Tulisan oleh "Ryan Putra" (9 buah)

Artikel

Your (my) Kingdom Come

Banyak orang yang tidak ingin tinggal di negara kelahirannya karena berbagai alasan. Saya sendiri pernah berpikir seperti itu, Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat polusinya cukup tinggi, transportasi umum yang kurang nyaman, serta keamanan yang kurang terjamin. Belum lagi situasi politik di Indonesia yang sangat labil. Banyak alasan yang dapat kita sebutkan untuk pergi keluar dari Indonesia dan tinggal di negara lain. Bagaimana dengan kedaulatan Allah dalam hal ini?  Bukankah tempat dan waktu kita lahir di suatu negara merupakan kedaulatan Allah semata? Lebih jauh lagi, untuk apa ada negara dan pemerintahan di dunia ini? Apa kaitannya negara dan pemerintahan dengan hukum?

Selengkapnya...

Artikel

Biblical Counseling: A Problem of Having Faith in the Bible

Nabi Yeremia memaparkan dengan setepat-tepatnya apa yang dialami oleh gereja pada saat ini. Selain dari kekacauan doktrin yang melanda gereja pada hari ini, ada suatu hal lain yang sangat kurang diperhatikan di kalangan pendeta pada saat ini. Di dalam gereja, tugas seorang pendeta salah satunya adalah menggembalakan. Sebagai penggembala, pasti pada suatu saat tertentu dia akan menemukan dirinya di dalam situasi di mana dia harus menghadapi jemaatnya untuk dikonseling mengenai hal-hal tertentu yang bersifat pribadi. Secara umum, orang di dalam gereja yang menemui kesulitan dalam hidupnya pasti akan pergi untuk menemui seseorang yang dianggap kompeten dan di dalam gereja

Selengkapnya...

Artikel

Johannes Oecolampadius: The House Lamp that Shone Forth the Genevan Reformation

Reformasi bukan suatu peristiwa yang hanya dimulai ketika Martin Luther memakukan 95 tesis di pintu gereja Schloßkirche di Jerman. Reformasi merupakan suatu peristiwa yang Tuhan sudah siapkan bahkan sebelum dunia dijadikan, dimulai, dan dipersiapkan bertahun-tahun sebelumnya dan oleh banyak orang yang mencintai Tuhan, namun pada hari ini tidak kita kenal. Johannes Oecolampadius adalah salah satu dari orang yang dunia pada hari ini tidak kenal dan hampir terlupakan. Meskipun dia tidak mencetuskan Reformasi seperti yang Luther lakukan, namun dia berperan besar dalam pembentukan pemikiran Calvin dan Bucer, khususnya dalam konsep ibadah dan struktur pemerintahan.

Selengkapnya...

Artikel

The Puritans Quest for Godliness

Bagi Jonathan Edwards, hal terpenting yang menjadi pembeda antara orang Kristen sejati dengan yang bukan adalah satu hal ini, yaitu apakah orang itu terus mencari kesukaan Allah dan melakukannya? Ataukah dia melakukan sesuatu karena tertekan oleh peraturan? Jikalau kita telah membaca Alkitab dan tetap tidak melakukannya, maka jelas bahwa kita tidak suka terhadap Allah, karena perkataan-Nya sebenarnya tidak kita inginkan. Prinsip yang kita dapat dari pembacaan dan perenungan Alkitab ini mungkin sulit untuk kita lakukan, karena kita masih hidup di dalam dunia yang berdosa, di mana kedagingan kita terus mengusik dan mengganggu kita untuk tidak terus mendekat kepada Allah. Tetapi, orang Puritan benar-benar menghidupi apa yang dikatakan oleh Mazmur 119:9, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.”

Selengkapnya...

Artikel

Ecclesia Reformata Semper Reformanda: Great! But Don't Forget Secundum Verbum Dei

Bulan ini kita sampai kepada sejarah Gereja masa post-reformation. Post-reformation merupakan suatu jenjang waktu yang biasa dipakai untuk menjelaskan periode yang dimulai setelah zaman Reformasi yang kira-kira berhenti setelah Theodore Beza (penerus John Calvin) mati sampai kepada Gerakan Reformed Injili pada hari ini.

Selengkapnya...

Artikel

Justified in Christ: God's (not Paul's) Plan for Us in Justification

Justification is the hinge on which the religion turns” (Calvin), “Justification is the article by which the church stands or falls” (Luther). Kedua kalimat di atas adalah dua kalimat yang sangat terkenal di kalangan orang-orang Reformed, Calvinist, dan setidaknya Lutheran. Apakah yang dimaksudkan oleh Luther dan Calvin mengenai “justification” terlalu berlebihan?

Selengkapnya...

Resensi

Keeping the Heart: How to Maintain Your Love for God

John Flavel adalah seorang pendeta Puritan di Worcestershire, lahir pada tahun 1627 dan meninggal pada tahun 1691. Flavel tergolong sebagai kaum Puritan. Pada tahun 1662 setelah Pangeran Charles II dikembalikan takhtanya, Flavel terpaksa keluar dari Church of England. Kaum Puritan adalah orang-orang yang sangat sensitif dengan kehidupan Kristen. Mereka adalah salah satu kelompok yang paling awal menerima warisan theologi John Calvin.

Selengkapnya...

Artikel

But Now My Eyes See You

Sepertinya pada zaman ini merupakan hal yang umum untuk berpikir bahwa orang Kristen harusnya menjalani hidup tanpa kesulitan. Apa yang penganut pemikiran demikian pikirkan ketika mereka membaca kitab Ayub?

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk WRF General Assembly 2019 yang telah diadakan pada 8-12 Agustus 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shalom Pak Pendeta. 1.Bagaimanakah saya boleh membeli buku hasil penulisan bapak? kerana saya berada di Malaysia...

Selengkapnya...

baik

Selengkapnya...

saya mau bertanya aja, kalau di katakan bahwa "when they were created, human can be self-centered",...atau...

Selengkapnya...

Terima kasih untuk renungan tentang kasih Allah.

Selengkapnya...

Asumsikan ada terbatas banyaknya bilangan genap jika dan hanya jika terdapat M yang merupakan bilangan terbesar dari...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲