Artikel

God Is Doing A New Thing? (Yesaya 43:16-21)

Dalam perjalanan hidup kita, ada waktunya kita ingin mencari perubahan. Bagi yang kuliah mau cepat-cepat kerja, bagi yang tidak senang dengan pekerjaannya ingin mendapatkan pekerjaan impiannya, dan yang jomblo mungkin mendambakan seorang pacar. Tetapi di waktu lain, perubahan itu mungkin malah menjadi sumber ketakutan yang sangat mencekam. Biasanya, perubahan yang membuat kita takut adalah perubahan yang tidak dalam kontrol kita, alias terpaksa. Misalnya ketika kita harus pindah dari satu kota ke tempat lain, dan harus berkata goodbye kepada teman-teman dan keluarga kita. Perubahan yang membuat kita takut juga mungkin termasuk yang kita alami sekarang dalam isolasi dan work from home karena COVID-19.

Bangsa Israel pun pernah mengalami perubahan yang drastis seperti ini. Umat Tuhan pernah dibuang ke Babilonia dan hidup mereka sangatlah berbeda dari hidup sebelum kalah perang. Dalam situasi inilah Tuhan berbicara melalui Nabi Yesaya, “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?”

Apa yang bisa kita pelajari dari kalimat Tuhan di masa yang mencekam? Pertama, the big thing of the old. Tuhan pernah bekerja dengan luar biasa di masa yang lampau. Ayat 16 dan 17 menggambarkan suatu pekerjaan Tuhan yang begitu besar yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa Israel. Sampai-sampai, Tuhan pun mendeskripsikan diri-Nya melalui pekerjaan ini, misalnya di Keluaran 20:1, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Ya! Tuhan pernah melakukan hal ini melawan semua rintangan. Tatkala orang Israel dikejar oleh kereta kuda Firaun dan tentara-tentaranya yang gagah, dan tidak ada jalan keluar sama sekali, Tuhan membelah air laut menjadi dua sehingga orang Israel boleh berjalan menyeberang. Tanah yang mereka pijak dibuat Tuhan menjadi kuburan musuh-musuh yang mengejar-ngejar mereka. Hal ini begitu besar, meresap ke dalam setiap jiwa orang Israel. Namun mengapa Tuhan berkata, “Lupakan”?

Kedua, the new big thing God is doing. Tuhan pernah bekerja dengan begitu luar biasa, tetapi Tuhan juga bisa melakukan pekerjaan yang bahkan lebih luar biasa lagi! Tuhan mengatakan, “Aku hendak membuat sesuatu yang baru.” Ayat 19 sampai 21 menggambarkan pekerjaan baru ini. Ya, ada restorasi yang Tuhan kerjakan yang akan membawa bangsa Israel yang sudah berdekade-dekade di tanah pembuangan kembali ke tanah milik pusaka mereka. Mereka akan pulang! Kalau pada zaman dahulu Tuhan membuat jalan di tengah air, sekarang Tuhan membuat jalan di padang gurun. Kalau dahulu Tuhan membuat tanah menjadi kering supaya dapat dilalui, sekarang Tuhan memberi air untuk diminum di padang belantara. Dahulu Tuhan melindungi mereka dari mara bahaya tentara Firaun, sekarang Tuhan melindungi mereka dari setiap bahaya binatang buas. Tuhan selalu punya rencana, dan rencana-Nya selalu baik untuk umat-Nya. Tetapi, ingat pekerjaan Tuhan yang dahulu kala itu bagus dong, mengapa Tuhan berkata untuk tidak ingat-ingat lagi?

Ketiga, never limit God to what He has done in the past. Janganlah kita menaruh Tuhan dalam sebuah kotak berisikan pekerjaan Tuhan yang lampau saja. Janganlah kita hanya percaya Tuhan yang pernah bekerja, tetapi bukan Tuhan yang bisa bekerja dengan lebih besar lagi. Kalau dahulu kala Tuhan membawa Israel keluar dari Mesir untuk menyembah Tuhan, kali ini pun Tuhan akan membuat setiap mulut orang Israel yang pulang dari pembuangan Babilonia memberitakan kemasyhuran Tuhan! Tuhan bahkan berjanji bahwa ketika orang Israel pulang dan membangun Rumah Tuhan, “Kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam” (Hag. 2:10). Janganlah ingat-ingat lagi pekerjaan Tuhan di masa lampau, karena pekerjaan yang sedang Tuhan kerjakan adalah lebih besar, lebih indah, dan lebih manis. Orang Israel belum tahu akan hal ini, dan kita pun yang mengalami kesulitan sekarang juga mungkin belum melihat rencana Allah yang indah. Perhatikan di sini: sebelum Tuhan dapat menyatakan kemegahan-Nya dengan lebih, Bait Allah yang megah di zaman dahulu harus dirobohkan. Kemegahan yang kemudian ini bukan berpuncak pada Bait Allah yang dibangun oleh Zerubabel ataupun nanti yang dibangun oleh Herodes. Puncak ini semua ada di dalam Kristus yang datang untuk menjadi kemegahan seluruh umat-Nya. Yesus tidak akan hanya melepaskan kita dari belenggu bangsa Mesir ataupun bangsa Babilonia, tetapi akan membawa umat-Nya lepas dari belenggu dosa. Dia membangun bukan jalan dari pemisahan air atau jalan yang lurus di padang belantara, tetapi jalan perdamaian kepada Allah sendiri. Firman Tuhan mengatakan, barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa dan akan beroleh hidup yang kekal bersama dengan-Nya.

Percayalah bahwa Tuhan dapat bekerja bahkan lebih dari apa yang Dia pernah kerjakan sebelumnya. Iman kita bukanlah dibangun di atas segala pekerjaan Tuhan yang pernah ada saja, tetapi kepada Tuhan yang hidup, yang sangat bisa bekerja dengan lebih luar biasa, yang bahkan melampaui setiap harapan bahkan fantasi kita.

Hidup pasca COVID-19 akan sangat berbeda dengan apa yang kita pernah miliki. Perubahan pasti ada, baik kecil maupun besar. Beberapa dari kita mungkin akan selalu mencuci tangan selama paling tidak 20 detik. Beberapa akan selalu punya hand sanitizer ke mana pun kita pergi. Tetapi, beberapa mungkin kehilangan pekerjaan atau usaha yang sudah dibangun bertahun-tahun dengan keringat dan air mata. Mungkin sekali beberapa akan mengalami duka karena orang yang dikasihinya meninggal karena pandemi ini. Keadaan pasti sangatlah sulit bagi kita semua. Tetapi di dalam seluruh perubahan yang drastis ini, ingatlah perkataan Tuhan, “Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?”

Ezra Yoanes Setiasabda Tjung

Pemuda PR San Fransisco

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi global dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, berdoa kiranya setiap umat Kristen diberikan kekuatan oleh Tuhan di dalam menghadapi situasi ini dan mampu untuk menyaksikan Tuhan di dalam kehidupan mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲