Tulisan oleh "Erwan" (137 buah)

Artikel

Menebus Fokus

Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

Selengkapnya...

Artikel

Pemuda dan Gerakan

Gerakan Reformed Injili di dalam Perspektif Pemuda

Selengkapnya...

Resensi

Mengubah Zaman: Panggilan yang Realistis

Judul : Pemuda dan Krisis Zaman Penulis : Stephen Tong Penerbit : STEMI dan LRII Tebal : 91 halaman Tahun : 1996

Selengkapnya...

Artikel

Truth

Raja atas Kebenaran: Kebenaran itu Sendiri

Selengkapnya...

Artikel

A Christmas Carol: A Christless Carol?

A Christmas Carol mungkin adalah novel Charles Dickens yang paling luas dikenal. Novel ber-setting Natal ini memang sudah populer sejak pertama kali diterbitkan pada Desember 1843, di mana 6.000 eksemplar bukunya terjual hanya dalam beberapa hari saja. Setelah itu, buku ini tidak pernah berhenti dicetak ulang dan diterbitkan. Hingga saat ini, setidaknya terdapat lima versi film berbeda yang sudah diadaptasi dari novel ini, tidak termasuk kartun dan animasi. Disney harus yakin bahwa cerita ini masih menjual jika berani membayar Jim Carrey untuk memerankan Scrooge dalam animasi mereka yang diluncurkan musim Natal 2009 itu. Untuk seluruhnya, Disney mengeluarkan biaya hampir 200 juta USD untuk animasi ini. Sebagai imbalan, animasi ini menjaring 137,8 juta dolar untuk pasar domestik dan 185,8 juta dolar di luar AS. Jika satu tiket seharga 10 dolar, ini berarti 3,2 juta orang di seluruh dunia datang ke bioskop untuk menonton film ini pada saat itu. Seratus lima puluh enam tahun setelah ditulis Dickens, cerita itu masih dinikmati banyak orang.

Selengkapnya...

Artikel

Peran Seni dalam Peperangan Budaya

Pemuda di dalam Gerakan Reformed Injili tidak jarang mendengar bahwa orang Kristen sedang hidup di dalam peperangan. Kita adalah laskar Kristus dan Kristus adalah Panglima Perang. Dunia adalah medan peperangannya, orang-orang berdosa adalah tawanan yang harus kita menangkan, yang sedang diperalat Iblis. Ajaran seperti ini tidak mengajak gereja untuk mundur ratusan tahun, ketika peperangan kosmik dimengerti sebagai perang salib dan gereja bertugas untuk mencetak prajurit perang salib. Ia juga tidak bermaksud supaya jemaat mendirikan organisasi agama bergaris keras.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Alien dalam Tubuh Kristus?

Saya teringat pada film Alien yang saya tonton berkali-kali di televisi ketika masih kecil. Saya rasa, tidak ada media lain yang lebih berjasa memopulerkan kata alien daripada film ini. Setiap kali mendengar kata alien, pikiran kita langsung mengelana ke pesawat antariksa dengan seorang kru perempuan bernama Ripley.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Merdeka Seperti Tidak Merdeka

Warga negara Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke-66. Adalah menarik sekali membayangkan betapa sibuknya bapak-bapak bangsa kita mempersiapkan kelahiran sebuah negara baru. Betapa tidak, persiapan untuk memulai sebuah keluarga saja sulit. Sekarang, mereka mau memulai sebuah negara? Betapa rumitnya. Undang-Undang Dasar harus disiapkan, kabinet harus dibentuk, dan pendiri negara harus meyakinkan rakyatnya untuk mengakui dan mendukung apa yang mereka lakukan: proklamasi kemerdekaan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Taruhlah Dahulu Itu, Nanti Kembali Lagi

Khotbah sudah selesai. Hamba Tuhan memimpin doa penutup pengabaran firman. Semua jemaat kemudian diajak untuk menyanyikan pujian sambil mempersiapkan persembahan bagi Tuhan. Kantong persembahan pun mulai diedarkan. Dari barisan depan, berpindah dari tangan ke tangan, baris ke baris, kemudian sampailah ke tempat kamu. Uang persembahan sudah ada dalam genggamanmu, lalu kamu menjulurkan tanganmu ke dalam kantong persembahan untuk melepaskan isi genggamanmu itu… Eits, tunggu dulu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Krik… Krok… Tik… Tok… Ting… Tong...

Saya teringat ritual puasa yang saya jalani beberapa tahun yang lalu. Suatu kali, jam makan siang sudah tiba. Perut mulai keruyukan. Makan siang pun sudah tersedia. Biasanya saya langsung mengambil piring dan menyantap makan siang yang disediakan. Betapa nikmatnya mengisi perut yang sedang menganga meminta makan. Sayangnya, saat itu saya sedang berpuasa sehingga saya pun menghindari ruang makan siang. Pikiran-pikiran menyesal pun mulai muncul, apalagi jika pada hari itu menu makanannya lumayan. Pada saat-saat seperti ini, pertanyaan biasanya muncul: Berapa lama lagi jam buka puasa?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tips Make-Up dari Tuhan Yesus

Menarik sekali menemukan bahwa Tuhan Yesus pernah mengajari cara make-up. Mau tahu? Dalam Matius 6:16-18, Tuhan Yesus sedang memberikan label munafik kepada orang yang berpuasa dengan memuramkan muka mereka. Berpuasa, kata Tuhan Yesus, seharusnya jangan sampai diketahui oleh orang lain. Meminyaki rambut dan menyuci muka adalah tips yang diberikan oleh-Nya supaya ibadah kita menjadi tersembunyi. Tuhan melihat, dan itu sudah cukup. Munafik di sini dikaitkan dengan kesan baik yang sengaja seseorang berikan kepada orang lain. Orang-orang seperti itu adalah orang- orang yang merasa senang jika dinilai baik oleh masyarakat. Tips make-up dari Tuhan Yesus adalah justru untuk menyembunyikan ibadah kita.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jadilah Kehendak-Mu, sebab Aku Tak Peduli

Betapa gemasnya melihat seorang anak merengek-rengek meminta sesuatu. Saya rasa kebanyakan orang tua akan setuju dengan saya mengenai hal ini. Anak kecil harus diajari untuk meminta sesuatu dengan cara yang dewasa. Jika permintaannya tidak dikabulkan, anak tersebut tidak boleh menangis.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tidak Luar Biasa

Kita sering memakai ungkapan “biasa saja” dalam hidup kita. Mungkin dalam beberapa kali ketika ditanya bagaimana rasa masakan di sebuah rumah makan, kita berkata, “Biasa saja.” Ketika ditanya apakah sebuah film yang baru kita tonton itu bagus, kita berkata, “Ya ... biasalah.” Jika ada orang yang bertindak berlebihan, kita menyeletuk, “Biasa aja kali.” Dalam kasus teman sedang korslet pikirannya dan bertindak aneh, kita mengatakan, “Orang ini tidak seperti biasa.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Terjebak Rutinitas?

Hal yang menjadi rutinitas seringkali diasosiasikan dengan makna yang negatif dan dianggap sebagai sesuatu yang remeh. Kita mengontraskan hidup dalam rutinitas dengan hidup penuh petualangan. Mana lebih baik: hidup seseorang yang makan, kerja, tidur, makan, kerja, tidur, atau hidup yang mengerjakan hal yang tidak biasa?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Ombak dan Gelombang yang Berhenti

Hari Rabu lalu, dunia dikejutkan oleh kematian Steve Jobs. Jika membaca liputan berita dan artikel yang ditulis di media massa, kita akan tahu betapa dunia merasa kehilangan, dan akan rindu sekali dengannya. Dia bukan hanya seorang penemu, tetapi juga seniman. Kita terkagum-kagum bukan hanya kepada kecanggihan teknologi, tetapi juga keindahan bentuk dan warna dari karya-karyanya. Tiba-tiba Steve Jobs tidak ada lagi.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tumpul

Kita sering membaca kata-kata dalam Alkitab yang menjelaskan kejahatan manusia. Kita mungkin juga sudah sering sekali mendengar dan membaca tentang dosa, baik di dalam Alkitab, maupun di dalam pembahasan teologisnya. Baru-baru ini, sebuah pemandangan yang menyedihkan menguatkan kembali dalam hati saya gambaran dosa yang gelap, menakutkan, dan mengerikan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengapa Russell bukan Seorang Kristen?

Judul buku Bertrand Russell “Why I am not a Christian” (1957) telah menjadi sebuah karya klasik. Meskipun kita mengenal pernyataan tersebut sebagai judul buku, sebenarnya itu adalah judul sebuah ceramah yang disponsori oleh National Secular Society pada tahun 1927. Jadi, sebelum diterbitkan menjadi buku, itu adalah deklarasi iman Bertrand Russell dengan lisan di depan publik.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Luther Sang Pemeran Pembantu

Hari Reformasi baru saja lewat. Hari Reformasi mungkin tidak sepenting hari Natal, Paskah, atau hari besar lainnya dalam kalender Kristen, sehingga banyak gereja yang tidak terlalu mementingkan peringatan momen tersebut. Hal ini terlihat dari tingkat kesibukan mayoritas gereja di seluruh dunia. Tidak ada program-program khusus. Jangankan yang seramai Natal atau Paskah, mungkin kebanyakan gereja melewati 31 Oktober setiap tahunnya tanpa momen-momen nostalgia, seperti hanya melewati hari biasa saja.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nasionalisme Datuk Meringgih dan Fighting Spirit Kita

Jika namanya tidak menjadi judul novel, mungkin ketenaran Siti Nurbaya tidak akan melampaui Datuk Meringgih. Orang Indonesia hampir dapat dipastikan lebih mengenal sifat Datuk Meringgih daripada Siti Nurbaya. Banyak yang tahu bahwa Datuk Meringgih itu kurus, jelek, licik, jahat, dan pelit, tetapi mereka belum tentu tahu bahwa Siti Nurbaya itu matanya seperti janda yang baru bangun dari tidur, kulitnya kuning langsat, pintar berpantun, polos, tetapi otaknya tidak cemerlang.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jadi Kelinci atau Manusia?

Sewaktu kecil saya pernah mempunyai pengalaman memelihara kelinci. Itu adalah pengalaman yang menyenangkan. Ayah saya membangun sebuah kandang bagi mereka dan menempatkannya di halaman depan rumah saya. Setiap hari, saya dapat memberi makan sepasang kelinci saya yang rakus tapi sangat lucu itu. Melihat mereka makan saja sudah merupakan hiburan tersendiri. Karena mereka sangat rakus, secara otomatis timbul kesadaran dalam diri saya untuk selalu menyuplai persediaan kangkung dan wortel.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Arti Lain dari Tidak Ketinggalan Zaman

Siapa yang langsung senang jika dibilang kuno? Banyak orang, terutama para remaja dan pemuda, takut dikatakan ketinggalan zaman. Karena itu, tidak sedikit uang yang dikeluarkan demi terlihat update, baik untuk busana, model rambut, gadget, dan lain-lain. Label “kuno” membawa keminderan tersendiri bagi orangnya. Karena ada kepercayaan bahwa sejarah ini sedang maju (progress), apa yang di depan pasti lebih baik daripada yang di belakang. Kuno berarti ketinggalan, terbelakang, dan oleh sebab itu aneh dari zamannya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tersanjung, maka Tersinggung

Pernahkah hati Anda terasa panas seharian karena ada orang yang mengeluarkan kata-kata hinaan, cercaan, atau makian terhadap Anda? Mendengar kata-kata seperti itu dilayangkan kepada kita memang bukan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi orangnya sok bijaksana, padahal menurut Anda kata-katanya sangat tidak benar, tidak bermutu, dan tidak masuk akal.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Hujan di Gelora Bung Karno

Pada hari ketiga KKR Pdt. Dr. Stephen Tong, Stadion Gelora Bung Karno yang dipakai untuk KKR tersebut diguyur hujan deras. Hal yang dikuatirkan ini pun terjadi juga. Panitia dan tim doa sudah berkali-kali berdoa untuk cuaca yang baik supaya tidak ada halangan bagi orang untuk datang ke KKR. Hujan akan membuat jalanan macet dan membuat orang menjadi malas untuk menempuh perjalanan ke Senayan. Selain itu, peserta yang tidak rela basah akan mengurungkan niat mereka untuk datang. Hujan juga akan menyulitkan acara altar call karena itu dilakukan di atas lapangan rumput yang berada langsung di bawah langit terbuka.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Berita di atas Padang Rumput: Dulu dan Sekarang

Dalam bagian awal Injil Lukas, dikisahkan bagaimana berita tentang kelahiran Yesus diberitahukan kepada gembala-gembala yang menjaga kawanan domba mereka di padang. Malaikat tiba-tiba menampakkan diri kepada mereka disertai dengan sinar kemuliaan Tuhan. Para gembala memang terlatih untuk menghadapi serangan binatang buas yang ingin menerkam ternak mereka, tetapi mereka tidak siap dengan malaikat yang membawa kemuliaan Tuhan pada saat itu. Malaikat yang kuat itu ternyata datang bukan untuk menghancurkan, tetapi membawa berita keselamatan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Menantikan Tahun Baru: Detik demi Detik

Tahun baru akan tiba sebentar lagi. Biasanya jarang ada yang akan meloloskan momentum dagang yang akan meberikan profit yang sangat banyak. Trompet-trompet dan mercon memenuhi pinggiran jalan-jalan. Suasana sangat penuh dengan atmosfir perayaan. Pergantian tahun ditunggu detik demi detik. SMS beterbangan membawa ucapan “Selamat Tahun Baru” yang dirangkai dengan kalimat yang indah-indah. Pergantian tahun menjadi sorakan dan tepukan tangan. Mengapa orang-orang merayakan tahun baru? Mengapa orang senang jika tahun baru tiba?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memori dan Iman

Apa yang membuat orang Israel gentar terhadap musuhnya? Jika kita menanyakan ini kepada orang Israel, mereka akan mengatakan bahwa musuh mereka yang sangat kuat itu sedang marah dan bersiap-siap untuk menyerang. Namun, dari sudut pandang Tuhan, penyebab kegentaran yang lebih mendasar bukanlah kekuatan musuh, tetapi adalah karena orang Israel telah melupakan Yahweh, melupakan kedahsyatan-Nya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Hati Seorang Hamba

Cerita tentang hamba Abraham adalah cerita tentang iman yang sering terlewatkan. Bayangkan, pada saat itu, dia disuruh tuannya untuk pergi ke Aram-Mesopotamia, ke kota Nahor, yang berjarak 835 km dari tanah Negeb, tempat Abraham pada saat itu tinggal, untuk mencarikan jodoh bagi Ishak. Alkitab mencatat bahwa dia membawa beberapa unta. Sepertinya perjalanan akan dilakukan dengan naik unta dan jalan kaki, mengingat kondisi jalan masa itu yang jauh lebih sulit.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Naga, Monster, Lewiatan

Minggu ini, warga etnis Tionghoa di seluruh dunia memperingati tahun baru menurut kalender Cina. Menurut perhitungan astrologi Cina, tahun yang baru ini adalah Tahun Naga. Anak-anak yang dilahirkan dalam tahun ini mendapat kehormatan untuk ber-shio naga. Saya katakan “kehormatan” karena nyatanya banyak orang Tionghoa yang merasa bangga dan beruntung mendapatkan keturunan ber-shio naga sebanyak-banyaknya. Bahkan, ada yang rela menempuh cara caesar supaya anaknya tiba di dunia sebelum tahun naga berlalu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Meninggalkan Jejak

Hampir setiap orang Kristen mempunyai kerinduan untuk mengunjungi dan melihat sendiri situs-situs yang menjadi latar belakang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pengamatan langsung yang dicampur dengan sedikit imajinasi akan membawa kita kembali ke zaman nabi-nabi, Yesus Kristus, dan rasul-rasul.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 1)

Saat ini, orang Kristen sedang berada dalam masa penantian. Dengan datangnya tahun 2012, kita sudah menunggu selama hampir 2.000 tahun akan kedatangan Sang Mesias yang kedua kalinya. Untuk ukuran manusia ini adalah penantian yang cukup lama. Meskipun begitu, kita yakin bahwa Tuhan Yesus pasti akan datang lagi sesuai dengan janji-Nya. Suatu hari nanti, kita akan mengetahui bahwa penantian kita tidak sia-sia.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 2)

Langit sedang mendung. Awan-awan hitam semakin padat dan memekat. Mereka berdesak- desakan berebut tempat, seakan-akan langit adalah ruang yang sempit. Petir sambung menyambung menembakkan cahaya-cahaya ke bumi. Halilintar menggelegar dan membuat anak-anak ketakutan. Jalan-jalan di Jakarta sedang padat-padatnya dan kendaraan bergerak lebih lambat daripada pejalan kaki. Kebisingan kota diramaikan lagi dengan klakson-klakson yang dihentakkan oleh supir-supir yang kehilangan kesabaran.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 3)

Di luar sudah semakin sepi. Tidak terdengar lagi suara anak-anak kampung bermain kejar-kejaran. Salak anjing sesekali memecahkan keheningan. Pengantin itu menunggu dan menunggu, tetapi mempelai laki-laki tidak kunjung tiba. Makanan telah mendingin. Anggur bergeming. Suara tawa di dalam rumah telah berganti menjadi uapan. Mata kesepuluh gadis itu mulai berat dan mereka pun tertidur. Namun sebelumnya, lima orang dalam kantuk mereka telah mengecek persediaan minyak mereka terlebih dahulu sebelum mereka menyerah kepada kelelahan mereka. Entah apa yang terjadi pada mempelai mereka.

"Sst!" Desis ibu mereka membuat mereka terbangun.

“Di mana minyakmu? Dia sudah datang!”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 4)

Jadi, apa yang harus kita siapkan? Para gadis itu harus menempuh perjalanan jauh dalam kegelapan, maka mereka perlu menyiapkan minyak lampu. Bagaimana dengan kita? Apa yang harus kita siapkan tergantung dari kondisi seperti apa yang akan kita jalani nanti. Untuk mengetahui kondisi ini, kita harus berhati-hati supaya tidak berspekulasi, melainkan harus meneliti kembali wahyu Tuhan, atau rahasia yang Tuhan bukakan kepada kita di dalam Alkitab.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (selesai)

“Bagaimana ini? Tanpa minyak, kita tidak akan dapat menyongsong mempelai!” Kelima gadis yang bodoh mulai gelisah dalam kepanikan mereka. “Bagikan kepada kami sedikit minyak kalian,” pinta mereka dengan suara memelas.

“Tidak bisa. Nanti kami sendiri tidak cukup,” tegas lima gadis yang lain. “Pergilah, beli sendiri ke tukang minyak.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Other-god Detector

Suatu hari, datanglah seorang anak muda yang kaya kepada Tuhan Yesus untuk meminta petunjuk. Bahagia di dunia sudah dia nikmati. Kemudaan, kesehatan, dan kekayaan dia punyai. Kini saatnya memastikan kebahagiaan akhirat juga di tangan. Maksudnya datang kepada Yesus adalah untuk mengetahui cara mendapatkan tiket ke sorga. Sejauh yang dia pelajari, hukum yang paling tinggi dalam agamanya adalah sepuluh perintah Allah dalam Keluaran 20, dan itu sudah dia lakukan semua. Namun, siapa tahu… siapa tahu saja masih ada yang lolos dari perhatiannya. Ini adalah persoalan masuk sorga atau neraka. Tidak boleh ceroboh sedikit pun, dan siapa tahu guru yang bernama Yesus itu mempunyai ide lain yang baru. Atau, jika tidak ada ajaran baru, menjawab di depan umum, “Sudah… Ya, sudah!” untuk pertanyaan “Apakah kamu sudah melakukan perintah pertama? Kedua? Ketiga? Sampai ke sepuluh?” membuat suasana hati lumayan enak juga.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Perintah Kedua Belum Kuno

Di dalam perintah kedua, Allah melarang umat-Nya untuk membuat patung apa pun yang menyerupai makhluk di udara, di bumi, dan di dalam air untuk disembah. Mungkin bagi orang Kristen zaman sekarang perintah ini terdengar tidak relevan lagi, sehingga mereka tidak lagi merasa waswas dan menjaga dirinya supaya tidak melanggar perintah ini. Mana mungkin orang Kristen yang hidup di zaman ini masih mau membuat berhala untuk disembah? Pastilah perintah ini lebih relevan bagi orang Israel yang hidup di zaman Timur Tengah Kuno, pada saat godaan untuk menyembah berhala begitu besar karena itulah cara yang paling populer untuk menyembah yang ilahi pada saat itu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kehormatan Sebuah Nama

Yesus Kristus pernah mengajar murid-murid-Nya untuk berdoa dalam nama-Nya, karena jika mereka berdoa dalam nama-Nya, permintaan mereka akan dikabulkan oleh Bapa. Sejak saat itu, orang Kristen selalu menutup doa mereka dengan nama Tuhan Yesus. Cara berdoa demikian dari kecil sudah ditanamkan dan menjadi kebiasaan terutama bagi yang lahir di dalam keluarga Kristen.

Namun, kebiasaan yang baik ini dapat menjadi kehilangan artinya jika tidak dilakukan dengan penuh kesadaran. Maksudnya, kebiasaan yang baik berbeda dengan repetisi yang baik. Jika kebiasaan untuk menutup doa dalam nama Yesus sudah tidak dilakukan dengan segenap pengertian dan kesadaran, itu akan menjadi repetisi yang tak berarti saja. Tidak heran dalam persekutuan doa di mana kita dapat mendengar doa yang satu dengan yang lain, mungkin kita dapat mendengar doa-doa seperti berikut ini, baik yang diucapkan oleh orang lain ataupun diri kita sendiri.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Harga BBM pada Hari Jumat Agung

Beberapa hari ini, Indonesia dilanda oleh beberapa gelombang demonstrasi yang semakin besar menjelang pengetukan palu di DPR perihal harga BBM. Karena aksi protes sudah semakin hebat, banyak orang menunggu saat-saat terakhir itu dengan rasa tegang. Dikhawatirkan jika DPR menggolkan usul pemerintah, aksi demontrasi dapat menjadi semakin hebat. Akhirnya gelombang unjuk rasa tidak semakin besar pada hari-hari setelahnya karena DPR dan pemerintah setuju untuk menunda kenaikan harga BBM.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Taat Sampai Menang

Umat Kristen di seluruh dunia baru saja merayakan Paskah, yaitu kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa dan maut. Dalam Perjanjian Lama, hari raya Paskah adalah untuk memperingati hari Tuhan melewati pintu rumah bangsa Yahudi yang dilumuri darah domba, dan membiarkan anak sulung mereka hidup, sedangkan anak sulung bangsa Mesir dibinasakan karena hukuman. Anak sulung bangsa Israel bebas dari kematian karena adanya darah domba yang disembelih. Sebenarnya, perayaan di Perjanjian Lama hanyalah bayang-bayang dari perayaan Paskah setelah Perjanjian Baru.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dipenuhi oleh Roh/roh?

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh. 13:27)

Pada makan malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya, Dia membongkarkan kepada mereka bahwa salah seorang dari mereka akan mengkhianati-Nya. Murid-murid itu tentu saja sangat kebingungan. Selama ini tidak ada tanda-tanda ada potensi pembangkangan dari teman-teman. Percekcokan mereka adalah tentang siapa yang akan menjadi yang tertinggi di antara mereka. Tidak pernah ada provokasi untuk melawan guru yang keluar dari mulut sesama murid. Mereka saling memandang dan terheran-heran.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Perintah untuk Yudas?

“Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh. 13:27)

Meskipun ditulis dalam bentuk imperatif, saya percaya kalimat di atas bukanlah sebuah perintah dari Tuhan Yesus kepada Yudas Iskariot. Bukan perintah, karena bagaimana mungkin Tuhan Yesus memerintahkan Yudas untuk melakukan dosa? Namun, jika bukan perintah, apakah itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nasihat yang Pertama

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang. (1Tim. 2:1)

Nasihat ini diberikan oleh Paulus kepada Timotius yang sedang berada di Efesus. Gereja di Efesus pada saat itu sedang mengalami serangan dari guru-guru palsu. Guru-guru tersebut mengajarkan “ajaran lain” (1Tim. 1:3) dan karena berpegang pada ajaran palsu, mereka memperlihatkan praktik hidup yang menyeleweng, Kristen palsu. Hal ini digambarkan oleh Paulus dalam pasal pertama. Mereka yang menolak ajaran yang sejati akan berakhir sepeti Himeneus dan Aleksander yang Paulus serahkan kepada Iblis.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Teriakan yang Aneh tentang Bersukacita

Ingatkah apa yang membuat hati kita bersukacita ketika kita masih kecil? Bagi kebanyakan orang, mungkin jawabannya adalah mainan baru. Pada masa remaja, faktor-faktor sukacita sedikit bertambah: HP baru, game console baru, gadget baru, pacar baru, dan uang jajan yang banyak. Ketika bekerja, hal-hal itu menjadi kenaikan gaji, promosi, mobil baru, dan rumah baru. Untuk masa yang akan datang: gaji yang lebih banyak, jabatan yang lebih tinggi, mobil yang lebih mahal, rumah yang lebih mewah. Namun, apa yang seharusnya membuat orang Kristen bersukacita?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kereta dan Kuda

Suatu kali, saya berada di sebuah kota yang asing untuk melakukan sebuah tugas selama tiga hari. Saya sama sekali belum pernah ke tempat itu sebelumnya, dan buta terhadap jalan dan wilayah di tempat itu. Tidak ada satu orang pun yang saya kenal, kecuali satu orang yang dengannya saya telah membuat janji untuk bertemu.

Setelah saya check-in di sebuah hotel, di dalam kamar saya, kecemasan-kecemasan mulai muncul, mengingat kepercayaan dan biaya yang sedang dipertaruhkan untuk trip ini. Bagaimana kalau perjalanan ini gagal karena saya tersesat di jalan? Bagaimana jika tidak ada orang yang mau menolong saya? Bagaimana jika orang-orang yang direncanakan untuk diwawancara menolak bertemu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pelajaran Pertama tentang Iman

Kita mengetahui cerita tentang dua belas pengintai. Dua belas pengintai diutus Musa, atas titah Allah, untuk mengintai tanah Kanaan. Keduabelas orang itu berangkat pada waktu yang sama, melihat hal yang sama bersamaan, dari tempat dan sudut pandang yang sama, tetapi membawa pulang berita yang berbeda. Mereka semua setuju bahwa Kanaan adalah tanah yang subur dan “berlimpah-limpah susu dan madunya”. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai penduduknya. Sepuluh pengintai dari utusan itu mengabarkan kehebatan orang Kanaan dan pesimis terhadap perang itu. Sedangkan dua orang pengintai yakin bahwa orang Israel pasti akan mampu mengalahkan mereka.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pelajaran Kedua Tentang Iman

Setelah kesepuluh pengintai menyebabkan orang Israel bersungut-sungut dan memberontak melawan Allah, para pengintai dihukum mati oleh Allah dan semua orang Israel yang berumur dua puluh tahun ke atas, tanpa kecuali, tidak boleh memasuki tanah perjanjian. Setelah mereka mendengarkan apa yang disampaikan oleh Musa, mereka berkabung, menyesali kekurangan iman mereka.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengaduk Tanah

Yesus dan murid-murid-Nya suatu kali berjalan melewati seorang yang buta sejak lahir. Ada kepercayaan dalam kebudayaan Yahudi bahwa seseorang buta sejak lahir karena dia dilahirkan dalam dosa (Yoh 9:34). Karena itu, murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, dosa siapakah yang sedang ditanggung orang buta itu, dosanya sendiri atau dosa orang tuanya. Yesus menjawab bahwa bukan karena dosa siapapun dia dilahirkan buta, tetapi karena “pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yoh 9:3)

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Membasuh Mata

Bagaimana rasanya hidup sebagai orang buta di zaman Yesus? Seorang buta biasanya hidup sebagai pengemis karena itulah satu-satunya pekerjaan yang dapat mereka kerjakan. Apalagi, dengan adanya kepercayaan bahwa mereka lahir dalam dosa, tidak ada yang ingin mengusahakan sekolah bagi kaum tuna netra, mengurus mereka, dan memberikan pekerjaan yang lebih layak.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Membutakan Mata: Mujizat yang Terlupakan

Kita telah mengenal Yesus Kristus sebagai terang dunia yang menyembuhkan mata orang buta. Dia tidak hanya menyembuhkan kebutaan mata jasmani tetapi juga mata rohani. Kesembuhan orang yang buta sejak lahir seperti dinyatakan dalam Yohanes 9 membuktikan hal itu. Pada dirinya, mata jasmani dan rohani dicelikkan oleh Tuhan. Setelah sembuh dari kebutaannya, dia menjadi saksi Kristus di hadapan orang Farisi. Banyak khotbah telah kita dengar tentang Yesus yang menyembuhkan mata orang buta. Akan tetapi, ada sebuah karya Yesus Kristus yang hampir terlewatkan oleh kita, yaitu membutakan mata orang yang sehat.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Di Antara Iman dan Penglihatan

Cerita tentang orang yang buta sejak lahir di Yohanes 9 belum habis kita renungkan. Dia adalah model lahiriah dari orang berdosa yang diselamatkan. Orang berdosa adalah seperti orang buta yang tidak berdaya, yang hanya bisa mengharapkan dan menantikan pertolongan. Orang berdosa juga tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri karena mereka tidak dapat menyembuhkan diri mereka sendiri dari kebutaannya. Terang Kristus bagi mata rohani kita adalah seperti cahaya di alam fisik yang memungkinkan mata kita untuk melihat. Namun, selain tentang keselamatan, tentu ada aspek lain dari kehidupan rohani yang telah ditumbuhkan di dalam cerita ini.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kita Perlu Sesuatu yang Melebihi Bom Nuklir

Dalam peperangan, mengenal musuh menjadi sesuatu yang sangat penting ketika kita harus memilih senjata yang akan dibawa ke medan perang. Apakah kita mengenal musuh kita atau tidak, dapat dinilai dari kesesuaian senjata yang kita bawa untuk menghadapi mereka. Dalam masa perang dingin, misalnya, Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba-lomba untuk membuat bom nuklir karena mereka percaya bahwa musuh mereka hanya dapat dikalahkan dengan memperbanyak senjata itu. Di zaman kuno, prajurit memakai seragam lengkap perang jika mereka maju ke medan perang, karena di situlah mereka akan menghadapi peperangan hidup dan mati.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus

Salah satu hal yang paling menakutkan dalam medan perang adalah jikalau musuh kita tidak terlihat sedang berada di mana, sedangkan mereka dapat melihat kita dengan jelas. Benteng yang tidak mengetahui dirinya sedang dikepung dalam kegelapan malam adalah benteng yang sedang berada dalam bahaya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus (II): Bot Pasukan Injil

Karakter prajurit di dalam permainan catur mencerminkan karakter jenis prajurit di medan perang yang sebenarnya. Dalam peperangan, pasukan infantri mempunyai gerakan dan tugas berbeda dari pasukan pemanah dan pasukan berkuda. Sama halnya, masing-masing prajurit dalam permainan catur mempunyai ketentuan langkahnya sendiri.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus (III): Perisai Iman

Ketika menyaksikan sebuah adegan perang di zaman kuno, ketika senapan dan meriam belum ditemukan, saya sering kagum melihat keberanian pasukan yang berlari menerjang ke barisan musuh. Ketika pasukan lawan seperti semut berlari menyerang, pihak yang lain memajukan para pemanah mereka. Ribuan panah dilepaskan dengan sudut diagonal yang tepat dengan mengukur kecepatan angin dan kecepatan lari pasukan musuh, dan hujan panah pun turun tepat pada posisi barisan depan musuh. Yang mengagumkan saya lebih daripada keakuratan para pemanah adalah: Mengapa para penyerang itu nekat maju padahal mereka tahu hujan panah menunggu mereka?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus (IV): Helm Keselamatan dan Pedang Roh

Apakah dapat Anda bayangkan berangkat perang tanpa helm? Prajurit yang paling tangguh sekali pun tidak akan meremehkan bagian tubuh yang paling penting itu. Bersama dada, kepala adalah bagian tubuh yang vital. Serangan di kepala dapat membuat seorang petarung pusing, sempoyongan, tidak konsentrasi, pingsan, sampai tewas. Karena itu, perlengkapan yang menutup dan melindungi kepala prajurit Kristen tidak boleh sembarangan. Paulus menyuruh jemaat Efesus untuk menerima ketopong (helm) keselamatan. Apa maksud dari kepala terlindungi helm keselamatan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus (V): Senjata Terakhir

Selama beberapa minggu kita telah merenungkan perlengkapan-perlengkapan perang yang paling ditakuti oleh Iblis, yaitu ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil, perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang Roh. Dari perlengkapan dan senjata yang dinasihatkan oleh Paulus, kita mengenal ketangguhan musuh kita. Mereka sama sekali tidak dapat diremehkan karena hanya dapat dikalahkan dengan senjata paling baik dari sorga. Dan kini, sampailah Paulus pada puncaknya ketika dia mengeluarkan senjata pamungkas terakhir.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kaisar/Bapa

Saya teringat sewaktu kecil saya suka menonton film silat dari Tiongkok, Taiwan, maupun Hongkong yang berlatar Tiongkok kuno. Latar film seperti ini biasanya tidak terlepas dari lingkungan kerajaan atau kekaisaran, apalagi film yang tidak sekadar memperlihatkan kungfu, tetapi juga intrik politik di lingkungan istana. Salah satu hal yang masih segar dalam ingatan saya adalah tentang pembacaan titah kaisar. Dalam banyak film, adegannya mempunyai kesamaan meskipun film dan sutradara berbeda. Seorang pembesar tiba di suatu tempat (biasanya rumah seseorang) dengan membawa secarik kertas dan diiringi selegiun prajurit bersenjata.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Iman dan Penglihatan: Kelompok Pertama

Injil Yohanes mencatat beberapa macam respons orang-orang yang berinteraksi dengan Tuhan Yesus. Ada kelompok pencari tanda dan mujizat seperti orang Galilea, ada pula pendosa yang percaya kepada Injil yang diberitakan seperti orang Samaria, dan ada pula kelompok yang membenci dan mau membunuh Yesus. Apa yang dapat gereja sekarang pelajari dari respons-respons tersebut?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Iman dan Penglihatan: Kelompok Kedua

Minggu lalu, kita merenungkan bahwa tanda atau mujizat digunakan oleh Tuhan untuk menyatakan diri-Nya sebagai Allah sejati di Perjanjian Lama dan Mesias sejati di Perjanjian Baru. Orang Galilea dan Tomas termasuk orang-orang yang datang dan percaya kepada Tuhan karena tanda yang diperlihatkan. Namun, tanda atau mujizat ternyata bukanlah cara yang paling menyenangkan Tuhan untuk memanggil orang berdosa datang kepada-Nya. Tahu dari mana?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Iman dan Penglihatan: Kelompok Ketiga

Selain orang-orang yang melihat lalu percaya dan orang-orang yang tidak melihat namun percaya, masih ada jenis kelompok ketiga di Israel. Orang-orang seperti apakah mereka? Mereka adalah orang yang melihat dan mendengar, tapi tidak percaya. Dan kepada orang seperti inilah Tuhan Yesus berseru, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi- nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Mat 23:37). Apa yang dapat kita pelajari dari ayat ini?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Ketika Rasul Mengajak Rapat

Sebagai orang yang bekerja di dalam organisasi pada zaman ini, tentu kita tidak dapat menghindar dari rapat. Rapat adalah suatu kegiatan yang sangat penting bagi suatu organisasi agar berjalan dengan terkoordinasi. Bahkan pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui untuk apa biasanya para CEO paling menghabiskan waktu mereka, dan jawabannya adalah: menghadiri satu rapat ke rapat yang lain. Di gereja pun tidak kalah banyak rapatnya. Di dalam kesibukan dan banyaknya pelayanan yang harus dilakukan, untuk apa orang Kristen mengadakan rapat? Jika tujuannya adalah koordinasi, bukankah cukup mengirimkan email massal? Apa yang terjadi ketika para rasul mengajak rapat?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Para Pahlawan

Pada tanggal 10 November yang lalu, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Jika kita mengingat kembali kejadian 10 November 1945, kita dapat memahami mengapa Bung Karno menetapkannya sebagai Hari Pahlawan. Para pejuang Indonesia memperlihatkan harga diri mereka sebagai sebuah bangsa yang merdeka, yang tidak dapat didikte sembarangan oleh Inggris. Pertempuran di Surabaya itu adalah pertempuran frontal paling sengit untuk mempertahankan kemerdekaan sepanjang sejarah Indonesia. Ratusan tentara Inggris dan ribuan pejuang Indonesia tewas di kota itu. Para pejuang itu memang layak disebut pahlawan karena perjuangan, pengorbanan, keberanian, dan sumbangsih yang mereka berikan bagi bangsa ini. Apakah pernah disebutkan tentang kepahlawanan dalam Alkitab?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Khusyuk di Tikungan Jalan

Setelah sekian lama tidak hadir di Persekutuan Doa pagi di gereja saya dengan berbagai alasan dan halangan, akhirnya suatu kali saya menyempatkan diri bergabung lagi. Di dalam hati saya berkata bahwa kini saatnya untuk memperlihatkan diri lagi. Mungkin orang telah salah mengerti atas absen selama ini. Kehadiran kali ini membuktikan bahwa saya bukan jemaat yang malas berdoa. Dan… saya kaget betapa miripnya hati saya pada saat itu dengan orang munafik yang dikritik oleh Tuhan Yesus.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kemeriahan Natal: Perlukah?

Pada bulan ini, orang Kristen di seluruh dunia akan memperingati dan merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia. Inilah hari raya agama Kristen yang dirayakan paling meriah, dan paling mengalami komersialisasi, seperti yang terjadi dalam pusat-pusat perbelanjaan yang memanfaatkan momen Natal untuk menghabiskan barang jualannya. Kemeriahan tidak hanya dapat ditemukan di pusat perbelanjaan, tetapi juga dalam gereja-gereja, meskipun tidak dalam bentuk yang komersial seperti di pusat-pusat perbelanjaan. Kemeriahan juga tidak selalu harus identik dengan memboroskan banyak uang. Ini adalah fenomena yang menarik. Jika melihat konteks Natal yang penuh dengan kerendahan hati dan pengosongan diri, kemeriahan seperti itu seharusnya ditujukan bagi perayaan Paskah, ketika Yesus Kristus tampil sebagai Penakluk maut.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Keajaiban Natal Versi Orisinal

Mungkin film Arthur Christmas adalah film yang cukup baik untuk merepresentasikan pengertian “keajaiban Natal” zaman sekarang. Yang dimengerti pada zaman ini kira-kira sebagai berikut: Semua anak kecil pasti mempunyai suatu keinginan, dan karena tidak didukung dengan kemampuan finansial, sering kali mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karena itulah hari-hari menjelang Natal adalah saatnya untuk menaikkan permintaan kepada Sinterklas.

Selengkapnya...

Artikel

Renungan Agustinus tentang Waktu

Momen menyambut datangnya tahun baru paling cocok digunakan untuk merenungkan waktu. Orang yang merenungkan datangnya tahun baru umumnya akan merasakan cepatnya waktu berlalu, dan tanpa terasa, kata mereka, kita sudah masuk lagi ke tahun yang baru. Kesan seperti itu tentu saja hanya dapat dibuat oleh orang yang berhenti sebentar untuk memikirkan waktu hidupnya. Jika selama ini waktu dapat berjalan “tanpa terasa” bagi sebagian orang, bukankah itu menunjukkan bahwa mereka selama ini tidak teduh sejenak untuk “merasakan” lalunya waktu? Atau, mereka sekadar melupakan lalunya waktu yang selama ini mereka rasakan. Ketika tiba saatnya mereka berhenti sejenak, mereka kaget dengan tibanya tahun yang baru lagi.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nyali Pasca-Kebutaan

Kisah penyembuhan orang buta sejak lahir dalam Yohanes 9 memang agak unik dibandingkan karya penyembuhan lain yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Umumnya, kisah penyembuhan berfokus pada apa yang Yesus lakukan pada saat menyembuhkan, dan dengan demikian cerita berakhir pada saat orang sakit menjadi sembuh atau orang mati dibangkitkan. Namun, proses penyembuhan dalam Yohanes 9 hanya menempati sebagian kecil awal cerita, seolah-olah Rasul Yohanes sedang ingin memperbesar bagian kisah yang mengungkapkan kejadian pasca-kesembuhan. Apa yang membuat pesakit yang satu ini berbeda dari orang lain yang juga disembuhkan oleh Tuhan Yesus?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Imbuhan Me-kan

Orang Kristen tentu mengetahui dan menghafal isi Yohanes 3:16, yang berbunyi: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ayat ini menunjukkan kebenaran yang kekal, bahwa jalan menuju keselamatan bukan dicapai melalui perbuatan baik, tetapi semata-mata kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus. Barangsiapa yang percaya kepada Yesus Kristus akan diselamatkan. Ada banyak keberatan tentang ini. Hanya karena percaya?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Sedap-Sedapan

Suatu kali, Reni mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Rosa, yang bunyinya, “Hi Rosa, tahu ga sih si Wati itu? Ntar pulang sekolah gue cerita.” Rosa yang menerima pesan singkat ini pun bertanya-tanya dalam hati: ada apa dengan Wati? Dia kemudian membalas pesan singkat tersebut dan membuat janji untuk bertemu di depan lobi sekolah. Seusai sekolah, setelah berjuang di antara kerumuman siswa-siswi lainnya, akhirnya Reni dapat menemukan Rosa. Dia pun menarik temannya itu ke tempat yang agak sepi dan melihat sekeliling. Rosa pun semakin penasaran. Sebentar lagi Reni akan membuka mulut dan mulai bercerita. Jika Anda adalah Rosa, berita apa yang Anda harapkan untuk didengar dari Reni?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Amnesia

Bayangkan jika Anda menjadi Jason Bourne, tokoh fiksi ciptaan Robert Ludlum, yang suatu malam siuman di atas kapal penangkap ikan tanpa mengingat satu hal pun tentang dirinya sendiri, termasuk namanya sendiri. Begitu bangun, Anda harus merangkai sebuah cerita tentang diri Anda dari kepingan-kepingan informasi yang melekat pada tubuh Anda: luka tembak, nomor rekening bank, paspor, dan lain-lain. Pada saat itu, apa tujuan hidup Anda?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Ranting Kering

Dalam Yohanes 15, Tuhan Yesus mengambil analogi pokok anggur dan ranting untuk menunjukkan hubungan antara Dia dengan orang Kristen. Tuhan Yesus adalah pokok anggurnya, Bapa pengusahanya, dan orang Kristen ranting-rantingnya. Barang siapa yang tinggal dalam pokok anggur itu dan berbuah, dia akan dibersihkan oleh pengusaha, supaya dapat berbuah lebih banyak lagi. Yang tidak berbuah akan dipotong dan dibuang. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara ranting yang berbuah dan tidak berbuah dalam penampakan luarnya. Namun, mungkin banyak orang “Kristen” tidak menyadari bahwa juga terdapat kesamaan yang mencolok antara kedua jenis ranting itu. Kesamaan ini perlu direnungkan demi menghindarkan diri kita dari pengenalan diri yang salah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Titik Balik Kedua

Pada suatu sore musim semi tahun 1960-an, Os Guinness mengisi bensin di salah satu pompa bensin di kota Southampton, Inggris. Saat itu, pompa bensin di Inggris belum menggunakan sistem swalayan, sehingga pelanggan masih dilayani oleh petugas pompa bensin. Os Guinness mempunyai kesempatan untuk melakukan perbincangan yang sangat menyenangkan selama sepuluh menit dengan seorang petugas yang ramah di situ. Seusai pembicaraan, Os Guinness masuk kembali ke mobil tuanya, dan saat menyalakan mesin, dia mendadak sadar akan suatu hal yang akhirnya mendatangkan transformasi, yang dapat juga kita sebut titik balik kedua dalam hidupnya sebagai seorang Kristen. Apa itu titik balik kedua?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pemeran Pembantu Terbaik

Dalam tradisi penghargaan Oscar, ada satu jenis penghargaan yang cukup menarik untuk direnungkan, yaitu penghargaan pemeran pendukung terbaik (best supporting actor/actress). Penghargaan ini menarik, karena yang dihargai bukan pemeran utamanya. Pemeran utama tentu tidak memenuhi syarat untuk dipertimbangkan dalam kategori ini. Siapa yang dapat masuk ke dalam nominasi? Mereka adalah pemeran yang tugasnya hanyalah mendukung pemeran utama.

Di dalam cerita Alkitab, tidak perlu dipertanyakan lagi siapa “pemeran” utamanya, bukan dalam arti acting, tetapi dalam arti yang menempati peran terpenting dalam cerita. Kita semua tahu bahwa Dia adalah Yesus Kristus. Namun, siapa saja yang dapat disebut “pemeran-pemeran pendukung terbaik”?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Permintaan Terakhir

Permintaan terakhir di dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah meminta supaya tidak dibawa ke dalam pencobaan oleh Tuhan. Beberapa hal sudah jelas dan perlu diterima dari awal. Tuhan tidak mencobai manusia. Mencobai adalah pekerjaan aktif si Jahat yang ingin menjatuhkan manusia. Namun, Tuhan dapat secara aktif menempatkan anak-anak-Nya ke dalam ujian: terpaan kesulitan, tantangan, dan penderitaan. Bagaimanapun juga, pencobaan si Jahat dan ujian dari Tuhan diizinkan terjadi dalam kehidupan anak-anak- Nya, bukan dengan maksud menjatuhkan, tetapi untuk mendewasakan mereka. Anak-anak yang lulus dari pencobaan dan ujian menunjukkan peningkatan dalam kerohanian mereka. Kata “pencobaan” dalam permintaan terakhir Doa Bapa Kami sangat mungkin mencakup sisi pencobaan maupun ujian. Akan tetapi, dengan melihat manfaat mereka bagi orang percaya, bukankah seharusnya kita meminta pencobaan dari Tuhan? Mengapa Tuhan Yesus mengajari kita untuk meminta supaya dijauhkan dari pencobaan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengapa Kita Belum Mau Mati?

Setiap orang pasti mempunyai alasan untuk ingin hidup lebih panjang di dunia ini. Entah itu adalah karena takut mati, atau masih ada target yang masih harus dikejarnya di dunia ini. Ada banyak orang yang belum mau mati karena menganggap kehidupan di dunia ini lebih menyenangkan daripada kehidupan setelah kematian. Selain itu, misalnya, mereka juga masih ingin mengembangkan kerajaan bisnis mereka, mendapatkan kekuasaan politik, menjadi salah seorang tersukses di sepanjang sejarah, dan lain-lain. Jika diteliti, banyak yang ingin hidup lebih lama di dunia ini karena dorongan yang egois. Mereka ingin mendapatkan lebih banyak untuk diri sendiri. Bagaimana dengan kita?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dua Skenario Menuju Kemuliaan

Ada dua buah skenario yang dapat kita coba jalani untuk memahami apa artinya kemuliaan Kristen. Skenario pertama adalah seperti ini: Suatu hari, presiden memilih dengan acak rakyat yang mendapat hak untuk makan malam bersamanya. Tidak disangka, undian jatuh pada Anda! Karena itu, datanglah Anda dengan memakai baju terbaik. Di meja makan itu, Anda menunjukkan kelakuan dan bahasa terbaik. Segalanya sempurna pada saat itu. Makanan dan pembicaraan di meja makan itu merupakan yang terbaik yang pernah Anda nikmati. Seusai pertemuan itu, Anda pulang dengan hati berbunga-bunga. Itulah skenario pertama.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Drama Kosmik

Jika Anda diminta untuk mengisahkan cerita hidup Anda, apa yang akan Anda tuliskan? Tokoh-tokoh seperti apa saja yang ada di dalam kisah tersebut? Berlangsung pada latar apa dan cerita apa? Bagaimana alurnya? Dan apa temanya ceritanya? Sayangnya, banyak orang Kristen ketika mengisahkan cerita hidupnya tidak nyambung dengan cerita Alkitab. Cerita kita lebih mirip dengan cerita naturalisme, yang alurnya digerakkan oleh sebab-akibat natural yang mempunyai sistem tertutup. Tidak ada tempat bagi tokoh seperti “Tuhan”, “malaikat”, dan “roh-roh jahat di udara”.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bagi Saya, Natal Itu ...

Saat memasuki bulan Desember tahun ini, saya mendengar di radio sebuah iklan dari salah satu supermarket. Iklannya kira-kira seperti ini. Saya tidak merekamnya sehingga saya hanya dapat merekonstruksi berdasarkan ingatan saya seadanya. Suara anak kecil: “Bagi saya, Natal itu liburan.” Ibu-ibu: “Natal itu saat untuk beres-beres rumah.” Kakek: “Natal itu waktunya ketemu cucu-cucu. Saya punya 12.” Anak kecil: “Natal itu ... dapat hadiah, tetapi bukan ulang tahun.” Pemuda: “Natal itu saatnya ngenalin pacar.” Bapak: “Natal itu kumpul keluarga.” Pemudi: “Natal itu ke gereja dan makan-makan.” “Apapun gayamu, rayakan Natal hanya dengan (nama supermarket) ... dapatkan voucher ... jika belanja dengan kartu ....” Mungkin Anda juga sering mendengarkan iklan tersebut di radio, entah saat Anda menempuh perjalanan dengan mobil atau di rumah. Apa perasaan Anda sebagai orang Kristen?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mazmur 5

Mungkin siapa pun di dunia ini pernah merasakan kekesalan dan kedengkian kepada seseorang, entah karena kelicikan orang tersebut, kejahatan, ketidakadilan, dan sifat-sifat lainnya. Biasanya, pada saat seperti itu, kita tidak ingin melihat wajah orang tersebut. Sebisa mungkin kita menghindari pertemuan dengannya. Bahkan, jika bisa, orang tersebut jangan diingat-ingat lagi, karena semakin diingat baik tampangnya maupun kelakuannya atau perkataannya hanya akan membuat hati semakin panas dan benci. Tahukah Anda, Daud mengalami hal yang sama dan dia mempunyai solusi yang sangat bijaksana? Apa yang dilakukan Daud sehingga dapat membalikkan suasana hatinya?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Hal yang Diajarkan oleh Bencana Alam kepada Kita

Pada awal tahun 2014 ini, Indonesia dilanda oleh begitu banyak bencana alam. Kita yang di Jakarta mengalami banjir yang menewaskan orang, membawa kerugian yang tidak kecil, dan membuang waktu berhari-hari. Warga di Manado mengalami bencana serupa, bahkan banjirnya lebih hebat daripada yang di Jakarta. Arus air bagai air bah menelan rumah penduduk dan melumpuhkan seluruh kota. Warga di sekitar Gunung Sinabung disiksa oleh letusan yang berlangsung sudah enam bulan. Abu vulkanik menghancurkan pertanian dalam radius berkilo-kilo meter, melumpuhkan ekonomi, dan menyebabkan kelaparan. Awan panas yang bersuhu ratusan derajat Celcius menewaskan belasan jiwa. Sungguh mengerikan. Apa yang diajarkan oleh bencana alam kepada kita?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Yang Hilang dan Yang Ditemukan Kembali

Tengah malam itu hujan sangat deras dan taksi baru saja berhenti di depan tempat tinggal kami setelah mengantar kami dari bandara. Saya bergegas turun dan mengambil payung dari dalam rumah supaya koper-koper dan tas tidak dibasahi air hujan. Karena hujan deras, barang-barang diturunkan dengan tergesa-gesa, dan supir taksi tidak membantu. Dia hanya duduk diam di tempatnya sambil menunggu saya. Setelah dibayar, dia pun meluncur pergi. Beberapa menit kemudian, saya baru sadar bahwa tas yang biasanya sangat berguna bagi kami sekeluarga, dan yang pada saat itu sedang berisi barang-barang berharga, ternyata belum diturunkan. Malam itu, kami pun harus kehilangan, terpisah dari barang kepunyaan yang sudah begitu dekat dengan kehidupan kami.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Wakil Rakyat

Tentang manusia mewakili manusia ini bukanlah hal baru di Alkitab. Di Alkitab juga pernah dicatat tentang wakil-wakil yang dipilih untuk menjadi wakil manusia di hadapan Tuhan. Siapa saja mereka?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tuhan Berkata Kepadaku…

Saya selalu merasa takjub dengan hamba-hamba Tuhan yang mengaku mengetahui kehendak Tuhan bagi kehidupan maupun pelayanan mereka. Mereka dengan yakinnya mengatakan mereka harus pergi ke sini dan ke sana, melakukan ini dan itu, serta mengambil keputusan ini dan itu. Bukankah itu hebat? Dalam banyak peradaban dan kebudayaan, kita menyaksikan bahwa orang yang mendapat “bisikan suara dari Tuhan” adalah orang yang dipandang tinggi dalam masyarakat. Dalam kehidupan bergereja pun, orang-orang yang mengetahui kehendak Tuhan, kita pandang sebagai orang berkerohanian matang. Bagaimana manusia dapat mengetahui kehendak Tuhan? Apakah mereka sungguh-sungguh mendengar suara Tuhan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Indahnya Pergaulan Kristen

Siapa yang tidak pernah menghadapi masalah dalam pertemanan? Bahkan di antara saudara seiman, sering kali permusuhan dapat terjadi. Tidak jarang di dalam pergaulan kita, kita tidak merasakan cinta kasih, melainkan kebencian, dendam, dan amarah. Padahal, Yesus Kristus sudah mengajarkan bagaimana seharusnya murid-murid-Nya bergaul dan menjalin hubungan persaudaraan satu dengan lainnya. Apa yang seharusnya menjadi filsafat kita dalam persahabatan atau pertemanan? Apa yang menjadi ciri khas orang Kristen bergaul di antara sesama mereka?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Adios, Spanyol!

Empat tahun yang lalu, kita begitu terkagum-kagum dengan kesebelasan Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia 2010. Kemenangan mereka di partai final tidak diperoleh dengan mudah. Belanda adalah tim yang tangguh bagi Spanyol. Mereka harus menunggu sampai gol Iniesta di extra time untuk membawa mereka menjadi juara dunia. Saya masih ingat ketika itu menyaksikan secara langsung Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya. Wajah pemain tersenyum haru di tengah-tengah silauan blitz dari kamera-kamera wartawan. Di atas panggung, di atas rumput hijau lapangan, mereka menikmati kemuliaan yang diimpikan oleh setiap pemain bola.

Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia 2014, kita begitu terheran-heran betapa cepatnya juara dunia 2010 ini harus mengepak koper dan pulang kampung. Nasib mereka sudah ditentukan sejak mereka kalah dua kali berturut-turut di putaran penyisihan. Secara rekor, mereka adalah juara bertahan yang paling cepat pulang ke negaranya. Mereka tertunduk. Tidak ada lagi pujian, melainkan kritikan dan cercaan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memakai Baju Baru

Di samping memang ada orang yang suka membeli baju baru, pada kenyataannya ada orang yang memang khusus membeli baju baru untuk menyambut hari raya tertentu. Hari-hari besar keagamaan biasanya menjadi momen untuk membeli dan memakai baju baru. Katakanlah, orang Kristen pada perayaan Natal, orang Tionghoa pada saat tahun baru Imlek, dan orang Islam pada saat Idul Fitri. Mungkin masing-masing mempunyai maknanya sendiri memakai baju baru. Baju baru dapat berupa simbol penyambutan sesuatu yang baru, seperti tahun, dan lain-lain. Artinya, yang lama ditanggalkan dan yang baru dikenakan. Di Alkitab juga ada kisah yang menyatakan makna mendalam dari “baju baru”. Seperti apa itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Apa Itu Keberanian Kristen?

Bahwa rata-rata setiap tahun jatuh korban jiwa di Jakarta akibat tawuran pelajar memang memprihatinkan. Pelajar bukannya menunjukkan identitas diri sebagai orang yang belajar dan menuntut ilmu, malah “mengadu nyali” untuk membawa senjata tajam, turun ke jalan. Saya teringat cerita seorang pelajar yang sehabis membunuh orang di dalam sebuah tawuran, melarikan diri ke luar kota untuk bersembunyi, sebelum akhirnya tertangkap dan diadili. Itukah yang namanya keberanian?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nasihat vs. Perintah

Di dalam sebuah organisasi pada umumnya, kedudukan penasihat tentu tidak seberkuasa atasan. Penasihat biasanya adalah orang yang banyak pengalaman dan perkataannya dijadikan pertimbangan, tetapi tidak selalu akan berakhir jadi kebijakan. Dalam kehidupan pribadi pun, nasihat – apakah itu dari orang tua, guru, pendeta, dan lain-lain – sering kali bersifat pilihan, tidak semendesak perintah atasan, tuntutan hukum, atau undang- undang untuk dijalankan. Sebenarnya, bagaimana seharusnya kita berespons terhadap nasihat yang bijak? Apakah nasihat yang bijak mempunyai derajat yang lebih rendah daripada perintah?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bersyukur Ada Kamu

Sebagai orang Kristen, kita diajarkan bahwa salah satu wujud dari mengasihi orang lain adalah mendoakan orang itu. Kita diajarkan untuk berdoa syafaat bagi saudara-saudara seiman yang kita kasihi. Bahkan, kita diajarkan untuk mendoakan “musuh” kita. Ketika orang bersalah kepada kita, kita berdoa agar orang itu diampuni Tuhan. Sambil menahan kesal, kita berdoa baginya agar Tuhan menyadarkan dia dan dia dapat berubah. Namun, ada satu tindakan cinta kasih yang sering kali lupa kita lakukan bagi saudara kita dalam doa kita. Apa itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Etika Berasumsi

Ekspresi spontan kita perlu terus dievaluasi dengan refleksi kritis. Sewaktu terkena musibah, kita mengatakan, “Tuhan jahat!” Saat mengalami ketidakadilan, kita menggerutu, “Tuhan tidak adil!” Jika sakit, “Tuhan tidak baik pada saya.” Tidak jarang, iman orang mulai mundur jika hidup ini tidak berjalan sesuai dengan yang dia inginkan atau dengan logikanya. Namun, asumsi seperti apa sebenarnya yang tertanam dalam benak kita, jika kita mengeluarkan ekspresi seperti itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Penderitaan Menghancurkan Makna?

Suasana Natal sekali lagi sedang ada di sekeliling kita. Saat-saat Natal adalah saat-saat yang berbahagia bagi banyak keluarga dan komunitas karena bertepatan dengan musim liburan sehingga ada banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Gambaran Natal adalah berkumpul, bernyanyi, makan, dan semuanya dibuat senyaman mungkin. Tempat yang nyaman, makanan dan minuman yang enak, canda dan tawa, lagu yang damai, itulah perayaan Natal bagi banyak orang. Semua ini baik-baik saja untuk dilakukan di saat Natal. Hanya saja, akan berbahaya jika kita tidak dapat membedakan antara fenomena dengan esensi Natal.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Yang Muda dan Yang Dihormati

Timotius suatu kali mengalami tantangan dalam pelayanannya. Sebagai pendeta muda, dia harus mengajar, mendidik, dan menggembalakan orang yang lebih tua. Paulus, dalam suratnya kepada muridnya itu, menulis supaya Timotius jangan mau direndahkan karena usianya. Sebagai gembala, meskipun masih muda, Timotius harus menunjukkan martabatnya. Namun, bagaimana caranya membuat diri yang masih muda tidak dihina oleh yang lebih tua? Adakah cara yang rohani, yang tidak mengandalkan modal duniawi, untuk menunjukkan kehormatan seseorang?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mau Dipelihara Tuhan?

Saya teringat suatu kali teman saya membeli sebotol susu segar, membuka segelnya, meminum secukupnya, membagi-bagikannya, menutup kembali botolnya, dan menaruh sisanya di atas meja. Kami sedang retret di tempat yang lumayan sejuk (setidaknya tidak panas), dan di wisma tidak ada kulkas sehingga dia tidak dapat menyimpannya di sana. Beberapa jam kemudian, ketika kami kembali ke susu tersebut dan hendak meminumnya lagi, apa yang terjadi? Ternyata susunya sudah basi.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Terbaik Karena Tidak Layak

Pada saat Yesus diundang makan di rumah seorang Farisi, seorang perempuan yang dikenal sebagai “seorang berdosa” datang, menangis di kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya, dan menciuminya. Dia juga meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak wangi. Di sisi lain, tuan rumah yang melihat kejadian tersebut tidak berbuat apa-apa kepada Yesus kecuali menjamu-Nya makan (Luk. 7:36-50). Mengapa terdapat dua reaksi yang begitu berbeda di hadapan Tuhan Yesus? Mengapa yang satu merendahkan diri di kaki Yesus, sedangkan yang satunya lagi duduk sama tinggi dengan-Nya, tidak menyambut-Nya dengan ciuman, tidak meminyaki rambut-Nya, bahkan tidak menyediakan air untuk mencuci kaki- Nya?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Merayakan Kehidupan

Jika kita meng-google frasa “merayakan kehidupan” dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggrisnya, kita akan menemukan beragam tafsiran dan ulasan mengenainya, dari yang berpandangan materialisme (kesehatan, kecantikan), humanisme (persaudaraan, cinta terhadap manusia), sampai spiritualisme (pencarian dan ziarah rohani). Namun, jika ditanyakan kepada orang Kristen tentang frasa ini, bagaimana seharusnya kita memaknainya? Apa maknanya ketika orang Kristen mengatakan, “Kami merayakan kehidupan”?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Adakah Cinta yang Sombong?

Kita semua diajari untuk menyapa orang yang dengannya kita berpapasan, terutama mereka yang lebih tua dan dihormati. Demikianlah siswa harus bersikap terhadap guru, bawahan terhadap atasan, dan lain-lain. Kebiasaan di masyarakat ini mencerminkan bahwa yang memberi hormat terlebih dahulu berasal dari ordo yang lebih rendah. Ini baik-baik saja, tentunya, sampai disalahgunakan oleh orang berdosa. Orang berdosa menikmati didahului dalam hal memberi hormat. Pengaruh dosa membuat kita cenderung menikmati berada di posisi yang lebih “hormat” daripada orang yang berpapasan dengan kita, sehingga saling tunggu memberikan hormat pun terjadi. Namun, apa yang dinasihatkan Paulus kepada orang yang sudah lahir baru?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Rahasia Mengerti “Teka Teki” Kebenaran

Saya pernah tertantang untuk menjawab sebuah teka-teki. Mungkin banyak yang sudah tahu jawabannya saat ini, tetapi pada saat itu saya belum tahu, dan saya berusaha memeras otak untuk memecahkannya. Bunyinya adalah sebagai berikut: “Pagi-pagi aku ada 2/di siang hari aku ada 3/kalau malam aku tidak ada/aku ada di ujung api dan di tengah air/aku punya kepala sayangnya aku tidak punya leher … dan kalau aku sudah besar dan tinggi biasanya kepalaku hilang. Siapakah aku?”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memenungkan Berkat Tuhan (I)

Beberapa kali di dalam Alkitab dicatat tokoh yang meminta sesuatu kepada Tuhan dan langsung dikabulkan. Ketika mendapatkan kesempatan untuk meminta, Yakub tidak mau melepaskan Tuhan yang bergulat dengannya sampai permintaannya dikabulkan. Apa yang diminta Yakub? Ketika kesempatan meminta tiba pada Salomo, dia langsung meminta hikmat dan segera dikabulkan oleh Tuhan. Berlainan dengan Salomo, Yakub meminta berkat Tuhan. Namun, berkat yang dimaksud tentu tidak sesempit yang sering dipahami sebagian orang Kristen saat ini, yaitu berkat material. Apa yang dimaksud dengan berkat Tuhan di sini?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memenungkan Berkat Tuhan (II)

Pada renungan yang lalu, kita memenungkan bagaimana Yakub diberkati menjadi Israel karena dia memegang Malaikat Tuhan erat-erat dan tidak mau membiarkan-Nya pergi sebelum Dia memberkatinya. Melihat kegigihan Yakub meminta sesuatu yang benar kepada- Nya, Tuhan pun memberkatinya. Tidak banyak orang mendapatkan anugerah seperti Yakub, yang dapat secara langsung bertemu dan bergulat dengan Tuhan. Bagi kita yang hidup pada zaman ini, zaman ketika wahyu sudah selesai dan lengkap, dan Tuhan tidak lagi menampakkan diri-Nya demi kepentingan pewahyuan, apakah kita masih mempunyai kesempatan seperti Yakub, sehingga kita disebut orang yang diberkati?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Apa Saja yang Diperbuatnya Berhasil?

Bulan lalu, kita merenungkan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang merenungkan dan menggumulkan firman Tuhan siang dan malam. Hidup mereka dikatakan akan berbuah dan “apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mzm 1:3). Namun, apa yang dimaksud dengan apa saja yang diperbuatnya berhasil? Apakah berarti orang seperti itu, jika dia investor, investasinya selalu menguntungkan; jika karyawan, karirnya terus menanjak; dan jika ilmuwan, eksperimennya tidak akan pernah gagal; dan jika guru, muridnya selalu mengerti apa yang diajarkan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Berkat Tuhan 100 Kali Lipat

Orang muda yang kaya pergi dengan sedih dan kecewa karena diminta oleh Tuhan Yesus agar menjual harta bendanya, membagikannya kepada orang miskin, dan mengikuti Dia. Yesus meminta pengikut-Nya untuk meresponi panggilan-Nya secara total. Jika mau jadi pengikut-Nya, tidak bisa sambil sambil mempunyai berhala, tuhan lain, dalam hati. Yesus pun menjanjikan harta di sorga bagi pemuda yang kaya itu. Tidak sanggup melihat harta sorgawi itu, pemuda itu pun pergi dengan sedih. Melihat itu, Petrus bertanya kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” (Mat. 19:27). Yesus pun mulai bercerita tentang imbalan 100 kali lipat itu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Berkat Bagi Yang Miskin

Siapa yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya? Orang miskin ingin menjadi kaya. Orang kelas menengah ingin mempunyai daya beli lebih tinggi. Orang kaya ingin menjadi lebih kaya dari yang lain. Orang terkaya di dunia ingin mempertahankan peringkatnya supaya tidak ada yang lebih kaya darinya. Semua yang ingin kaya mengasumsikan satu hal: kekayaan membawa kebahagiaan. Namun, apakah itu yang diajarkan oleh Tuhan Yesus?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dari Peratapan ke Perayaan

Ucapan bahagia kedua dalam khotbah di bukit mengandung paradoks: “Berbahagialah orang yang berdukacita” (Mat. 5:4). Bagaimana mungkin orang yang berdukacita adalah orang yang berbahagia? Bukankah selama ini kita selalu memahami makna bahagia sebagai yang berlawanan dengan dukacita? Air mata ratapan dan tawa bahagia adalah dua hal yang tidak dapat disatukan. Bagian kedua dari ucapan di atas, “… karena mereka akan dihibur”, belum menyelesaikan persoalan kita. Siapa yang akan menghibur? Kapan penghiburan itu tiba jika saya masih mengeluarkan air mata saat ini?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Lahirnya Sang Pemilik Bumi

Hari Natal menghadirkan suasana yang tidak berubah dari satu Desember ke Desember berikutnya. Selalu ada pengalaman yang tidak dapat dilukiskan, yang tidak ada pada hari besar lain, sebagaimana peringatan Jumat Agung dan Paskah juga mempunyai nuansanya sendiri. Kalau dipikir-pikir, apa yang membuat Natal menjadi hari yang istimewa, sehingga dapat menghadirkan suasana yang unik dan aneh itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Melihat Allah

Di dalam kelanjutan Khotbah di Bukit, Yesus mengatakan, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Mat. 5:8). Ayat ini tentu saja sangat relevan dengan orang modern yang menuntut pembuktian empiris tentang keberadaan Allah. Tanpa bukti nyata, mereka kesulitan percaya kepada Allah. Namun, apa yang sebenarnya diajarkan oleh Tuhan Yesus tentang melihat Allah?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Undangan Bagi Yang Lapar dan Haus

Hari raya Imlek, seperti hari raya keagamaan lainnya, identik dengan hidangan-hidangan yang kaya, baik dalam hal rasa, warna, maupun lemak. Masakan di atas meja makan membumbui kebersamaan sanak saudara atau keluarga yang jarang-jarang dapat berkumpul dan makan bersama. Itu pula yang membuat Imlek menghadirkan ekspektasi menyenangkan bagi yang merayakannya. Di dalam Alkitab, Tuhan Yesus juga menggunakan ekspektasi pemuasan kelaparan dan kehausan untuk mengundang orang masuk ke dalam kerajaan-Nya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Etika Yang Termotivasi Belas Kasihan

Untuk memperjelas gambaran-Nya tentang siapa penghuni kerajaan-Nya, Tuhan Yesus sering kali mengontraskannya dengan siapa yang jelas-jelas bukan penghuni kerajaan-Nya. Seperti dalam sebuah perumpamaan, jelas-jelas ditunjukkan bahwa hamba yang tidak berbelaskasihan pasti tidak mendapat tempat di dalam kerajaan-Nya. Hamba tersebut berutang sepuluh ribu talenta kepada tuannya dan tidak sanggup membayar.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Orang Baik Banyak Musuh?

Ada kejanggalan ketika kita membaca bahwa di dalam ucapan berkat pada Khotbah di Bukit, disebut juga berkat kepada orang-orang Kristen yang dicela dan dianiaya karena nama Yesus. Bagaimana mungkin orang yang miskin di hadapan Tuhan, yang berduka karena dosanya, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, berbelaskasihan, berhati suci, dan membawa damai dapat mempunyai musuh, atau konflik dengan orang lain? Mengapa Tuhan Yesus seolah memprediksi bahwa orang-orang yang mempunyai ciri-ciri penuh cinta kasih dan kedamaian di atas akan mendapatkan masalah dengan dunia ini?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Little Good Sheep

Baru-baru ini telah diadakan sebuah pameran buku impor besar-besaran di Bumi Serpong Damai. Buku-buku impor, yang biasanya sulit terjangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, baik dalam hal ketersediaan maupun harga, kini dihadirkan dalam jumlah yang spektakular (diklaim jutaan buku) dan potongan harga menggiurkan (kurang dari separuh harga aslinya). Sesuai dengan – atau malah lebih dari – harapan penyelenggara, pameran langsung diserbu oleh puluhan ribu pengunjung per hari, dan antrean di kasir hanya sempat sedikit melenggang di sekitar pukul 4 hingga 6 pagi. Apakah ini berkaitan dengan minat baca yang tinggi?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Berapa Roti Ada Padamu?”

Sebagai gereja Tuhan di dunia ini, orang Kristen harus menjadi saksi, mewakili Tuhan Yesus memancarkan terang dan kasih Tuhan kepada dunia ini. Orang Kristen harus menjawab kebutuhan dunia—dalam ruang lingkup yang dapat dijangkaunya—akan damai sejahtera, keselamatan, dan kebenaran dari Tuhan. Untuk menjalankan tugasnya itu, orang Kristen berhadapan dengan persoalan yang besar dengan kemampuan yang sangat terbatas. Mereka mungkin berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, kemampuanku hanya segini, apa yang bisa kukerjakan untuk kerajaan-Mu di dunia ini?”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Apa Arti Mengasihi?

Mengasihi dan mencintai lebih umum dikaitkan dengan perasaan. Jika saya mengasihi seseorang, itu berarti saya mempunyai perasaan cinta terhadapnya. Apa tindakan saya terhadap yang saya kasihi? Saya mengusahakan kesenangannya dan menjauhkannya dari segala kesulitan dan penderitaan. Namun, pandangan seperti ini, karena tidak lengkap, dapat merugikan objek kasih orang yang menghidupinya, karena kasih semacam ini memungkinkan kasih yang merusak, kasih yang memanjakan, dan kasih yang tidak mendidik. Apa yang dapat kita pelajari dari kasih Allah?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Berkatilah, Jangan Mengutuk!”

Akhir-akhir ini, media massa dan sosial dipenuhi oleh berita tentang kekerasan yang terjadi mengatasnamakan agama. Sekelompok orang menyerang kelompok lain dengan alasan membela agama atau menjalankan perintah agama tertentu. Melihat para pejuang agamais itu membuat saya teringat akan Petrus, murid Yesus. Ketika prajurit Romawi menangkap Yesus di Taman Getsemani, Petrus mencabut pedang dan menebas musuhnya demi membela Gurunya, sampai-sampai telinga salah satu prajurit putus.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Rekreasi Mental

Mayoritas warga negara Indonesia menaruh pengharapan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi dapat menghadirkan era yang baru di Indonesia. Jokowi, sebelum menjadi presiden, menyadari bahwa perubahan tidak bisa hanya bergantung kepada program pemerintah, tetapi juga oleh warga yang mempunyai mentalitas baru. Maka dari itu, beliau mengusung slogan “revolusi mental” untuk menyongsong era baru. Pemerintah tidak bisa menjadi agen perubahan seorang diri. Ia harus didukung oleh rakyat yang sudah berubah. Namun, perubahan manusia tampaknya tidak dapat terjadi hanya dengan memperbanyak ceramah dan artikel tentang revolusi mental.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tentang Membela Rakyat Kecil

Dalam masa kampanye, kita sering melihat calon-calon pemimpin yang sedang bertarung berbicara atas nama rakyat kecil. Mereka tiba-tiba tampil sebagai pembela kepentingan rakyat kecil, padahal sebelumnya tidak pernah terdengar perjuangan mereka. Tentu saja di Indonesia hati rakyat kecil menjadi rebutan, mengingat jumlah mereka banyak. Orang miskin dibela, tidak peduli mereka benar atau salah, karena dukungan mereka berarti kemenangan bagi calon. Apa kata Alkitab tentang membela rakyat kecil di sebuah negara?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bagaimana Memaknai Masa-Masa Keemasan

Dalam kehidupannya di dunia ini, orang Kristen pasti mengalami masa-masa yang “naik” dan “turun”. Hal ini dapat dimengerti dengan melihat kepada kehidupan Yesus Kristus sendiri sebagai teladan dan model kehidupan orang Kristen. Berkenaan itu, peristiwa pemuliaan Kristus di atas gunung penting dan menarik untuk direnungkan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Derita dan Mahkota Anak Sulung

Gereja saat ini menyaksikan dan mengalami penderitaan karena imannya. Di berbagai tempat di dunia, kita membaca berita penganiayaan orang Kristen. Tidak sedikit yang mati karena iman mereka. Di Indonesia, korban terakhir ini, Intan (2,5 tahun), diserang dan tewas karena imannya. Bagaimana seharusnya orang memahami dirinya di tengah-tengah penderitaannya saat ini?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Ada Apa Dengan Atribut Natal?

Pada Desember ini, warga Indonesia sedang menghadapi tantangan radikalisme yang semakin meningkat, dari pembubaran KKR Natal secara paksa, sampai penyisiran atribut Natal di pusat-pusat perbelanjaan. Apa yang dapat direnungkan orang Kristen dari peristiwa- peristiwa yang terjadi belakangan ini?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengumpulkan Batu di Tahun Baru

Ada hal yang menarik ketika orang Israel dipimpin oleh Tuhan masuk ke Tanah Perjanjian melewati Sungai Yordan. Bukan kejadian menakjubkan terputusnya aliran Sungai Yordan yang ingin saya fokuskan di sini, melainkan bahwa Tuhan menyuruh orang Israel, diwakili oleh dua belas orang, mengambil batu dari dasar sungai yang kering itu dan membawanya ke seberang, lalu disusun di tempat mereka bermalam. Apa maksud dan tujuannya?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Gubernurmu Nero?

Indonesia baru melewati ajang pesta demokrasi, yaitu suatu kesempatan bagi rakyat untuk menggunakan haknya dengan memberikan suara untuk memilih pemimpin daerahnya. Meskipun di banyak daerah pemenang sudah dapat dipastikan, di DKI Jakarta yang mempunyai pilkada rasa pilpres masih menyisakan pertanyaan karena harus dilanjutkan ke putaran kedua. Masing-masing pembaca mungkin mempunyai pilihannya sendiri di dalam hati dan akan kecewa jika pemimpin dambaannya kalah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mempertanyakan Otoritas Yesus

Jika sampai pada hari ini masih banyak yang tidak mengakui otoritas Yesus, itu adalah hal yang tidak aneh. Skeptisisme terhadap Yesus sudah dimulai bahkan sejak Yesus sendiri masih ada di tengah-tengah manusia, walau dengan segala pengajaran yang menakjubkan pendengar-Nya dan mukjizat yang menghebohkan. Pada suatu hari setelah Yesus masuk ke Yerusalem untuk menjalani fase akhir pekerjaan-Nya di dunia, sekelompok ahli Taurat, imam kepala, dan tua-tua datang dan bertanya, “Katakanlah kepada kami dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu, dan siapa yang memberikan kuasa itu kepada-Mu!” (Luk. 20:2).

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Daun Palem dan Darah Martir

Minggu sengsara tahun ini diawali dengan berita dukacita dari saudara-saudara seiman di Mesir, yang mengalami dua serangan bom di dalam jarak beberapa jam di tempat yang berbeda. Doa kita naikkan untuk gereja yang tidak hanya mengenang dan mengingat penderitaan Kristus, tetapi mengalami langsung arti penderitaan-Nya. Gereja Tuhan yang sedang menjalankan Ibadah Minggu Palem, mempersiapkan hati untuk memasuki Jumat Agung yang tenang dan khusyuk tiba-tiba diguncang dengan serangan bom bunuh diri dari ISIS.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Manakah Yang Lebih Mudah?

Jika bisa gampang, untuk apa pakai cara yang susah? Demikian cara berpikir banyak orang. Prinsip ini tidaklah selalu salah. Membuang waktu yang berharga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cara yang tidak efisien adalah kebodohan. Namun, menggunakan prinsip mudah-sulit untuk menjadi dasar bagi semua keputusan juga adalah kebodohan. Misalnya, jalan yang paling mudah adalah tidak usah belajar dan bekerja, hanya bermalas-malasan di rumah, tetapi jalan ini tentu tidak dipilih sebagian besar orang.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Lebih Dari Pedang Bermata Dua

Kata-kata seseorang biasanya mencerminkan kepribadian seseorang. Dari seorang penyabar akan jarang keluar kata-kata murka. Demikian juga kesombongan seseorang terdengar dari kata-katanya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana karakter-Nya direfleksikan oleh firman- Nya? Kita sering mengatakan bahwa firman Tuhan menguatkan dan menghiburkan hati. Itu memang benar dan itu mencerminkan sifat Allah yang setia dan membawa damai.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bertheologi di Bawah Panas Terik

Entah itu kisah nyata atau fiktif, Tim Lane dan Paul Tripp telah memberikan ilustrasi yang sangat baik tentang kegiatan bertheologi. Dikisahkan di dalam bukunya Bagaimana Orang Berubah, bahwa ada seorang pemuda yang sangat percaya diri dan mengalami kesuksesan di dalam kariernya, siap untuk menyongsong masa depan yang cerah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Menjadi Teranglah

Orang Kristen tentu tidak asing lagi dengan ajaran bahwa mereka mempunyai jati diri sebagai terang dunia. Ajaran ini, jika tidak dipahami dan dihidupi, akan menjadi klise dan menjadi tawar maknanya. Itulah akhir dari semua ajaran agung yang sering diulang-ulang, tanpa direnungkan dengan relevansi yang baru sesuai dengan pengalaman nyata. Apa artinya menjadi terang dunia, dan bagaimana caranya? Yesus mengajarkannya di dalam Khotbah di Bukit.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Terang, Kehidupan, dan Kasih

Mengapa perintah “Jangan membunuh” termasuk di dalam perintah yang, jika dijalankan, akan memampukan Israel memancarkan terang Allah di tengah bangsa-bangsa? Bukankah ini merupakan hukum yang umum ada juga di sebuah negara? Untuk menunjukkan kekhasan makna hukum tersebut di antara hukum berbunyi serupa dari tempat lain, mari kita melihat bagaimana Yesus memandang hukum tersebut di dalam Khotbah di Bukit.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Restrukturisasi Gambar dan Rupa Allah

Kecuali kita ingin menganggap bahwa susunan khotbah di bukit oleh Matius dibuat dengan acak, kita perlu merenungkan mengapa panggilan untuk menjadi terang dan garam dunia dijadikan pengantar bagi serangkaian khotbah Yesus tentang sebagian dari sepuluh perintah Allah. Pada bulan-bulan sebelumnya, kita sudah merenungkan bagaimana sepuluh perintah Allah diberikan untuk memampukan anak-anak Allah menjadi terang dunia.

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲