Ponder

Gonjang-Ganjing Berita

Sebuah kisah nyata yang selalu saya jadikan ilustrasi di dalam pembahasan tentang pengaruh media adalah tentang Taichi Takashita. Beberapa tahun yang lalu, sebuah situs berita menceritakan bagaimana pria Jepang tadi mengadakan sebuah petisi online. Untuk apa? Ia ingin mendapat dukungan online untuk menikahi sebuah karakter anime yang bernama Mikuru Asahina. Sayang, usahanya tidak mendapat persetujuan pemerintah Jepang. Maka, pupus sudah rencana Takashita untuk menikah dengan Asahina. Menurut Anda, apakah Takashita seorang gila yang aneh?

Mari kita lihat berita lain yang marak belakangan ini yaitu masalah pernikahan sejenis. Sebelum membahas hal ini, saya ingin bertanya. Pernahkah Anda menonton film The Sound of Music yang legendaris itu? Salah satu adegan yang berkesan bagi saya adalah saat Kapten von Trapp menikah dengan nona Maria di gereja. Wow! Tapi sekarang sudah ada beberapa gereja di Barat sana yang menikahkan pria dengan pria. Wek! Anda merasa mual dan tidak dapat membayangkannya?

Berita yang masih aktual yang menarik perhatian saya beberapa waktu yang lalu adalah kasus John McAfee. Pembuat anti virus McAfee ini memiliki kisah hidup yang mungkin terasa janggal. Pria ini pernah disebut sebagai pria seratus juta dollar sesuai jumlah aset yang dimilikinya. Sekarang kekayaan itu menyusut hingga 4 juta dollar. Masalah utamanya bukan di situ. Pria berusia 67 tahun ini telah membunuh tetangganya, ketagihan hubungan seks dengan gadis-gadis muda dan membuat pabrik antibiotik yang ternyata memproduksi obat paling berbahaya di dunia. Mengapa ia mendirikan pabrik obat tersebut? Untuk mempertahankan stamina seksualnya! Apakah McAfee kambing bandot yang sangat binal?
Bagaimana pendapat Anda terhadap tiga kasus berita di atas? Apakah Anda akan mengiyakan bahwa orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah orang-orang berdosa yang abnormal ataukah mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang normal? Silakan Anda membuka Roma 1:24 dan Efesus 4:19 untuk mendapatkan jawabannya. Betapa menakutkan jawaban yang diberikan oleh Kitab Suci, Buku Kebenaran.

Setiap kali membaca berita-berita sejenis, bagaimana Anda memandang dunia ini? Setiap kali membaca berita-berita yang menakutkan itu, bagaimana Anda melihat diri Anda di hadapan anugerah Tuhan? Berita-berita itu seharusnya menimbulkan kengerian dan makin membuat kita menyadari anugerah Tuhan. Jangan sampai terjebak dalam imunitas dosa! Jangan sampai kita mengalami apa yang dikatakan Hannah Arendt sebagai banality of evil!

Memasuki penghujung tahun ini, sejauh mana kepekaan hati nurani kita bertumbuh terhadap kejahatan yang disebar oleh berita-berita buruk? Menjelang peringatan Natal tahun ini, sejauh mana berita Natal bersinar mengatasi kekelaman berita-berita buruk? Adakah kabar sukacita Natal kembali membawa pengharapan yang makin melimpah atau justru makin terasa biasa saja? Selamat Natal...

Ev. Maya Sianturi
Pembina Remaja GRII Pusat
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Desember 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲