Ponder

Resolusi Tahun Baru 2015

Salah satu dari banyak kata-kata bijak Pdt. Stephen Tong adalah mencari solusi atas masalah yang ada dengan memikirkan segala kemungkinan. Jangan coba-coba untuk membawa masalah kepada beliau tanpa pernah memikirkan berbagai kemungkinan untuk mengatasinya. Bahkan, untuk menegaskan hal ini, beliau mengutip ayat Kitab Suci yang mengatakan tak ada yang mustahil bagi Allah (Luk. 2:37). Namun tentunya ungkapan di atas bukan digunakan untuk sembarang kepentingan dan melupakan fakta bahwa ada berbagai masalah hidup yang tidak dapat segera dibenahi maupun diselesaikan di dunia sekarang ini.

Sewaktu saya masih bekerja di dunia periklanan, klien-klien saya yang berasal dari perusahaan multinasional, menuntut hal yang sama. Kemarin sewaktu diadakan acara tema bebas di SMA Kristen Calvin, ungkapan tersebut muncul kembali. Kata-kata bijak itu dilontarkan seorang perempuan muda berusia 32 tahun bergelar MBA dari Kellogg School of Management, pemilik perusahaan konsultasi manajemen yang banyak membantu strategi kampanye digital Presiden Jokowi.

Dari kasus-kasus di atas, sederhananya dapat diketahui sebuah prinsip dasar yang penting dalam kehidupan yaitu berusahalah mencari solusi dan jangan menyerah terhadap masalah. Saya percaya sebagian dari Anda pernah mendengar bahkan mungkin juga menganut prinsip tersebut. Mengapa saya mengajak Anda untuk merenungkan kembali soal itu?

Memasuki tahun yang baru, salah satu tradisi yang biasa dilakukan adalah membuat resolusi tahun baru. Seolah-olah hanya tahun baru yang menjadi waktu yang pas untuk membuat solusi hidup. Yang ada pada akhirnya adalah resolusi tahun baru yang tidak lagi baru. Atau bisa juga menjadi resolusi tahun baru yang dibarui. Dengan kata lain, resolusi yang tidak pernah menjadi solusi. Tentu saja bukan semangat ini yang dimaksudkan kata-kata bijak di atas.

Bagaimana Anda akan mengaitkan resolusi tahun baru Anda dengan mencari solusi atas masalah yang ada dengan memikirkan segala kemungkinan? Saran saya buang resolusi tahun baru Anda! Lalu? Fokuslah kepada masalah-masalah yang ada selama tahun 2014. Serius? Yap. Seriuslah memikirkan masalah-masalah yang telah mengganggu kesehatan rohani Anda, pertumbuhan rohani Anda. Seriuslah memikirkan masalah-masalah yang menggerogoti relasi Anda dengan orang-orang di sekitar Anda. Serius. Setelah itu, bawalah masalah-masalah itu di hadapan Tuhan dan dengan rendah hati meminta kebijaksanaan-Nya untuk menemukan solusi-solusi yang memuliakan Dia. Jangan biarkan tahun baru ini berlalu seperti tahun-tahun sebelumnya...

Selamat Tahun Baru 2015.

Ev. Maya Sianturi
Pembina Remaja GRII Pusat
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Januari 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲