Meja Redaksi

September 2017

Salam pembaca PILLAR yang setia,

Edisi bulan ini lebih gemuk dari biasanya, 20 halaman sebagai bukti pembahasan tentang sumbangsih pemikiran kekristenan dan Reformasi sangat berlimpah dan menyentuh banyak bidang dan aspek kehidupan. Seri ke-2 The Rise of Secularism kali ini melanjutkan bagaimana arus pemikiran sekularisme dalam dunia modern memberikan banyak dampak positif namun lebih banyak lagi dampak negatifnya yang menjadi bom waktu. Artikel “Fungsi Interpretasi dalam Konteks Postmodern” menyoroti peran Theologi Reformed yang membahas fungsi kenabian manusia sebagai penafsir di tengah kebergantungan manusia terhadap teknologi informasi. Peranan lainnya yang dibahas dalam edisi ini juga menyentuh aspek theologi (artikel “Sola Fide”) dan juga aspek medis (artikel “René Descartes, Model Biomedik, New Age Movement, dan Alkitab”). Kecuali kita kembali kepada sumber kebenaran, kita akan terus dipengaruhi dan dibentuk oleh sistem berpikir dunia yang melawan Tuhan. Sudahkah kita menghidupi semangat Reformasi yang terus memimpin kita masuk ke dalam kebenaran yang hakiki?

Redaksi Pillar

September 2017

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian Grand Concert Tour 2019 di Kaohsiung, Taipei, dan Hong Kong pada tanggal 15-21 Juli 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
baik

Selengkapnya...

saya mau bertanya aja, kalau di katakan bahwa "when they were created, human can be self-centered",...atau...

Selengkapnya...

Terima kasih untuk renungan tentang kasih Allah.

Selengkapnya...

Asumsikan ada terbatas banyaknya bilangan genap jika dan hanya jika terdapat M yang merupakan bilangan terbesar dari...

Selengkapnya...

YESUS BERJANJI AKAN KESELAMATAN JEMAAT-NYA SAMPAI AKHIR ZAMAN, GEREJA KATOLIK TERBUKTI EKSIS SAMPAI SEKARANG DAN...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲