Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Aku Hadir

Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. (Luk. 23:34)

Masa pra-Paskah ini adalah saat-saat yang tepat untuk merenungkan kasih Tuhan Yesus Kristus lebih mendalam. Kita dapat mempersiapkan hati dengan membaca dan memikirkan sekali lagi tentang kisah pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Melalui renungan ini, saya mengajak kita bermeditasi mengenai salah satu perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib yang terambil dari nats di atas.

Apabila kita membaca mulai dari ayat 32-40, kita mendapatkan ada berbagai macam orang yang mengelilingi peristiwa penyaliban Tuhan Yesus Kristus, yaitu: dua penjahat (ay. 32), “mereka” (ay. 34), orang banyak (ay. 35), pemimpin-pemimpin (ay. 35), prajurit-prajurit (ay. 36). Jadi, selain Tuhan Yesus Kristus, masih ada total 5 golongan yang hadir di peristiwa tersebut. Menarik untuk diperhatikan apa yang menjadi respons dari tiap-tiap golongan orang tersebut melihat penyaliban Tuhan Yesus:

1. Penjahat A dan B
Penjahat A menghujat sedangkan penjahat B membela dan memohon diingat.

2. “Mereka”
Siapakah “mereka” ini? “Mereka” ini disebutkan 3 kali di ayat ke-34 dan terbagi ke dalam dua golongan. Yang pertama berasal dari perkataan salib Tuhan Yesus Kristus untuk diampuni dan yang kedua adalah golongan yang membuang undi pakaian Tuhan Yesus.

3. Orang Banyak
Alkitab mencatat bahwa orang banyak ini hanya berdiri saja dan menonton (NIV, stood watching).

4. Para Pemimpin
Pemimpin-pemimpin mengejek Dia agar menyelamatkan diri-Nya.

5. Para Prajurit
Para prajurit mengolok-olokkan dan memberi anggur asam. Selain itu, para prajurit inilah bagian dari “mereka” golongan kedua yang membuang undi pakaian Tuhan Yesus.

Dan selain 5 kelompok di atas, masih ada
6. Alam
Lokasi penyaliban Tuhan Yesus Kristus seolah-olah mau segera menelan-Nya hidup-hidup ke dunia orang mati dengan disebut sebagai tempat Tengkorak.

7. Yesus Kristus
Semua enam golongan tadi berfokus kepada satu peristiwa dan pribadi yang terpenting di dalam sejarah umat manusia: Tuhan Yesus Kristus.

Siapakah Dia?
1. Dia yang dihujat sekaligus dibela dan kepadanya kita berdoa.
2. Dia yang ditonton banyak orang, diejek, dan diolok-olok.
3. Dia yang diberi anggur asam dan dibuang undi pakaian-Nya.
4. Dia yang mau disedot oleh dunia orang mati seperti magnet dalam sekejap.
5. Dan Dia yang mengampuni dosa mereka semua.

Di manakah kita di antara semua golongan itu? Hadirkah kita waktu Tuhan disalibkan? Marilah kita merenungkan, di dalam golongan manakah kita hadir saat itu di saat penyaliban Kristus!

Lukas Yuan Utomo

Maret 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk SPIK Keluarga 2019 dengan tema “Rahasia Pacaran & Pernikahan Kristen” yang telah diadakan pada tanggal 7 Maret 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
terimaksih dengan artikel ini saya bisa mendapatkan pemahaman yang sangat luar biasa tentang berdoa yang di inginkan...

Selengkapnya...

apakah ada buku tentang kritik Stephen Tong dalam kharismatik?

Selengkapnya...

Shalom, lalu bagaimana dengan orang-orang yang mengaku pernah ke sorga? Adakah mereka sudah dimuliakan? Mohon...

Selengkapnya...

Shalom, lalu bagaimana dengan orang-orang yang mengaku pernah ke sorga? Adakah mereka sudah dimuliakan? Mohon...

Selengkapnya...

Yesus itu adalah firman Allah yang telah menjadi manusia, Kata kunci : "Firman Allah telah menjadi manusis"...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲