Ponder

Belanda dan Kemerdekaan Indonesia

Anda merasa ada yang aneh pada judul di atas? Mengapa saya memberi judul “Belanda dan Kemerdekaan Indonesia” dan bukannya “Kemerdekaan Indonesia dan Belanda”? Hal itu karena memang saya ingin melihat peran Belanda dalam pencapaian kemerdekaan Indonesia. Lho, kok makin ganjil? Baiklah sebelum Anda makin merasa lucu, saya akan mengajak Anda kembali mempelajari sejarah Indonesia yang mungkin sudah banyak dilupakan secara singkat.

Historiografi atau penulisan sejarah Indonesia oleh sejarawan Asvi Warman Adam dibagi ke dalam tiga periode utama. Pertama, periode tradisional yang mencakup masa berkembangnya dan runtuhnya kerajaan-kerajaan baik yang berasal dari agama Hindu-Buddha maupun Islam di Indonesia. Lalu dilanjutkan dengan periode kolonial yang merupakan masa penjajahan asing di Indonesia. Terakhir adalah periode nasional yang meliputi masa perjuangan kemerdekaan, pergerakan nasional sampai kemerdekaan Indonesia dan sesudahnya.

Selama periode tradisional, sejarah Indonesia mencatat tentang kehadiran dan keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha (mayoritas adalah kerajaan Hindu dan hanya sebagian kecil kerajaan Buddha). Bagi banyak pelajar hal ini seolah-olah tidak penting untuk dipelajari apalagi dihafalkan. Setelah keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, datanglah era kerajaan-kerajaan Islam. Berbeda dengan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, kerajaan-kerajaan Islam kebanyakan berakhir karena mengadakan perlawanan terhadap kehadiran Belanda yang awalnya diwakili oleh VOC. Bagian ini pun hanya diingat para pelajar jika masa ulangan tiba.

Di masa periode kolonial, Anda pasti tidak lupa bahwa periode ini didominasi oleh cerita mengenai penjajahan Belanda yang berlangsung selama lebih kurang 350 tahun. Tetapi Anda perlu berpikir dan mengingat apakah Indonesia dijajah selama itu ataukah hanya sebagian daerah Indonesia? Selanjutnya, sejarah Indonesia memasuki periode nasional dengan munculnya kebangkitan nasional dan berbagai pergerakan kebangsaan yang mendukungnya sampai tercapainya proklamasi. Bagi kebanyakan orang, periode ini pun masih tidak terlalu menarik karena dianggap sebagai data yang membosankan. Tetapi pernahkan Anda berhenti sejenak dan menganalisis perjalanan sejarah anak bangsa? Adakah Anda menemukan beberapa momentum yang menjadi tonggak penting sejarah Indonesia? Momentum itu adalah saat VOC bubar dan pemerintah Belanda membentuk negara jajahan, Hindia Belanda. Berikutnya seluruh wilayah Indonesia dikuasai Belanda. Lalu Politik Etis. Paling tidak tiga momentum ini menjadi titik pembentukan Indonesia. Belanda dengan segala macam eksploitasi dan penindasan yang dilakukannya terhadap negeri ini telah menjadi alat Tuhan untuk membentuk sebuah negeri yang disebut Republik Indonesia. Begitukah?

Saya akan mencoba untuk memberikan beberapa clue bagi Anda untuk dapat memahami apa yang saya maksudkan di atas. Pertama, bagaimana Anda dapat mempersatukan periode tradisional ke dalam periode nasional? Tidakkah periode kolonial menjadi semacam jembatan di antara kedua periode sejarah tadi? Kedua, saat mempelajari periode kolonial, adakah Anda melihat bahwa Belanda secara tidak langsung sedang mempersiapkan sebuah dasar bagi pemerintahan Indonesia? Sungguhkah? Jika Anda masih bertanya demikian maka Anda memerlukan clue yang ketiga yaitu Anda perlu membaca kembali buku sejarah Indonesia untuk dapat memahaminya dengan lebih baik.

Rasul Paulus mencatat dalam Roma 13:1 bahwa pemerintah-pemerintah yang ada DITETAPKAN oleh Allah. Pemerintah Indonesia ada karena ada negera Indonesia dengan segala proses pembentukannya. Jadi menurut Anda, bagaimanakah proses sejarah pembentukan negara Indonesia? Silahkan Anda mengkajinya …

Ev. Maya Sianturi

Pembina Remaja GRII Pusat

Kepala Sekolah SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Agustus 2010

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk KPIN Maluku 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Bersyukur untuk setiap jiwa yang telah mendengarkan dan merespons panggilan untuk bertobat dan hidup suci.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲