Artikel

Limited Atonement

Alkitab mengatakan bahwa kematian Yesus Kristus adalah seperti suatu pembayaran untuk membebaskan manusia dari dosa. Konsep seperti ini masih cukup dapat dimengerti. Tetapi sekarang timbul suatu masalah! Apakah kematian Kristus membebaskan semua manusia atau hanya sebagian orang saja? Ini merupakan pertanyaan yang penting dan memiliki implikasi yang luas. Banyak hal bergantung pada pertanyaan ini. Bukanlah perbedaan kecil jika Kristus mati untuk semua orang atau hanya bagi sejumlah orang tertentu. Oleh sebab itu, hal ini didiskusikan oleh orang Kristen selama berabad-abad, termasuk pada Synod of Dordt. Secara umum, terdapat dua kelompok jawaban untuk pertanyaan ini. Kaum Arminian menjawab dengan pernyataan bahwa Kristus mati bagi semua orang, sedangkan kaum Calvinis menjawab dengan pernyataan bahwa Kristus mati hanya bagi orang-orang tertentu, yaitu mereka yang percaya kepada-Nya. Kaum Arminian memercayai penebusan universal, sedangkan kaum Calvinis memercayai penebusan yang terbatas.

Sekilas, pandangan kaum Arminian terlihat lebih dapat diterima dibanding pandangan kaum Calvinis. Pandangan Arminian menampilkan Allah yang lebih menarik, karena Kristus mati untuk semua orang. Kasih Allah juga terlihat lebih besar karena Allah mengasihi semua manusia secara merata dibandingkan jika Ia hanya mati bagi sebagian orang. Kematian Kristus terlihat menjadi lebih berharga jika kematian tersebut menebus dosa setiap orang dan Alkitab terlihat menggunakan kata-kata seperti “semua”, “seluruh”, dan “dunia” yang berarti “setiap orang”. Sedangkan pandangan kaum Calvinis terlihat menampilkan konsep Allah yang sempit dan terbatas dalam kasih-Nya. Itulah sebabnya, di antara lima poin di dalam TULIP, mungkin konsep penebusan terbatas inilah yang paling sulit diterima, sampai terdapat suatu aliran khusus di mana aliran tersebut menerima seluruh konsep TULIP, kecuali satu, yaitu penebusan yang terbatas (limited atonement), yang dikenal sebagai Amyraldisme. Beberapa orang menyebut aliran ini sebagai Four-Point Calvinism, Moderate Calvinism, atau Slightly Arminian meskipun R. C. Sproul, salah satu theolog Reformed, di dalam bukunya yang berjudul The Truth of the Cross, menyebut golongan ini adalah Arminian dan mengatakan bahwa penolakan mereka terhadap penebusan terbatas menunjukkan ketidakmengertian mereka terhadap empat poin lain di dalam TULIP. Oleh sebab itu, kita akan membahas konsep penebusan ini hanya di dalam dua kelompok, yaitu Arminianisme dan Amyraldisme yang mewakili pandangan penebusan universal dengan Calvinisme yang mewakili pandangan penebusan terbatas.

Penebusan Universal
Kristus mati untuk menebus manusia dari kutuk dosa. Kematian Kristus menjadikan manusia diperdamaikan dengan Allah (Rm. 5:1, 10), diampuni dan dibenarkan (Rm. 3:24), disucikan dan dikuduskan (Ibr. 9:14), diangkat menjadi anak Allah (Gal. 4:4-5), serta menerima kemuliaan dan hidup yang kekal (Ibr. 9:15). Melalui ayat-ayat ini, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kematian Kristus dimaksudkan untuk memberi kepada manusia pengampunan pada saat ini dan kemuliaan pada saat yang akan datang. Karena itu, jika pandangan penebusan universal benar, yaitu bahwa Kristus mati bagi semua manusia: (1) semua manusia saat ini dosanya telah diampuni dan kelak akan dimuliakan di sorga, atau (2) Kristus telah gagal mencapai tujuan-Nya di dalam menebus seluruh umat manusia. Pernyataan pertama adalah tidak benar sebab Alkitab dengan jelas menyatakan fakta bahwa sebagian orang terhilang selamanya di dalam neraka. Fakta kedua, bahwa Kristus telah gagal, merupakan suatu penghinaan terhadap Allah.

Untuk menghindari kesulitan dalam menerima satu dari dua pernyataan tersebut, penganut pandangan universal akan mengatakan bahwa Kristus mati untuk setiap orang, namun penebusan akan benar-benar terjadi hanya kepada mereka yang memilih dan menerima penebusan tersebut, atau, secara sederhana, penebusan tersebut hanya bagi mereka yang beriman kepada Kristus. Tindakan beriman ini haruslah merupakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia berdasarkan keinginannya sendiri, yang menjadikan mereka berbeda dari manusia yang lain. Jika iman merupakan sesuatu yang diperoleh melalui kematian Kristus, semua orang harus memiliki iman, karena Kristus mati untuk semua orang. Dengan demikian, pandangan ini mengecilkan apa yang Kristus capai melalui kematian-Nya dan menjadikan manusia sebagai penentu akhir keselamatan, melalui iman yang dihasilkan dari kemampuannya sendiri.

Tidak hanya itu, pandangan penebusan universal telah membuat suatu pembedaan antara apa yang Kristus lakukan (mati bagi semua orang) dan apa yang Kristus capai (tidak semua orang diselamatkan). Pandangan ini menjadikan penebusan Kristus seperti kantong undian universal; di dalamnya tersedia paket-paket bagi setiap orang, tetapi hanya sebagian orang yang berhasil mengambil paket-paket tersebut. Manusia dapat memilih untuk mengambil atau tidak mengambil paket tersebut menurut kehendak hatinya. Dan ini berarti Kristus tidak hanya mengucurkan darah-Nya, Ia juga menumpahkannya, untuk semua manusia. Ia ingin menyelamatkan semua orang, tetapi hanya sebagian saja yang diselamatkan. Sebagian darah-Nya menjadi mubazir, tertumpah dengan sia-sia, karena dicurahkan bagi manusia yang ternyata menolak Dia. Keselamatan menjadi sekadar suatu kemungkinan dan penentu akhirnya adalah keputusan manusia untuk menerima atau menolak tawaran keselamatan tersebut melalui iman yang dihasilkan oleh dirinya sendiri. Betapa hebatnya manusia! Dan betapa menyedihkannya Allah! Duduk menunggu dengan tenang dalam ketidakberdayaan di depan pintu hati kita berharap kita mau mengundang Dia masuk ke dalam hati kita.

Pandangan ini begitu mengerikan karena menjadikan manusia lebih berotoritas daripada Allah. Itulah sebabnya dalam Ajaran Dordrecht pasal 2, bagian penolakan 1, tertulis bahwa pandangan tersebut merupakan “penghinaan terhadap hikmat Bapa dan jasa Yesus Kristus”. Pandangan ini menghina hikmat Bapa karena menjadikan-Nya sebagai Allah yang mengasihi tanpa kejelasan dan mengutus Anak-Nya untuk mati sia-sia. Apakah Allah Bapa menetapkan Penebus tanpa menentukan siapa yang akan ditebus-Nya? Dapatkah Ia menentukan sebuah cara tanpa memastikan hasilnya?

Penebusan Terbatas
Bila kaum Calvinis menggunakan istilah terbatas, ini tidak berarti penebusan Kristus terbatas dalam kemampuannya untuk menyelamatkan manusia, sebab jika demikian, tidak ada kepastian keselamatan bagi manusia. Sebaliknya, kaum Calvinis percaya bahwa penebusan Kristus memiliki kuasa yang tak terbatas, bahwa Kristus menyelamatkan dengan sempurna, serta darah-Nya memiliki harga dan nilai yang tak terbatas. Tetapi kaum Calvinis percaya bahwa penebusan Kristus ini bersifat terbatas di dalam cakupannya, yaitu kematian Kristus diperuntukkan untuk sejumlah orang tertentu, bukan untuk semua orang. Sebagai catatan, kaum Calvinis tidak menyangkal bahwa kematian Kristus adalah pembayaran yang cukup untuk menebus semua manusia. Pasal 2 Ajaran Dordrecht, ayat 3, menyatakan bahwa kematian Kristus “lebih dari cukup untuk mendamaikan dosa seluruh dunia”. Penekanan kaum Calvinis bahwa kematian Kristus tidak dimaksudkan untuk menjadi tebusan bagi setiap manusia semata-mata adalah karena Alkitab menyatakannya.

Jika demikian, hanya ada satu pernyataan yang benar mengenai penebusan terbatas: penebusan tersebut terbatas dalam kuasa atau dalam cakupannya. Tidak mungkin penebusan ini tak terbatas dalam kedua hal tersebut. Bila penebusan memiliki cakupan yang tak terbatas, maksudnya bila Kristus mati bagi semua orang, penebusan itu tidak mungkin tidak terbatas dalam kuasanya; karena jika tidak demikian, semua orang pasti selamat. Karena kaum Arminian memercayai penebusan yang tidak terbatas, maka penebusan ini pastilah samar, tidak pasti, tidak memadai, dan tidak aktual. Sebaliknya, bila penebusan ini tak terbatas dalam kuasa dan keampuhannya, penebusan ini pasti terbatas dalam cakupannya, agar dengan demikian darah Kristus, yang amat berharga dan tidak ternilai itu, tidak tertumpah dengan percuma. Pandangan ini juga memelihara kesatuan di antara Allah Tritunggal, khususnya di dalam karya keselamatan: pemilihan oleh Allah Bapa, penebusan oleh Allah Anak, dan penerapan oleh Allah Roh Kudus. Karena itu, objek dari ketiga karya ini adalah sama. Akan menjadi tidak konsisten jika kita mengatakan bahwa Kristus mati untuk setiap manusia (karya penebusan Allah Anak), padahal kita melihat ada banyak orang di sekeliling kita yang tidak mengalami kelahiran baru dan pertobatan yang sungguh-sungguh (karya penerapan Roh Kudus). Hal ini sama saja dengan mengatakan bahwa tidak ada kesatuan antara karya Allah Anak dan Allah Roh Kudus.

Lalu bagaimana dengan istilah-istilah Alkitab yang terlihat merujuk kepada penebusan universal? Jawaban untuk pertanyaan ini adalah istilah-istilah ini harus selalu ditafsirkan dalam konteksnya dan dalam terang Alkitab secara keseluruhan, sama seperti saat kita membaca mengenai peristiwa sehari-hari yang terjadi di sekitar kita. Bila surat kabar memberitakan ada sebuah kapal tenggelam tetapi “semua orang” dapat diselamatkan, kata “semua orang” berarti semua orang yang berada di dalam kapal itu, bukan semua orang di dunia. Ketika Lukas menulis bahwa Kaisar Agustus menyuruh mendaftarkan “semua orang di seluruh dunia” dan “semua orang mendaftarkan diri” (Luk. 2:1-3), kita tahu bahwa kata semua di sini bukan berarti semua. Karena bangsa Jepang, Indonesia, dan India tidak mendaftarkan diri. Ketika Yesus berkata bahwa apabila Ia ditinggikan dari bumi, Ia akan menarik semua orang datang kepada-Nya (Yoh. 12:32), jelas bahwa semua di sini tidak berarti semua. Karena ada orang-orang yang sudah mendengar tentang Yesus, dan bukannya tertarik kepada-Nya, mereka justru membenci Dia. Kata-kata tersebut mungkin merujuk kepada semua orang percaya, seluruh gereja, dunia internasional di luar Israel, segala bangsa (bukan setiap orang dari segala bangsa), atau semua orang pilihan.

Keberatan-Keberatan
Pandangan penebusan terbatas bukanlah tanpa kesulitan. Ada keberatan-keberatan terhadap pandangan ini dan akan sangat menolong bila kita juga mengetahui beberapa keberatan tersebut. Sebagian telah disinggung ketika kita membahas dua pandangan di atas secara singkat, sekarang kita perlu membahas dua keberatan lainnya.

Tawaran Injil secara Cuma-Cuma 
Ada yang mengatakan bahwa bila Kristus tidak menghapus dosa semua orang, bagaimana mungkin kita menyatakan bahwa Allah secara tulus dan sungguh-sungguh menawarkan keselamatan kepada semua orang, termasuk orang-orang yang tidak Ia tetapkan untuk diselamatkan? Di sini kita berhadapan dengan sebuah misteri yang mendasar, sebab Alkitab mengajarkan bahwa Allah menetapkan keselamatan bagi orang-orang tertentu di satu sisi, dan menyatakan dengan sama jelasnya bahwa Allah dengan tulus dan cuma-cuma menawarkan keselamatan kepada setiap orang, seperti di dalam Yehezkiel 33:11, Yesaya 45:22, Yesaya 55:1, Matius 23:37, dan 2 Petrus 3:9. Allah tidak mungkin tidak tulus dan menawarkan keselamatan secara pura-pura. Namun, ini tidak menjadi alasan bagi kita untuk menerima penebusan universal. Kedua pernyataan ini dinyatakan di dalam Alkitab, karena itu, seperti pendapat kaum Calvinis, kedua pernyataan ini harus kita terima. Kita tidak seharusnya mengatakan bahwa kita hanya akan menerima hal-hal yang dapat dipahami oleh akal budi kita yang terbatas, karena jika demikian kita menghapus kemungkinan-kemungkinan yang Allah miliki.

Hambatan Penginjilan
Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa jika Kristus tidak mati untuk semua manusia, tidak ada gunanya untuk memberitakan Injil kepada semua orang seperti yang Ia perintahkan dalam Matius 28:19. Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan beberapa cara. Pertama, terdapat sejumlah orang yang akan diselamatkan dari setiap bangsa. Hal ini tidak dapat terlaksana tanpa pengabaran Injil kepada seluruh bangsa. Kedua, kita tidak pernah dapat mengetahui secara pasti siapa yang dipilih oleh Allah. Karena itu, kita harus memanggil semua orang untuk percaya dan meyakinkan mereka bahwa semua yang percaya akan diselamatkan karena kematian Kristus cukup untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya. Sekalipun janji Injil tidak diperuntukkan bagi setiap orang, Injil harus dikabarkan kepada semua orang. Untuk alasan yang ketiga, kita dapat belajar melalui pengalaman seorang theolog Reformed yang bernama R. C. Sproul yang tertulis di dalam bukunya yang berjudul Kaum Pilihan Allah. Sekalipun bagian ini lebih menyoroti bagian predestinasi, kita tetap dapat memperoleh pengertian yang baik, karena predestinasi berkait erat dengan penebusan terbatas. Pada halaman-halaman terakhir buku tersebut, ia menulis:

Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman ketika Dr. John Gerstner bertanya, “Apabila Allah berdasarkan kedaulatan-Nya telah menetapkan pilihan dan reprobasi (yang berarti Kristus tidak mati untuk semua orang), mengapa kita harus memikirkan tentang penginjilan?” Ketika tiba giliran saya menjawab, saya bergumam. Dr. Gerstner berkata, “Keraskan volume suaramu!” Kemudian saya menjawab dengan ragu-ragu, “Dr. Gerstner, saya tahu ini bukan jawaban yang Bapak harapkan, namun alasan sederhana mengapa kita masih harus menginjili, oleh karena… e…e…, Bapak telah mengetahuinya, yaitu karena Kristus memerintahkan kita untuk melakukannya.”

Ia berkata, “Oh, jadi oleh karena alasan yang sederhana, yaitu Juruselamatmu, Tuhan yang mulia, Raja dari segala raja telah memerintahkannya. Saudara Sproul, apakah ini alasan yang sederhana? Apakah bobot dari ketetapan yang Allah berikan berdasarkan kedaulatan-Nya untuk memilih (yang berarti juga ketetapan bahwa Kristus tidak mati untuk semua orang) tidak sama dengan bobot kedaulatan-Nya dalam memerintahkan kita untuk berperan serta dalam penginjilan?” Penginjilan adalah kewajiban kita. Allah telah memerintahkannya kepada kita. Itu sudah merupakan alasan yang cukup untuk mengakhiri diskusi ini.

Penutup
Doktrin penebusan terbatas terus menggemakan dan mempertahankan penegasan seluruh Alkitab mengenai kesempurnaan penebusan Kristus dan kedaulatan anugerah Allah dalam penyelamatan orang berdosa. Keselamatan manusia sepenuhnya bergantung kepada anugerah Allah, tidak ada satu orang pun yang dapat dan patut memegahkan diri! Karya penebusan Kristus sungguh sempurna dan menjamin keselamatan orang percaya. Penegasan kedaulatan Allah di dalam penyelamatan orang berdosa inilah ciri Injil sejati yang diajarkan Alkitab. Dan hanya Injil sejati inilah yang dapat membawa orang untuk hidup berpusat kepada Allah dan memiliki hati yang takut akan Dia. Marilah kita kembali dan mengabarkan Injil yang sejati, suatu pemberitaan kedaulatan Allah dalam kemurahan dan penghakiman, suatu perintah untuk sujud menyembah Tuhan yang Mahakuasa yang kepada-Nya manusia bergantung untuk semua kebaikan yang dibutuhkannya, baik untuk hal-hal alamiah maupun keselamatan jiwanya.

Lebih lanjut, penebusan terbatas adalah pendorong yang besar bagi pengabaran Injil tersebut. Bila kita percaya bahwa setiap manusia adalah manusia yang rusak, tetapi Allah memilih orang-orang dari setiap bangsa, suku, dan kelompok, dan Kristus telah menebus dosa-dosa orang-orang pilihan itu secara pasti, dengan darah-Nya yang tidak ternilai, kita akan sungguh didorong untuk mengabarkan Injil, dan akan sangat bersalah jika kita melewatkan mereka. Pada akhirnya, penginjilan bukanlah merupakan usaha yang sia-sia, namun pasti ada hasilnya karena ada jaminan penebusan Kristus yang diberikan kepada anak-anak-Nya. Kita hanya perlu melakukan tugas kita dan mengabarkan Kristus kepada sebanyak mungkin orang. Karena penebusan Kristus telah menghapus dosa-dosa orang pilihan Allah, maka mereka pasti memberi tanggapan yang benar kepada pengabaran Injil. Dengan demikian, tergenapilah soli Deo gloria, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Marthin Rynaldo
Pemuda MRII Bogor

Marthin Rynaldo

Oktober 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Kita mengucap syukur untuk penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas rangkaian Gospel Rally, Seminar, dan Grand Concert Tour di Australia dan Selandia Baru pada akhir Oktober dan awal November ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dear Kartika. Seperti yg disampaikan di awal, Tuhan Yesus pun 'dipilih' Allah sebagai Juruslamat...

Selengkapnya...

Allah Tritunggal mengasihi manusia tidak terbatas, hanya sebagai ciptaan kita manusia memiliki keterbatasan menerima...

Selengkapnya...

wuih mantap jiwa. sangat menjadi berkat bagi saya. terimakasih ya

Selengkapnya...

Bgm caranya sy bs memiliki buletin pillar edisi cetak?

Selengkapnya...

@David Chandra : kan kita sama2 mengerti bagaimana Tuhan memulihkan Gereja-Nya dari reformasi melalui Martin Luther...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲