Liputan & Wawancara

Praise the Lord

 “Dua puluh tahun yang lalu ada dua bayi kecil yang lahir; yang satu namanya Jakarta Oratorio Society (JOS) yang didirikan oleh saya, dan yang satu lagi namanya Eliata Choir yang didirikan oleh Renata Lim,” begitu kata Pdt. Stephen Tong. Dalam rangka memperingati 20th anniversary JOS dan Eliata, sekaligus memperingati tahun lahirnya Wolfgang Amadeus Mozart yang ke-250, STEMI mengadakan serangkaian acara seperti piano recital, seminar musik, dan beberapa konser untuk anak-anak dan umum yang dikemas dalam Jakarta Sacred Music Festival 2006.

Sacred Music Festival 2006 ini dimulai pada tanggal 6 Oktober 2006 dengan diadakannya Charity Concert di Gereja Kristus Ketapang yang dibawakan oleh Eliata Choir dan Chamber Orchestra dengan conductor Pdt. Billy Kristanto. Karya-karya yang ditampilkan dalam concert ini adalah Psalm 95 (Felix Mendelssohn) dan Coronation Mass (W. A. Mozart). Selain Eliata Choir, juga ada penampilan solo soprano oleh Sylvia Wiryadi yang menyanyikan The Lord’s Prayer (Albert Hay Malotte) dan Alleluia (W. A. Mozart) dengan diiringi permainan piano Stephen Cahyadi. Concert ini berjalan dengan baik dan ruang kebaktian Gereja Kristus Ketapang terlihat penuh dihadiri oleh penonton.

Festival musik dilanjutkan dengan Sacred Music Sunday Worship Service di kebaktian GRII Pusat I (bahasa Indonesia) dan II (Chinese service) yang diadakan dua minggu berturut-turut pada tanggal 8 dan 15 Oktober 2006, yang menampilkan JOS, mahasiswa Falkutas Musik Reformed Institute Jakarta, ROS (Reformed Oratorio Society) dari Singapura, dan juga Paduan Suara GRII Pusat. Selain choir, dalam Sunday Worship Service ini juga ada penampilan piano duet yang dimainkan oleh Stephen Cahyadi dan Eunice Tong, serta Antjen Yaury dan Jusniaty Chitra. Acara ini juga dilengkapi dengan penampilan solo yang dibawakan oleh Ev. Elsa Pardosi, Sylvia Wiryadi, Michelle Sugiarto, dan Lulu Yip. Sungguh suatu pengalaman yang berbeda ketika melihat lagu-lagu klasik yang indah, yang menceritakan keagungan dan kemuliaan Tuhan, dinyanyikan di dalam gereja, mengingat saat ini banyak gereja sudah melupakan karya-karya yang indah seperti ini.

Pada tanggal 13 Oktober 2006 diadakan Seminar Musik dan Piano Recital di Graha Gepembri Kelapa Gading. Acara ini dibuka dengan music recital yang membawakan karya-karya dari komposer-komposer terkenal seperti Wolfgang Amadeus Mozart, Antonin Leopold Dvorak, Johann Sebastian Bach, Johannes Brahms, dan Richard Strauss. Music recital ini juga menampilkan seorang soloist soprano dari Malaysia yaitu Lulu Yip. Beliau menyanyikan sebuah hymn “I Will Give Thanks To Thee” karangan Brent Chambers dengan diiringi oleh suaminya Rev. Yip Meng Leong dengan piano. Lulu Yip adalah seorang soloist soprano yang sangat mengagumkan dan penuh dengan kejutan, karena beliau memiliki range suara yang cukup besar. Beliau bisa mencapai nada-nada tinggi (sopran) dan juga nada-nada yang rendah sekali (alto). Kemudian, acara dilanjutkan dengan seminar yang dibawakan oleh Pdt. Billy Kristanto. Dalam seminar singkat ini, Pdt. Billy Kristanto membahas tentang Mozart on Religion; beliau mengupas tentang karakter dan pola pikir Mozart.

Festival musik dilanjutkan dengan konser untuk anak-anak yang diadakan di Auditorium BPPT pada tanggal 14 Oktober 2006. Pada malam harinya, di hari dan tempat yang sama juga diadakan suatu konser besar sebagai puncak dari Sacred Music Festival 2006. Konser ini menampilkan choir gabungan, yaitu JOS, Reformed Institute Chorale, dan Reformed Oratorio Society yang terdiri dari kira-kira 100 orang. Acara dimulai dengan penampilan karya Mozart, yaitu Great Mass in C Minor dengan diiringi oleh Capella Amadeus Orchestra dan conductor Eunice Tong. Bagi JOS, ini merupakan conducting performance pertama oleh Eunice Tong yang belum lama ini kembali dari Amerika setelah lulus dari Westminster Choir College of Rider University di dalam bidang Master of Music in Conducting.

Konser kemudian dilanjutkan dengan Piano Concerto no. 21, 1st Movement dari W. A. Mozart. Dalam penampilan ini, Pdt. Billy Kristanto menjadi conductor orchestra sekaligus memainkan piano. Performance Pdt. Billy Kristanto begitu mengagumkan dan membuat banyak penonton tercengang melihat kesibukan tangannya yang begitu cepat berpindah dari conducting ke menari di atas tuts-tuts piano.

Konser ini ditutup dengan penampilan para soloist Renata Lim (soprano), Lulu Yip (mezzo-soprano), Ndaru Darsono (tenor), dan Rubiyanto (bass) yang didukung oleh choir gabungan JOS, Reformed Institute Chorale, dan ROS, dengan diiringi oleh Capella Amadeus Orchestra dengan conductor Pdt. Dr. Stephen Tong. Mereka bersama-sama membawakan karya-karya highlights dari beberapa komposer-komposer besar seperti F. Mendelssohn, A. Vivaldi, J. S. Bach, J. F. Handel, dan L. van Beethoven untuk memperingati JOS 20th anniversary.

Festival musik ini diadakan sebagai salah satu langkah penting dalam mengerjakan mandat budaya di bidang musik yang Tuhan percayakan kepada kita, agar bangsa kita dapat memiliki budaya yang semakin berkualitas. Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita bersama-sama belajar bagaimana memuji Tuhan sehingga pujian kita sesuai dengan isi hati Tuhan dan berkenan di hadapan-Nya.

Adhya Kumara

Redaksi Pelaksana Pillar

Adhya Nandana Kumara

November 2006

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲