Tulisan oleh "Erwan" (54 buah)

Artikel

Menebus Fokus

Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

Selengkapnya...

Artikel

Pemuda dan Gerakan

Gerakan Reformed Injili di dalam Perspektif Pemuda

Selengkapnya...

Resensi

Mengubah Zaman: Panggilan yang Realistis

Judul : Pemuda dan Krisis Zaman Penulis : Stephen Tong Penerbit : STEMI dan LRII Tebal : 91 halaman Tahun : 1996

Selengkapnya...

Artikel

Truth

Raja atas Kebenaran: Kebenaran itu Sendiri

Selengkapnya...

Artikel

A Christmas Carol: A Christless Carol?

A Christmas Carol mungkin adalah novel Charles Dickens yang paling luas dikenal. Novel ber-setting Natal ini memang sudah populer sejak pertama kali diterbitkan pada Desember 1843, di mana 6.000 eksemplar bukunya terjual hanya dalam beberapa hari saja. Setelah itu, buku ini tidak pernah berhenti dicetak ulang dan diterbitkan. Hingga saat ini, setidaknya terdapat lima versi film berbeda yang sudah diadaptasi dari novel ini, tidak termasuk kartun dan animasi. Disney harus yakin bahwa cerita ini masih menjual jika berani membayar Jim Carrey untuk memerankan Scrooge dalam animasi mereka yang diluncurkan musim Natal 2009 itu. Untuk seluruhnya, Disney mengeluarkan biaya hampir 200 juta USD untuk animasi ini. Sebagai imbalan, animasi ini menjaring 137,8 juta dolar untuk pasar domestik dan 185,8 juta dolar di luar AS. Jika satu tiket seharga 10 dolar, ini berarti 3,2 juta orang di seluruh dunia datang ke bioskop untuk menonton film ini pada saat itu. Seratus lima puluh enam tahun setelah ditulis Dickens, cerita itu masih dinikmati banyak orang.

Selengkapnya...

Artikel

Peran Seni dalam Peperangan Budaya

Pemuda di dalam Gerakan Reformed Injili tidak jarang mendengar bahwa orang Kristen sedang hidup di dalam peperangan. Kita adalah laskar Kristus dan Kristus adalah Panglima Perang. Dunia adalah medan peperangannya, orang-orang berdosa adalah tawanan yang harus kita menangkan, yang sedang diperalat Iblis. Ajaran seperti ini tidak mengajak gereja untuk mundur ratusan tahun, ketika peperangan kosmik dimengerti sebagai perang salib dan gereja bertugas untuk mencetak prajurit perang salib. Ia juga tidak bermaksud supaya jemaat mendirikan organisasi agama bergaris keras.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Alien dalam Tubuh Kristus?

Saya teringat pada film Alien yang saya tonton berkali-kali di televisi ketika masih kecil. Saya rasa, tidak ada media lain yang lebih berjasa memopulerkan kata alien daripada film ini. Setiap kali mendengar kata alien, pikiran kita langsung mengelana ke pesawat antariksa dengan seorang kru perempuan bernama Ripley.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Merdeka Seperti Tidak Merdeka

Warga negara Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke-66. Adalah menarik sekali membayangkan betapa sibuknya bapak-bapak bangsa kita mempersiapkan kelahiran sebuah negara baru. Betapa tidak, persiapan untuk memulai sebuah keluarga saja sulit. Sekarang, mereka mau memulai sebuah negara? Betapa rumitnya. Undang-Undang Dasar harus disiapkan, kabinet harus dibentuk, dan pendiri negara harus meyakinkan rakyatnya untuk mengakui dan mendukung apa yang mereka lakukan: proklamasi kemerdekaan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Taruhlah Dahulu Itu, Nanti Kembali Lagi

Khotbah sudah selesai. Hamba Tuhan memimpin doa penutup pengabaran firman. Semua jemaat kemudian diajak untuk menyanyikan pujian sambil mempersiapkan persembahan bagi Tuhan. Kantong persembahan pun mulai diedarkan. Dari barisan depan, berpindah dari tangan ke tangan, baris ke baris, kemudian sampailah ke tempat kamu. Uang persembahan sudah ada dalam genggamanmu, lalu kamu menjulurkan tanganmu ke dalam kantong persembahan untuk melepaskan isi genggamanmu itu… Eits, tunggu dulu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Krik… Krok… Tik… Tok… Ting… Tong...

Saya teringat ritual puasa yang saya jalani beberapa tahun yang lalu. Suatu kali, jam makan siang sudah tiba. Perut mulai keruyukan. Makan siang pun sudah tersedia. Biasanya saya langsung mengambil piring dan menyantap makan siang yang disediakan. Betapa nikmatnya mengisi perut yang sedang menganga meminta makan. Sayangnya, saat itu saya sedang berpuasa sehingga saya pun menghindari ruang makan siang. Pikiran-pikiran menyesal pun mulai muncul, apalagi jika pada hari itu menu makanannya lumayan. Pada saat-saat seperti ini, pertanyaan biasanya muncul: Berapa lama lagi jam buka puasa?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tips Make-Up dari Tuhan Yesus

Menarik sekali menemukan bahwa Tuhan Yesus pernah mengajari cara make-up. Mau tahu? Dalam Matius 6:16-18, Tuhan Yesus sedang memberikan label munafik kepada orang yang berpuasa dengan memuramkan muka mereka. Berpuasa, kata Tuhan Yesus, seharusnya jangan sampai diketahui oleh orang lain. Meminyaki rambut dan menyuci muka adalah tips yang diberikan oleh-Nya supaya ibadah kita menjadi tersembunyi. Tuhan melihat, dan itu sudah cukup. Munafik di sini dikaitkan dengan kesan baik yang sengaja seseorang berikan kepada orang lain. Orang-orang seperti itu adalah orang- orang yang merasa senang jika dinilai baik oleh masyarakat. Tips make-up dari Tuhan Yesus adalah justru untuk menyembunyikan ibadah kita.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jadilah Kehendak-Mu, sebab Aku Tak Peduli

Betapa gemasnya melihat seorang anak merengek-rengek meminta sesuatu. Saya rasa kebanyakan orang tua akan setuju dengan saya mengenai hal ini. Anak kecil harus diajari untuk meminta sesuatu dengan cara yang dewasa. Jika permintaannya tidak dikabulkan, anak tersebut tidak boleh menangis.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tidak Luar Biasa

Kita sering memakai ungkapan “biasa saja” dalam hidup kita. Mungkin dalam beberapa kali ketika ditanya bagaimana rasa masakan di sebuah rumah makan, kita berkata, “Biasa saja.” Ketika ditanya apakah sebuah film yang baru kita tonton itu bagus, kita berkata, “Ya ... biasalah.” Jika ada orang yang bertindak berlebihan, kita menyeletuk, “Biasa aja kali.” Dalam kasus teman sedang korslet pikirannya dan bertindak aneh, kita mengatakan, “Orang ini tidak seperti biasa.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Terjebak Rutinitas?

Hal yang menjadi rutinitas seringkali diasosiasikan dengan makna yang negatif dan dianggap sebagai sesuatu yang remeh. Kita mengontraskan hidup dalam rutinitas dengan hidup penuh petualangan. Mana lebih baik: hidup seseorang yang makan, kerja, tidur, makan, kerja, tidur, atau hidup yang mengerjakan hal yang tidak biasa?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Ombak dan Gelombang yang Berhenti

Hari Rabu lalu, dunia dikejutkan oleh kematian Steve Jobs. Jika membaca liputan berita dan artikel yang ditulis di media massa, kita akan tahu betapa dunia merasa kehilangan, dan akan rindu sekali dengannya. Dia bukan hanya seorang penemu, tetapi juga seniman. Kita terkagum-kagum bukan hanya kepada kecanggihan teknologi, tetapi juga keindahan bentuk dan warna dari karya-karyanya. Tiba-tiba Steve Jobs tidak ada lagi.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tumpul

Kita sering membaca kata-kata dalam Alkitab yang menjelaskan kejahatan manusia. Kita mungkin juga sudah sering sekali mendengar dan membaca tentang dosa, baik di dalam Alkitab, maupun di dalam pembahasan teologisnya. Baru-baru ini, sebuah pemandangan yang menyedihkan menguatkan kembali dalam hati saya gambaran dosa yang gelap, menakutkan, dan mengerikan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengapa Russell bukan Seorang Kristen?

Judul buku Bertrand Russell “Why I am not a Christian” (1957) telah menjadi sebuah karya klasik. Meskipun kita mengenal pernyataan tersebut sebagai judul buku, sebenarnya itu adalah judul sebuah ceramah yang disponsori oleh National Secular Society pada tahun 1927. Jadi, sebelum diterbitkan menjadi buku, itu adalah deklarasi iman Bertrand Russell dengan lisan di depan publik.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Luther Sang Pemeran Pembantu

Hari Reformasi baru saja lewat. Hari Reformasi mungkin tidak sepenting hari Natal, Paskah, atau hari besar lainnya dalam kalender Kristen, sehingga banyak gereja yang tidak terlalu mementingkan peringatan momen tersebut. Hal ini terlihat dari tingkat kesibukan mayoritas gereja di seluruh dunia. Tidak ada program-program khusus. Jangankan yang seramai Natal atau Paskah, mungkin kebanyakan gereja melewati 31 Oktober setiap tahunnya tanpa momen-momen nostalgia, seperti hanya melewati hari biasa saja.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nasionalisme Datuk Meringgih dan Fighting Spirit Kita

Jika namanya tidak menjadi judul novel, mungkin ketenaran Siti Nurbaya tidak akan melampaui Datuk Meringgih. Orang Indonesia hampir dapat dipastikan lebih mengenal sifat Datuk Meringgih daripada Siti Nurbaya. Banyak yang tahu bahwa Datuk Meringgih itu kurus, jelek, licik, jahat, dan pelit, tetapi mereka belum tentu tahu bahwa Siti Nurbaya itu matanya seperti janda yang baru bangun dari tidur, kulitnya kuning langsat, pintar berpantun, polos, tetapi otaknya tidak cemerlang.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jadi Kelinci atau Manusia?

Sewaktu kecil saya pernah mempunyai pengalaman memelihara kelinci. Itu adalah pengalaman yang menyenangkan. Ayah saya membangun sebuah kandang bagi mereka dan menempatkannya di halaman depan rumah saya. Setiap hari, saya dapat memberi makan sepasang kelinci saya yang rakus tapi sangat lucu itu. Melihat mereka makan saja sudah merupakan hiburan tersendiri. Karena mereka sangat rakus, secara otomatis timbul kesadaran dalam diri saya untuk selalu menyuplai persediaan kangkung dan wortel.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Arti Lain dari Tidak Ketinggalan Zaman

Siapa yang langsung senang jika dibilang kuno? Banyak orang, terutama para remaja dan pemuda, takut dikatakan ketinggalan zaman. Karena itu, tidak sedikit uang yang dikeluarkan demi terlihat update, baik untuk busana, model rambut, gadget, dan lain-lain. Label “kuno” membawa keminderan tersendiri bagi orangnya. Karena ada kepercayaan bahwa sejarah ini sedang maju (progress), apa yang di depan pasti lebih baik daripada yang di belakang. Kuno berarti ketinggalan, terbelakang, dan oleh sebab itu aneh dari zamannya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tersanjung, maka Tersinggung

Pernahkah hati Anda terasa panas seharian karena ada orang yang mengeluarkan kata-kata hinaan, cercaan, atau makian terhadap Anda? Mendengar kata-kata seperti itu dilayangkan kepada kita memang bukan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi orangnya sok bijaksana, padahal menurut Anda kata-katanya sangat tidak benar, tidak bermutu, dan tidak masuk akal.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Hujan di Gelora Bung Karno

Pada hari ketiga KKR Pdt. Dr. Stephen Tong, Stadion Gelora Bung Karno yang dipakai untuk KKR tersebut diguyur hujan deras. Hal yang dikuatirkan ini pun terjadi juga. Panitia dan tim doa sudah berkali-kali berdoa untuk cuaca yang baik supaya tidak ada halangan bagi orang untuk datang ke KKR. Hujan akan membuat jalanan macet dan membuat orang menjadi malas untuk menempuh perjalanan ke Senayan. Selain itu, peserta yang tidak rela basah akan mengurungkan niat mereka untuk datang. Hujan juga akan menyulitkan acara altar call karena itu dilakukan di atas lapangan rumput yang berada langsung di bawah langit terbuka.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Berita di atas Padang Rumput: Dulu dan Sekarang

Dalam bagian awal Injil Lukas, dikisahkan bagaimana berita tentang kelahiran Yesus diberitahukan kepada gembala-gembala yang menjaga kawanan domba mereka di padang. Malaikat tiba-tiba menampakkan diri kepada mereka disertai dengan sinar kemuliaan Tuhan. Para gembala memang terlatih untuk menghadapi serangan binatang buas yang ingin menerkam ternak mereka, tetapi mereka tidak siap dengan malaikat yang membawa kemuliaan Tuhan pada saat itu. Malaikat yang kuat itu ternyata datang bukan untuk menghancurkan, tetapi membawa berita keselamatan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Menantikan Tahun Baru: Detik demi Detik

Tahun baru akan tiba sebentar lagi. Biasanya jarang ada yang akan meloloskan momentum dagang yang akan meberikan profit yang sangat banyak. Trompet-trompet dan mercon memenuhi pinggiran jalan-jalan. Suasana sangat penuh dengan atmosfir perayaan. Pergantian tahun ditunggu detik demi detik. SMS beterbangan membawa ucapan “Selamat Tahun Baru” yang dirangkai dengan kalimat yang indah-indah. Pergantian tahun menjadi sorakan dan tepukan tangan. Mengapa orang-orang merayakan tahun baru? Mengapa orang senang jika tahun baru tiba?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memori dan Iman

Apa yang membuat orang Israel gentar terhadap musuhnya? Jika kita menanyakan ini kepada orang Israel, mereka akan mengatakan bahwa musuh mereka yang sangat kuat itu sedang marah dan bersiap-siap untuk menyerang. Namun, dari sudut pandang Tuhan, penyebab kegentaran yang lebih mendasar bukanlah kekuatan musuh, tetapi adalah karena orang Israel telah melupakan Yahweh, melupakan kedahsyatan-Nya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Hati Seorang Hamba

Cerita tentang hamba Abraham adalah cerita tentang iman yang sering terlewatkan. Bayangkan, pada saat itu, dia disuruh tuannya untuk pergi ke Aram-Mesopotamia, ke kota Nahor, yang berjarak 835 km dari tanah Negeb, tempat Abraham pada saat itu tinggal, untuk mencarikan jodoh bagi Ishak. Alkitab mencatat bahwa dia membawa beberapa unta. Sepertinya perjalanan akan dilakukan dengan naik unta dan jalan kaki, mengingat kondisi jalan masa itu yang jauh lebih sulit.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Naga, Monster, Lewiatan

Minggu ini, warga etnis Tionghoa di seluruh dunia memperingati tahun baru menurut kalender Cina. Menurut perhitungan astrologi Cina, tahun yang baru ini adalah Tahun Naga. Anak-anak yang dilahirkan dalam tahun ini mendapat kehormatan untuk ber-shio naga. Saya katakan “kehormatan” karena nyatanya banyak orang Tionghoa yang merasa bangga dan beruntung mendapatkan keturunan ber-shio naga sebanyak-banyaknya. Bahkan, ada yang rela menempuh cara caesar supaya anaknya tiba di dunia sebelum tahun naga berlalu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Meninggalkan Jejak

Hampir setiap orang Kristen mempunyai kerinduan untuk mengunjungi dan melihat sendiri situs-situs yang menjadi latar belakang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pengamatan langsung yang dicampur dengan sedikit imajinasi akan membawa kita kembali ke zaman nabi-nabi, Yesus Kristus, dan rasul-rasul.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 1)

Saat ini, orang Kristen sedang berada dalam masa penantian. Dengan datangnya tahun 2012, kita sudah menunggu selama hampir 2.000 tahun akan kedatangan Sang Mesias yang kedua kalinya. Untuk ukuran manusia ini adalah penantian yang cukup lama. Meskipun begitu, kita yakin bahwa Tuhan Yesus pasti akan datang lagi sesuai dengan janji-Nya. Suatu hari nanti, kita akan mengetahui bahwa penantian kita tidak sia-sia.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 2)

Langit sedang mendung. Awan-awan hitam semakin padat dan memekat. Mereka berdesak- desakan berebut tempat, seakan-akan langit adalah ruang yang sempit. Petir sambung menyambung menembakkan cahaya-cahaya ke bumi. Halilintar menggelegar dan membuat anak-anak ketakutan. Jalan-jalan di Jakarta sedang padat-padatnya dan kendaraan bergerak lebih lambat daripada pejalan kaki. Kebisingan kota diramaikan lagi dengan klakson-klakson yang dihentakkan oleh supir-supir yang kehilangan kesabaran.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 3)

Di luar sudah semakin sepi. Tidak terdengar lagi suara anak-anak kampung bermain kejar-kejaran. Salak anjing sesekali memecahkan keheningan. Pengantin itu menunggu dan menunggu, tetapi mempelai laki-laki tidak kunjung tiba. Makanan telah mendingin. Anggur bergeming. Suara tawa di dalam rumah telah berganti menjadi uapan. Mata kesepuluh gadis itu mulai berat dan mereka pun tertidur. Namun sebelumnya, lima orang dalam kantuk mereka telah mengecek persediaan minyak mereka terlebih dahulu sebelum mereka menyerah kepada kelelahan mereka. Entah apa yang terjadi pada mempelai mereka.

"Sst!" Desis ibu mereka membuat mereka terbangun.

“Di mana minyakmu? Dia sudah datang!”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 4)

Jadi, apa yang harus kita siapkan? Para gadis itu harus menempuh perjalanan jauh dalam kegelapan, maka mereka perlu menyiapkan minyak lampu. Bagaimana dengan kita? Apa yang harus kita siapkan tergantung dari kondisi seperti apa yang akan kita jalani nanti. Untuk mengetahui kondisi ini, kita harus berhati-hati supaya tidak berspekulasi, melainkan harus meneliti kembali wahyu Tuhan, atau rahasia yang Tuhan bukakan kepada kita di dalam Alkitab.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (selesai)

“Bagaimana ini? Tanpa minyak, kita tidak akan dapat menyongsong mempelai!” Kelima gadis yang bodoh mulai gelisah dalam kepanikan mereka. “Bagikan kepada kami sedikit minyak kalian,” pinta mereka dengan suara memelas.

“Tidak bisa. Nanti kami sendiri tidak cukup,” tegas lima gadis yang lain. “Pergilah, beli sendiri ke tukang minyak.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Other-god Detector

Suatu hari, datanglah seorang anak muda yang kaya kepada Tuhan Yesus untuk meminta petunjuk. Bahagia di dunia sudah dia nikmati. Kemudaan, kesehatan, dan kekayaan dia punyai. Kini saatnya memastikan kebahagiaan akhirat juga di tangan. Maksudnya datang kepada Yesus adalah untuk mengetahui cara mendapatkan tiket ke sorga. Sejauh yang dia pelajari, hukum yang paling tinggi dalam agamanya adalah sepuluh perintah Allah dalam Keluaran 20, dan itu sudah dia lakukan semua. Namun, siapa tahu… siapa tahu saja masih ada yang lolos dari perhatiannya. Ini adalah persoalan masuk sorga atau neraka. Tidak boleh ceroboh sedikit pun, dan siapa tahu guru yang bernama Yesus itu mempunyai ide lain yang baru. Atau, jika tidak ada ajaran baru, menjawab di depan umum, “Sudah… Ya, sudah!” untuk pertanyaan “Apakah kamu sudah melakukan perintah pertama? Kedua? Ketiga? Sampai ke sepuluh?” membuat suasana hati lumayan enak juga.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Perintah Kedua Belum Kuno

Di dalam perintah kedua, Allah melarang umat-Nya untuk membuat patung apa pun yang menyerupai makhluk di udara, di bumi, dan di dalam air untuk disembah. Mungkin bagi orang Kristen zaman sekarang perintah ini terdengar tidak relevan lagi, sehingga mereka tidak lagi merasa waswas dan menjaga dirinya supaya tidak melanggar perintah ini. Mana mungkin orang Kristen yang hidup di zaman ini masih mau membuat berhala untuk disembah? Pastilah perintah ini lebih relevan bagi orang Israel yang hidup di zaman Timur Tengah Kuno, pada saat godaan untuk menyembah berhala begitu besar karena itulah cara yang paling populer untuk menyembah yang ilahi pada saat itu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kehormatan Sebuah Nama

Yesus Kristus pernah mengajar murid-murid-Nya untuk berdoa dalam nama-Nya, karena jika mereka berdoa dalam nama-Nya, permintaan mereka akan dikabulkan oleh Bapa. Sejak saat itu, orang Kristen selalu menutup doa mereka dengan nama Tuhan Yesus. Cara berdoa demikian dari kecil sudah ditanamkan dan menjadi kebiasaan terutama bagi yang lahir di dalam keluarga Kristen.

Namun, kebiasaan yang baik ini dapat menjadi kehilangan artinya jika tidak dilakukan dengan penuh kesadaran. Maksudnya, kebiasaan yang baik berbeda dengan repetisi yang baik. Jika kebiasaan untuk menutup doa dalam nama Yesus sudah tidak dilakukan dengan segenap pengertian dan kesadaran, itu akan menjadi repetisi yang tak berarti saja. Tidak heran dalam persekutuan doa di mana kita dapat mendengar doa yang satu dengan yang lain, mungkin kita dapat mendengar doa-doa seperti berikut ini, baik yang diucapkan oleh orang lain ataupun diri kita sendiri.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Harga BBM pada Hari Jumat Agung

Beberapa hari ini, Indonesia dilanda oleh beberapa gelombang demonstrasi yang semakin besar menjelang pengetukan palu di DPR perihal harga BBM. Karena aksi protes sudah semakin hebat, banyak orang menunggu saat-saat terakhir itu dengan rasa tegang. Dikhawatirkan jika DPR menggolkan usul pemerintah, aksi demontrasi dapat menjadi semakin hebat. Akhirnya gelombang unjuk rasa tidak semakin besar pada hari-hari setelahnya karena DPR dan pemerintah setuju untuk menunda kenaikan harga BBM.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Taat Sampai Menang

Umat Kristen di seluruh dunia baru saja merayakan Paskah, yaitu kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa dan maut. Dalam Perjanjian Lama, hari raya Paskah adalah untuk memperingati hari Tuhan melewati pintu rumah bangsa Yahudi yang dilumuri darah domba, dan membiarkan anak sulung mereka hidup, sedangkan anak sulung bangsa Mesir dibinasakan karena hukuman. Anak sulung bangsa Israel bebas dari kematian karena adanya darah domba yang disembelih. Sebenarnya, perayaan di Perjanjian Lama hanyalah bayang-bayang dari perayaan Paskah setelah Perjanjian Baru.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dipenuhi oleh Roh/roh?

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh. 13:27)

Pada makan malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya, Dia membongkarkan kepada mereka bahwa salah seorang dari mereka akan mengkhianati-Nya. Murid-murid itu tentu saja sangat kebingungan. Selama ini tidak ada tanda-tanda ada potensi pembangkangan dari teman-teman. Percekcokan mereka adalah tentang siapa yang akan menjadi yang tertinggi di antara mereka. Tidak pernah ada provokasi untuk melawan guru yang keluar dari mulut sesama murid. Mereka saling memandang dan terheran-heran.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Perintah untuk Yudas?

“Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh. 13:27)

Meskipun ditulis dalam bentuk imperatif, saya percaya kalimat di atas bukanlah sebuah perintah dari Tuhan Yesus kepada Yudas Iskariot. Bukan perintah, karena bagaimana mungkin Tuhan Yesus memerintahkan Yudas untuk melakukan dosa? Namun, jika bukan perintah, apakah itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nasihat yang Pertama

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang. (1Tim. 2:1)

Nasihat ini diberikan oleh Paulus kepada Timotius yang sedang berada di Efesus. Gereja di Efesus pada saat itu sedang mengalami serangan dari guru-guru palsu. Guru-guru tersebut mengajarkan “ajaran lain” (1Tim. 1:3) dan karena berpegang pada ajaran palsu, mereka memperlihatkan praktik hidup yang menyeleweng, Kristen palsu. Hal ini digambarkan oleh Paulus dalam pasal pertama. Mereka yang menolak ajaran yang sejati akan berakhir sepeti Himeneus dan Aleksander yang Paulus serahkan kepada Iblis.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Teriakan yang Aneh tentang Bersukacita

Ingatkah apa yang membuat hati kita bersukacita ketika kita masih kecil? Bagi kebanyakan orang, mungkin jawabannya adalah mainan baru. Pada masa remaja, faktor-faktor sukacita sedikit bertambah: HP baru, game console baru, gadget baru, pacar baru, dan uang jajan yang banyak. Ketika bekerja, hal-hal itu menjadi kenaikan gaji, promosi, mobil baru, dan rumah baru. Untuk masa yang akan datang: gaji yang lebih banyak, jabatan yang lebih tinggi, mobil yang lebih mahal, rumah yang lebih mewah. Namun, apa yang seharusnya membuat orang Kristen bersukacita?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kereta dan Kuda

Suatu kali, saya berada di sebuah kota yang asing untuk melakukan sebuah tugas selama tiga hari. Saya sama sekali belum pernah ke tempat itu sebelumnya, dan buta terhadap jalan dan wilayah di tempat itu. Tidak ada satu orang pun yang saya kenal, kecuali satu orang yang dengannya saya telah membuat janji untuk bertemu.

Setelah saya check-in di sebuah hotel, di dalam kamar saya, kecemasan-kecemasan mulai muncul, mengingat kepercayaan dan biaya yang sedang dipertaruhkan untuk trip ini. Bagaimana kalau perjalanan ini gagal karena saya tersesat di jalan? Bagaimana jika tidak ada orang yang mau menolong saya? Bagaimana jika orang-orang yang direncanakan untuk diwawancara menolak bertemu?

Selengkapnya...

Unduh PDF
Cari
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang telah diadakan di 5 kota di Kalimantan Timur. Kiranya melalui rangkaian kebaktian ini, bangsa Indonesia dapat kembali mengenal firman, kesaksian, dan pertobatan yang sejati. Berdoa juga untuk rangkaian Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang akan diadakan pada akhir Mei 2012 sampai dengan pertengahan Juni 2012 di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan NTT.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
syalom....!!! berkaitan dengan pemilihan Allah secara berdaulat..., disini saya mau bertanya, bagaimana dengan...

Selengkapnya...

ORA ET LABORA..

Selengkapnya...

Halo Carlos. terima kasih atas tanggapannya. Selama ini saya sudah sering tukar pendapat mengenai gereja dengannya....

Selengkapnya...

Filipi 1:29, " Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk...

Selengkapnya...

Sepertinya saya melihat diri saya dalam cerita itu.... Kadang kita "sepertinya"tidak memerlukan Tuhan lagi...

Selengkapnya...

© 2010 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲