Ponder

Pada Mulanya

Masih suasana tahun baru… Di saat seperti ini kita cenderung untuk membuat berbagai resolusi – untuk bertumbuh. Mumpung suasana masih hangat, saya merekomendasikan sebuah usulan untuk lebih akrab dengan Tuhan yaitu melalui pembacaan firman (Alkitab). Hal ini mestinya tidak perlu menjadi basi, karena sekarang banyak perangkat pendukung yang memudahkan pembelajaran Kitab Suci, di antaranya karya dari The Bible Project.

The Bible Project adalah sebuah organisasi nirlaba yang memiliki misi menolong orang Kristen melihat Alkitab sebagai sebuah kisah yang utuh yang memimpin kepada Kristus. Untuk itu mereka membuat video, podcast, dan study guide. Setiap video yang dibuat menjelaskan latar belakang dan garis besar setiap kitab serta kaitan antarkitab dengan gamblang. Ada juga video bertema khusus seperti Mesias, Kovenan, dan lain-lain. Lewat video-video tersebut kita diajak melihat Alkitab sebagai serangkaian kisah yang setiap episodenya (baca: kitab) begitu menakjubkan dan membuat kita tidak ingin berhenti menontonnya. Tidak kalah seru dari opera sabun Korea... Proyek ini juga menyertakan rencana pembacaan Kitab Suci sehingga dalam waktu kurang dari satu tahun kita sudah selesai membaca seluruh Alkitab.

Saya sangat mengagumi usaha The Bible Project yang paham bahwa Alkitab sangat penting untuk dibaca. Namun zaman yang dikuasai oleh teknologi dan visualisasi makin menghalangi kita melakukan hal itu. Dengan adanya video yang memvisualisasikan latar belakang dan garis besar setiap kitab, orang Kristen seharusnya terdorong untuk membaca Alkitab. Jika tidak, mungkin ada yang salah dengan kita. Karena itu saya juga ingin menarik kita semua untuk mengunduh video-videonya, menontonnya, dan mengikuti rencana pembacaan Alkitabnya. Lalu melalui kolom ini saya mengajak kita bersama-sama merenungkan aplikasinya dan implikasinya. Saya akan memulai dengan Kitab Kejadian yang membawa kita kembali pada mulanya.

Sejak awal Kitab Kejadian telah mempertontonkan kedaulatan cinta kasih Allah Tritunggal yang luar biasa menakjubkan. Seluruh karya cipta-Nya menjadi panggung dari kemuliaan-Nya yang ajaib. Tapi manusia sebagai ciptaan tertinggi tidak memiliki cukup iman untuk memercayai perkataan-Nya, sehingga manusia diusir dari hadapan Tuhan dan terhilang bahkan terhadap dirinya sendiri. Namun pemberontakan manusia yang begitu besar tidak mampu menghalangi kerinduan Tuhan untuk tetap memberkati ciptaan-Nya. Karena pada mulanya Allah memang berkehendak untuk hal itu. Ia adalah Tuhan yang setia pada diri-Nya.

Hal kedua yang tidak kalah penting yang tidak terlepas dari poin di atas adalah fakta tentang The Wounded Victor (Pemenang yang Terluka). Tuhan adalah Pencipta yang responsif, yang tidak  membiarkan dosa menghancurkan seluruh karya-Nya. Dunia ini adalah milik-Nya dan ada di bawah pengaturan dan pemeliharaan-Nya. Kovenan dengan Abraham menjadi materai janji kesetiaan Allah. Lalu bagaimana Ia merealisasikan janji-Nya? Kitab Ulangan akan menunjukkan kepada kita bagaimana Ia melanjutkan langkah kedua proyek terbesar dan teragung sepanjang sejarah manusia yaitu Keselamatan.

Kita dapat melanjutkan perenungan di atas dengan hal ketiga, keempat, dan seterusnya. Dan seharusnya memang begitu. Namun sebagai perenungan akhir dari Kitab Kejadian, saya mengajak kita untuk memikirkan sejauh mana kita mengenal Tuhan yang dilukiskan oleh Kitab Kejadian? Jika kita makin mengenal-Nya, maka diri kita akan semakin menaati firman-Nya. Karena tidak mungkin hidup sebagai gambar-Nya, tanpa mengikuti perintah-Nya! Soli Deo Gloria.

Ev. Maya Sianturi Huang
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Februari 2017

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲