Artikel

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang seharusnya binasa, dosa manusia yang diampuni, dan mendapatkan hidup yang kekal.

Roh Kudus adalah hadiah terbesar Allah bagi gereja-Nya. Roh manusia yang terbatas telah mendapat pimpinan dan pemeliharaan dari Roh Allah yang tidak terbatas. Roh Kudus ada di depan memimpin kita, di belakang menyertai kita, di sekeliling memelihara dan menjaga kita, di bawah menopang kita, dan Roh Kudus turun dari sorga mengurapi kita. Roh Kudus juga menghibur kita. Inilah yang disebut sebagai parakletos. Aku memberikan Roh Penghibur kepadamu untuk memimpin kamu masuk ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus adalah Allah, Pribadi Ketiga Allah Tritunggal. Dia adalah Roh Hikmat, Roh Pengetahuan, dan Roh Strategi.

Roh Kudus adalah Roh Hikmat sehingga setiap orang yang mempunyai hikmat akan hidup takut akan Tuhan. Dia mengajarkan kita mengenal kesucian Tuhan dan menjauhi segala yang jahat. Dia juga menguasai dunia dan sejarah. Ketika sejarah manusia berhadapan dengan saat yang paling sulit dan manusia tidak berdaya, maka Roh Allah menyatakan bahwa Dia turut campur tangan.

H. G. Wells (1866-1946), seorang penulis dan sejarawan Inggris, mengatakan bahwa setiap saat dalam sejarah ada kaitannya langsung dengan Allah. Seorang yang bukan Kristen seperti Wells dapat mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan Allah, karena begitu jelas terlihat baginya bagaimana kuasa Allah turut campur tangan terhadap segala sesuatu. Mengapa Hitler gagal? Mengapa Einstein bisa pergi ke Amerika Serikat? Mengapa ada Pragmatisme? Mengapa Amerika yang bisa memiliki bom atom untuk menghancurkan Jepang? Semua ini tidak dapat diselesaikan oleh kemampuan manusia. Hingga hari ini Tuhan masih terus memimpin sejarah. Hikmat yang memimpin sejarah adalah hikmat Allah. Strategi memimpin sejarah adalah strategi Allah. Roh Allah adalah Roh Strategi, dan dalam hal ini Dia tidak menyerahkan semua kepada manusia. Dia melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh gereja dan oleh pemerintah.

Allah bukan saja penguasa langit dan bumi, tetapi Ia juga penguasa umat manusia. Allah juga penguasa seluruh sejarah. Tiga puluh tahun terakhir dari abad dua puluh ini, terjadi kebangkitan gerakan Roh Kudus. Tetapi gerakan ini mengajarkan suatu ajaran merusak yang tidak mudah dilihat oleh manusia. Mereka melakukan berbagai penipuan yang tidak mudah dimengerti oleh banyak orang. Kita mengetahui bahwa iman dari theolog Karismatik salah. Allah memberikan hikmat kepada orang Reformed, tetapi Allah tidak memberikan strategi dan kekuatan cukup kepada orang Reformed untuk menyelesaikan semua masalah ini. Hal-hal yang tidak berdaya dilakukan oleh pemerintah dan tidak bisa diselesaikan oleh gereja, Allah sendiri yang akan menyelesaikannya. Ketika kita mengatakan percaya kepada Roh Kudus, kita harus memperluas pengertian kita. Banyak pengertian orang Kristen terlalu sempit.

Dalam seluruh alam semesta kita harus melihat kedaulatan Allah, karena di dalam strategi Tuhan, segala sesuatu yang dilakukan Tuhan melampaui hal yang dapat dilakukan manusia. Roh Kudus adalah Roh Kekuatan. Pada hari turunnya Roh Kudus, ada angin yang berhembus, ada api yang turun ke atas kepala manusia. Munculnya angin dan api menandai hadirnya Roh Kudus. Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh” (Yoh. 3:8). Roh Kudus mempunyai kedaulatan-Nya, Dia akan bertiup ke mana Ia pergi.

Mengapa Allah menggunakan angin dan api untuk melambangkan Roh Kudus? Di dalam Mazmur dikatakan, “Allah yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu” (Mzm. 104:4). Orang-orang Reformed kekurangan fenomena angin dan api ini. Orang Reformed terkadang sedemikian kaku, dingin, dan mati. Sering kali yang terlihat lebih seperti angin dan api adalah orang-orang Karismatik. Akibatnya, banyak orang menyangka Karismatik adalah karya Roh Kudus. Tetapi api dan angin mereka palsu, fenomena Roh Kudus mereka palsu, karena doktrin (ajaran) Roh Kudus mereka salah. Sering yang salah tampak lebih benar, yang benar terlihat seperti salah. Ini merupakan fenomena yang sangat unik, yang merupakan kesalahan gereja masa kini. Orang-orang duniawi datang ke gereja Reformed dan mereka tidak melihat adanya kekuatan kuasa Tuhan, tetapi ketika mereka pergi ke gereja Karismatik, sepertinya mereka melihat karya Roh Kudus di dalamnya. Tuhan Yesus mengatakan, bahwa hanya anak-anak bijak yang mementingkan kebijaksanaan dan hikmat.

Hari ini roh jahat melakukan kejahatan dengan begitu mengerikan. Ketika kita pergi ke gereja Karismatik, mereka begitu hangat menyambut dan begitu menyenangkan. Ketika Anda ke gereja Reformed, wajah penyambut begitu panjang dan dingin seperti lemari es, tidak memiliki kehangatan, tidak mempunyai cinta kasih, dan tidak mempunyai sikap menyambut, sehingga ada anggapan bahwa di dalam gereja Reformed tidak ada api, tidak ada angin. Namun, yang mereka anggap api dan angin itu adalah palsu. Kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada kita sehingga kita tidak menganggap diri benar, menduga iman kita yang paling benar, menganggap kebenaran kita yang sejati, dan mengira doktrin kita yang paling orthodoks, sehingga kita menjadi sombong, dingin, dan malas. Kiranya api penghakiman Tuhan tiba kepada kita; kiranya api kebangunan dari Tuhan membakar diri kita.

Saya membahas tema “Api dari Sorga” di dalam serial Kebaktian Natal saya [red. Natal 2017], yang berbeda dari tema Natal pada umumnya. Biasanya Natal membahas cinta kasih Tuhan, perdamaian yang Tuhan datangkan ke dalam dunia, dan seterusnya. Tetapi Kristus mengatakan, “Aku menjatuhkan api itu, bukankah itu merupakan kehendak-Ku?” Jika dari kalimat ini kita melihat keseluruhan Alkitab, kita akan mengerti mengapa Sodom dan Gomora dimusnahkan. Allah yang suci, dengan api menghakimi dunia yang berdosa. Dari Alkitab kita juga dapat melihat mengapa api dari sorga menghanguskan, mematikan anak-anak Harun. Allah tidak mengizinkan ada pelayanan yang najis datang kepada-Nya. Alkitab menyatakan bahwa Allah kita adalah api yang menghanguskan. Ketika penghakiman Allah tiba di dunia, maka manusia akan mengetahui dan menyadari bahwa Allah itu suci dan menakutkan. Biarlah dengan sikap seperti ini kita melayani Tuhan.

Seseorang yang berkhotbah haruslah ada api dan angin. Sebagai penatua pun harus ada api dan angin. Demikian juga mahasiswa theologi harus ada api dan angin. Orang-orang yang mengabarkan Injil harus mempunyai api dan angin. Ketika Musa dipanggil, dia melihat ada api di semak belukar, tetapi semak belukar tersebut tidak terbakar. Ketika ia mengamati dengan saksama, Allah berkata kepada Musa, “Musa, tanggalkan kasut yang ada di kakimu, karena tempat yang engkau pijak suci.” Setiap orang yang melayani Tuhan harus mengetahui bahwa kita melayani Allah yang suci di tempat yang suci. Dengan mulut bibir yang suci, kita menyampaikan firman Tuhan yang suci.

Kitab Yesaya 1-5 memberitakan banyak hal penting dari firman Tuhan, dan di pasal 6 dia melihat bahwa Yahweh duduk di atas takhta-Nya yang ada di sorga. Yesaya mendengar Serafim mengelilingi takhta Allah. Serafim itu memiliki enam sayap, dua sayap untuk menutupi kaki, dua sayap untuk menutupi wajah, dan dua sayap lagi dipergunakan untuk terbang. Sambil melayani Allah mereka terus berseru, “Suci, Suci, Suci.” Ini adalah satu-satunya ayat di dalam Alkitab yang membicarakan “Suci” sebanyak tiga kali untuk menggambarkan pujian dan penyembahan kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Yesaya mengerti bahwa seharusnya melayani Tuhan dengan sikap seperti itu, sehingga ia menyadari dirinya di dalam bencana, dan ia berseru, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Hamba Tuhan harus mendapatkan kebangunan, hamba Tuhan harus dengan sikap takut kepada Tuhan melayani Tuhan dan melihat kenajisan dirinya. Ketika seorang hamba Tuhan menyadari bahwa dirinya tidak layak, ia sadar dirinya berdosa, dan dengan rela ia akan mau kembali kepada Tuhan. “Celaka… aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir!” Dan Allah mendengarkan kalimat ini. Ia mengutus malaikat ke mezbah, mengambil bara api untuk menyucikan bibir Yesaya. Itu berarti bahwa kita harus dengan mulut bibir yang suci melayani Allah yang suci, menyampaikan firman Tuhan yang suci. Kita harus menyucikannya dengan api. Kita disucikan dengan bara api dari atas mezbah. Inilah gambaran pekerjaan Roh Kudus. Seluruh Alkitab mengatakan bahwa yang dapat menyucikan manusia hanya tiga hal: 1) melalui firman Tuhan, 2) melalui darah Yesus, dan 3) melalui Roh Kudus.

Roh Kudus seperti angin dan api. Dia bisa meniup sekam dan menyucikan alam semesta. Ketika angin datang, segala kotoran dan kenajisan akan tertiup. Ketika api tiba, semua kenajisan dan kotoran akan dibakar hangus. Api dan angin berarti kekuatan untuk menyucikan, kekuatan aktif, kekuatan yang menentukan arah-Nya sendiri, dan kekuatan yang mau menghapus dosa. Inilah karya Roh Kudus.

Aku percaya kepada Roh Kudus. Kalimat pendek yang ada dalam Pengakuan Iman Rasuli, makna yang terselubung terlalu besar di dalamnya. Pengenalan orang Kristen akan Roh Kudus tidak seperti pengenalan orang Karismatik. Ketika mereka mengatakan mereka mengalami Roh Kudus, mereka bisa bergemetaran dan terjatuh. Hal itu sama sekali bukan ajaran dari Alkitab. Pengenalan kita terhadap Roh Kudus harus melalui kehidupan dari Allah Anak, Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal, yang dipenuhi dan dinaungi oleh Roh Kudus, Pribadi Ketiga Allah Tritunggal, ketika Allah Anak dalam dunia ini melalui hidup yang paling suci, paling rendah hati, dan seterusnya.

Yesus Kristus menerima Roh Allah yang tidak terbatas, yang kekal, dan yang suci. Roh Allah adalah Roh Kebenaran, Roh Allah adalah Roh Hikmat, Roh Allah adalah Roh Pengetahuan. Hari ini kita percaya bahwa Roh Allah penuh dengan kekuatan. Ketika Roh Allah turun ke atas diri seseorang, orang ini tidak lagi bersandar kepada pengetahuan, pengalaman, ataupun karunia yang dia miliki, tetapi bersandar kepada kekuatan Allah untuk menyampaikan berita firman Tuhan. Banyak hamba Tuhan ketika menyampaikan khotbah hanya bersandar kepada kekuatan pengetahuan mereka, akibatnya mereka tidak mempunyai kuasa. Hari ini banyak mahasiswa sekolah theologi, yang mengejar gelar atau pengetahuan hingga mendapat gelar doktor, lebih berpengetahuan dari orang lain tetapi tidak mempunyai kuasa atau kekuatan.

Di London, ada seorang berkulit hitam menggendong anaknya ke hadapan seorang uskup, dan berkata, “Pak Uskup, ada roh jahat merasuki anak saya. Usirlah roh itu.” Uskup itu terkejut karena posisinya sangat tinggi, dia adalah uskup yang punya gelar theologi yang sangat tinggi, tetapi tidak mengerti apa yang dimaksud dengan dirasuk setan. Dia juga tidak mempunyai pengalaman sama sekali bagaimana mengusir setan. Maka pada malam itu, uskup ini menulis satu kalimat dalam buku catatan hariannya, “Oh Tuhan, hamba seperti apakah aku ini di hadapan-Mu? Aku telah mendapat gelar Doktor Theologi, pengertian kebenaran apa pun aku mengerti, aku juga sudah menjadi uskup selama enam belas tahun, tetapi aku sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud dengan dirasuk setan.”

Ketika Kristus ada di dalam dunia ini, Ia sering kali mengusir setan. Ia penuh dengan kuasa. Hamba Tuhan yang mau dipakai Tuhan adalah hamba Tuhan yang mempunyai api dan angin di dalam dirinya. Dengan api sebagai pelayan-Ku, dengan angin sebagai pelayan dan utusan-Ku. Kiranya semua orang Kristen yang sungguh mempunyai angin dan api yang dari Tuhan, sehingga dosa akan takut dan setan akan lari. Orang yang berdosa akan takut kepada firman Tuhan. Ada wibawa kekuatan firman.

Di Inggris ada seorang hamba Tuhan yang luar biasa, namanya George Whitefield. Ke mana ia pergi, ribuan orang rindu mendengarkan firman Tuhan. Ketika dia menulis surat kepada John Wesley, “Keluarlah, banyak gereja yang tidak suka kita berkhotbah, tetapi pekerjaan Tuhan bukan hanya ada di dalam gereja. Di lapangan terbuka bisa berkhotbah, di ladang bisa berkhotbah, di lembah pun bisa berkhotbah.” Wesley kemudian menjawab suratnya, “Saya adalah pendeta yang ditahbiskan di Gereja Anglikan. Saya hanya dapat berkhotbah dengan berjubah pendeta. Kalau saya tidak memakai jubah pendeta, saya tidak bisa berkhotbah. Kalau saya tidak di mimbar, saya tidak bisa berkhotbah. Maka saya tidak dapat mengikuti anjuranmu.” Kedua orang ini adalah sama-sama pendiri Gerakan Methodist. Whitefield kemudian menulis kembali kepada Wesley, “Datanglah menyaksikan pelayananku.” Wesley sungkan dan kemudian datang menyaksikan pelayanan Whitefield. Wesley lebih tua dan lebih senior dari Whitefield, tetapi ia begitu rendah hati dan mendengarkan khotbah Whitefield.

Ketika melihat pelayanannya, Wesley sangat terkejut, karena orang-orang yang datang mendengarkan khotbah ada yang pakai singlet (kaos dalam), ada yang pakai sandal, dan ada yang pakai peralatan pertanian. Mereka baru selesai bekerja di ladang pertanian, lalu datang untuk mendengarkan khotbah. Ketika Whitefield berkhotbah, khotbahnya penuh dengan kuasa. Wajah orang-orang yang mendengarkan begitu serius, terlihat dengan penuh saksama mendengar firman, dan terlihat mereka begitu rindu mendengar firman. Mereka mendengar begitu tenang sampai suara napas bisa terdengar. Whitefield dengan penuh kuasa menyampaikan firman Tuhan. Setelah Wesley menyaksikan khotbah tersebut, dia sadar bahwa firman Tuhan jauh lebih penting dari pakaian, nyawa manusia jauh lebih penting dari semua yang kita miliki. Meskipun saya adalah pendeta yang ditahbiskan dari Anglikan, mengapa kalau tidak ada jubah pendeta saya tidak bisa berkhotbah? Dan Whitefield dengan kostum yang begitu sederhana sudah bisa berkhotbah. Yang dia perhatikan bukan yang kelihatan di luar, bukan pakaian, melainkan kuasa dari Tuhan, kebenaran dari Tuhan, kebutuhan orang berdosa, dan penderitaan dalam hati seorang berdosa. Ketika ia menyampaikan firman Tuhan, maka Roh Kudus melakukan karya penghiburan, Roh Kudus melakukan karya penyinaran, dan Roh Kudus melakukan karya penyelamatan.

Setelah orang-orang tersebut mendengarkan khotbah Whitefield, mereka mencucurkan air mata dan menangis meminta Tuhan mengampuni dosa mereka. Di manakah kuasa yang kita miliki sekarang ini? Di manakah hamba-hamba Tuhan yang mempunyai kuasa untuk menyampaikan firman Tuhan hari ini? Ketika pengetahuan mereka bertambah, di manakah kuasa mereka? Di manakah Roh Allah? Di manakah kuasa Allah yang mau menyelamatkan manusia? Kiranya Tuhan menggerakkan hati kita, kembali bertobat, dan kembali mendapatkan visi yang dari Tuhan. Tuhan mengatakan, “Carilah wajah-Ku, carilah kuasa-Ku.” Ketika kita menjadikan hal ini sebagai hal utama yang harus kita tuntut, maka hal yang lain pasti akan Tuhan tambahkan kepada kita. Yesus mengatakan, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka segala sesuatu yang engkau butuhkan akan ditambahkan kepadamu.”

Saat ini GRII membutuhkan adanya hamba-hamba Tuhan yang berkuasa, yang memiliki kekuatan menggerakkan, sehingga orang sungguh mau bertobat. Martin Luther adalah seorang hamba Tuhan yang sangat miskin, sangat tersendiri. Ketika menjalankan Gerakan Reformasi, perbedaan dia dengan semua hamba Tuhan yang lain adalah dia mempunyai keberanian, dia tidak takut mati, tidak takut menderita, tidak takut bahaya, serta tidak takut orang-orang dan Gereja Katolik Roma menjadi marah. Dia menyampaikan firman Tuhan yang sejati dalam Alkitab, hingga mengguncang Paus. Banyak pemimpin Katolik menjadi marah, beberapa kali dia mau dibunuh, tetapi Allah tidak mengizinkan. Mengapa demikian? Karena Allah menyertai orang yang berani. Dalam Ibrani 10:35 tertulis, “Janganlah kehilangan iman kepercayaanmu, janganlah buang hatimu yang berani, karena orang yang berhati seperti ini tidak mungkin tidak akan diberkati.”

Orang Belanda banyak membangun gereja Reformed di Indonesia, tetapi satu per satu merosot, satu per satu tertidur, mereka mulai meninggalkan iman mereka, dan satu per satu tidak lagi mengabarkan Injil. Dari Alkitab kita melihat, Theologi Reformed paling selaras dengan kebenaran, ditambah lagi dengan semangat yang berapi-api dari John Sung dan Andrew Gih yang berapi mengabarkan Injil, itu semua diharapkan bisa tiba kepada kita juga. Zaman ini membutuhkan Theologi Reformed, membutuhkan Injil Reformed, dan oleh karena itu GRII didirikan. Tetapi kita jangan menjadi sombong, mohon kuasa Tuhan memenuhi kita, kita menyampaikan firman Tuhan dengan baik, menjadi pengaruh bagi gereja yang lain, bukan demi kita mendapatkan suatu keuntungan. Kita harus sedih ketika kita sadar banyak gereja pelan-pelan menuju kebinasaan.

Bagaimanakah kita memengaruhi seluruh Tiongkok, bangsa yang begitu besar dengan populasi penduduk yang paling banyak di bumi kita ini? Bagaimana kita juga dapat membawa Injil ke berbagai orang yang ada di belahan dunia ini? Biarlah mereka boleh melihat, selain Alkitab tidak ada lagi kebenaran yang lain, selain Injil Yesus tidak ada keselamatan yang lain, selain karya Roh Kudus tidak ada kuasa yang sesungguhnya dari Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Kekal, Roh Kebenaran, dan Roh yang Suci, maka kita harus melalui hidup yang suci dan hidup yang taat kepada kebenaran dalam Alkitab. Takut kepada Tuhan dan menjauhi hal yang jahat, kita mengerti akan kesucian Tuhan. Ini merupakan tanda seorang yang berhikmat. Roh Allah adalah Roh Hikmat, Roh Allah adalah Roh Pengetahuan, Roh Allah adalah Roh Strategi, Roh Allah adalah Roh Kekuatan. Amin.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲