Artikel

Bloody Cruel Christmas: A Reflection on First Christmas

Roma... Sebuah kota yang besar, megah, dan penuh keramaian. Di tengah-tengah normalnya kehidupan keseharian orang-orang Roma, Kaisar Agustus mengeluarkan titah agar setiap orang mendaftarkan diri di mana mereka dilahirkan. Pertama kali sensus penduduk diadakan di Romawi! Orang-orang heboh pulang kampung untuk mendaftarkan diri kepada pemerintah setempat. Salah satu dari tujuan sensus adalah untuk mempermudah pengambilan pajak pada masyarakat. Saat itu, Yusuf pun hadir bersama Maria untuk mendaftarkan diri di kampung halaman mereka, di Betlehem.

Di balik keramaian rutinitas dan kehebohan sensus, orang-orang Yahudi masih terus menunggu dengan diam-diam dan sabar akan kedatangan seorang Mesias – yang telah dinubuatkan dalam kitab para nabi. Oh, betapa beratnya mereka bergumul dalam doa! Pagi dan malam, tidak lupanya mereka mendoakan hal tersebut. Hmm… Mesias seperti apa yang terus ditunggu-tunggu oleh orang Yahudi? Tentu saja yang gagah perkasa seperti yang dinubuatkan nabi Yesaya, Dia akan disebut Allah yang Perkasa. Mesias yang mampu mempimpin tentara besar Israel untuk melawan musuh, yang penuh dengan dendam terhadap musuh-Nya, yang duduk di atas takhta raja, yang memerintah umat Israel secara politis atau Mesias yang mampu membangkitkan kerajaan Israel lebih daripada kerajaan Daud?[1]

Selain Kaisar Agustus, ada satu raja yang diberikan kuasa di wilayah sekitar Israel dan Yudea – Raja Herodes. Dia adalah raja yang terkenal dengan ketakutannya akan takhtanya. Dia tidak segan-segan membunuh siapa saja, termasuk anaknya sendiri, untuk mengukuhkan takhtanya dan agar takhtanya tidak diambil oleh siapapun. Dia jugalah yang membangun Bait Allah di Yerusalem. Suatu hari, ketika mood-nya sedang di atas angin, terdengarlah olehnya bahwa orang-orang majus dari Timur datang ke Yerusalem dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Raja? Raja?!! Ada raja orang Yahudi yang lain?!!! Kenapa ada yang lain? Siapa yang berani menggeser takhtanya, sang raja yang terotoriter di tanah Yudea? Raja Herodes sangat ingin mengetahui tentang keberadaan raja orang Yahudi yang baru lahir itu. Jawaban polos yang didapatinya, “Di Bethlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Tetapi engkau, hai Bethlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel...”[2] Mendengar konfirmasi dari mereka, Raja Herodes tersenyum puas. Dia berkata pada mereka, bila mana bintang itu tampak, cepat-cepatlah kasih tahu padanya, karena dia pun mau ikut menyembah-Nya. Maka, ditunggulah dia satu hari, satu bulan, sampai kira-kira 2 tahun lamanya, dia merasa ada kejanggalan. Ternyata, orang-orang majus itu telah menipunya! Mereka tidak kembali ke istana memberitahukan kepadanya keberadaan Raja yang baru lahir itu. Kemarahannya membawa Raja Herodes untuk memberikan perintah: anak yang berumur 2 tahun ke bawah harus segera disingkirkan. Pengumuman ini berdampak demikian; dari suasana yang ramai, heboh, dan penuh kesibukan menjadi suasana yang berdarah, pahit, dan penuh ratapan. Kota yang penuh dengan debu dan tanah, menjadi kota yang berdarah, dingin, dan tidak berpengharapan. Pada saat itu, penghiburan tidak ada gunanya, karena anak-anak mereka seketika tidak ada lagi.[3]

Years Before
Mari kita mundurkan waktunya sedikit, pada suatu hari seorang laki-laki, Yusuf namanya, sedang duduk termenung. Lewat kesehariannya yang begitu normal dan tidak ada istimewanya sama sekali, dia dikabari oleh tunangannya, Maria, bahwa tunangannya sudah memiliki bayi dalam kandungan yang berasal dari Roh Kudus. Dalam kebingungannya, mau tidak mau terus menghela nafas yang berat dan dalam. Gelisah, takut, dan bingung... Bayinya sudah berusia 3 bulan pula.[4] Mau tidak percaya… sulit, karena perkataan itu dari tunangannya sendiri. Mau percaya.. tapi koq ragu. Dia tahu jelas, dia belum pernah sentuh tunangannya itu. Tetapi sebagai seorang laki-laki yang mengasihi tunangannya itu, Yusuf enggan untuk memberikan Maria rasa malu, sehingga ia bertekad untuk menceraikannya secara diam-diam. Malam itu Yusuf tidur dalam kegalauan keputusannya. Saat itulah malaikat Tuhan muncul dan berkata kepadanya, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”[5] Terjaga dari mimpinya, tekadnya langsung luluh. Sekarang, kegalauan hatinya telah lenyap, kebingungan telah hilang, dan digantikan dengan tekad bulat untuk mengambil Maria sebagai istrinya serta tidak akan menyentuhnya sampai istrinya melahirkan. Ini bukan pengalaman yang gampang, instan, dan sederhana. Pengalaman ini adalah pengalaman pergumulan yang serius, berat, jujur di hadapan Tuhan.

Beberapa bulan kemudian, Yusuf mendengar tentang sensus di seluruh kerajaan Romawi. Yusuf, yang adalah keturunan dari raja Daud, harus kembali ke Betlehem, kota nenek moyangnya, untuk mendaftarkan keluarganya. Saat itulah, waktunya tiba bagi Maria untuk bersalin.[6] Sekali lagi, Yusuf menemukan masalah besar yang tidak terpikir olehnya… tidak ada satu pun penginapan yang kosong? Di Betlehem, memang sedang penuh dengan orang-orang yang menginap karena sensus penduduk, tetapi masakan tidak ada tempat untuk membaringkan istrinya yang sedang mau melahirkan? Akhirnya, kisah Natal yang sering kita dengar itu terjadi. Sang bayi yang dikandung oleh Roh Kudus lahir diam-diam di tengah kesunyian malam di dalam kandang binatang, terisolasi dari keramaian dan hiruk pikuk sensus. Bau seorang bayi tercampur dengan darah dan beberapa bau yang tidak sedap dari kandang binatang. Inilah kelahiran seorang – apa namanya? Mesias??? Yusuf termenung sekali lagi. Bukan hanya Yusuf, tetapi semua manusia pasti juga akan bertanya-tanya: Juru Selamat mana yang lahir di kandang binatang dalam kesunyian dan tanpa panitia penyambutan?

Kira-kira dua tahun kemudian, datanglah orang-orang majus dari Timur. Mereka berjalan mengikuti bintang yang membawa mereka ke tempat raja itu. Masuklah mereka ke dalam dan melihat Maria dan anak itu, lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka kemudian memberikan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan, dan mur. Suatu malam, malaikat Tuhan memperingati mereka lewat mimpi agar mereka tidak kembali kepada Raja Herodes. Lalu pergilah mereka dan pulang lewat jalur yang berbeda.

Kepada Yusuf, kemudian malaikat Tuhan muncul kembali dalam mimpinya dan berkata kepadanya agar mereka pergi ke Mesir dan tinggal di sana untuk sementara sampai malaikat Tuhan berfirman kembali kepadanya, karena Raja Herodes sedang mencari anak itu untuk disingkirkan, dengan cara menyingkirkan seluruh anak di tanah Yudea yang berumur 2 tahun ke bawah. Tanpa tunda dan ragu, Yusuf dan keluarganya melakukan perjalanan yang cukup jauh ke Mesir dan aman dari yuridiksi kekuasaan Raja Herodes. Betapa bejadnya Raja Herodes! Demi mengokohkan takhtanya, dia tega membunuh anak-anak di seluruh Yudea, dia menjadikan dirinya musuh dari semua anak-anak itu, termasuk Yesus yang masih berusia sekitar 2 tahun itu. Inilah penggenapan nubuat para nabi di Perjanjian Lama tentang keberadaan-Nya yang akan dibenci dan dipandang rendah.[7]

Di Mesir, Yusuf dan keluarganya tinggal cukup lama sampai malaikat Tuhan mengunjungi Yusuf lagi dalam mimpi dan memberitakan kematian Raja Herodes, sehingga mereka bisa kembali ke tanah Yudea. Yusuf dan keluarganya segera kembali ke tanah Yudea, tetapi waktu Yusuf mendengar bahwa Arkhelaus, ayah Herodes, menjadi raja di Yudea, dia pun takut untuk pergi ke sana. Yusuf dinasihati lewat mimpi untuk pergi ke daerah Galilea. Nazareth adalah tujuan akhir dari Yusuf, Maria, beserta Yesus, suatu tempat yang relatif kecil dengan populasi 200-1.600 penduduk pada zaman itu. Demikianlah nubuat para nabi di Perjanjian Lama digenapi – Dia disebut orang Nazaret.[8]

Christmas Today: Warfare ahead
Natal lagi… Persiapkan dirimu! Persiapkan Natal! Natal yang macam apa? Natal yang penuh dengan hiruk pikuk pelayanan saja sampai Kristus terlupakan, atau Natal yang penuh dengan kehebohan bersenang-senang makan kue La bûche de Noël[9], dan baru di akhir tahun kita membakar kertas wishlist kita yang isinya, mau mengutamakan Kristus, mau berhasil bekerja bagi Tuhan dengan konsisten, mau membaca Alkitab sampai selesai, dan sebagainya. Sadarlah.. Tuhan tidak butuh pekerja-pekerja yang tahunya kerja saja dan tanpa mengenal-Nya, tetapi Tuhan membutuhkan orang-orang yang rajin mengenal Dia dan oleh karena kasih, mereka bekerja bagi Dia.

Sulit ya, jadi orang Kristen… Natalan kok rasanya berat banget? Seperti pepatah, when there is no love, everything is like the end of the world. Pembacaan kali ini bukan berarti mau menghilangkan natal yang bersifat festive tetapi, diingatkan lagi agar kita sadar siapa yang kita rayakan kelahiran-Nya. Jangan sampai kita ada di sisi Raja Herodes yang dengan kehebohan melawan kehadiran-Nya dan bahkan ingin membasmi keberadaan-Nya. Jangan sampai Natal menjadi momen kita melupakan Kristus melalui kehebohan dan kesibukan serta keramaian pesta pelayanan yang ada. Jangan sampai semua aktivitas kita adalah untuk “membunuh” kehadiran Kristus dan bukan untuk menyambut-Nya. Mari menyambut Sang Juru Selamat dunia…

Behold, the grace appears!
The promise is fulfilled;
Mary, the wondrous virgin, bears,
And Jesus is the Child.
“Glory to God on high!
And heav’nly peace on earth;
Goodwill to men, to angels joy,
At the Redeemer’s birth!”
~ Behold the grace appears! (words: Isaac Watts 1707-09)

Adelia Arif
Pemudi FIRES

Endnotes:
[1] KIN 2013, Sekilas KIN 2013 No. 6.
[2] Mikha 5:1
[3] Yeremia 31:15
[4] Lukas 1:36, 56
[5] Matius 1:21
[6] Lukas 2:6
[7] Mazmur 22:6, Yesaya 49:7, 53:3
[8] Matius 2:23
[9] Kue perayaan berbentuk kayu (log), untuk memperingati tanggal 24 Desember sampai Tahun Baru di Perancis.

Adelina Arif

Desember 2013

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲