Q&A

Q&A April 2007

Tiga Profesi Utama

Q: Dalam salah satu khotbah, Pdt. Sutjipto pernah berkata bahwa ada tiga profesi yang tidak boleh dikomersialisasikan (untuk mencari profit), yaitu guru, pendeta, dan dokter, karena langsung bersentuhan dengan jiwa manusia. Bukankah kita yang mengerti theologi Reformed mengerti bahwa pekerjaan/profesi kita adalah panggilan dari Tuhan, sehingga pekerjaan yang lainnya pun tidak semata-mata demi komersialisasi toh? Kalau begitu saya tidak melihat batasan yang terlalu jelas antara tiga profesi tersebut dengan profesi-profesi lainnya. Tolong dijelaskan. Terima kasih.

Heru Lin

Pemuda GRII Singapura

A: Perbedaan ini bukan di dalam masalah motivasinya. Baik sebagai guru, pendeta, insinyur, dokter, ahli hukum, dan lain-lain, tidak boleh kita membangunnya dengan motivasi materialisme. Tetapi andaikata profesi-profesi lainnya dibangun dengan motivasi materialisme, tetap tidak akan serusak jika itu menyangkut tiga profesi utama ini. Yang berbeda tegas adalah objek kerja itu sendiri. Di dalam tiga profesi utama, objek kerja adalah manusia secara langsung. Pendeta, guru, dan dokter, langsung menggarap manusia, dari aspek spiritual, mental, dan fisik. Dalam aspek ini, ketiganya tidak bisa dipisahkan satu sama lain, dan kalau mengerjakan itu dengan motivasi uang, akan langsung menimbulkan kerusakan yang sangat fatal dan parah. Jika kita bekerja sebagai insinyur mesin, maka objek kerja saya adalah mesin, yang memang itu pun bisa dipakai untuk kebaikan manusia, tetapi secara tidak langsung. Kalau saya menjadi seorang ekonom, maka saya mengatur perdagangan, memang bisa untuk membangun kesejahteraan manusia, tetapi tetap objek kerja saya adalah barang-barang dagangan itu, bukan manusia. Di sini ada perbedaan yang sangat signifikan. Maka jangan kita mempersamakan objek benda/materi ini dengan objek manusia sebagai objek kerja kita. Semoga jawaban singkat saya bisa menolong Anda mengerti perbedaan signifikan dalam tiga profesi utama dibandingkan dengan semua profesi lainnya. Soli Deo Gloria.

Pdt. Sutjipto Subeno

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Unduh PDF
Cari
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang telah diadakan di 5 kota di Kalimantan Timur. Kiranya melalui rangkaian kebaktian ini, bangsa Indonesia dapat kembali mengenal firman, kesaksian, dan pertobatan yang sejati. Berdoa juga untuk rangkaian Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang akan diadakan pada akhir Mei 2012 sampai dengan pertengahan Juni 2012 di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan NTT.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
syalom....!!! berkaitan dengan pemilihan Allah secara berdaulat..., disini saya mau bertanya, bagaimana dengan...

Selengkapnya...

ORA ET LABORA..

Selengkapnya...

Halo Carlos. terima kasih atas tanggapannya. Selama ini saya sudah sering tukar pendapat mengenai gereja dengannya....

Selengkapnya...

Filipi 1:29, " Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk...

Selengkapnya...

Sepertinya saya melihat diri saya dalam cerita itu.... Kadang kita "sepertinya"tidak memerlukan Tuhan lagi...

Selengkapnya...

© 2010 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲