Ponder

Xin (信)

Di dalam sebuah acara perpisahan, seorang teman membagikan kisah cintanya. Saya sangat terkesan. Anda ingin mendengarnya? Singkatnya begini: teman saya itu telah menjalin sebuah hubungan asmara yang berlangsung selama 9 tahun sebelum menikahi pasangannya. Hubungan panjang itu tidak hanya ditandai dengan banyak pergumulan untuk saling menyesuaikan diri, tetapi yang paling mengesankan adalah usahanya untuk tetap teguh memelihara kesetiaan cintanya.

Dari awal berpacaran, teman saya itu telah berketetapan untuk menikahi pasangannya. Demi ketetapan itu, ia rela membatasi dirinya dengan mengikatkan diri hanya kepada sang pacar. Salah satu bentuk komitmennya adalah dengan tidak lagi pergi berdua ataupun curhat dengan teman perempuan lain. Mengagumkan. Kisah tentang kesetiaan memang selalu menyemangati hidup.

Sebuah situs di internet menyebutkan bahwa xin (atau kata yang dipakai sekarang adalah zhong xin) adalah istilah yang merujuk kepada usaha untuk memegang janji dan bersikap setia. Ini adalah salah satu dari Five Virtues (yaitu kebajikan, keadilan, kesopanan, kebijaksanaan, dan kesetiaan) ajaran Konfusianisme. Konfusius melihat kesetiaan sebagai sebuah kebajikan yang sangat diperlukan manusia karena hanya mereka yang memiliki kesetiaan yang dapat melakukan tugasnya (baca: panggilannya).

Seorang sejarawan mencatat bahwa kesetiaan di dalam perkawinan pernah menjadi hallmark Republik Romawi selama beberapa ratus tahun. Keluarga yang kuat tentu saja menjadi dasar bagi pembentukan masyarakat yang kuat dan masyarakat yang kuat adalah fondasi terbentuknya negara yang kuat. Tetapi di dalam beberapa puluh tahun terakhir dari Kekaisaran Romawi, negara ini mengalami bencana. Perceraian (bukan kesetiaan) yang menjadi fondasi dari pernikahan. Akibatnya keruntuhan Kekaisaran Romawi semakin tidak terelakkan lagi. Kesetiaan menumbuhkan kekuatan. Ketidaksetiaan membawa kehancuran.

Kisah-kisah mengenai kesetiaan dan ketidaksetiaan dengan mudah kita temukan di dalam Kitab Suci. Kisah-kisah mengenai kesetiaan menjadi representasi dari kesetiaan Allah, salah satu karakter Allah yang membuat hati terperangah dan terbungkuk-bungkuk di hadapan-Nya. Jika Anda membaca dengan tekun riwayat bangsa Israel, Anda akan terpaku di dalam ketakjuban. Betapa Tuhan itu setia! Cobalah sekali lagi membaca Perjanjian Lama untuk mendapat sebuah pemandangan yang luar biasa indah akan kesetiaan Tuhan.

Saya sengaja mengajak pembaca untuk merenungkan kembali soal kesetiaan karena kita sedang memasuki bulan Februari. Februari bagi sebagian kita sering dikaitkan dengan hari cinta alias Valentine’s Day. Saya tidak akan menjelaskan mengenai sejarah peristiwa ini karena Anda dapat mencarinya di internet. Tetapi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa cinta pada hakikatnya ditandai dengan kesetiaan. Cinta tanpa kesetiaan bukanlah cinta. Rasul Yohanes menyatakan bahwa Allah adalah kasih (1Yoh. 4:8). Sedangkan rasul Paulus mengatakan bahwa Allah itu tetap setia karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2Tim. 2:13). Dapatkah Anda melihat kedua kaitan bagian Alkitab ini?

Di dalam cinta dan kesetiaan Bapa rela memberikan Anak-Nya. Di dalam cinta dan kesetiaan Anak rela membatasi diri-Nya untuk menjadi manusia dengan rupa seorang hamba. Di dalam cinta dan kesetiaan, Roh Kudus mendiami tubuh terbatas kita yang lemah. Di dalam cinta dan kesetiaan Allah Tritunggal, ada pertolongan bagi kita semua untuk menghidupi kesetiaan Tuhan. Jadi, bagaimana kesetiaan kita selama ini pada Tuhan yang memberikan dasar dan kekuatan menjalankan kesetiaan dalam panggilan, pasangan, keluarga, bangsa dan negara dengan benar?

Selamat Hari Kasih Sayang!

Ev. Maya Sianturi
Pembina Remaja GRII Pusat
Kepala SMAK Calvin

Ev. Maya Sianturi

Februari 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲