Resensi
Artikel
“Paskah lagi, Paskah lagi. Kapan aku bisa ada masa ’ketenangan’? Baru selesai KKR Natal, sekarang sudah langsung siap-siap untuk KKR Paskah. Paskah kan berarti sudah lewat. Pasca kan? Ngapain ini yang sudah lewat diurusin? Bukankah Paskah berasal dari kata Passover yang artinya dilewati dan memang kejadiannya sudah lewat lama sekali?”
Artikel
Ketika mendiskusikan tentang Revival atau Kebangunan Rohani, kami sadar ada beberapa istilah penting yang mirip dengan kebangunan dan kadang digunakan secara bergantian sehingga kami bertanya-tanya di manakah letak perbedaannya. Misalnya istilah bahasa Indonesia berikut ini: Kebangunan, Kebangkitan, dan Kesadaran. Belum lagi selama proses penulisan ini saya menjadi teringat beberapa istilah lagi dalam bahasa Inggris seperti vivification (aktif dan penuh vitalitas), quickening (hidup dan kelahiran), dan resurrection (kebangkitan).
Artikel
Saya percaya banyak dari kita akan melakukan refleksi dan merenung ketika diperhadapkan dengan fenomena (slice of life and reality) dan membuat kita bertanya: Tuhan mau kita menjadi seperti apa? Atau, apa yang seharusnya kita lakukan? Pdt. Billy Kristanto di dalam sharing-nya berulang kali mengatakan bahwa panggilan itu digerakkan karena melihat kebutuhan, melihat ladang yang menguning. Apa yang Tuhan mau nyatakan kepada kita? Kita yang sederhana dan terbatas di tengah-tengah dunia yang luas dan kompleks ini. Juga kita yang kompleks dan berimajinasi ideal tinggi di tengah-tengah dunia yang rutin dan banal ini.
Artikel
Edisi Pillar bulan September 2011 ini mengambil tema: Puasa, tetapi saya tidak akan membahas tema Puasa secara langsung karena artikel-artikel lainnya sudah membahas dengan sangat baik dan lengkap di edisi kali ini. Bulan September 2011 ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan bagi orang muslim tetapi saya percaya alasan pemilihan tema ini lebih berkait kepada rangkaian tema spiritual discipline yang sudah dibahas oleh Pillar beberapa bulan ini yaitu Saat Teduh dan Berdoa.
Artikel
Berita kelepasan merupakan berita yang paradoks. Berita kelepasan menyebabkan Yesus yang bebas harus terbelenggu. Pada saat Yesus datang untuk memberikan comfort kepada umat-Nya, Ia lahir di tengah-tengah discomfort. Mungkin tempat tidur pertama-Nya berjerami kasar dan menusuk punggung-Nya menembus lampin. Mungkin tempat tidur pertama-Nya tanpa jerami tapi dari batu dingin yang keras. Makanan sisa bahkan kotoran binatang pasti sangat mengganggu peristiwa kelahiran Yesus yang disertai dengan air dan darah. Tubuh yang kecil dan darah yang mengalir berada dalam ruangan yang sama dengan bekas makanan dan kotoran binatang. Kelahiran Yesus tidak bisa dipisahkan dengan kedatangan Yesus untuk mati.
Artikel
Buletin Pillar mengambil tema “Pemuda dan Gerakan Reformed Injili” pada tahun baru 2012. Sesuatu yang “Baru” menimbulkan pengharapan yang adalah jangkar bagi kehidupan dan elemen dasar kehidupan. Pengharapan yang benar akan memberikan kekuatan bagi kehidupan untuk melewati berbagai macam krisis. Ibrani menyatakan bahwa pengharapan di dalam Kristus adalah sauh (jangkar) yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Sauh yang dilabuhkan sampai ke belakang tabir oleh Kristus di hadapan takhta Allah. Kristus memberikan perjanjian yang baru, hidup yang baru, dan pengharapan yang baru.
Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang telah diadakan di 5 kota di Kalimantan Timur. Kiranya melalui rangkaian kebaktian ini, bangsa Indonesia dapat kembali mengenal firman, kesaksian, dan pertobatan yang sejati. Berdoa juga untuk rangkaian Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang akan diadakan pada akhir Mei 2012 sampai dengan pertengahan Juni 2012 di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan NTT.