Ponder

Takut TUHAN

Sebagian dari para pembaca yang budiman pasti tahu kalau Bapak Pdt. Stephen Tong suka mengingatkan kita untuk takut Tuhan. Tentu saja itu bukan kalimat temuan beliau. Kita tahu itu adalah kutipan dari buku kebenaran, Alkitab. Mengapa harus takut Tuhan? Memangnya manusia tidak takut Tuhan sehingga diperintahkan untuk takut Tuhan?

Mari kita renungkan hal itu melalui sebuah penggalan kisah dari kehidupan seorang tokoh Perjanjian Lama, figur yang dianggap paling besar dan paling berpengaruh bagi bangsa Israel yakni Musa. Silakan pembaca membuka Ulangan pasal 3 dan 4. Yup, bagian tentang TUHAN mengutus Musa. Bacalah bagian itu sekali lagi sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini.

Pada bagian itu, Anda akan menemukan Musa yang berani melawan TUHAN. Oya? Ya. Awalnya saja Musa menjawab panggilan Tuhan dengan berkata, “Ya, Tuhan, saya di sini. Siap untuk melayani-Mu!” Begitu Tuhan memaparkan misi yang akan dikerjakan olehnya, Musa langsung keok. Karena bagi Musa, itu adalah misi yang tak mungkin untuk dilakukannya, mission impossible. Dan ini bukan film tentunya, tapi sebuah cosmic drama.

Setelah itu terjadi dialog yang cukup panjang antara Musa dan Tuhan. Musa berdebat dan terus mengajukan keberatan. Tuhan terus menjelaskan dan memberikan jaminan. Tapi Musa terus berusaha melawan, bahkan berani (dengan halus) menyuruh TUHAN mengutus orang lain! Luar biasa, bukan? Musa berani berargumen dengan Tuhan, Sang Pencipta dan Penebus yang Mahakuasa, tapi takut menghadapi bangsanya Israel dan Firaun. Ironis! Namun itulah yang sering kali menjadi kenyataan. Kita lebih takut manusia daripada Tuhan.

Mari kita berpikir sebentar, saudaraku. Mengapa Musa lebih takut pada Firaun dan bangsa Israel daripada Tuhan? Mengapa kita juga sering bersikap demikian? Menurut saya jawaban sederhananya adalah kita kurang percaya bahwa Tuhan itu Maha-berdaulat. Jika kita sungguh menyadari bahwa Tuhan itu api yang menghanguskan dan bukan ‘cuma’ api yang menyala di semak belukar, beranikah kita menolak kehendak-Nya?

Dalam Kitab Ulangan, kitab terakhir yang ditulis oleh Musa, banyak kali ia menyerukan kepada umat Israel untuk takut akan TUHAN. Setelah melihat pekerjaan TUHAN yang begitu dahsyat dalam hidup umat Israel, yaitu melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir, tentu bagi Musa, pilihan terbaik adalah hidup takut akan TUHAN.

Sebentar lagi kita akan merayakan Paskah. Waktu yang tepat untuk mengevaluasi seluruh hidup kita di hadapan Tuhan. Tidak ada pekerjaan TUHAN yang lebih besar dalam sejarah, lebih dari peristiwa yang dikerjakan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk menyelamatkan Anda dan saya. Musa melihat kehebatan keselamatan dari Tuhan atas Israel, tapi kita melihat karya keselamatan yang lebih besar yaitu Salib Kristus. Apakah fakta ini telah membuat Anda dan saya hidup semakin takut TUHAN?

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,
dan yang tidak memuliakan nama-Mu
Sebab Engkau saja yang kudus;
karena semua bangsa akan datang dan
sujud menyembah Engkau,
sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.
- Wahyu 15:4

Selamat menyambut Paskah!

Ev. Maya Sianturi Huang
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Maret 2016

1 tanggapan.

1. Nadia dari Denpasar berkata pada 23 July 2016:

Ada kesalahan, mungkin maksudnya keluaran pasal 3 - 4 tapi tertulis ulangan.. btw artikelnya baguss..

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲