Ponder

Jet Lag

Mereka yang sering bepergian mestinya cukup mengenal istilah ini: jet lag. Jet lag atau desynchronosis adalah gangguan tidur yang terjadi pada mereka yang bepergian melintasi beberapa garis waktu sekaligus (biasanya long-haul flight). Gangguan tidur akibat jet lag bisa mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan mengerjakan tugas dan konsentrasi, bahkan meningkatkan rasa lelah, sakit kepala, uring-uringan, bahkan gangguan makan dan pencernaan.

Simtom-simtom tersebut di atas disebabkan oleh body clock (circadian rhythm) yang tidak sinkron dengan siklus siang-malam tempat tujuan, termasuk juga kemungkinan terjadinya desinkronisasi internal. Anda dapat membaca urusan jet lag ini lebih detail lagi dengan bertanya pada mbah Google atau cukup membaca Wikipedia.

Oke, terus ada apa dengan jet lag? Ternyata “hanya” dengan bepergian melewati beberapa garis waktu sekaligus, hal itu sudah cukup untuk memengaruhi hidup kita. Jika sebagai traveller,Anda tidak memperhatikan soal ini, Anda akan banyak kehilangan kesempatan untuk menikmati tempat-tempat tujuan perjalanan, sekaligus mengalami kesulitan untuk beradaptasi kembali di rumah saat kembali dari perjalanan panjang tersebut. Seorang traveller yang baik akan berusaha mengikuti saran-saran yang diberikan untuk mengatasi jet lag.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa hidup itu bak sebuah perjalanan. Tentu bukan perjalanan semacam travelling, tetapi lebih tepat seperti perjalanan musafir. Dalam perjalanan ini, kadang kita harus berhadapan dengan pimpinan Tuhan yang mirip long-haul flight, sehingga mengalami jet lag rohani jika kita tidak rela memaksa diri untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang diinginkan-Nya. Jika perjalanan fisik saja–seperti dipaparkan di atas–memaksa kita untuk membuat antisipasi dan adaptasi, apalagi urusan rohani. Jet lag rohani mungkin akan membuat kita kehilangan berkat-berkat Tuhan yaitu kesempatan-kesempatan untuk memuliakan diri-Nya, karena kita terlalu lelah mengikuti gerakan-Nya untuk berjalan lebih jauh bersama-Nya.

Beberapa bulan yang lalu, Tuhan tiba-tiba menawarkan sebuah kesempatan untuk melakukan sebuah perjalanan iman long-haul lewat kehadiran seorang bayi laki-laki dalam keluarga kami. Alih-alih membiarkan diri terjebak jet lag karena kehadirannya, kami memilih untuk belajar beradaptasi meski dengan tertatih-tatih, karena tak habis-habisnya rahmat Tuhan, selalu baru setiap hari (Rat. 3:22-23).

Di tahun yang masih relatif baru ini, mungkin Tuhan ingin kita melakukan tidak hanya sebuah tetapi beberapa long-haul flight iman. Siapkah kita? Atau jangan-jangan saat ini, Anda dan saya sedang mengalami jet lag rohani, meski tidak ada long-haul flight iman yang ditempuh? Kiranya Tuhan memberikan kepekaan dan kekuatan bagi kita semua untuk mengikuti pimpinan-Nya! Soli Deo gloria.

Vik. Maya Sianturi Huang
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Februari 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian KKR yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong di Malaysia yaitu Johor Bahru dan Muar pada tanggal 18-22 November 2019. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dari setiap orang yang telah mendengarkan Injil dan merespons terhadap panggilan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui rangkaian KKR ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dengan cara yang sama, Roh Kudus akan menelanjangimu. Kalau engkau mengakui tuntunan tangan Roh Kudus yang gagah...

Selengkapnya...

Hidup sejati adalah kehidupan yg sebenarnya terjadi setelah kematian di Dunia ini. Sebab kehidupan di Dunia ini...

Selengkapnya...

Terima kasih renungan yg inspiratif. Kekristenan saat ini memang sdh jauh dari pesan injil, orang2 lebih mengejar...

Selengkapnya...

Tulisan yang baik dan mengingatkan kita sebagai manusia yang selalu mengejar hikmmat dunia dan ternyata semuanya...

Selengkapnya...

Diusia berapakah seseorang bisa pacaran? Melihat fenomena jaman sekrang, bayak remaja2 kristen atau anak2 sekolah,...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲