69. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 18 December 2013:

21. Daniel Ferry dari Jambi berkata pada 26 November 2013:

Untuk Lae Martua Siringoringo

Syalom, lae.

Saya punya saran untukmu, lae-ku. Saya melihat ada sisi yang positif dalam dirimu, yaitu: kerinduan yang dalam untuk belajar firman Tuhan. Tapi harap berhati-hati, karena sekarang ini ada banyak pengajaran-pengajaran sesat yang sedang beredar di sekitar kita. Karena itu, ada baiknya kerinduan yang dalam untuk belajar firman Tuhan itu diimbangi dengan pembelajaran yang baik dan benar sesuai dengan firman itu sendiri.

Karenanya, ada baiknya lae belajarlah di STTRII yang dibina oleh Pdt. Dr. Stephen Tong, letaknya di GRII Kemayoran. Di sini ada program-program teologi intensif untuk kaum awam.

Terima kasih, lae. Tuhan Yesus memberkati.

Salam dari Lae-mu

Daniel Ferry

Saudara Daniel Ferry, yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Saya akan menanggapi pernyataan anda yang saya kutib di atas.

Saudara Daniel Ferry!

Sepertinya anda hanya membenarkan pengajaran STTRII saja yang benar, dan pengajaran di luar STTRII adalah sesat. Bertobatlah ya pak! Jangan berkata demikian lagi! Pada hal pengajaran kalian menitik beratkan Allah Tritunggal dan sejarah. Akan tetapi dalam kenyataan sejarah tidak hanya STTRII saja yang eksis, ada STT yang lain di dunia ini yang eksis sebagai tempat belajar Alkitab. Pertanyaannya: Apakah STT yang lain itu adalah sesat? Jawab ya pak!!!

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua!!!

70. Daniel Ferry dari Jambi berkata pada 19 December 2013:

Saylom, lae.

Saya tidak pernah mengatakan bahwa semua STT lain adalah sesat, lae yang menyumpulkannya, walaupun harus diakui ada juga beberapa STT yang dipengaruhi oleh ajaran-ajaran yang salah. Karena kalau salah harus dikatakan salah bukan? Sebab kita tidak boleh bersikap abu-abu. Tuhan Yesus bilang, "Kalau ya katakan ya, katalu tidak katakan tidak, lebih dari itu adalah dari si jahat". Betulkan, lae? Saya merekomendasikan STTRII, karena ini adalah salah satu STT yang bisa dijadikan acuan untuk belajar teologi yang Alkitabiah. Bukan karena mendewakan atau mentuhankan seseorang. Bukan. Tapi dalam kita belajar kita membutuhkan orang yang lebih pengetahuannya dari kita. Seperti kita waktu sekolah, mengapa kita harus diajar oleh guru? Kenapa bukan kita sendiri yang mengajar diri kita? Karena untuk belajar, harus ada guru dan murid. Walau ada hal-hal yang bisa dipelajari sendiri, tapi terbatas. Karena kemampuan kita terbatas untuk bisa belajar sendiri. Karena itu kita perlu guru yang lebih banyak pengetahuannya dari kita. Saya mengapresiasi semangat lae dalam belajar Alkitab, tapi dalam belajar Alkitab kita juga butuh panduan dan tuntunan. Mengapa? Karena pandangan kita cenderung subyektif. Akibatnya, ketika kita belajar Alkitab terjebak untuk memasukkan pikiran kita sendiri ke dalamnya. Dalam ilmu hermeneutik, itu namanya eisegese, yaitu memaksakan pikiran kita ke dalam teks Alkitab. Dan ini salah.

Ya.... inilah yang dapat saya sampaikan, lae. Mari terus belajar, tapi belajar sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab. Bukan prinsip kita yang kita katakan sebagai prinsip Alkitab

Horas, lae. GBU.

71. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 20 December 2013:

Saudara Ving, yang sangat saya cintai dan yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruslamat kita.

Bulan Desember 2013 telah tiba, dan bulan ini adalah bulan saat-saatnya disana sini kita gencar merayakan hari kerahiran Tuhan Yesus Kristus, dimana Firman Allah telah menjadi sama dengan manusia. Sekarang biarlah Dia lahir dihati kita dan menjadikan kita mempunyai hati yang lemah lembut, dan boleh memberi maaf kepada setiap orang yang menyakiti hati kita, dan terlebih kepada setiap orang yang mengasihi kita, walaupun mungkin dalam perkataannya tujuannya adalah untuk kebaikan kita, namun kita merasa di sakiti. Pandanglah kepada Tuhan Yesus Kristus yangmana dunia telah menyakiti hati-Nya, namun Dia mengampuninya dan berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat.”

Jikalau kita mampu mengasihi musuh kita, berarti Kristus telah bersama-sama dengan kita, dan itulah tandanya kita telah menjadi murid-murid Kristus, dapat mengasihi orang yang membenci kita!!!

Saya sebenarnya bukan untuk berdebat dengan anda, tapi hanya berdiskusi (sharing), namun .............................renungkanlah dulu apa isi daripada pernyataan anda, anda saja yang menilainya. Dan saya memaafkan anda.

Marilah kita saling mengasihi, saling mengingatkan untuk selalu hidup dalam kebenaran, karena kebenaran itulah yang akan memerdekakan kita.

Selamat Hari Natal 2013 dan Tahun Baru 2014. Tuhan Yesus memberkati kita.

72. ving dari jkt berkata pada 22 December 2013:

Selamat natal semua, terutama bp. Martua.

saya menulis perenungan alkitab saya untuk anda renungkan. Silakan direnungkan. Btw, saya tidak pernah minta maaf kepada anda, ada salah & masalah apa ya? Seperti kata anda, seharusnya sharing & diskusi bahkan debat itu tidak salah.

Saya tidak memusuhi anda, tapi menegur pemahaman yang salah supaya pemikiran dunia tidak menyesatkan anda. Dan jika anda mengasihi, janganlah hanya dengan perkataan saja & karena perintah/hukum. Kasihilah dalam kebenaran & kejujuran, lebih baik orang berkata jujur walau keras, daripada orang lembut tapi disertai maksud. Satu2nya cara adalah dengan menerima Yesus sebagai Tuhan Allah Yang Esa. Bukan menerima Dia sebagai sekedar perintah/teladan Firman Allah, tapi Dia sebagai Penebus & Satu2nya yang benar, sementara anda tidak bisa berbuat apa2 dengan kasih sempurna.

Selamat Natal, silakan merenungkan pengajaran alkitab yang sampaikan. Semoga kasih, kebenaran, & keadilan bertemu dalam dirimu. amin. GBU

73. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 4 January 2014:

Shalom, ....... Puji TUHAN. Mari kita mengucapkan syukur kepada TUHAN YESUS, kita dapat lalui tahun 2013 walaupun banyak rintangan dan masalah, namun dapat kita seberangi ke tahun 2014 ini dengan SUKA CITA. Itu semua dapat kita lakukan oleh kasih karunia TUHAN, bukan karena kekuatan kita, akan tetapi oleh karena TUHAN YESUS telah lahir di dalam hati kita, untuk mengampuni segala dosa dan kesalahan kita, TUHAN YESUS tidak lagi memperhitungkan dan mengingat-ingat akan segala pelanggaran kita. Terpujilah NAMA TUHAN YESUS YANG AGUNG DAN MULIA itu. Dengan apakah TUHAN kami dapat membalas KASIH-MU!, semua yang ada pada kami adalah milik-Mu! Kami dapat membalas kasih-Mu, TUHAN, hanya apabila kami boleh TAAT & SETIA kepada-Mu, ya TUHAN. Selamat Hari Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, semakin maju terus di dalam TUHAN. TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA. AMEN.

74. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 7 January 2014:

NUBUATAN TENTANG KELAHIRAN YESUS KRISTUS DALAM PB.

Menurut versi Injil Matius 1:18-25

Pada ayat 20c dicatat sebagai berikut: Sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Yesus berasal dari Roh Kudus. Dan pada ayat 21 disebutkan bahwa: Marya akan melahirkan anak laki-laki dan Yusuf akan menamakan Dia Yesus.

Menurut versi Injil Yohanes 1:1-14

Pada ayat 1 dicatat sebagai berikut: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dan pada ayat 14 disebutkan sebagai berikut: Firman itu telah menjadi Manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Berdasarkan atas kesaksian Injil Matius 1, bahwa Yesus itu berasal dari Roh Kudus dan atas kesaksian Injil Yohanes 1, bahwa Yesus itu adalah Firman Allah telah menjadi Manusia. Jadi ada dua sebutan yang menjadi objek pembahasan, yaitu Roh Kudus dan Firman Allah (Yesus Kristus).

Menurut penjelasan Injil Yohanes 1:1 bahwa, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, sedangkan Roh Kudus tidak ada disebutkan disana.

Pertanyaannya: Kenapa tidak ikut disebutkan Roh Kudus dalam penjelasan Yohanes 1:1? Yang ada disebutkan disana hanya Firman (Allah) dan Allah. Kemana Roh Kudus? Apaka Roh Kudus tidak diperhitungkan atau belum ada pada saat itu? Sehingga Dia menjadi Pribadi yang ketiga. Tolong dijawab! Semua orang boleh menjawabnya tanpa terkecuali dan diwajibkan bagi orang yang mempunyai kepercayaan, bahwa Allah itu Tritunggal.

TUHAN YESUS dalam permulaan pelayanan-Nya Dia berkata Roh Tuhan ada pada-Ku. Dan TUHAN YESUS menjelasakan bahwa, barangsiapa telah melihat Aku ia telah melihat Bapa, dan Aku ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Dari pernyataan TUHAN YESUS ini dapat kita simpulkan, bahwa Roh Tuhan yang ada pada diri TUHAN YESUS itu adalah Bapa. Karena ketika TUHAN YESUS mengatakan bahwa Aku ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Aku, ternyata yang ada di dalam diri TUHAN YESUS adalah Roh Allah. Berdasarkan kesaksian ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa, Roh Allah yang ada di dalam diri TUHAN YESUS itu adalah Bapa. Seperti yang TUHAN YESUS sebutkan dalam Yohanes 14:9-10, yang disebutkan sebagai berikut: Kata Yesus kepadanya: Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filifus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Apa yang dikatakan Tuhan Yesus itu, menjelaskan bahwa Bapa yang ada di dalam diri Tuhan Yesus itu adalah Roh Kudus.

Kesimpulannya: Roh Allah (Roh Kudus) yang ada di dalam diri Tuhan Yesus adalah Bapa. Dan Tuhan Yesus itu adalah Firman Allah yang telah menjadi Manusia. Amen.

Puji Tuhan GBU. masih lanjut ..........

75. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 8 January 2014:

ALLAH itu Tunggal, punya Roh dan punya Firman, sebab Allah kita itu hidup dan tidak bisu, sehingga Dia punya Roh dan Firman. Seandainya Allah itu tidak punya Roh dan Firman, berarti Allahnya itu mati. Sama seperti manusia tanpa roh, manusia itu mati.

Dimana ada Roh Allah disitu ada Pewahyuan Allah, jikalau tidak ada Roh Allah tidak ada Pewahyuan Allah. Artinya tidak ada Firman jikalau tidak diwahyukan (difirmankan) oleh Roh Allah. Mari kita belajar dari Kejadian 1. Dalam Kejadian 1 ayat 2 dicatat sebagai berikut: Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dan di ayat 3 dicatat sebagai berikut: Berfirmanlah Allah: Jadilah terang. Lalu terang itu jadi.

Penjelasan.

Sebelum Roh Allah tampil melayang-layang di atas permukaan air itu, Allah itu belum berfirman. Akan tetapi setelah Roh Allah tampil melayang-layang di atas permukaan air yang gelap gulita itu, maka Allah berfirman dan menjadikan terang, untuk menerangi samudera raya yang gelap glita itu. Disana tidak ada disebutkan: Berfirmanlah Bapa, akan tetapi yang disebutkan disana adalah Berfirmanlah Allah. Maksudnya pada waktu itu Allah belum mempernakkan firman-Nya. Kesimpulannya, bahwa Allah yang kita sembah itu adalah Allah Yang Tunggal atau Allah yang Maha Esa. Disebut Allah Yang Maha Esa, bahwa Allah itu tidak tak terbatas kuasa-Nya maupun mujijad-Nya. Dalam segala hal Allah dapat lakukan, oleh karena tidak ada yang mustahil bagi Allah. Salah satu contoh: Allah berfirman: Jadilah terang, maka terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam, dst.

Dan sebagai contoh yang paling indah ialah: Firman-Nya telah menjadi Manusia dan atau menjadi Anak-Nya (memperanakkan Firman-Nya) untuk menebus dosa umat-Nya. Sangat surprise pekerjaan Allah kita itu. Peritiwa ini adalah menggambarkan bagaimana Allah telah menciptakan manusia. Dimana pada mulanya Allah hanya menciptakan seorang manusia saja, yaitu Adam (manusia pertama). Akan tetapi Allah melihat tidak baik kalau manusia itu hanya seorang diri. Maka Tuhan Allah menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia. Prosesnya mari kita belajar dari kitab Kejadian 2:6-7, dan 21-24, yang dicatat sebagai berikut: ad.21. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. ad. 22. Dan dari Rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. ad. 23. Lalu berkatalah manusia itu: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Demikianlah Allah telah menciptakan manusia itu, yang pertama adalah Adam, kemudian Hawa, yaitu penolong yang sepadan dengan dia, yang dibentuk oleh Allah dari tulang rusuk dan dagingnya Adam. Pertanyaannya: Samakah rohnya Adam dengan rohnya Hawa? Jawabnya sama (baca Kejadian 2:6-7), karena ketika Allah membentuk Adam dari tanah liat, Allah menghembuskan nafas hidup (Roh-Nya) ke dalam hidung Adam sehingga dia menjadi makhluk yang hidup.

Masih lanjut……………….

76. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 8 January 2014:

Demikian juga halnya dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Dimana Firman-Nya yang merupakan luapan dari hati-Nya Allah, diperanakkan-Nya dan mengambil rupa manusia untuk melakukan karya keselamatan dengan cara menebus umat-Nya dari segala dosa dan pelanggaran kita.

Peristiwa yang indah tersebut di atas adalah merupakan penggenapan firman Allah yang dicatat dalam kitab Kejadian 1:26-27, yaitu ad. 26: Berfirmanlah Allah: Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. ad.27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah di ciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Penjelasan.

Dalam Injil Yohanes 1:1 dan 2, intinya menjelaskan, bahwa pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Artinya: Ia (Firman/Allah) pada mulanya bersama-sama dengan Allah yang adalah Roh adanya. Jadi pada mulanya ada, adalah Allah yang berfirman dan Firman-Nya. Dan di ayat 14 dijelaskan, bahwa: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karinia dan kebenaran. Dari penjelasan ayat firman ini dapat kita simpulkan, bahwa Allah itu telah menjadi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak (firman-Nya). Demikian juga halnya dengan manusia itu telah menjadi dua, yaitu Adam dan Hawa.

Dan yang menyempurnakan bahwa manusia itu adalah gambar Allah adalah Roh Allah yang ada di dalam diri manusia itu. Sebab oleh karena Roh Allah yang ada di dalam diri manusia itulah yang membuat manusia itu memiliki karakter Allah, atau karakter manusia itu menggambarkan karakter Allah (Jiwa Allah). Jadi Roh Allah disini adalah menjelaskan kesatuan Allah dengan umat-Nya. Roh Allah tidak menjelasakan menjadi Pribadi yang ketiga. Roh Allah adalah Jiwa-Nya Allah sendiri atau karakter-Nya Allah. Oleh karena Allah itu Kudus, maka disebutlah Roh Kudus. Roh Kudus membedakan dari roh-roh yang lain atau roh-roh jahat yang tidak berasal dari Allah Yang Kudus.

Kesimpulannya.

Roh Kudus adalah Roh-Nya Allah Bapa, dan Roh Kudus adalah Roh-Nya Kristus. Jadi Roh Kudus bukanlah merupakan Pribadi yang ketiga dari Allah, akan tetapi Roh Kudus adalah yang utama dan terutama dari keberadaan Allah. Lihat dalam Penciptaan Alam Semesta dalam kitab Kejadian 1 dan di ayat 2, mula-mula yang tampil disana adalah Roh Allah, bukan Firman Allah, akan tetapi adalah Roh Allah. Roh Allah, artinya: Allah Yang Hidup, bukan menjelaskan, bahwa Roh Allah itu merupakan Pribadi yang ketiga. Akan tetapi Roh Allah menjelaskan, bahwa Allah itu Hidup dan Berkuasa sanggup melakukan apa saja, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Amen.

Puji Tuhan Yesus yang memberkati kita semua!!!

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa
Berdoa untuk KIN bagi Guru Sekolah Minggu dan Guru Pendidikan Agama Kristen yang akan diadakan pada tanggal 3-7 November 2014 di RMCI. Kiranya melalui KIN ini, setiap guru dapat mengerti akan panggilan seorang guru. Berdoa kiranya Tuhan mempersiapkan guru-guru yang akan menghadiri acara ini dan kiranya Tuhan membangkitkan mereka untuk memberitakan Injil bagi anak-anak, generasi muda bangsa Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
artikel bagus terus maju jadi berkat bagi setiap orang yang membacanya

Selengkapnya...

Selain prinsip "One and Manny", apa saja prinsip lain yang bisa digunakan untuk mempelajari kebenaran...

Selengkapnya...

bagus sekali pembahasannya ,sangat memberkati. bolehkah minta tolong kirimkan ke email saya bentuk-bentuk...

Selengkapnya...

TUHAN YESUS mendeklarasikan atau memberitahukan, bahwa Dia adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Dan TUHAN YESUS juga...

Selengkapnya...

saya, mantan guide, skrg dipanggil mjd pelyan Tuhan/gembala sidang full timer di sebuah grj perintisan. and full...

Selengkapnya...

© 2010, 2013 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲