Meja Redaksi

Mei 2015

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Ketika manusia jatuh dalam dosa, salah satu efek dosa adalah pemisahan. Bukan hanya memisahkan relasi manusia dari Penciptanya, tetapi juga memisahkan hidup manusia menjadi kepingan-kepingan fragmen yang seakan-akan tidak saling berhubungan, misalnya pembagian artifisial sakral-sekuler. Namun manusia diciptakan sebagai makhluk yang utuh.
 
Artikel-artikel dalam edisi ini mencoba membawa kita semua menggumuli beragam panggilan kita seperti engineering, finansial, matematika, sains, dan lain-lain secara terintegrasi dengan iman Kristen. Tidak cukup kita hanya sekadar jujur di dalam pekerjaan kita, tetapi kita harus masuk lebih mendalam hingga ke tulang sumsum menepis worldview dunia yang fragmented tersebut. Anak-anak Tuhan dipanggil untuk mengelem, merekatkan kembali fragmen-fragmen bidang kehidupan ini hingga gambaran besar dari puzzle tersebut bisa terlihat: kemuliaan Allah.

Redaksi Pillar

Mei 2015

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk Konvensi Internasional 500 Tahun Reformasi yang telah diadakan pada tanggal 14-20 November 2017 di Jakarta.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Sangat memberkati. Kondisi zaman ini membuktikan kemajuan pengetahuan theologia meningkat, keterampilan dalam...

Selengkapnya...

Praise God! I am always refreshed and strengthen by the devotions or article in the PILLAR bulletin. Thank you and...

Selengkapnya...

Pak Wong Ma'ruf.. saya tidak sedang menyampaikan bahwa anda telah membandingkan alquran dan alkitab. Saya hanya...

Selengkapnya...

Segara Kamu salah besar kalau saya membandingkan al Quran dengan alkitab.Saya tida pernah menyajikan ayat2 al...

Selengkapnya...

Seru ya membaca tanggapan, perdebatan ttg pengetahuan alkitab antara Pak Wong Ma ruf dan bpk Siringoringo ini....

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲