Meja Redaksi

Juni 2015

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Pillar edisi kali ini mengangkat suatu tema yang sering kali dicap sebagai tema yang berat, mustahil dimengerti, dan sulit dilihat relevansinya dalam hidup: tema Allah Tritunggal. Mengapa demikian? Karena kita hanya melihat kesulitannya tanpa melihat keagungan dan pengaruhnya dalam hidup kita. Ada dua artikel yang mencoba membawa kita masuk ke pengertian yang lebih mendalam. Yang pertama “Early Trinitarianism” memberikan kita survei historis sehingga kita dapat melihat perjuangan Bapa-bapa Gereja Mula-mula yang dengan gigih mempertahankan doktrin ini sehingga kita dapat meneladani mereka. Yang kedua “Tritunggal dan kerendahan hati” menggali dan membahas doktrin ini di dalam konteks yang menyentuh spiritualitas dan bahkan hal yang kita jumpai sehari-hari.

Kita diciptakan untuk mengenal pencipta kita di dalam segala keterbatasan kita, namun Ia tidak membiarkan kita di dalam kegelapan. Artikel-artikel ini berusaha memberikan secercah terang dalam perjalanan pengenalan kita, apakah saudara terbiasa puas di dalam kesamar-samaran ataukah terus berusaha mengejar pengenalan yang makin dalam dan semakin mendalam?

Redaksi Pillar

Juni 2015

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲