Artikel

Roh Kudus dan Diri Kita

Doktrin Roh Kudus adalah doktrin yang sering kali diserongkan pengertiannya pada zaman ini. Mujizat kesembuhan, berkat materi, dan kemakmuran, hingga karunia berbahasa lidah, adalah karya-karya Roh Kudus yang populer pada saat ini. Seorang yang kaya, dapat berbahasa lidah, dan disembuhkan dari penyakitnya, dianggap sebagai seorang yang dipenuhi Roh Kudus. Anehnya, jika kita kontraskan hal ini dengan pekerjaan yang Roh Kudus lakukan di dalam Alkitab, kita akan menjumpai perbedaan yang sangat signifikan. Mungkinkah Roh Kudus bekerja dengan cara yang berbeda secara signifikan seperti demikian? Jadi, bagaimanakah pekerjaan Roh Kudus yang sebenarnya? Apakah pekerjaan Roh Kudus hanya sebuah pekerjaan yang menguntungkan diri kita saja (seperti kesembuhan, berkat, mujizat, dan lain sebagainya)?

Roh Kudus Adalah Allah
Agar dapat mengerti pekerjaan Roh Kudus, kita harus mengenal siapakah Roh Kudus secara benar. Roh Kudus merupakan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal, Dia adalah Allah seperti Allah Bapa dan Allah Anak. Ketiga Pribadi ini adalah satu Allah. Pengertian ini dapat kita lihat dalam formula baptisan yang diajarkan Tuhan Yesus. Kita membaptis dalam tiga nama, dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Mat. 28:19), selain itu bisa dilihat juga dalam apostolic blessing atau doa berkat setiap akhir ibadah yang diberikan dalam tiga nama, Bapa, Anak, dan Roh Kudus juga (2Kor. 13:14).

Banyak penulis kitab Perjanjian Baru yang mengutip ayat-ayat dari Perjanjian Lama yang mengandung kata atau nama “Tuhan” dan menggantinya dengan kata atau nama “Yesus”. Begitu pula dengan Roh Kudus, dalam Yeremia 31:33-34 Tuhan yang berbicara namun dalam Ibrani 10:15-17 ayat tersebut dikutip dan yang berbicara adalah Roh Kudus (contoh lain lagi seperti di Imamat 16 dan Ibrani 9:8).

Dalam Kisah Para Rasul 5:4, Roh Kudus juga disebut sebagai “Tuhan”, dan ini berarti Roh Kudus juga memiliki atribut kekekalan (Ibr. 9:14), kemahatahuan (Yes. 40:13; 1Kor. 2:10-11), kebijaksanaan (Yes. 11:2), kemahahadiran (Mzm. 139:7-10; Kis. 1:8), dan dapat dimengerti (Yes. 40:13). Selain itu juga, Roh Kudus bisa melakukan segala apa yang bisa dilakukan oleh Allah seperti halnya Yesus, baik dalam penciptaan (Kej. 1:2; Mzm. 104:30), penghakiman (Yoh. 16:8-11), memberikan hidup, baik jasmani maupun rohani (Ayb. 33:4; Mzm. 104:30; Yoh. 3:5-8, 6:63; Rm. 8:11). Roh Kudus juga turut ambil bagian di dalam keselamatan kita, melalui Roh Kudus kita dibersihkan, disucikan, dan dibenarkan (1Kor. 6:11), serta menjadi Guru dalam Gereja (Bil. 11:25; Mat. 10:20; 2Tim. 3:16; 1Yoh. 2:27).

Pekerjaan Roh Kudus
Alkitab menyatakan bahwa ketika kita dipenuhi oleh Roh Kudus, kita akan memiliki pikiran yang dibukakan dan kita bisa menyampaikan kebenaran firman. Kebenaran firman yang dinyatakan bukanlah kebenaran yang terlepas dari Alkitab, tetapi kebenaran yang berasal dari Alkitab. Hal ini berarti Roh Kudus bekerja di dalam diri kita sehingga kita bisa menyatakan kebenaran Allah yang tercantum di dalam Alkitab. Sebagaimana Kristus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, tetapi menggenapinya, maka Roh Kudus bekerja di dalam diri kita untuk menggerakkan kita menyatakan segala kebenaran yang ada di dalam Alkitab. Kita tidak bisa memisahkan antara pekerjaan Roh Kudus dan pekerjaan Kristus pada masa lampau, karena Roh ini juga adalah Roh Kristus. Ketika salah satu dari Pribadi Allah Tritunggal melakukan pekerjaan-Nya, maka Dia melakukan pekerjaan tersebut bersama dengan dua Pribadi lainnya pula. Apa yang menjadi penekanan dalam Alkitab mengenai pekerjaan Roh Kudus adalah Dia memimpin kita untuk berjalan bersama dengan Tuhan. Oleh karena itu, pekerjaan Roh Kudus bukanlah pekerjaan yang menjauhkan bahkan memisahkan kita dari pekerjaan Allah yang lainnya, tetapi justru pekerjaan Roh Kudus berkesinambungan dengan pekerjaan Allah yang lainnya, karena Roh Kudus adalah Allah.

Jika kita melihat kembali, ketika Tuhan Yesus akan memulai pelayanan-Nya di dalam dunia ini, Roh Kudus turun atas Dia dalam bentuk merpati (Mat. 3:16) dan Roh tersebut memenuhi Dia dengan kuasa untuk berkhotbah dan melakukan mujizat (Yes. 11:2-3, 42:1, 61:1; Luk. 4:1, 14, 18; Yoh. 1:32, 3:34). Roh Kuduslah yang akan memperlengkapi kita untuk melayani Allah (Bil. 27:18; Ul. 34:9; Hak. 3:10), untuk menyampaikan kebenaran—berkhotbah (Kis. 1:8; Rm. 15:19; 1Kor. 2:4), untuk berdoa (Rm. 8:26; Ef. 2:18). Dia juga yang memberikan kelahiran baru (regeneration) bagi kita (Yoh. 3:5), menguduskan dan menyucikan kita dalam pikiran dan tindakan kita (Rm. 8:4, 15-16; 1Kor. 6:11; 2Tes. 2:13; Tit. 3:5; 1Pet. 1:2), dan Roh Kudus akan bersedih ketika kita berbuat dosa (Ef. 4:30).

Roh Kudus dan Pelayanan
Banyak kesalahan yang diajarkan gereja mengenai Roh Kudus. Kehadiran pekerjaan Roh Kudus ditandai dengan sesuatu yang bersifat emosional. Orang-orang tiba-tiba menangis dalam ibadah karena hal yang mungkin tidak jelas dan mereka mengatakan bahwa Roh Kudus ada dalam mereka. Ada yang bahkan mengaku bisa mentransfer Roh Kudus. Dari sekian banyak tanda pekerjaan Roh Kudus dalam seseorang, mengapa mujizat kesembuhan atau kemakmuran yang paling populer? Karena hal ini menjadi cerminan dari ambisi diri manusia berdosa yang egois dan malas, namun ingin sukses secara mudah. Demikian juga, mengapa fenomena kepenuhan roh yang bagaikan orang tidak sadarkan diri begitu menarik? Karena hal itu seolah memberikan kepuasan atas “kematangan kerohanian”. Sayangnya kematangan ini adalah palsu. Semua hal ini bukanlah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus bukanlah sebuah impersonal force, Dia adalah Allah sendiri, Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal, Dia hidup! Dialah yang berinisiatif mewahyukan firman kepada para penulis Alkitab.

Hal lain yang bisa kita lihat yaitu melalui Gerakan Reformed Injili sendiri. Bagaimana Tuhan memimpin setiap langkah demi langkah yang ada selama ini. Tanpa Roh Kudus yang menyertai dan memimpin hamba-Nya, tidak mungkin gerakan ini bisa ada sampai pada saat ini. Ini merupakan salah satu contoh dari bagaimana Roh Kudus sudah memimpin gereja-Nya pada saat ini. Banyak sekali pelayanan dan pekerjaan yang sudah dilakukan dalam gerakan ini—kita bisa melihat KKR Regional yang terus berjalan, SPIK (Seminar Pembinaan Iman Kristen), KPIN (Kebaktian Pembaruan Iman Nasional), KIN (Konvensi Injil Nasional), dan lain sebagainya, demikian juga dalam bermandat budaya, melalui ASJ (Aula Simfonia Jakarta), Sophilia Fine Art Center, sekolah-sekolah, dan lain sebagainya. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi dan berjalan jika Roh Kudus tidak memimpin gereja-Nya? Bukankah hal ini merupakan salah satu pekerjaan Roh Kudus yang terpenting?

Kesimpulan
Roh yang sama pula juga ada dalam masing-masing diri kita. Roh tersebut menyadarkan akan dosa kita dan mencelikkan pikiran kita terhadap kebenaran firman Tuhan. Dia juga yang memimpin kita di dalam setiap langkah berjalan dengan Tuhan. Sebagai orang Kristen, seharusnya kita memiliki kepekaan terhadap pengajaran-pengajaran yang salah yang makin menyebar pada zaman ini. Satu Yohanes 4:1 memperingatkan kita supaya kita jangan memercayai setiap roh secara mudah, namun ujilah roh tersebut karena bisa saja roh tersebut merupakan roh palsu yang akan menyesatkan kita. Sudah banyak sekali hal demikian yang bisa kita lihat dalam sejarah pengajaran-pengajaran Kristen yang salah. Sayangnya, manusia berdosa sering kali tidak mau mendengarkannya, padahal Alkitab sendiri mengatakan untuk menguji roh tersebut.

Kita juga perlu menguji diri kita sendiri, bagaimanakah hidup kita pada saat ini, apakah benar kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus? Atau kita berjalan makin menjauh dari Tuhan? Ketika kita sudah mengetahui bagaimana pekerjaan Roh Kudus dalam dunia ini, kita seharusnya menyadari betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam hidup pribadi kita sekarang. Tanpa Roh Kudus, tidak mungkin kita bisa memiliki iman kepada Kristus, mengetahui kebenaran Kitab Suci, atau sadar akan dosa-dosa kita. Ketika kita sudah tidak peka terhadap dosa, kita seharusnya menjadi takut. Mengapa? Mungkin saja hidup kita sudah tidak dipimpin Roh Kudus dan sedang mendukakan-Nya. Kita menjadi terhilang dalam dunia ini, dan jauh dari Allah.

Dalam sisa waktu yang ada di dalam hidup ini, biarlah kita merenungkan dan berusaha mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan di dalam masing-masing diri kita. Tuhan sudah memberikan Roh Kudus untuk memimpin hidup kita, sama seperti Roh yang telah memimpin hidup para rasul, orang-orang percaya lainnya, sehingga kita bisa beroleh dan mengerti kebenaran firman. Bukan hanya itu, kita juga diberikan keberanian dalam memberitakan kebenaran tersebut! Firman Tuhan bukanlah hanya untuk disimpan bagi diri kita sendiri, take it for granted, namun juga untuk dibagikan kepada orang lain yang masih tersesat dalam dunia ini. Kiranya Roh Kudus boleh terus bekerja dalam diri kita, menginsafkan kita terhadap dosa-dosa kita, serta memimpin hidup kita dalam dunia ini!

Sebagai pemuda Kristen, lebih spesifiknya pemuda Reformed Injili, kita seharusnya menyadari bahwa ketika kita dipenuhi oleh Roh Kudus, maka kita tidak mungkin menjadi seorang yang egois dan mengabaikan pekerjaan Allah. Kita tidak mungkin menjadi orang yang lebih memilih untuk bersenang-senang dan berfoya-foya menyia-nyiakan berkat Tuhan. Jikalau kita masih banyak memikirkan diri sendiri, mungkin kita bukan seorang pemuda Kristen yang dipenuhi Roh Kudus. Seorang yang dipenuhi Roh Kudus tidak mungkin hidup secara self-centered, tetapi ia akan menjadi seorang yang taat dan berjuang bagi pekerjaan Tuhan, atau hidup yang God-centered. Apakah kita sudah menjadi seorang pemuda Reformed Injili yang mengabaikan keinginan dan kesenangan diri, lalu bekerja dan berjuang bagi Tuhan dan Kerajaan-Nya?

Tjioe Marvin Christian
Pemuda GRII Melbourne

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Akhirnya, kita harus sadar, semakin kita mencoba untuk menarik semuanya untuk diri kita, maka kita akan semakin...

Selengkapnya...

SHALOM, PAK TONG TERIMA KASIH SEKALI, SAYA SANGAT DIBERKATI SEKALI DENGAN PENGAJARANPAK TONG INI, KAPAN YA PAK TONG...

Selengkapnya...

Kisah yang membaharui pikiran saya. Perbandingan dua orang ini dan karakternya menyadarkan untuk lebih tunduk pada...

Selengkapnya...

Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲