Meja Redaksi

November 2015

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Manusia dan segala pencapaiannya seiring berlalunya waktu dilupakan oleh sejarah. Tetapi ada momen-momen sejarah yang tidak mungkin dihapus dari ingatan sejarah. Salah satu momen terpenting dalam sejarah gereja adalah momen Reformasi Protestan. Setiap tanggal 31 Oktober diperingati hari di mana Martin Luther memakukan 95 tesis sebagai pencetus terbitnya Reformasi gereja yang segera meluas. 

Reformasi memang identik dengan tokoh Martin Luther, tetapi Reformasi bukan tentang Luther. Ada banyak tokoh lainnya yang tidak kalah penting seperti Philipp Melanchthon, Martin Bucer, Ulrich Zwingli, dan Yohanes Calvin, yang akan diulas satu per satu di dalam edisi ini. Harapan kami adalah kisah hidup dan perjuangan mereka bukan hanya menambah informasi di dalam otak kita, tetapi menjadi benih transformasi dalam hidup kita. Berdoalah agar Tuhan sekali lagi memulai reformasi besar-besaran di dalam zaman kita, dan mungkin memakai kita sekalian. Maukah kamu berjuang seperti mereka? 

Redaksi Pillar

November 2015

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan terhadap Calvin Institute of Technology (CIT) yang sedang dalam tahap Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Tahun Ajaran 2019/2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Artikel kotbah di atas isinya singkat padat dan jelas. Tuhan berkati penulisnya. Ijinkan saya kiranya dapt...

Selengkapnya...

Terimakasih,sangat terberkati artikel ini Tuhan Yesus Memberkati

Selengkapnya...

Sdr.Martua S; Sesuai dgn tertulis diatas:Inilah Anak yg kukasihi,kepadaNyalah Aku berkenan.Jelas Bapa dan Anak adalah...

Selengkapnya...

Saya pernah dulu dengar pak Tong khotbah Maz 23. Dan saya hari ini Feb 7,2019 mencoba kontemplasi Mazmur 23:4....

Selengkapnya...

Bagus

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲