Meja Redaksi

Januari 2016

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Selamat Tahun Baru 2016! Tahun 2015 sudah digeser oleh sejarah, juga ribuan orang lainnya yang tidak mampu menyeberang ke 2016. Kita mungkin melewati malam pergantian tahun dengan doa penuh pengharapan dengan resolusi tahun baru yang harus dipenuhi di 2016. Tapi apakah yang lebih baik dan apakah yang menjadi tujuan dari semua resolusi selain “Knowing the True Christ”? Artikel ini mungkin tidak sepraktis yang kita inginkan, tetapi semua yang praktis harus bersumber dari pengenalan yg sejati akan Kristus.

Bukan kebetulan edisi awal tahun ini dimulai dengan transkrip khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong “Datanglah Kerajaan-Mu” dalam seri Doa Bapa Kami. Inilah pengharapan kita, inilah yang kita kejar dan perjuangkan: “Mendatangkan kehadiran Kerajaan Sorga di bumi”. Mari kita berdoa, berharap, dan berjuang utk Kerajaan-Nya di 2016?

Redaksi Pillar

Januari 2016

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲