Ponder

Safety First

Setiap kali naik pesawat, Anda dapat menemukan Kartu Petunjuk Keselamatan diselipkan di kantung kursi. Sebelum take off, Anda diminta untuk memasang safety belt. Lalu ada demo keselamatan penerbangan yang menuntut perhatian para penumpang. Selain itu, kita pasti paham bahwa setiap penerbangan seharusnya memiliki petunjuk teknis yang ketat mengenai aturan keselamatan penerbangan. Tidak ada penumpang yang menginginkan “arisan nyawa” di udara.

Ada hal yang aneh menurut saya terkait dengan keselamatan nyawa. Kita biasanya baru ngeh masalah ini jika sudah ada korban. Apakah saat menjadi penumpang sebuah penerbangan Anda betul-betul serius memerhatikan petunjuk keselamatan yang menjadi tanggung jawab setiap penumpang? Tentu saja termasuk memerhatikan berapa kilogram barang yang seharusnya menjadi bawaan Anda. Rasa-rasanya lebih banyak yang kurang peduli.

Baru-baru ini saya menerima broadcast mengenai kecelakaan yang menimpa seorang pelajar. Tertimpa gawang futsal yang berakibat sangat fatal, kehilangan nyawa. Peristiwa ini tentu sangat menyedihkan. Dan sekali lagi menjadi peringatan bagi setiap orang untuk mengantisipasi dan mengawasi dengan benar masalah keselamatan. Namun, yang menjadi kesedihan adalah ketika isu-isu keselamatan di atas menjadi jauh lebih utama dari soal keselamatan yang paling esensial, keselamatan jiwa! Banyak orang tua Kristen yang meneruskan broadcasting di atas. Tapi sepengetahuan saya sedikit sekali orang tua Kristen yang meneruskan broadcast mengenai pentingnya urusan keselamatan jiwa anak-anak mereka. Lebih banyak orang yang resah dengan urusan keselamatan tubuh dibanding keselamatan jiwa!
Saat mempelajari kembali konteks Abad Pertengahan, saya menemukan hal yang menarik. Zaman itu orang-orang Eropa Barat peduli sekali dengan urusan keselamatan jiwa mereka. Luther, sang Reformator, adalah orang yang sangat amat serius menggumuli urusan keselamatan yang benar. Bukankah keselamatan adalah dasar bagi perjalanan kehidupan beriman? Bagaimana seorang Kristen dapat melanjutkan perjalanan iman tanpa pemahaman yang benar dan bertumbuh tentang karya keselamatan Yesus Kristus?

Setiap kali kita melakukan penerbangan, setiap kali urusan petunjuk keselamatan akan didengungkan. Tidak peduli sudah berapa kali Anda naik pesawat, Anda tetap harus mendengarkan kembali hal itu. Kenapa? Safety first. Kita semua tahu urusan keselamatan itu sangat penting. Jika urusan keselamatan tubuh penting, betapa lebih pentingnya urusan keselamatan jiwa! Lalu, jika penerbangan terus mengingatkan hal itu, mengapa pula kita perlu mengingatkan diri kita sendiri tentang Injil keselamatan?

Tuhan telah memakai Gerakan Reformasi Protestan untuk menyelamatkan ajaran tentang keselamatan yang benar. Bagaimana respons Anda akan hal ini? Sungguhkah Anda peduli dengan keselamatan jiwa Anda dan sesama?

Ev. Maya Sianturi Huang
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

November 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲