Resensi
Benar gak sih apa yang aku lakukan? A bilang benar, tapi B bilang salah. Hmm… aku jadi bingung. A benar, B juga ada benarnya, … jadi??? A dan B benar, atau… A dan B salah? Puyeng deh! Apa sih sebenarnya yang benar? Siapa yang menentukan benar dan salah? Kenapa kok sulit untuk membedakan yang benar dan yang salah? By the way, sebenernya perlu gak sih mikirin apa yang benar dan salah?
Resensi
Resensi
Resensi
Artikel
Seorang bos suatu perusahaan terdengar sedang marah terhadap karyawannya yang bekerja sebagai resepsionis di kantornya. “Bagaimana sih, masa saya telepon ke kantor, ditanya dari mana? Memangnya gak tahu suara saya?” Kedengarannya agak lucu memang, masa karyawan sendiri tidak mengenali suara bosnya, pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Tidak dipungkiri bosnya setiap hari datang dan pasti melewati meja resepsionis itu. Akan tetapi mungkin juga karyawan itu baru bekerja dan belum hafal suara bosnya atau itu adalah prosedur seorang resepsionis, yaitu menanyakan identitas setiap penelpon walaupun sang penelpon adalah bosnya sendiri.
Resensi
“And they live happily ever after” itulah akhir cerita dari kebanyakan dongeng. Kita tahu bahwa dalam realitas itu adalah tidak mungkin karena “To live happily ever after” hanya ada di dalam dongeng. Realitas adalah campuran dari kebahagiaan dan kesedihan, bukan kebahagiaan senantiasa. Walaupun tidak ada yang namanya “happily ever after” tetapi kita terus berjuang semaksimal mungkin untuk memperoleh “happily as long as it can be”.
Resensi
“Apa sih pentingnya baca kitab Wahyu? Itu kan masa depan setelah kita meninggal nanti? Belajar doktrin buat hidup sekarang aja gak selesai-selesai. Apalagi isinya seperti cerita fantasi, ada naga, kuda, kaki dian, sangkakala, de el el, apa artinya? Daripada menebak-nebak apa artinya malah jadi ngawur, ya sudahlah asal beriman saja bahwa setelah kematian ada hidup kekal bersama Allah di sorga, selesai.”
Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang telah diadakan di 5 kota di Kalimantan Timur. Kiranya melalui rangkaian kebaktian ini, bangsa Indonesia dapat kembali mengenal firman, kesaksian, dan pertobatan yang sejati. Berdoa juga untuk rangkaian Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang akan diadakan pada akhir Mei 2012 sampai dengan pertengahan Juni 2012 di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan NTT.