Artikel

Soli Deo Gloria: Truly Know Him, Truly Fear Him, Truly Live for Him

Jikalau kita coba meringkas seluruh perjuangan dari Reformasi dalam beberapa kata, maka kata-kata yang tepat adalah “For His Glory Only”. Soli Deo Gloria (Segala kemuliaan hanya bagi Allah) menjadi intisari dari seluruh perjuangan Reformasi dan juga pengikat yang menghubungkan seluruh sola yang lain. Melalui Soli Deo Gloria kita semakin mengerti bahwa tujuan akhir dari anugerah keselamatan yang diberikan melalui iman di dalam Kristus, yang dinyatakan Alkitab, bukan kemuliaan dan keagungan manusia tetapi kemuliaan Allah. Saat kita mempelajari seluruh sola di dalam pengertian yang benar, maka kita akan mencapai satu kesimpulan, yaitu memberikan seluruh hidup kita bagi kemuliaan Allah. Inilah semangat yang diperjuangkan oleh Reformasi.

Semangat Soli Deo Gloria adalah semangat yang sudah jelas bertentangan dengan sekularisme dunia. Semangat ini mengajak seorang percaya untuk memberikan seluruh dirinya hidup bagi Allah dan memandang diri hanya sebagai bejana yang dibentuk bagi kemuliaan Allah. Sebuah semangat yang tidak disukai oleh zaman narsistik ini. Berapa banyak pemuda di zaman ini yang rela memberikan dirinya sebagai alat di tangan Tuhan? Banyak pemuda yang rela melayani Tuhan karena ia melihat potensi untuk dirinya diakui dan bisa menonjol melalui pelayanan tersebut. Mereka merelakan dirinya untuk melakukan segala sesuatu selama dirinya dapat diakui dan menonjol. Sederhananya, mereka mencari kemuliaan diri. Alkitab menuliskan kemuliaan diri sebagai vainglory atau kemuliaan yang sia-sia. Hal ini mengindikasikan bahwa orang-orang narsis adalah orang-orang yang lebih memiliki kemuliaan yang tidak berguna dibandingkan dengan kemuliaan yang sejati. Mereka lebih memilih hal yang lain selain Allah.

Di dalam dua artikel terakhir mengenai sekularisme, kita sudah melihat jebakan dan tantangan pada zaman ini. Sebagai pemuda Kristen kita harus menyadari betapa krusialnya keberadaan kita pada saat ini. Di satu sisi kita berada sebagai generasi penerus kekristenan, di sisi lain dunia ini terus berusaha untuk membelokkan hati para pemuda dari imannya kepada Allah. Akibatnya, pemikiran mengenai kehidupan yang memuliakan Allah menjadi pemikiran yang semakin asing dan kalaupun masih ada, menjadi pemikiran yang dangkal. Soli Deo Gloria dimengerti hanya di dalam ranah aktivitas rohani. Semangat Soli Deo Gloria tidak hanya sebuah semangat yang mendorong untuk memuliakan Tuhan melalui aktivitas saja tetapi harus dimulai dengan pengenalan akan Allah yang benar. Aktivitas yang memuliakan Tuhan tanpa disertai dengan pengenalan akan Allah yang sejati bukanlah semangat Soli Deo Gloria yang benar. Hal inilah yang menjadi masalah bagi generasi muda saat ini. Pengenalan kita akan Allah adalah pengenalan yang timpang karena kita gagal untuk merealisasikannya di dalam hidup kita secara total.

Truly Know Him and Truly Fear Him
Di dalam Mazmur 89, Daud memohon kepada Allah untuk memiliki kesungguhan hati sehingga ia dapat takut kepada Allah. Di bagian Alkitab yang lain kita juga mendapatkan pengertian bahwa takut akan Allah disetarakan dengan kehidupan yang kudus. Dari pengertian ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seseorang yang benar-benar mengenal Allah akan memiliki kehidupan yang takut akan Allah. Hal ini dikarenakan pengenalan akan Allah yang sejati akan menyadarkan kita bahwa Ia adalah Allah yang transenden dan begitu agung. Hal inilah yang membangkitkan kerelaan kita untuk tunduk dan taat kepada-Nya. Namun, rasa takut kepada Allah ini bukanlah rasa takut seperti kita takut kepada seorang bertangan besi dan semena-mena terhadap kita. Rasa takut ini adalah rasa takut yang lahir karena rasa hormat, kagum, dan kasih kita kepada Allah. Saat kita mengasihi seseorang, kita pasti akan takut untuk berkhianat dan melukai hati orang tersebut. Saat kita hormat dan kagum terhadap seseorang, kita pasti akan takut untuk mempermalukan bahkan menghina orang tersebut. Jikalau kita memiliki sikap dan hati yang seperti ini terhadap Allah, maka kita pasti akan berusaha keras untuk hidup kudus dan menyenangkan Allah. Seluruh hidup akan kita perjuangkan untuk menyenangkan dan memuliakan Allah.

Namun yang menjadi masalah adalah rasa takut kepada Allah sudah semakin memudar. Kita hidup di tengah zaman yang begitu mengompromikan segala sesuatu atas nama kasih. Mulai dari cara mendidik anak yang semakin hari semakin lembek dan tidak ada ketegasan, hingga khotbah-khotbah yang tidak lagi berani menegur dosa. Semua ini menjadikan pemuda-pemudi zaman ini tidak lagi memiliki tulang punggung untuk menghadapi segala tantangan zaman yang muncul. Maka tidak heran jikalau mereka memutuskan untuk berkompromi dalam berbagai aspek hidupnya saat berhadapan dengan tantangan dunia ini. Lalu pertanyaannya, apa yang seharusnya menjadi respons kita? Kerendahan hati.

Truly Fear Him and Truly Live for Him
Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang sangat dekat dengan kerendahan hati. Saat kita menyadari bahwa kita adalah pendosa besar yang seharusnya dihukum kekal oleh Allah, pasti tidak ada ruang untuk kita menyombongkan diri. Lebih lagi, jikalau kita menyadari bahwa diri kita sudah ditebus dan seluruh dosa kita diampuni melalui pengorbanan Kristus, maka kita sudah pasti akan rendah hati di hadapan Allah. Maka pengenalan Allah yang sejati seharusnya mendorong kita untuk semakin rendah hati di hadapan Allah serta hidup takut akan Dia, semakin mengejar kehidupan yang kudus dan pada akhirnya mempersembahkan seluruh hidup kita bagi kemuliaan Allah. Inilah arti semangat Soli Deo Gloria yang seharusnya kita hidupi.

Pertanyaannya saat ini adalah sejauh mana engkau sebagai pemuda mau menuntut kehidupan yang seperti ini? Kehidupan yang menuntut pengenalan akan Allah di saat zaman ini menarik kita semakin jauh dari Allah. Kehidupan yang rendah hati di saat dunia ini mendorong kita untuk menonjolkan diri. Kehidupan yang kudus di saat dunia ini begitu kompromi terhadap dosa bahkan dilegalkan. Jikalau kita tidak benar-benar rela untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Kristus, maka tidak mungkin kita bisa menjalankan semangat Soli Deo Gloria di dalam kehidupan kita.

Kesimpulan
Di tengah tantangan sekularisme baik di dunia maupun di dalam gereja, kita harus kembali mengobarkan semangat Reformasi. Bukan sekadar mempelajari Theologi Reformed, tetapi kita juga harus berani untuk menghidupi dan memperjuangkannya. Gerakan Reformed Injili tidak memerlukan pemuda yang hanya pintar belajar theologi tetapi tidak bisa menghidupi dan memperjuangkan pemberitaan Injil. Semangat Reformasi yang sejati menuntut setiap pemuda untuk mempersembahkan baik di dalam pengenalan akan Allah melalui pembelajaran theologi, perjuangan membangun kehidupan yang kudus melalui kerendahan hati dibentuk oleh Tuhan, dan kerelaan untuk merelakan segala impian, ambisi, dan hak kehidupannya untuk diberikan bagi kemuliaan Allah. Di tahun yang baru ini maukah kita sebagai pemuda mengobarkan kembali semangat Reformasi yang sejati?

Simon Lukmana
Pemuda FIRES

Simon Lukmana

Januari 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk NRETC 2018 yang akan diadakan pada bulan Juni 2018 ini, berdoa kiranya NRETC ini bukan sebagai acara pengisi liburan para remaja, tetapi melalui NRETC ini setiap remaja dapat dipersiapkan untuk mengerti akan posisi mereka di dalam Kerajaan Allah dan berjuang menantang zaman ini dengan pengertian akan firman Tuhan yang sejati di dalam kehidupan mereka. Berdoa untuk persiapan setiap hamba Tuhan, kiranya Roh Kudus mengurapi mereka dan memberikan hikmat bagi mereka dalam memenangkan para remaja bagi Kristus.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Lirik sebuah lagu : Peganglah tanganku Roh Kudus setiap hari Ku tak dapat jalan sendiri tanpa Roh Mu...dst...

Selengkapnya...

Tidak perlu ada lagi pembunuhan (teror) terhadap orang lain dan diri sendiri karena Kristus telah mati menggantikan...

Selengkapnya...

Puji Tuhan bagi mereka yang mati karena Kristus. Tidak semua orang bisa mati sebagai martyr

Selengkapnya...

Aminnnn....mari kita beriman kepada Kristus Tuhan, bahwa dalam lembah bayang maut sekalipun, DIA TUHAN tetap bersma...

Selengkapnya...

Halo Admin. Saya ingin bertanya. kaitan dengan Tritunggal. Yesus adalah Firman Allah yang berinkarnasi menjadi...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲