Q&A

Worldview

1. Apakah worldview itu? Apa bedanya worldview dengan filsafat?

Worldview (Pandang-dunia) adalah cara seseorang melihat dan mengerti segala sesuatu di dalam alam dan hidupnya. Pemikiran ini bisa muncul karena manusia mengetahui bahwa setiap realitas bisa dimengerti secara berbeda oleh setiap orang berdasarkan cara pandangnya. Seorang Kristen akan melihat segala yang ada dan terjadi dari sudut pandang Tuhan. Pandang dunia seperti ini terjadi karena ia percaya bahwa Tuhan ada. Jadi, kepercayaan (iman) akan menentukan dan membentuk pandang-dunia seseorang. Filsafat adalah kerangka pikir iman seseorang. Jadi seorang Kristen akan berpikir dengan kerangka pikiran iman Kristen dan membentuk filsafat Kristen. Sementara orang Atheis akan membentuk kerangka pikir Atheis dan membentuk filsafat Atheisme. Jadi, dari filsafat seseorang, pandang-semesta itu kemudian terbentuk. Seorang yang percaya Materialisme, melihat semua dari aspek atau anggapan materi, maka seluruh pandang-dunianya akan bersifat materialistis. Ia akan mengerti apa pun dari pengertian dan ukuran materi.

2. Bagaimana aplikasi Christian worldview dalam kehidupan sehari-hari? Dengan cara apakah kita tidak terbawa arus dunia?

Melanjutkan pertanyaan no. 1, Christian worldview (Pandang-dunia Kristen) adalah satu cara pandang di mana iman Kristen menjadi titik tolaknya. Seorang yang beriman Kristen akan membentuk filsafat Kristen yang didasarkan pada kebenaran Kristen yaitu firman dalam Kitab Suci. Inilah bangunan filsafat (pola pikir) Kristen yang harusnya merupakan suatu kondensasi dari seluruh dogmatika (doktrin) atau ajaran Kristen kita. Maka, agar kita tidak terbawa arus dunia, keutuhan (integrasi) seluruh pengertian firman (yang dibangun dengan kokoh dalam Theologi Reformed) menjadi sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Dari kekuatan pengertian dan cara pandang seperti inilah baru kita mengerti seluruh realitas dan kehidupan kita pribadi, juga orang-orang dan masyarakat di sekeliling kita.

3. Pada Abad Pencerahan, rasio sangat diagungkan. Apa peranan rasio pada zaman ini di dalam worldview-nya? Apa perbedaannya dengan Abad Pencerahan? Bagaimana Christian worldview menanggapi isu rasio ini?

Abad Pencerahan bisa disebut sebagai abad Rasionalisme-Empiris. Rasio dianggap (baca: dipercaya, diimani) sebagai penentu semua hal. Maka iman (filsafat) Rasionalisme ini menyebabkan orang melihat apa pun dari penghakiman rasional murni. Tuhan tidak memiliki tempat jika tidak bisa diterima oleh rasio. Sejak abad ke-20, supremasi rasio sudah redup sehingga manusia berganti ke aspek perasaan ketimbang rasio. Dunia akan terus berubah sesuai filsafatnya, tetapi iman Kristen harus membangun Christian worldview yang tidak bergantung pada permainan filsafat (iman) dunia. Iman Kristen menggunakan rasio tetapi tidak mengagungkan rasio. Seluruh kebenaran harus ditaklukkan pada pengertian firman Tuhan yang akurat dengan penafsiran yang bertanggung jawab seturut kehendak Tuhan yang mewahyukan kebenaran itu. Di sini Cornelius Van Til menekankan bagaimana Trinitarian Biblical worldview (pandang-dunia Alkitabiah yang dipandang dari sudut Allah Tritunggal) menjadi begitu penting.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi keamanan dan politik di Indonesia, kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada bangsa kita ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mari kita saling mendoakan untuk perjuangan iman kita... Saya yakin doa kita masih berkuasa untuk mengubah setiap...

Selengkapnya...

3.Huldreich Zwingli a) He turns, in September 1522, to a lyrical defense of the perpetual virginity of the mother...

Selengkapnya...

2. John Calvin a) Helvidius displayed excessive ignorance in concluding that Mary must have had many sons, because...

Selengkapnya...

Apa kata para Refomator tentang Keperawanan kekal Maria : 1. Marthin Luther : a) Christ, our Savior, was the...

Selengkapnya...

Saya rasa jika Yesus dari salib mungkin saja banyak orang akan percaya bahwa Ia adalah Anak Allah. Namun andaikata...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲