Meja Redaksi

Oktober 2014

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Di dunia postmodern ini, salah satu tema yang paling sering dibahas adalah konsep “komunitas”. Sekarang ada komunitas motor, komunitas alumni sekolah XYZ, dan lain-lain, yang dibentuk dengan dasar dan tujuan yang beragam, namun ada satu kesamaan: semuanya tidak abadi. Bahkan komunitas terdekat dan tersakral sekalipun, yakni pernikahan, akan dibubarkan oleh kematian. Namun ada satu komunitas yang akan melampaui batasan ruang dan waktu sejarah dunia ini: Komunitas Kerajaan Allah. Di dunia yang akan datang suami istri tidak lagi diikat tali perkawinan, kita semua sebagai anggota komunitas ini tetap diikat tali persaudaraan sebagai saudara-saudara di dalam Kristus (brothers and sisters in Christ). Artikel “Kingdom of God and Its Uniqueness” membahas keunikan komunitas ini sedangkan artikel “Komunitas Saling Menegur” semoga membuat kita tertegur sekaligus siap menegur.

Redaksi Pillar

Oktober 2014

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi keamanan dan politik di Indonesia, kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada bangsa kita ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shallom... Terima kasih untuk renungan yang sangat memberkati. Kata-katanya tersusun dengan sangat bagus, saya sangat...

Selengkapnya...

Yth bpk Admin, 1. Kenapa umat Kristen harus memegang 2 kitab yaitu Taurat dan Injil. 2. Dalam memegang kedua...

Selengkapnya...

Saya sangat tertarik dengan ajaran reformed injili.. Setiap kali ada kegiatan di solo saya pasti harus bisa datang.....

Selengkapnya...

Terkadang kepahitan merupakan obat yg paling manjur untuk bertahan dalam menjalankan kehidupan sehari hari asalkan...

Selengkapnya...

Mohon setiap tulisan diikutsertakan Firman Tuhan. Artinya setiap tulisan dasarnya dari Firman Tuhan di usahakan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲