Tulisan oleh "Ev. Yadi S. Lima" (12 buah)

Sempat ditulis tapi batal diterbitkan

Dagang - Untung atau Buntung?

Selengkapnya...

Artikel

Dagang

Untung atau Buntung?

Selengkapnya...

Artikel

Biblical Aesthetics

Sebuah Tinjauan Alkitabiah, Historis, dan Filosofis

Selengkapnya...

Artikel

How do You know what You think is true is true? (Bagian 1)

Kebanyakan orang tak tertarik untuk mempelajari filsafat padahal setiap kita punya filsafat. Kita melihat dunia, merasakan apa yang kita lihat, dan mengambil keputusan untuk bertindak sesuai dengan filsafat kita masing-masing. Masalahnya hanya sedikit orang yang menyadari filsafat apa yang ia pakai karena untuk mengetahuinya dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk berpikir secara jernih dan konsisten. Tak ada orang yang tak dipengaruhi filsafat. Semakin sedikit ia mempelajari filsafat, semakin besar pengaruh filsafat yang secara tak sadar ia hidupi dengan taat. Pernah dengar orang mengatakan, “Buat apa belajar filsafat? Yang paling penting itu ilmu-ilmu yang ada hasilnya secara nyata. Kedokteran, teknik, akunting, atau desain grafis misalnya. Ngapain belajar sesuatu yang nggak ada kesimpulannya dan nggak memberikan pengaruh nyata buat kehidupan kita?” Orang semacam ini adalah penganut pragmatism yang fanatik. “Saya orangnya nggak fanatik kok, semua itu kan berpulang pada kepercayaan masing-masing orang. Kalau kamu pikir itu benar, ya sudah, itu benar buat kamu; semua itu kan ada benarnya sendiri-sendiri, tiap orang lain-lain.” Nah, orang ini adalah penganut relativism yang pasti mengabsolutkan dirinya kalau ditentang.

Selengkapnya...

Artikel

How Do You Know What You Think is True is True? (Bagian 2)

Pada awal abad ke-20 terjadi sesuatu yang ironis terhadap Epistemologi foundationalism. Jika pada akhir Renaissance revolusi dalam bidang sains telah ikut serta mendukung kelahiran foundationalism, maka pada awal abad ke-20 revolusi dahsyat kedua yang terjadi dalam bidang sains justru menyediakan atmosfer yang sangat mendukung bagi keruntuhan foundationalism.

Selengkapnya...

Artikel

Sejak Yesus Masuk ke dalam Hatiku

Tentu saja bukan Yesus dari Nazaret yang memiliki tinggi badan sekian, berat badan sekian, warna kulit tertentu, yang entah dengan cara bagaimana ‘masuk’ ke dalam salah satu organ tubuhku yang disebut ‘liver’ oleh orang-orang berbahasa Inggris, atau ‘leb’ oleh orang-orang Ibrani. Beberapa orang mengatakan bahwa peristiwa ‘masuknya Yesus ke dalam hati orang percaya’ itu bukan terjadi secara ‘fisik’ (tentu saja!) melainkan terjadi secara ‘rohaniah’ atau ‘spiritual’ (apa pun artinya hal itu!). Ekspresi semacam ini sangat sering kita dengar dalam percakapan orang-orang Kristen.

Selengkapnya...

Artikel

Agustinus dan "Pekerjaan Sekuler"

Agustinus hidup di dalam era pra-industri. Sumber penghidupan utama masyarakat adalah terutama dari mengolah tanah dan memperdagangkan hasil bumi. Ini adalah sebelum masa Enlightenment, kala ‘kepenguasaan’ orang terhadap alam sangat minim. Hidup di dalam era tersebut sangatlah tidak menentu. Nasib buruk dapat menimpa tanpa dapat diprediksi terlebih dahulu, baik yang berasal dari wabah penyakit, kegagalan panen, pergerakan harga yang tidak menentu, sampai peperangan regional.

Selengkapnya...

Artikel

Sang Raja Telah Datang

Kita memiliki ungkapan “Kristus adalah Raja” atau dalam bentuk pertanyaan, terkadang orang berkata, “Apakah Kristus menjadi Raja di dalam hati dan hidupmu?” Walaupun tentu saja pernyataan-pernyataan seperti ini tidak ada salahnya, tetapi saya berpendapat bahwa formula begini bersifat redundant.

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk WRF General Assembly 2019 yang telah diadakan pada 8-12 Agustus 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shalom Pak Pendeta. 1.Bagaimanakah saya boleh membeli buku hasil penulisan bapak? kerana saya berada di Malaysia...

Selengkapnya...

baik

Selengkapnya...

saya mau bertanya aja, kalau di katakan bahwa "when they were created, human can be self-centered",...atau...

Selengkapnya...

Terima kasih untuk renungan tentang kasih Allah.

Selengkapnya...

Asumsikan ada terbatas banyaknya bilangan genap jika dan hanya jika terdapat M yang merupakan bilangan terbesar dari...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲