Meja Redaksi

September 2015

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Tema predestinasi memang mengundang polemik atau perdebatan. Namun sayangnya banyak yang berdiri di salah satu pihak berdebat, ngotot, marah, menghina, melecehkan, menuduh pihak yang lain tanpa benar-benar mengerti apa yang dia sendiri yakini dan posisi pihak satunya. Berdebat tanpa pemahaman yang menyeluruh bukan hanya ekspresi kesempitan hati tetapi juga arogansi.

Edisi PILLAR bulan ini mencoba membuka wawasan tema kontroversial ini dengan menyajikan bahasan secara historikal mulai dari periode kuno hingga zaman sekarang, melihat dari perspektif Allah, dan juga tempat kualifikasi manusia dalam pemilihan Allah. Ketika kalian selesai membaca dan mendapatkan kelimpahan perspektif yang beragam tentang predestinasi, kami harap responsnya adalah bukan kalian mendapatkan senjata untuk menghajar orang lain lebih keras. Respons kita seharusnya adalah penuh dengan ucapan syukur bahwa kita yang tidak layak boleh dipilih Tuhan semesta alam dan berdoa agar lebih banyak orang bertobat dan juga mendapatkan anugerah yang kita sudah terima.

Anda dipilih? Sekarang Anda juga punya pilihan untuk memperkenalkan orang lain kepada Kristus.

Redaksi Pillar

September 2015

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Bangka dan Belitung pada tanggal 25-28 Juni 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Syalom, terdapat kesalahan penulisan ayat pd bagian penutup artikel yg berjudul "Jealous Love" di atas....

Selengkapnya...

Mungkin Mordekhai boleh disebut sebagai orang yang tunduk kepada hukum kerajaan, tetapi dia bukanlah orang yang...

Selengkapnya...

Hallo pak Stephen Tong, saya mau bertanya apakah kita percaya terlebih dahulu baru menerima roh kudus? Atau roh kudus...

Selengkapnya...

Salam. Terima kasih sebelumnya, saya sangat terberkati dengan pesan yang disampaikan. Namun alangkah baiknya definisi...

Selengkapnya...

Sangat memberkati. Mohon berbagi renungan harian nya. Terima kasih banyak Tuhan Yesus memberkati

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲