Artikel

Memeluk Anugerah

Dosa membuat manusia buta dalam melihat Allah dan anugerah-Nya, bahkan buta melihat diri sendiri. Kita tidak lagi bisa melihat Allah; walaupun kita tahu Dia ada, kita tidak bisa mengenal-Nya dan kita tidak lagi dapat dipuaskan oleh relasi dengan-Nya. Akibatnya, kita hanya peka akan keberadaan diri kita sendiri. Namun, di dalam kebutaan itu juga, kita tidak sanggup melihat diri dengan tepat, sebaik apa pun kita mencobanya. Kita yang buta sudah terbiasa dan senang hidup di dalam kebutaan kita dan Allah menjadi asing, sehingga kita tidak lagi menginginkan dan menyukai Allah. Allah yang menciptakan kita dan yang menopang kita kini dianggap sebagai pengganggu, dan kita lebih menyukai hidup tanpa Allah sambil hidup di dalam topangan tangan-Nya.

Kebutaan itu juga membuat seluruh sistem nilai kita rusak, sehingga kita salah menilai segala sesuatu. Kita tidak sanggup melihat keindahan Allah, dan akibatnya kita kehilangan kekaguman akan Allah. Sebaliknya, kita melihat dunia ini begitu indah dan kita mencoba untuk memuaskan seluruh indra kita dengannya, namun sesungguhnya kita pun tahu bahwa apa pun itu tidak dapat memuaskan hati kita yang sedalam-dalamnya. Kita sadar bahwa setelah kita menikmati semua itu pun, akhirnya tidak ada satu pun yang dapat mengisi ruang kosong dalam hati kita. Sayangnya, hanya itu yang dapat kita kerjakan di dalam kebutaan kita. Kalaupun kita mencari Allah, sesungguhnya kita tidak menginginkan-Nya, melainkan hanya untuk memenuhi keinginan kita.

Kebutaan itu telah melanda seluruh umat manusia dan tidak ada yang sanggup keluar darinya. Sampai anugerah Tuhan tiba pada kita melalui Roh Kudus yang mencelikkan (melahirbarukan) kita, kita baru dapat melihat dan sadar akan kemuliaan Allah di dalam Kristus. Kita baru sadar bahwa seluruh keindahan dan kenikmatan yang kita kejar untuk memuaskan diri adalah sampah dan gelap adanya. Kini kita dapat melihat warna-warni yang indah pada diri Allah. Kita tidak perlu lagi terfokus kepada diri di dalam kegelapan, ketika kita dimampukan untuk melihat terang kasih Allah melalui Kristus yang menderita bagi kita. Tidak hanya sampai di sana, Allah yang memampukan kita untuk melihat keindahan-Nya juga ingin memakai kita untuk memancarkan keindahan-Nya. Dia terus menarik kita menjauh dari kebiasaan-kebiasaan kita di dalam kegelapan dan memperbarui kita untuk makin serupa dengan Kristus.

Sangat aneh jika kita, orang Kristen yang sudah melihat keindahan Kristus, masih mengejar kepuasan dari dunia sambil mengabaikan Tuhan yang mau memakai kita menjadi alat kemuliaan di tangan Sang Penebus. Sering kali kita lupa bahwa dipakai oleh Tuhan adalah anugerah besar yang Dia berikan, dan kesempatan itu tidak selalu dan tidak senantiasa diberikan. Ketika Tuhan menarik kesempatan itu, kesempatan itu akan lewat dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi. Marilah bekerja selama siang, karena akan datang malam di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja (Yoh. 9:4). Ketika malam itu sudah datang, maka penyertaan Tuhan tidak ada lagi pada kita, dan kita tidak dapat memaksakan diri untuk bekerja. Kesempatan untuk melayani Tuhan itu tidak dapat dibeli dengan apa pun, berapa pun banyaknya harta kita.

Kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada kita, mencelikkan mata kita untuk dapat menilai segala sesuatu dengan benar. Kiranya kita dapat menghargai setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita dapat dibentuk, dipertumbuhkan, dan dipakai oleh-Nya menjadi alat Tuhan yang memancarkan keindahan-Nya dan menarik orang lain untuk datang kepada Kristus.

Evan Jordan

Pemuda FIRES

Evan Jordan

Oktober 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲