Ponder

Perang

Selasa Hitam atau Black Tuesday terjadi pada tanggal 29 Oktober 1929. Hari itu pasar saham Amerika, Wall Street, hancur. Berapa banyak di antara kita yang masih dapat mengingat atau bahkan mengetahui tentang hari itu? Selasa Hitam hanyalah salah satu akibat yang terkait dengan Perang Dunia I, perang yang disebut oleh Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson, sebagai “the war to end all wars”.

Perang Dunia I tidak hanya menjerumuskan Wall Street ke dalam lubang keterpurukan, tetapi yang lebih mengerikan adalah menghantar bangsa-bangsa ke Perang Dunia II yang sangat buruk. Jika dalam Perang Dunia I terdapat sekitar 16 juta korban jiwa, maka dalam Perang Dunia II diperkirakan lebih dari 60 juta jiwa bahkan mungkin dapat mencapai 70-an juta jiwa. Tidak heran jika Perang Dunia II disebut sebagai konflik yang paling mematikan dalam sejarah umat manusia.

Dalam sebuah buku yang berjudul WAR - From Ancient Egypt to Iraq terbitan DK, secara umum dipaparkan peperangan yang pernah dilakukan oleh umat manusia. Dari buku itu kita dapat melihat gambaran perang yang semakin lama semakin mengerikan karena kemampuan membunuh dari peralatan perang yang digunakan semakin meningkat. Untuk lebih jelasnya, saya mengajak Anda untuk melihat perang yang ada di awal peradaban manusia. Perang pertama yang dicatat dalam sejarah adalah perang antar negara-kota Sumer yang berada di bagian selatan Mesopotamia sekitar tahun 3000-2500 SM. Saat itu manusia berperang dengan menggunakan pedang, panah, dan tombak. Tak lama setelah itu bangsa Mesir menemukan kereta kuda untuk perang. Selanjutnya bangsa Assyria mengembangkan persenjataan untuk melengkapi pasukan mereka yang kuat dan kejam itu. Tapi tokh, persenjataan mereka tidak dapat membunuh secara sekaligus banyak orang. Setelah Perang Dunia I barulah digunakan persenjataan yang dapat mematikan sejumlah besar orang secara sekaligus. Puncaknya berada di dalam Perang Dunia II ketika bom atom dijatuhkan atas Hiroshima dan Nagasaki.

Perang memang merupakan hal yang menakutkan. Tetapi perang pada era sebelum modernitas masih menyiratkan sebuah keanggunan hidup. Tidak percaya? Silahkan Anda membaca buku yang saya sebutkan di atas atau buku lainnya mengenai sejarah perang.

Di dalam Perjanjian Lama juga diceritakan tentang perang yang dilakukan oleh bangsa Israel atas bangsa-bangsa di Kanaan. Pernahkah Anda melihat di dalamnya ‘keindahan’ perang yang dilakukan oleh Tuhan sendiri itu? Bacalah dengan teliti bagian itu di dalam Alkitab dan Anda akan melihat cara berperang yang berbeda.

Dari seluruh catatan perang yang ada, pernahkah Anda membandingkan peperangan Yesus melawan dosa di atas kayu salib dengan semua peperangan yang ada, khususnya Perang Dunia II? Silakan merenungkan perang di atas segala perang tersebut…

Ev. Maya Sianturi

Pembina Remaja GRII Pusat

Kepala Sekolah SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

November 2010

3 tanggapan.

1. suharto dari surabaya berkata pada 13 February 2011:

saya mau tanya ttg buku 10 perintah Allah yang rencananya diterbitkan, apa sudah selesai ya ? maaf kalau saya tidak tau harus tanyanya kemana. kalau saya perlu pelajaran dasar, bertahap meningkat, apa ada materi baik buku atau berupa cd/dvd ya? trimakasih.

2. Adi Purnama dari Jakarta berkata pada 23 June 2011:

perang tetap perang, walaupun itu dilakukan tuhan sendiri..ada nabi Allah kalau gak salah?? yang dengan sadisnya memancung kepala agak..buat kita yang hidup jaman Tuhan Yesus, perang di perjanjian lama memuakan..

3. Lukas Yuan Utomo dari Surabaya berkata pada 14 August 2012:

Dear Suharto,

Mengenai seri 10 perintah Allah, kamu dapat mengikutinya di buletin Pillar bagian Transkrip.

Terima kasih.

Salam, Lukas Yuan Utomo Redaksi PILLAR

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲