Meja Redaksi

Januari 2015

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Setiap awal tahun kita mengucapkan salam tahun baru, tetapi apakah benar-benar ada sesuatu yang baru yang harus kita rayakan? Jangan-jangan kita hanya mengulang-ngulang kegagalan kita, masalah kita, yang sebenarnya sudah usang dan basi sejak bertahun-tahun.

Tradisi Buletin PILLAR adalah setiap edisi Januari membahas tema besar tentang Pemuda dan Gerakan Reformed Injili. Kita tidak menciptakan visi baru, kita tetap kepada visi yang sama, komitmen menghidupi Alkitab yang sama namun dengan semangat dan api penginjilan yang terus diperbarui. Wahai pemuda yang semangatmu sudah mulai pudar, mari kita bangkit dan memohon Tuhan berkenan kita mempunyai semangat mewarisi “legacy” melalui “Standing on the Shoulders of Giants” yang memampukan pilihan-pilihan kita sesuai kehendak-Nya dan menyerukan pembaruan iman murni sepanjang zaman.

Redaksi Pillar

Januari 2015

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan Tuhan selama 29 tahun terhadap GRII. Berdoa kiranya Tuhan tetap beranugerah kepada gereja ini dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus dan memimpin generasi ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shalom, Saya ingin bertanya. Saya sadar saya tidak bersunguh-sungguh didalan Tuhan, saya juga sadar kalau saya ikut...

Selengkapnya...

Senang membahas tentang tokoh Barnabas. Saya ingin mendalami tokoh tersebut, mengingat pada abad 20-an terpublish...

Selengkapnya...

Saya berfikir untuk memperluas jarak dan kelembagaan keuangan Kristiani...

Selengkapnya...

kok banyak yang bilang gereja adalah bangunan,tempat buatan rasul,dll. padahal gereja yang dikehendaki Yesus bukanlah...

Selengkapnya...

"Betul bahwa seluruh hidup kita adalah pelayanan kepada Tuhan. Betul pula bahwa aktivitas pelayanan tidak hanya...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲