Tulisan oleh "Yana Valentina" (89 buah)

Resensi

Segala Kebenaran adalah Kebenaran Allah (All Truth is God’s Truth)

Benar gak sih apa yang aku lakukan? A bilang benar, tapi B bilang salah. Hmm… aku jadi bingung. A benar, B juga ada benarnya, … jadi??? A dan B benar, atau… A dan B salah? Puyeng deh! Apa sih sebenarnya yang benar? Siapa yang menentukan benar dan salah? Kenapa kok sulit untuk membedakan yang benar dan yang salah? By the way, sebenernya perlu gak sih mikirin apa yang benar dan salah?

Selengkapnya...

Resensi

Dosa dan Kebudayaan

Judul : Dosa dan Kebudayaan Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong Penerbit : Penerbit Momentum (Institut Reformed/STEMI) Tebal : iv + 80 halaman Cetakan : Ke-4 (2007) Transkrip dan Terjemahan: Eunice Liauw

Selengkapnya...

Resensi

Keluarga Bahagia

Judul : Keluarga Bahagia Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong Penerbit : Momentum Tebal : 125 halaman Cetakan : Ke-8, Mei 2006

Selengkapnya...

Resensi

Membesarkan Anak dalam Tuhan

Judul : Keluarga Bahagia Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong Penerbit : Momentum Tebal : viii + 87 halaman Cetakan : 5

Selengkapnya...

Artikel

Apakah Kau Mengenal Suara Gembalamu?

Seorang bos suatu perusahaan terdengar sedang marah terhadap karyawannya yang bekerja sebagai resepsionis di kantornya. “Bagaimana sih, masa saya telepon ke kantor, ditanya dari mana? Memangnya gak tahu suara saya?” Kedengarannya agak lucu memang, masa karyawan sendiri tidak mengenali suara bosnya, pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Tidak dipungkiri bosnya setiap hari datang dan pasti melewati meja resepsionis itu. Akan tetapi mungkin juga karyawan itu baru bekerja dan belum hafal suara bosnya atau itu adalah prosedur seorang resepsionis, yaitu menanyakan identitas setiap penelpon walaupun sang penelpon adalah bosnya sendiri.

Selengkapnya...

Resensi

Kehidupan Kristen: Sebuah Pengantar Doktrinal

And they live happily ever after” itulah akhir cerita dari kebanyakan dongeng. Kita tahu bahwa dalam realitas itu adalah tidak mungkin karena “To live happily ever after” hanya ada di dalam dongeng. Realitas adalah campuran dari kebahagiaan dan kesedihan, bukan kebahagiaan senantiasa. Walaupun tidak ada yang namanya “happily ever after” tetapi kita terus berjuang semaksimal mungkin untuk memperoleh “happily as long as it can be”.

Selengkapnya...

Resensi

Lebih Dari Pemenang

“Apa sih pentingnya baca kitab Wahyu? Itu kan masa depan setelah kita meninggal nanti? Belajar doktrin buat hidup sekarang aja gak selesai-selesai. Apalagi isinya seperti cerita fantasi, ada naga, kuda, kaki dian, sangkakala, de el el, apa artinya? Daripada menebak-nebak apa artinya malah jadi ngawur, ya sudahlah asal beriman saja bahwa setelah kematian ada hidup kekal bersama Allah di sorga, selesai.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pohon Berjalan-jalan

“Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat ... ” Markus 8:17-18

Wah, bayangkan kalau seseorang berkata demikian kepada kita. Apakah kita akan tertunduk malu atau biasa saja?

Perkataan itu keluar dari mulut Tuhan Yesus dan ditujukan kepada kedua belas murid yang selalu bersama-sama dengan Dia. Para murid lingkar dalam yang selalu ada di dekat Tuhan Yesus, setiap hari mendengar semua ajaran Tuhan Yesus dan melihat semua mujizat yang dilakukan-Nya. Mengapa Tuhan Yesus menegur para murid sedemikian keras?

Selengkapnya...

Artikel

True Food and True Drink

Apakah yang kau cari dalam hidupmu? Apakah kau menginginkan apa yang ada pada orang lain namun tidak ada pada dirimu? Apakah kau akan bahagia jika kau memiliki semuanya itu? Bahkan sekalipun kau memiliki seluruh dunia, kau tetap tidak akan puas. Hatimu akan terus mencari dan terus merasa kurang puas. Semua orang mencari kasih, memuja kasih, menjalin kasih, menikmati kasih, tetapi kasih tidak pernah sempurna.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jurus Baru

Markus 9:14-29
Ayah : “... jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
Tuhan Yesus : “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.”

Percakapan di atas bukankah seharusnya dijawab “Jika Aku bisa? Aku bisa!” Jika kita yang ditanya demikian, pasti harga diri kita segera mencuat dan merasa diri tertantang untuk membuktikan bahwa kita mampu. Tetapi bukan itu reaksi Tuhan Yesus, Dia tidak perlu membuktikan kehebatan-Nya kepada siapa-siapa agar orang tahu bahwa Dia hebat. Dia menuntun sang ayah untuk bukan melihat pada kemampuan Tuhan Yesus tetapi melihat pada imannya akan kemampuan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Pencipta alam semesta dan segala isinya, Dia jugalah yang menopangnya, sudah pasti tak perlu diragukan, tidak ada yang mustahil bagi Dia di bawah kolong langit ini. Permasalahannya bukan pada Dia, tetapi pada diri sang ayah. Apakah sang ayah percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang maha kuasa?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seratus Dinar

Petrus datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya sampai batas berapa kali ia perlu mengampuni orang lain? Apakah tujuh kali, yang merupakan angka sempurna? Tetapi Tuhan Yesus mengatakan sampai tujuh puluh kali tujuh (Mat. 18:21-22). Bukan hanya tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Wow, bisakah kita mengingat untuk menghitungnya sampai sedemikian banyak? Sekiranya kita mencatat semua kesalahan orang lain terhadap kita dalam satu bulan, sampai di angka berapa kita akan berhenti mencatat? Apakah kita juga mencatat kesalahan kita terhadap orang lain?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Minum Susu Campur Air, Yuk!

Huek... gak enak,” kata seorang anak setelah meminum susu di gelasnya. O, ternyata susunya tercampur air, jadi rasanya tidak enak. Susu cair jika tercampur air rasanya menjadi tidak enak. Bagaimana menuangkan susu ke dalam gelas yang penuh air? Jika dipaksakan pasti akan tumpah terbuang, walaupun ada susu yang bertukar dengan air, rasanya tidak enak. Jika dikeluarkan setengah gelas lalu dimasukkan susu sampai penuh, rasanya pun tetap tidak enak. Semua air harus dikeluarkan, lalu diisi susu, barulah susu itu nikmat untuk diminum.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Saul dan Goliat

Di masa tua Samuel, bangsa Israel meminta seorang raja dan Tuhan mengabulkan permintaan mereka. Namun Tuhan memperingatkan mereka akan apa yang menjadi hak raja, bahwa raja akan mengambil apa yang menjadi milik bangsa Israel bahkan diri mereka sendiri akan menjadi budak dari raja tersebut. Tetapi bangsa Israel tetap ngotot, mereka berkata, “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Paskah, Tahun Baru Kita?

Kita baru saja melalui tahun baru pada tanggal 1 Januari 2013 dan tahun baru Imlek tanggal 10 Februari 2013 (khusus untuk keturunan Tionghoa). Tahun Baru selalu dimulai dengan harapan agar tahun tersebut dipenuhi dengan keberhasilan dalam segala hal, terutama materi kemudian meluas pada kesehatan, studi, karir, dan sebagainya. Intinya adalah I get what I want. Ehmm.. Bagaimana dengan tahun baru bangsa Israel?

Selengkapnya...

Artikel

Jonah and Valentine's Day

Apa yang spesial di bulan Februari? Xin Jia atau Tahun Baru Imlek bagi keturunan Tionghoa, dan Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang bagi orang pada umumnya. Hari Valentine dirayakan untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain, baik kekasih, anak, guru, dan sebagainya.  Bentuk pernyataan dapat berupa kartu berbentuk hati, bunga, coklat, maupun hadiah-hadiah lainnya yang dikemas dengan warna merah muda, merah, dan sebagainya untuk melambangkan kasih. Hari yang sangat berdebar dan menyenangkan terutama bagi pasangan yang sedang berpacaran, karena masing-masing berlomba-lomba untuk menyatakan rasa kasihnya yang mendalam kepada yang lainnya. Suatu perayaan yang juga sangat disukai para pelaku usaha!

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Raja di Atas Keledai

Ketika Ia masih bayi, kelahiran-Nya sebagai raja ditakuti oleh Raja Herodes sampai-sampai ia membunuh semua bayi laki-laki berumur di bawah dua tahun untuk menghancurkan-Nya. Ketika Ia hendak memulai pelayanan-Nya, Allah Bapa mengkonfirmasi bahwa Ia adalah Anak-Nya (bandingkan dengan raja-raja dunia yang mengangkat diri sebagai son of god, divine). Kini Ia akan mengakhiri pelayanan-Nya di bumi. Ia masuk ke kota Yerusalem untuk memenuhi nubuat nabi Yesaya dan nabi Zakharia, “Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Tuhan Yesus disambut sebagai raja (Luk. 19:38), dalam kerajaan Daud (Mrk. 11:10), yang datang dalam nama Tuhan (Mat. 21:9).

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dia Bangkit!

Lazarus sakit... Marta dan Maria sudah menyampaikan berita ini kepada Tuhan Yesus dan meminta pertolongan-Nya. Tetapi Tuhan Yesus tidak segera menuju ke Betania untuk menyembuhkan Lazarus. Dia sengaja membiarkan Lazarus. Marta percaya bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan Lazarus jika Dia ada sebelum Lazarus mati. Tetapi sekarang Lazarus sudah mati.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Apa Hadiah yang Kau Inginkan?

Sore itu, anak-anak dengan pede-nya menggoyang-goyangkan tubuhnya di hadapan semua orang yang ada di pesta ulang tahun anak teman saya. Biasanya anak-anak akan grogi berdiri di depan umum, tetapi saat itu dengan pede dan tertawa-tawa mereka bergoyang! Mengapa? Karena mata mereka tertuju pada MC yang sengaja bergoyang dengan ‘heboh bin ajaib’ dan pikiran mereka tertuju pada hadiah yang dijanjikan MC bagi mereka yang bisa goyang terheboh! Hadiah-hadiah dikemas dengan menarik sehingga anak-anak menginginkannya (want), padahal sesungguhnya mereka tidak membutuhkannya (need). Mereka tidak lagi memikirkan ‘malu’-nya bergoyang di depan orang banyak, tetapi berlomba-lomba untuk mendapat hadiah bagi yang ‘ter-‘ dalam permainan sang MC.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

TAAT = BEBAS

Taat = bebas. Hmmm... rasanya ada yang aneh dengan pernyataan ini. Tuhan Yesus mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh. 8:31) Dengan kata lain Tuhan Yesus mengatakan jika kamu taat kepada-Ku, kamu akan merdeka. Tetapi.. Bukankah anak kecil saja tahu, taat tidak sama dengan bebas? Justru taat = tidak bebas. Ia tidak bisa melakukan segala sesuatu sesuai keinginan hatinya. Orang tua sudah menetapkan peraturan-peraturan yang ia harus taati. Jika ia tidak taat maka ia akan mendapat hukuman. Jika ia taat maka ia tidak akan dihukum.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Image of My Own Imagination

Jadi princess, itulah impian sebagian besar anak perempuan. Princess memiliki tubuh dan wajah yang cantik, mengenakan gaun yang indah, hidup yang berkilauan, segalanya tampak sangat menyenangkan. Gambar apa yang kita inginkan ketika kita menjawab pertanyaan “What do you want to be?” Saya ingin seperti princess, raja, Einstein, Pavarotti, Steve Jobs, dan seterusnya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Where is the Love?

Apakah itu kasih? Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan. Kasih bersukacita karena keadilan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

It’s Not About You!

Banyak orang mengejar apa yang diinginkan hatinya, nama, kuasa, harta, dan sebagainya, berjerih lelah menggapai impian. Impian yang sementara seperti bunga di padang yang hari ini ada, tetapi besok tidak ada lagi, seperti yang dikatakan Alkitab. Sejak bayi sampai balita, remaja, dewasa, tua, yang menjadi pusat adalah “Saya”, saya mau ini, saya kepingin itu, saya harus punya ini, saya harus bisa itu. Supaya saya punya ini itu, supaya saya bisa ini itu, maka saya harus melakukan ini itu. Waktu berjalan terus, bertahun-tahun lewat, tetapi semua yang diperoleh tidak dapat dipertahankan selamanya, ada waktu pensiun, ada masa sakit, ada waktu berhenti bernafas dan semuanya harus dilepaskan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kuasa

Adakah orang yang melanggar peraturan lalu lintas, tertangkap oleh polisi lalu diampuni? Itu adalah pernyataan yang sangat mengagetkan bukan? Polisi adalah alat negara untuk menjalankan kekuasaan negara. Negara menetapkan hukum yang berlaku di wilayahnya dan semua orang yang berada di dalam wilayah itu harus mutlak taat pada hukum, jika melanggar maka akan dikenakan hukuman sesuai peraturan yang berlaku. Semua orang tahu pasti di dalam hukum tidak ada pengampunan. Is there forgiveness? There is fine.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kamu Dahulu, Kamu Sekarang

Kamu dahulu mati di dalam pelanggaran dan dosamu. Kamu dahulu berjalan menuruti jalan dunia, menuruti Setan. Kamu dahulu hidup dalam nafsu kedagingan. Kamu dahulu berjalan menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat. Kamu adalah orang yang harus dimurkai (children of wrath). Kamu mati karena dosamu, kamu hidup di dalam dosa, bagianmu adalah murka Allah. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat kamu lakukan untuk mengubah itu. You are doomed!

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

The Day of the Lord

Hari itu pun tiba. Banyak petugas dan polisi datang ke kawasan kumuh yang akan digusur itu. Berpuluh-puluh mobil petugas dan sebuah mobil pemadam kebakaran parkir di sepanjang jalan, siap untuk digunakan jika diperlukan. Jalanan itu pun ditutup oleh petugas, sehingga mobil yang hendak melintasinya harus berbagi dengan jalur sebaliknya. Banyak orang berada di jalan itu, banyak yang berdiri diam dan menonton. Ternyata ada sebuah ekskavator sedang merobohkan sebuah rumah bedeng. Besar kemungkinan semua rumah sementara yang berada di sepanjang jalan itu akan mengalami nasib yang sama.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dua Ekor Kuda

Suatu hari di padang rumput ada dua ekor kuda. Kuda liar yang hidup di alam bebas dan kuda penarik delman.

Kuda liar berkata, “Tampangmu jelek sekali. Pakai kacamata, tali, sepatu, bawa-bawa gerobak lagi. Hidupmu pasti sangat menderita. Kasihan sekali kamu.”

Kuda penarik delman menjawab, “Gak kok. Justru aku merasa hidupku bermakna.”

Dengan rasa aneh kuda liar berkata, “Bagaimana mungkin? Kamu harus senantiasa mengikuti kemauan majikanmu. Tidak bisa bebas seperti saya. Kapan saya mau lari, saya lari. Kapan saya mau makan, saya makan. Kapan saya mau tidur, saya tidur.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

You were Sealed!

Cincin kawin adalah tanda perjanjian antara seorang pria dan seorang wanita bahwa mereka adalah milik yang lainnya. Pada cincin yang mereka pakai di jari mereka, telah terukir nama pasangannya. Sunat dalam Perjanjian Lama adalah tanda perjanjian antara Allah dan Abraham bahwa ia dibenarkan oleh Allah. Abraham dibenarkan berdasarkan iman yang ditunjukkannya (Rm. 4:11). Oleh karena itu tanda sunat tidak memiliki arti apa-apa jikalau tidak ada iman kepada Allah. Sama seperti cincin kawin tidak memiliki arti apa-apa jikalau tidak ada kasih kepada pasangannya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tuhan Bukan Santa Claus

Dalam film Rise of the Guardians, ada kalimat yang diucapkan oleh Santa Claus yang kira-kira isinya adalah, “Kami terlalu sibuk bekerja untuk anak-anak, kami tidak mempunyai waktu untuk anak- anak.” Sangat ironis sekali, ketika Santa Claus yang selalu digambarkan sebagai sosok yang dicintai anak-anak karena ia selalu memberikan hadiah seperti yang diinginkan anak-anak, ternyata tidak tahu bagaimana bermain bersama anak-anak. Begitu juga dengan Tooth Fairy yang mengatakan betapa menariknya gigi susu anak yang tanggal dengan darah yang menempel. Hal itu segera membuat Sophie, anak gadis kecil, menangis. Mereka adalah tokoh cerita anak tetapi mereka tidak mengenal dunia anak-anak. Mereka diciptakan for children tetapi bukan to be with children.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dia Belum Datang

Ada pandangan yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik dan bahwa lingkunganlah yang membuatnya menjadi jahat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa hanya Satu yang baik (Mat. 19:17). Hanya Allah yang baik dan Dialah sumber segala yang baik, semua kebaikan berasal dari Dia. Manusia yang dijadikan Tuhan pada awalnya adalah amat baik. (Kej. 1:31), tetapi manusia menjadi tidak baik karena dia melawan Allah yang adalah sumber segala yang baik. Manusia mau menjadi “allah”. Ia mau menjadi penentu kebenaran antara perkataan Allah dengan perkataan setan. Manusia mau menjadi hakim atas segala sesuatu.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Permainan Dart

Suatu kali saya melihat ada pertandingan dart di televisi. Saya dahulu mengira permainan dart hanyalah sekadar permainan. Tidak pernah terpikirkan permainan dart bisa dipertandingkan, bahkan secara profesional sampai dipertontonkan di televisi. Dalam pertandingan dart, setiap pemain diberikan waktu tertentu untuk menancapkan dart ke lingkaran terdalam (inner bullseye) dari papan dart. Saya melihat setiap pemain mengambil satu dart, lalu memfokuskan pandangannya ke papan dart, jarinya memegang dart dengan posisi tertentu, tangannya diarahkan selurus mungkin di hadapan lingkaran terdalam, lalu dilemparkan ke sasaran tersebut. Bila menancap tepat di inner bullseye, itulah kemenangannya. Setiap pemain terlihat serius dan sungguh-sungguh memperhatikan segala aspek lalu menunggu waktu yang tepat dengan kekuatan yang tepat untuk melempar dart tersebut.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Where is Your Home?

Di mana hartamu berada di situlah hatimu. Di mana hatimu berada di situlah rumahmu. Hati kita akan melekat pada apa yang kita pandang berharga bagi kita. Kita akan berdiam di mana hati kita merasakan kepuasan.

Apakah yang menjadi kepuasan hati kita? Apakah kepuasan kita tergantung pada apa yang menjadi kepuasan mayoritas? Apakah dengan memperoleh apa yang menjadi kepuasan mayoritas maka kita pasti merasa puas? Apakah standar kepuasan mayoritas adalah kebenaran?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Reason to Rejoice

Di akhir setiap hari, ketika hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah tidur, muncul sebuah pertanyaan dari dalam hati: “Bagaimana harimu hari ini?”

Apakah kita akan bersukacita atau kita akan berdukacita? Jika kita bisa menyelesaikan segala sesuatu yang kita ingin kerjakan, jika kita dapat memegang kontrol atas segala sesuatu yang terjadi hari ini, jika segala sesuatu berjalan dengan baik, jika kita merasa aman dengan hidup kita, tidak ada ketakutan terhadap apa pun (misalnya dalam hal ekonomi, sosial, keluarga, kesehatan, dan pendidikan), kita punya alasan untuk bersukacita. Dengan kata lain, kita akan bersukacita ketika kita memegang otoritas. Tetapi segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kuasa dan Kasih Setia

Kuasa pertama yang dirasakan semua orang adalah ketika ia dilahirkan ke dalam dunia. Dia berada di bawah kekuasan orang tuanya. Umumnya bapak menjalankan kuasa dan ibu menjalankan kasih. Dengan demikian kuasa dan kasih berjalan berdampingan menjadikan keluarga yang ideal. Siapakah yang tidak mau hidup di dalam keluarga seperti itu?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

I Know What You Did

Kadang-kadang apa yang pernah kita lakukan di masa lampau bisa tiba-tiba muncul kembali ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang menurut penilaian kita sendiri adalah suatu kegagalan, hal yang membuat kita merasa buruk, malu, self pity, dan perasaan negatif lainnya. Akibatnya kita meresponi masa kini dengan buruk, padahal kita bisa dan seharusnya meresponi masa kini dengan baik. Kita telah dilumpuhkan. Pendeta Stephen Tong pernah mengatakan bahwa masa lalu adalah milik setan, masa depan adalah milik Tuhan, masa kini adalah milik kita yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Setan menggunakan masa lalu untuk terus menuduh kita sehingga kita menjadi lumpuh dalam masa kini. Masa depan ada di tangan Tuhan, bukan bagian kita untuk mengkhawatirkannya di masa kini.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Joy of the World atau Joy to the World?

Sudah pasti semua orang mau bahagia dan mencari bahagia. Demi memperoleh apa yang menurut mereka adalah bahagia, mereka rela bekerja keras, susah, sakit, bahkan mengorbankan apa saja. Tidak dapat dipungkiri, banyak hal yang bisa membuat manusia bahagia. Ada yang bahagia ketika makan makanan enak, ketika memiliki barang-barang yang indah, ketika bermain dengan hewan peliharaannya, ketika mendaki gunung tinggi, ketika mengamati macam-macam bentuk dan warna bunga, dan sebagainya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Painkiller and No Sense of Pain

“Aduh bahagianya! Ternyata ada painkiller di kotak obatku.” Rasanya seperti ada juruselamat yang sanggup melepaskanku dari sakit gigi yang tak tertahankan ini. Rasa bahagia ini kuceritakan kepada temanku, lalu dia menceritakan suatu hal yang membuatku kaget. Ternyata dia alergi terhadap painkiller. Ada juga seorang lain yang mengatakan bahwa ia mengidap autoimun yang membuatnya lemas ketika hal itu terjadi.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

MESIAS-KU?

Ya, saya tahu Yesus adalah Mesias. Perjanjian Lama menjanjikan Mesias dan Perjanjian Baru menyatakan penggenapannya di dalam diri Yesus. Perjanjian Lama mengatakan bahwa Mesias akan membuat orang-orang tuli mendengar, mata orang-orang buta akan melihat, orang-orang yang sengsara akan bersukaria, orang-orang miskin akan bersorak, orang lumpuh akan melompat, mulut orang bisu akan bersorak, orang-orang yang remuk hati akan dirawat, orang-orang tawanan akan dibebaskan, orang-orang yang terkurung akan dilepaskan, semua orang berkabung akan dihibur. (Yes. 29:18-21; 35:5-6; 61:1-2)

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Anak Itu

Simeon dan Hana melihat Anak itu, mereka mengenali Dia. Anak itu bukan anak biasa pada umumnya, tetapi Anak yang sesungguhnya dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel selama beribu tahun. Tetapi ketika Anak itu sampai ke Bait Allah, Alkitab mencatat hanya dua orang yang mengenali-Nya. Simeon dan Hana. Simeon adalah orang benar dan saleh yang menantikan Juruselamat Israel dan Roh Kudus ada di atasnya. Hana adalah nabi yang siang dan malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

What Are You Looking At?

Pemuda itu datang mendapatkan Yesus. Ia sangat penasaran apakah dirinya sudah ‘qualified’ secara rohani. Ia memandang Yesus dan menanyakan bagaimana caranya mendapat hidup yang kekal? Yesus dengan sederhana menjawab bahwa caranya adalah dengan menuruti semua perintah Allah. Pemuda itu ingin memastikan tidak ada perintah Allah yang dia tidak tahu, maka dia bertanya, “Yang mana?” Sekali lagi Yesus menuruti keinginannya dan memberikan jawaban yang tak lain adalah Sepuluh Perintah dalam Taurat Musa.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Smile, Be Happy

Setiap hari aku pasti melewati beberapa pintu untuk masuk ke basement apartemen demi memarkir mobil. Aku senantiasa bertemu dengan bapak satpam yang selalu tersenyum dengan ramah menyapa setiap pengendara mobil yang melewati mereka. Satpam yang berjaga selalu berganti, tergantung jadwal jaga mereka. Namun mereka selalu ramah dan menyapa setiap penghuni apartemen dengan senyuman. Tentu saja ada juga satpam yang bukan saja tidak tersenyum, namun memberikan kesan seram. Lalu bagaimanakah seharusnya mimik seorang satpam? Yang memberikan kesan seram demi menakuti penjahat atau yang memberikan kesan ramah demi memberikan ketenangan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

FOLLOW YOUR HEART?

Follow your heart, follow your instincts, that’s the true wisdom.” Kedengarannya tidak ada yang salah dalam kalimat ini. Justru kalimat ini sering dikumandangkan oleh orang-orang sukses dan terkemuka.

Seorang anak kecil membuka buku yang berisikan gambar orang menari, lalu dia mengikuti gerakannya sambil matanya terus tertuju pada buku itu. Terkadang ia mengikuti apa yang dilakukan kakaknya, orang tuanya, siapa saja yang ada di sekitarnya. Bukan hanya anak-anak yang mengikuti, anak remaja maupun orang dewasa juga mengikuti apa yang dilihatnya di berbagai media, mengikuti suatu ide atau paham tertentu. Manusia adalah peniru, pengikut. Walaupun ada yang menjadi pemimpin sekalipun, dia pun adalah seorang pengikut dari sesuatu paham atau seseorang.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

On THAT Cross

Mari kita merenungkan salib ITU, yang tertancap di atas tanah lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Sejauh apakah salib itu berarti bagi kita yang hidup lebih dari dua ribu tahun kemudian?

Di salib itu dia begitu buruk rupa, tidak ada kemuliaan sedikit pun, bahkan tidak kelihatan selayaknya sebagai seorang manusia. Dia yang kudus dinyatakan bersalah oleh standar manusia berdosa atas tuntutan menghina Allah. Di salib itu, Dia digantung dengan tangan dan kaki dipaku, dinaikkan ke tempat yang tinggi untuk dipertontonkan kepada semua orang. Di sebelah kanan dan kirinya disalibkan para penjahat yang bahkan menghina-Nya pula. Dia dikira kena tulah, dipukul, dan ditindas Allah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pertanyaan Pertama

Ketika manusia pertama berbuat dosa, Tuhan tidak langsung menghakimi mereka, melainkan memberikan pertanyaan. Itulah pertanyaan pertama Allah kepada manusia yang dicatat di Alkitab. Pertanyaan pertama itu berbunyi, “Di manakah engkau?” Bukan karena Tuhan tidak mengetahui di mana mereka berada, tetapi karena mereka tidak sadar bahwa posisi mereka telah berubah. Di Kejadian 1 dan 2, kita melihat relasi yang baik antara Allah dengan manusia, tetapi di Kejadian 3, manusia menjadi takut berelasi dengan Allah. Hal itu dikarenakan posisi manusia yang telah berubah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pertanyaan Kedua

“Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang?” Tidak perlu Tuhan atau orang lain untuk memberitahukan itu kepada Adam, ia mengetahuinya sendiri. Dulu telanjang, sekarang telanjang, apa masalahnya? Dulu telanjang tidak malu, sekarang telanjang malu, itu masalahnya. Setelah kejatuhan, manusia memberikan definisi atas statusnya. Melalui pertanyaan kedua, Tuhan menyadarkan Adam bahwa definisi seharusnya berasal dari Tuhan, bukan dari manusia. Siapa yang memberikan definisi dalam hidup kita, dialah yang memiliki otoritas atas hidup kita dan kita tahu hal itu adalah hak Tuhan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pertanyaan Ketiga

“Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” “Apakah yang telah kau perbuat ini?”

Pertanyaan Allah kepada manusia, “Apakah engkau?” dijawab oleh Adam dan Hawa dengan “Bukan saya, tetapi dia.” Adam menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Bukan salahku, tetapi salah perempuan itu, salah Allah yang memberikan perempuan itu, aku tidak memintanya. Hawa menjawab, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Bukan salahku, tetapi salah ular itu, dia yang menipu aku.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

MALAS BERDOA?

Pernahkah kamu merasa malas untuk berdoa, merasa hambar dengan hal-hal yang kamu doakan, bahkan tidak peduli apakah doamu didengar atau tidak? “Yang penting aku sudah berdoa, aku sudah menjalankan kewajibanku sebagai orang Kristen.” Seperti dua orang berpacaran tetapi tidak ada ‘desire’ di antara mereka. Walaupun mereka melakukan hal-hal yang umum dilakukan oleh orang yang berpacaran, tetapi relasi terasa hambar.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Merdeka Untuk Apa?

Oeee… oeee… oeee….” Terdengar suara tangisan pertama dari bayi yang baru saja lahir. Apakah itu tangisan karena sedih atau teriakan kemenangan, adakah yang tahu? Setelah sekian lama berada di tempat yang gelap, yang makin lama makin terasa sempit, kini tiba saatnya mendobrak keluar ke tempat yang terang dan luas. Nutrisi yang selama ini diberikan langsung ke perutnya, kini diberikan dari tempat yang baru. Semua anggota tubuh yang selama ini belum digunakan dengan maksimal, kini berkembang semakin sempurna. Tanggal bayi itu dilahirkan menjadi tanggal yang dirayakan setiap tahun sebagai Hari Ulang Tahun (HUT).

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Happy Birthday

Untuk segala sesuatu yang berada, ada mulanya. Sejarah manusia dimulai dengan perkataan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” maka segala sesuatu menjadi ada. Keberadaan sesuatu dari tidak ada menjadi ada umumnya dirayakan manusia sebagai celebration. Kelahiran seorang bayi dirayakan, kelahiran sebuah negara dirayakan, pernikahan dirayakan. Namun akhir dari suatu keberadaan pun diperingati, kematian seorang manusia diperingati, bahkan perceraian pun diingat, dan akhir dari sejarah manusia dimulai dengan perkataan Yesus Kristus “Ya, Aku datang segera!”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kenapa Bertengkar?

Welcome to this jungle! Kekacauan, pertengkaran, iri hati, egois, dan segala macam perbuatan jahat tersedia di dalam hutan ini. Siapa yang mau tinggal di dalam hutan ini? Jelas tidak ada, tetapi kita tinggal di dalamnya bahkan menjadi pemeran utamanya kadang-kadang (kalau tidak mau dikatakan sering). Kita ikut menciptakan hutan ini, dengan hikmat yang dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yak. 3:15).

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Raja di Atas Keledai

Pernahkah Anda marah ketika mendapat hukuman atas perbuatan Anda? Anda mengetahui adanya suatu peraturan dan Anda melanggarnya entah karena kelalaian atau kesengajaan yang bodoh, lalu yang berotoritas menjatuhkan hukuman kepada Anda dan Anda marah? Anda menjalani hukuman itu karena tidak ada jalan lain. Namun di dalam hati, Anda tidak rela dan sebaliknya tumbuh kebencian karena merasa hukuman itu tidak sepadan dengan pelanggaran yang Anda lakukan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Natal Dan Lidah

Kita sering mendengar tentang adanya empat macam temperamen pada manusia. Menurut mereka, bahkan sejak bayi, pembawaan dasar ini sudah terlihat. Jika mukanya riang mudah tertawa, maka sanguin. Jika mukanya tegas seperti pemimpin, maka kolerik. Jika mukanya muram, maka melankolik. Jika mukanya tenang dan santai, maka plegmatik. Dari keempat tipe ini, tipe melankolik paling besar kemungkinan untuk merasa depresi dan tidak bahagia. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa orang yang memandang Tuhan, mukanya akan berseri-seri, dan tidak pernah menjadi malu (Mzm. 34:6). Ternyata... Bukan tergantung pada tipe temperamen apakah Anda.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Selamat Tahun Baru, Bartimeus

Tahukah Anda cerita tentang Bartimeus di dalam Alkitab? Atau mungkin Anda lebih tahu lagu “Ada Orang Buta” jikalau Anda pernah mengikuti sekolah minggu? Setiap hari dia duduk di pinggir jalan, semua orang yang lewat jalan itu pasti melihat dia. Suatu hari Yesus datang ke kotanya, semua orang ingin melihat Yesus, begitu juga Bartimeus. Bartimeus ada di pinggir jalan, tetapi banyak orang menutupi dia, sehingga dia bukan saja tidak bisa melihat karena kebutaannya tetapi juga tidak terlihat oleh Yesus. Dalam ketidakberdayaannya ia memberanikan diri untuk memanggil Yesus karena kesempatan itu mungkin tidak akan datang kedua kalinya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

You Hide It, God Reveals It

Apa rasanya ketika apa yang kamu sembunyikan ternyata diketahui oleh orang lain? Ketika kita merasa tidak ada seorang pun yang melihat apa yang kita lakukan, tetapi kemudian ada seseorang yang mengatakan “I know what you did.” Apakah yang Anda lakukan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Be Kind and True

Mungkin ada beberapa dari kita yang sudah menonton film “Cinderella”. Cerita diawali dengan ibu Cinderella yang memberikan pesan terakhirnya kepada Cinderella yang masih kecil, yaitu “Have courage and be kind.” Pesan ini terus diingat dan dilakukan oleh Cinderella sampai ia dewasa, bahkan dalam keadaan yang sulit. Pesan yang terus menyertai hidupnya sampai akhirnya ia lepas dari segala penderitaan akibat ibu tirinya dan menikah dengan putra mahkota dan hidup bahagia selamanya. Pesan cerita ini cukuplah baik, yaitu mengajarkan kepada penonton agar “Have courage and be kind.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mati

Semua orang pasti mati suatu hari. Ini adalah realitas pahit hidup manusia. Tetapi kapankah waktunya, bagaimanakah keadaannya, dan apakah pengaruhnya terhadap orang-orang lain? Apakah yang lebih menyedihkan daripada kematian? Keterpisahan untuk selama-lamanya, dan tidak mengetahui apa-apa tentang keadaan kematian tersebut. Suatu misteri gelap sehingga kematian menjadi sangat menakutkan dan tabu untuk dibicarakan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Menunggu

Menunggu adalah salah satu hal yang paling tidak disukai banyak orang. Menunggu dan tidak melakukan apa-apa bisa jadi sangat meletihkan. Menunggu adalah sesuatu yang sangat tidak produktif. Oleh karena itu, ketika harus menunggu, sebagian orang memanfaatkannya dengan membaca, berbincang-bincang, melakukan sesuatu dengan handphone-nya, bermain, atau hal-hal lainnya. Pernahkah terpikir untuk menggunakan waktu menunggu dengan berdoa? Hmmm…

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

LIBUR

Bulan Juni adalah salah satu bulan dalam satu tahun di mana sekolah libur, sehingga khusus pada bulan ini banyak keluarga merencanakan perjalananan liburan. Bulan yang mendatangkan banyak pelanggan bagi travel agent, perhotelan, maskapai penerbangan, tempat wisata, restoran, tempat perbelanjaan, dan sebagainya. Oleh karena itu, harga tiket di bulan Juni relatif lebih mahal dibandingkan hari-hari biasa.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Silau

Apa yang kamu cintai? Apa yang membuat hatimu rasanya sakit? Apa yang berharga bagimu? Apa yang tidak akan kamu lewatkan walaupun kondisimu kelihatannya tidak memungkinkan? Apa yang kamu “bela-belain” walaupun sedang dalam kondisi takut, letih, dan sebagainya?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bersyukurlah

Ada orang bijak yang mengatakan bahwa tidak ada kebahagiaan lain bagi manusia kecuali makan dan minum dan bersukaria. Itu adalah imbalan dari jerih payahnya. Bisa menikmati makanan yang enak adalah suatu kebahagiaan. Oleh karena itu, ada saja orang yang berburu makanan enak sampai ke berbagai tempat dan berbagai negara.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Raja

Ceritanya bermula ketika bangsa Israel meminta seorang raja untuk memimpin mereka, seperti raja pada bangsa-bangsa lain, dengan alasan Samuel sudah tua dan anak-anaknya tidak hidup seperti dia (1Sam. 8:5). Samuel, pemimpin masa itu sangat kesal lalu ia berdoa kepada Tuhan, akan tetapi ternyata Tuhan menyuruh Samuel untuk mengabulkan permintaan mereka yang sangat kurang ajar itu. Tuhan menyuruh bangsa itu untuk berpikir masak-masak akan konsekuensi dari permintaan mereka, akan apa yang umumnya raja lakukan kepada rakyatnya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

IMAM

“Indonesia Bebas Sampah 2020” adalah salah satu upaya pemerintah yang sangat baik bagi negara ini. Alangkah senangnya dan indahnya bisa tinggal di negara yang bersih. Untuk itu, kita harus berusaha, misalnya dengan gotong royong bersih-bersih atau penerapan kantong plastik berbayar.

Hatiku Bebas Dosa 2020? Semua orang lahir dengan natur berdosa dan pasti berbuat dosa.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nabi

Sejak tanggal 8 September 2014, di Jakarta diberlakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. Mulai saat itu, banyak orang harus berhati-hati jika ingin parkir di tempat yang tidak seharusnya, karena sanksinya mahal dan merepotkan. Tetapi prinsip ini sama dalam berbagai hal, misalnya memperbaiki sudah pasti lebih mahal dan repot daripada merusak, demikian juga menyembuhkan daripada menyakiti, mencari daripada membuang, taat sudah pasti lebih sulit daripada melawan, mengakui daripada menghindar, dan lain sebagainya. Bagaimana jika sanksinya adalah hilangnya hidup, akankah kita sembarangan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tes Masuk

Segala sesuatu di dunia ini dinilai berdasarkan performa. Tidak ada satu perusahaan yang berani memercayakan posisi tertentu kepada siapa saja yang melamar. Tidak ada sekolah yang rela menerima calon murid tanpa mengetahui kompetensi mereka. Begitu juga dalam relasi, tidak ada seorang pun yang mau menerima orang yang bersikap sembarangan. Bahkan di dalam keluarga, sangat mungkin terjadi anak yang berperilaku buruk akan kurang dikasihi (walaupun sesungguhnya keluarga adalah tempat di mana setiap pribadi diterima, dimengerti, dan dibangun, bukan dihakimi dan ditolak).

Selengkapnya...

Hanya Untuk Percobaan

Mau Jadi Apa Kite?

“Susahnya menjalani hidup dengan benar.”

Ah, siapa bilang susah? Jalani saja, kamu saja yang membuatnya jadi susah!”

“Kalau bagi kamu hidup tidak ada standar, ya mudah saja. Tapi kalau kamu percaya hidup itu harus ada standarnya, maka itu akan jadi susah.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mau Jadi Apa Kite?

“Susahnya menjalani hidup dengan benar.”

Ah, siapa bilang susah? Jalani saja, kamu saja yang membuatnya jadi susah!”

“Kalau bagi kamu hidup tidak ada standar, ya mudah saja. Tapi kalau kamu percaya hidup itu harus ada standarnya, maka itu akan jadi susah.”

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Natal

Apakah arti Natal bagimu tahun ini? Apakah sekadar perayaan di gereja dengan khotbah Natal dan drama di kandang, christmas caroling ke rumah-rumah, atau berbagi kasih ke panti-panti? Semua itu akan berlalu dengan kenangannya sendiri seiring dengan waktu berjalan terus. Hari Natal sudah dikabarkan kepada Adam dan Hawa, ketika Tuhan menetapkan vonis hukuman mereka. Tuhan tidak membenci manusia, walaupun manusia telah melawan Dia. Walaupun manusia membenci Tuhan, rencana Tuhan adalah mengembalikan manusia menjadi gambar dan rupa Allah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Komitmen di Tahun 2017

Biasanya guru yang mudah mengampuni atau tidak pernah menghukum, akan disukai dan murid merasa dekat dengannya. Namun guru yang kurang toleransi dan mudah menghukum, akan ditakuti sehingga murid cenderung menghindarinya. Itu adalah sesuatu yang wajar terjadi di dalam bidang sosial apa pun, baik di keluarga, pertemanan, sekolah maupun pekerjaan. Ada hukuman, maka ada ketakutan, dan ada pelarian.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Ahia dan Abia

Apakah kematian selalu identik dengan malapetaka? Tahukah Anda kisah tentang Raja Yerobeam? Setelah Raja Salomo meninggal dunia, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua bagian, yaitu Israel Utara dengan 10 suku dan Yehuda dengan 2 suku. Yerobeam adalah raja Israel Utara yang pertama, dan dia yang sangat jahat di mata Tuhan. Suatu hari, anaknya yang bernama Abia jatuh sakit. Yerobeam menyuruh istrinya untuk menyamar dan pergi ke Silo untuk menanyakan perihal anaknya kepada Nabi Ahia.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Baju Kebesaran

Tahukah Anda apa “Baju Kebesaran” Presiden Joko Widodo? Kemeja putih lengan panjang yang digulung. Itulah baju yang dikenakan untuk patung lilin Presiden Jokowi di Museum Madame Tussauds (Hongkong). Baju putih adalah ciri khas presiden kita yang sederhana, pro rakyat and anti korupsi. Namun demikian, baju di museum tadi akan diganti secara berkala misalnya dengan batik Solo, Yogyakarta, Bandung, Madura, dan sebagainya sebagai sarana promosi Indonesia.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

I-Thou

Apa yang memberikan kepuasan tertinggi bagimu? Bagi yang suka nonton bola, mungkin menonton semua pertandingan bola seru yang ada; bagi yang suka barang-barang, mungkin mengoleksi semua barang yang diinginkannya; bagi yang suka bicara, mungkin ngobrol sepanjang hari dengan siapa pun dan di mana pun. Kepuasan akan diperoleh ketika realitas menjadi sama dengan pengharapan, atau ketika realitas melampaui pengharapan. Tetapi hidup lebih sering membuktikan bahwa realitas kurang dari pengharapan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Di Ruang Pengadilan

Hukum dilambangkan dengan seorang perempuan yang matanya tertutup, satu tangan memegang sebuah timbangan, sementara tangan lain memegang pedang. Itu berarti hukum harus memberikan keadilan dan penghakiman tanpa memandang wajah siapa pun.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Sinner Plus

Siapakah manusia sehingga Allah menunjukkan kasih-Nya kepadanya di antara semua ciptaan-Nya? Manusia diciptakan dari debu tanah, yang berasal dari alam yang bersifat hina, dan dari nafas Allah, yang berasal dari Allah yang bersifat sangat mulia. Karena manusia berasal dari alam, maka ia memerlukan alam untuk menopang kelangsungan hidup jasmaninya, manusia perlu roti. Karena manusia juga berasal dari Allah, maka ia memerlukan Allah untuk menopang kelangsungan hidup rohaninya, manusia perlu firman Allah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Rapor

Sebentar lagi liburan sekolah berakhir, orang tua, anak-anak, bahkan toko-toko buku mulai mempersiapkan segala perlengkapan sekolah. Bagaimanakah rapormu? Apakah engkau naik kelas atau tinggal kelas? Apakah engkau puas dengan penilaian yang engkau peroleh? Berapa banyakkah catatan “dosa”-mu yang dicantumkan di sana? Sekolah memberikan penilaian terhadap hasil belajar murid, kantor memberikan penilaian terhadap kinerja karyawan, lingkungan memberikan penilaian terhadap tindak-tanduk kita. Jangan lupa, Tuhan pun memberikan penilaian terhadap hidup kita. Bagaimana rapor kita di mata Tuhan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kemerdekaan Indonesia dan Dua Perempuan

Sudah 72 tahun bangsa kita merayakan kemerdekaan, bebas dari belenggu penjajahan bangsa lain. Ini adalah momen yang harus diperingati setiap tahun. Kemerdekaan negara Indonesia berbeda dengan kemerdekaan negara Singapura. Kemerdekaan kita diperjuangkan, sedangkan kemerdekaan Singapura diberikan. Ingatlah perjuangan para pahlawan kita yang bukan tanpa darah. Pikirkanlah betapa mahal dan berartinya hidup yang mereka korbankan sehingga kita boleh menikmati sebuah negara yang merdeka. Apakah kita, dengan tanpa rasa malu kepada mereka, kini hidup hanya memperjuangkan kepentingan aku dan keluargaku, ataukah kita melanjutkan estafet perjuangan untuk kepentingan sesama warga negara RI dan Negara Kesatuan RI?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Are You God?

Semua orang besar atau kecil, memiliki naluri untuk menguasai sesamanya. Tuhan memang memberikan hak istimewa kepada manusia untuk berkuasa atas alam, tetapi kuasa ini diperluas oleh manusia untuk menguasai sesamanya manusia, bahkan manusia hendak menguasai Allah. Tuhan memberikan 10 Perintah, tetapi manusia menjadikannya “10 Milyar Perintahku”. Segala sesuatu harus mengikuti “kebenaran” yang aku ciptakan, bahkan Tuhan pun harus sesuai dengan ide yang aku tetapkan bagaimana Tuhan itu seharusnya. Semua orang menentukan kebenarannya sendiri dan menganggap kebenarannya adalah kebenaran mutlak.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Lepas untuk Dapat

Apa yang kamu cintai? Apa yang membuat hatimu rasanya sakit? Apa yang berharga bagimu? Apa yang tidak akan kamu lewatkan walaupun kondisimu kelihatannya tidak memungkinkan? Apa yang kamu “bela-belain” walaupun takut, letih, dan sebagainya?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

What has Lost?

Apa yang hilang dari hidup kita sebagai manusia? Ada yang mengatakan bahwa masalah terbesar manusia adalah penerimaan/acceptance. Sejak seorang manusia lahir ke dalam dunia ini, dia harus diterima oleh orang yang membantu proses kelahirannya. Bahkan selagi ia masih di dalam kandungan ibunya, ia harus diterima oleh ibunya (jika tidak, mungkin akan diaborsi). Setelah ia dilahirkan, dia harus diterima oleh orang yang akan mengasuhnya sampai dia bisa mengasuh dirinya sendiri. Setelah besar, ia harus diterima oleh teman-teman sebayanya.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

A Case for God

Siapakah yang bisa menjamin hasil yang baik? Apakah bantal dari bulu angsa menjamin tidur nyenyak? Apakah kerajinan bekerja menjamin panen yang berlimpah? Apakah pupuk menjamin pohon berbuah manis? Apakah waspada menjamin keamanan? Apakah kenyamanan menjamin kepuasan?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tanda di Langit

Ketika Super Blue Blood Moon terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 yang lalu, kita melihat peristiwa di langit yang sangat jarang terjadi. Bulan penuh dalam jarak paling dekat dengan bumi, sehingga tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang. Bulan berada di dalam bayangan bumi. Sinar matahari melewati atmosfer bumi sehingga bulan terlihat berwarna oranye atau merah.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Menggenggam Salib

Apa perbedaan kehidupan seorang Kristen dengan non-Kristen? Segala sesuatu yang dikerjakan seorang Kristen tampak tidak berbeda dengan yang non-Kristen. Ya, secara fenomena memang terlihat sama, tetapi jika ditelusuri ke dalam hati, maka seharusnya berbeda. Apa pun yang dilakukan seorang Kristen seharusnya memiliki bobot kekekalan karena dilakukan dengan menggenggam salib Kristus.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Depresi

Siapakah yang belum pernah depresi? Mengapa seseorang bisa depresi? Mungkin karena dia melihat segala sesuatu dari sudut pandang dia sendiri. Tetapi itu adalah sifat alami manusia. Manusia menjadi penilai dan penentu segala sesuatu termasuk sesamanya bahkan dirinya sendiri. Jika hal ini ditarik menjadi ekstrem, memang dapat mengakibatkan depresi, karena manusia bukanlah Tuhan yang menguasai segala sesuatu. Walaupun manusia terlihat “menguasai alam”, tetapi sesungguhnya manusia tidak dapat menguasai alam. Apakah yang dapat menyelamatkan manusia dari dirinya sendiri?

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

God and Ice Cream

Ada ibu yang ketika sedang stres, ia akan masak banyak makanan. Namun juga ada ibu yang justru kalau stres, tidak bisa memasak. Ada yang mengatasi stres dengan makan, berbelanja, menonton TV, olahraga, tidur, dan lain sebagainya. Kita berusaha mengurangi atau kalau bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman dengan berbagai kegiatan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

My Body Belongs To…

My body belongs to me… Banyak buku maupun video yang ditujukan untuk melindungi anak-anak kecil terhadap kejahatan seksualitas. Mereka diberi tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, karena itu tidak ada seorang pun yang boleh melihat ataupun menyentuh bagian tubuh mereka yang privat.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mulia – Hina - Mulia

“Maaf ya, rumahku berantakan” atau “Wah, jangan ke rumahku deh, seperti kapal pecah”. Mungkin itu kalimat yang keluar dari mulut kita ketika ada orang hendak berkunjung. Mungkin juga kita tidak mengucapkan kalimat itu, tetapi dengan segera kita membersihkan dan merapikan semuanya sebelum tamu datang. Atau mungkin tidak ada masalah sama sekali bagi kita, karena rumah kita senantiasa bersih dan rapi. Bagaimanakah sikap yang seharusnya? Tetapi yang pasti, kita tidak ingin memperlihatkan sisi yang kotor kepada tamu kita.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Do What I Like

Masa muda sering diidentikkan dengan masa di mana kita bisa melakukan segala sesuatu yang kita like. Kita bukan lagi anak kecil yang berada di bawah otoritas orang tua secara ketat. Masa muda adalah masa ketika kita merasa bebas dan mampu untuk menunjukkan siapa diri kita. Masa penuh kreatifitas yang tidak bisa ditahan oleh peraturan, masa yang lebih baru dari zaman yang sudah lewat, masa yang sesungguhnya yang paling kritis dari semua masa kehidupan.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Do You Like My … ?

Wow! Subscribers, friends, followers elu di media sosial buanyak banget. Kamu pasti senang, apalagi kamu jadi viral, kamu benar-benar exist, hebat!

Di dalam Taman Eden, Tuhan menerima Adam dan Hawa, Adam menerima Hawa, dan Hawa menerima Adam. Penerimaan itu hilang ketika Allah meminta pertanggungan jawab Adam, ketika Adam menyalahkan Hawa, ketika Hawa menyalahkan ular. Sejak mereka diusir dari Taman Eden, manusia terus mencari penerimaan di mana-mana. Bahkan sampai kebenaran pun rela dikorbankan demi mendapat kebersamaan, yaitu “We”.

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kamu Sekolah Di Mana?

“Kamu kuliah di mana dan ambil jurusan apa dahulu?”
Oh, hebat banget kamu bisa masuk uni itu, trus jurusan yang kamu ambil itu, wih…. denger namanya aja, saya udah gak ngerti belajar tentang apa.”
“Sedikit lho yang beruntung seperti kamu, bisa kerja di bidang yang sama dengan jurusan yang kamu ambil dan dapat posisi penting di perusahaan.”

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

Apakah orang Kristen harus merayakan hari raya Purim juga?

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲