Artikel

Apa yang Kita Doakan?

Orang-orang Jepang datang ke kuil untuk berdoa meminta sesuatu yang mereka harapkan atau sesuatu yang ingin mereka capai, kemudian mereka akan mengambil sesuatu yang menunjukkan keberuntungan mereka tahun itu. Tentu saja, yang diharapkan adalah hal-hal yang mencakup kehidupan mereka, seperti sekolah, pekerjaan, percintaan, dan lainnya. Doa-doa itu adalah demi diri sendiri dan permohonan supaya sungguh-sungguh dikabulkan oleh dewa mereka.

Sebagai orang Kristen, sejak kecil kita diajar untuk berdoa, mulai dari doa makan, doa tidur, dan lain sebagainya. Saat di gereja, kita berdoa syafaat bersama jemaat yang lain. Namun, ketika kita sedang menyisihkan waktu kita untuk berdoa, apa yang biasa kita doakan? Mungkin doa kita mirip dengan orang-orang non-Kristen di luar sana. Tanpa kita sadari, kita mungkin berdoa demi diri kita sendiri dan menuntut Tuhan untuk mengabulkannya. Ketika kita menuju hari ujian, doa kita adalah supaya nilai yang kita dapat memuaskan. Sayangnya, di balik doa itu, kita sedang berdoa demi kebaikan diri kita sendiri, sehingga tanpa disadari, kita sedang menyatakan, “My will be done, and Thy will grants it for me.”

Tuhan Yesus telah mengajarkan kita berdoa melalui “Doa Bapa Kami” (Mat. 6:9-13). Tuhan Yesus mengajarkan murid-Nya berdoa kepada Allah Bapa untuk menggambarkan suatu otoritas, kehormatan yang tinggi, sekaligus suatu keintiman antara Bapa dan anak. Doa yang diserukan adalah doa demi Kerajaan Allah dinyatakan di bumi. Kehadiran Kerajaan Allah mengacu kepada kehadiran Kristus di dalam hati dan kehidupan orang-orang percaya, kehadiran Kristus yang berkuasa di dalam gereja, sehingga mereka makin mencerminkan kasih-Nya dan memberitakan kabar baik. Kehendak Allah akan dinyatakan dalam kepenuhannya hanya ketika Kerajaan Allah datang dalam bentuk akhirnya, ketika Kristus kembali berkuasa dengan kemuliaan yang besar (Mat. 24:30). Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa bagi diri kita, yaitu dengan memohon agar Allah menyediakan kebutuhan kita, memulihan persekutuan kita, dan menghindarkan kita dari perbuatan dosa. Kemudian di bagian akhir mengembalikan semua kemuliaan kepada Allah Bapa.

Kita dapat melafalkannya dengan mudah, namun sulit bagi kita menghidupi doa ini. Kita begitu egois untuk mendoakan pekerjaan Allah digenapi di bumi. Kita terlalu sibuk untuk memperhatikan diri kita, merasa tidak puas, dan terus mendoakan apa yang kita inginkan. Kita menanti-nantikan terkabulnya doa kita dengan satu ayat yang menjadi tombak kita, tiada yang mustahil bagi Tuhan (Yer. 32:17).

Mari kita belajar menyingkirkan egoisme diri kita dan belajar untuk mendoakan pekerjaan Allah. Doa Bapa Kami menjadi sebuah pembelajaran bagi kita, bukan hanya tentang doa, tetapi juga kehidupan seorang Kristen. Kita diajarkan untuk mengarahkan atau memfokuskan hidup ini untuk menggenapkan pekerjaan Allah. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh berdoa bagi diri, namun kita harus belajar untuk berdoa bagi diri dengan pola berpikir demi menggenapkan pekerjaan Allah, sehingga pemenuhan kebutuhan diri adalah agar kita bisa dipakai untuk menggenapkan pekerjaan Allah di bumi. Begitu banyak pekerjaan Allah, mari belajar untuk mendoakannya satu per satu, memohon Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menggenapi janji-Nya, dan bagian kita adalah mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan sambil menantikan kegenapan waktu Tuhan.

Permaisonya Briliant

Pemudi FIRES

Permaisonya Briliant

Oktober 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲