Artikel

Bagaimana Anda Mengetahui Bahwa Anda Adalah Seorang Kristen Tulen? (Part 2)

Disadur dari karya* Jonathan Edwards

Dari pembahasan di edisi yang lalu dapat diambil kesimpulan: pertama, tanda kepastian akan keselamatan tidak bergantung pada seberapa banyak seseorang mengetahui tentang Allah dan Alkitab. Iblis sebagai penghulu malaikat mengetahui sangat banyak tentang Allah, bahkan dapat dikatakan tidak ada yang dapat menandinginya. Di dalam Alkitab, dia dikatakan sebagai bintang terang, bintang pagi, api yang menyala, sosok kesempurnaan dalam kekuatan dan kebijaksanaan (Yes. 14:12; Yeh. 28:12-19). Bahkan setelah kejatuhan pun, Iblis tidak kehilangan kemampuannya. Kehancuran rohani dialaminya saat dia berdosa, tetapi kemampuan alaminya tidaklah hancur. Dia masih tetap pintar, memiliki pengetahuan, bahkan di dalam Alkitab dikatakan sebagai yang “lebih cerdik” dari semua makhluk lainnya (Kej. 3:1; 2Kor. 11:3; Kis. 13:10). Dengan kepintaran yang masih ada padanya, dia menggoda dan mencobai manusia sebagai pengasahan dan pengaplikasian pengetahuannya. Hal ini merupakan fakta bahwa Iblis mempunyai pengetahuan yang aktual dan benar.

Pengetahuan Iblis terbentang dari pengetahuan tentang Allah, dunia yang kelihatan dan tidak kelihatan, mencakup dari sejak penciptaan (Ayb. 38:4-7). Iblis tahu bagaimana Allah menciptakan dunia ini dengan segala keteraturannya. Iblis bahkan juga tahu bagaimana Allah menggenapkan rencana keselamatan-Nya kepada dunia. Iblis pasti sangat memperhatikan dan mempelajari seluruh kehidupan Kristus, Sang Firman yang berinkarnasi, secara mendetail.

Dengan demikian, Iblis mengetahui banyak sekali tentang Allah, pekerjaan Allah, dan dunia ciptaan Allah. Dia juga mempunyai pengetahuan yang sangat hebat tentang Alkitab. Hal ini terlihat dari bagaimana dia dengan beraninya mencobai Sang Firman dengan firman. Iblis juga mengetahui dengan jelas isi hati manusia yang merupakan medan peperangan antara dirinya dengan Sang Pencipta. Iblis juga mempunyai pengalaman beribu-ribu tahun dalam menggoda dan menipu manusia. Dengan dua pengetahuannya – pengetahuan akan Allah yang begitu dalam dan akan isi hati manusia melalui pengalaman beribu-ribu tahun – Iblis mampu menghasilkan agama palsu yang mirip sekali dengan agama sejati dan menjadikan dirinya sebagai malaikat terang (2Kor. 11:14).

Dari pembahasan ini kita melihat bahwa pengetahuan akan Allah dan agama tidak membuktikan bahwa seseorang diselamatkan. Seseorang mungkin saja fasih dalam membicarakan tentang Alkitab, Allah Tritunggal, Dwinatur Kristus, bahkan mempunyai kemampuan berkhotbah yang baik, menjadi majelis gereja, memberitakan jalan keselamatan, dan mengajarkan bagaimana seharusnya seorang Kristen hidup, tetapi semua yang membangun gereja dan memberikan pencerahan kepada dunia ini tetap bukanlah bukti dari kasih karunia keselamatan dari Allah di dalam hati orang tersebut.

Dengan kata lain, persetujuan akan Alkitab bukanlah tanda jelas dari keselamatan. Yakobus 2:19 menyatakan bahwa Iblis percaya kepada kebenaran. Iblis bukanlah seorang bidat dalam konteks ini. Tetapi yang dikatakan di dalam Alkitab tentang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah sebagai bukti dari kasih karunia Allah terhadap keselamatan bukanlah semata-mata persetujuan dengan kebenaran. Titus 1:1 menjelaskannya sebagai “… iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita.”

Berikutnya, ada sebagian orang yang mempunyai pengalaman-pengalaman rohani yang sangat kuat dan berpikir bahwa itulah bukti dari pekerjaan Tuhan (pemilihan Tuhan atas dirinya). Iblis mempunyai pengalaman rohani yang lebih dahsyat. Iblis hidup di dunia rohani dan melihat langsung semua yang terjadi di dalam dunia rohani. Apakah Iblis diselamatkan melaluinya? Tentu saja tidak! Demikian juga manusia di neraka kelak pun akan mengalami pengalaman rohani yang dahsyat yaitu ratapan dan kertak gigi (Mat. 13:42) yang justru adalah bukti bahwa mereka tidak diselamatkan dan bukan diselamatkan. Jadi, seberapa dahsyat pun pengalaman rohani bukanlah tanda jelas bahwa kita diselamatkan.

Iblis paling jelas dalam hal pengalaman yang dahsyat ini. Dia mempunyai kesadaran akan kemuliaan dan kuasa Allah yang melampaui siapapun. Tetapi kesadaran ini (pengalaman rohani ini) tidak menjadikan mereka diselamatkan melainkan membuat mereka gemetar. Roma 9:22 mengatakan, “Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan – ” Jelas, tidak semua yang mengalami kemuliaan dan kuasa Allah akan diselamatkan. Artinya, pengalaman rohani bukanlah tanda kepastian keselamatan dari Tuhan ada pada kita.

 

Disadur oleh

Yenty Rahardjo Apandi

Pemudi GRII Singapura

 

 

* Judul aslinya “True Grace Distinguished from the Experience of Devils

Jonathan Edwards

November 2009

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk KPIN Filipina yang telah diadakan di Davao, Cebu, dan Manila pada tanggal 23-26 Juli 2014 dan KPIN Malaysia yang diadakan di kota Kinabalu, Kudat, Tawau, dan Sandakan pada tanggal 18–22 Agustus 2014. Bersyukur untuk puluhan ribu jiwa yang telah mendengarkan pemberitaan Injil melalui rangkaian KPIN di kedua negara ini, berdoa kiranya setiap mereka memperoleh pembaruan iman di dalam kehidupan kerohanian mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Benar sekali bahwa Keselamatan Itu adalah Anugrah dari Allah, bukan upaya manusia, karena manusia itu telah berada di...

Selengkapnya...

Aminn..Tuhan Yesus ajar setiap kami utk selalu belajar meneladani kehidupanMu slma d dunia..memuliakan namaMu...

Selengkapnya...

terima kasih banyak...... saya sangat diberkati. TYB!

Selengkapnya...

Teologi yg sudah mulai jarang dikotbahkan.....padahal ini adalah inti kekristenan....selamat dan terima kasih buletin...

Selengkapnya...

Teologi yg sudah mulai jarang dikotbahkan.....padahal ini adalah inti kekristenan....selamat dan terima kasih buletin...

Selengkapnya...

© 2010, 2014 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲