Meja Redaksi

Desember 2015

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Natal!!! Setiap anak-anak menyambut Natal dengan antusias... Namun dengan berlalunya waktu, mengapa orang dewasa tidak memiliki antusiasme yang hangat dan menggebu-gebu lagi? Ahhh... anak-anak kan menantikan hadiah. Loh, bukannya orang dewasa, yang sudah mengerti bahwa hadiah terbesar dari Natal adalah Kristus, seharusnya jauh lebih antusias dan berbahagia? Betapa kita kehilangan sifat ke-anak-an (childlike) yang masih mudah terpesona.

Mari jadikan momen Natal ini momen kita terpesona oleh kasih Kristus. Jadikan silau dan gemerlap lampu-lampu Natal pengingat akan cahaya Injil yang menguak kegelapan 2.000 tahun lalu. Jadikan gegap gempita Natal pengingat akan seruan pujian laskar malaikat yang menyambut kelahiran sang Raja Damai. Selamat Natal!

Redaksi Pillar

Desember 2015

Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi global dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, berdoa kiranya setiap umat Kristen diberikan kekuatan oleh Tuhan di dalam menghadapi situasi ini dan mampu untuk menyaksikan Tuhan di dalam kehidupan mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲