Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Amnesia

Bayangkan jika Anda menjadi Jason Bourne, tokoh fiksi ciptaan Robert Ludlum, yang suatu malam siuman di atas kapal penangkap ikan tanpa mengingat satu hal pun tentang dirinya sendiri, termasuk namanya sendiri. Begitu bangun, Anda harus merangkai sebuah cerita tentang diri Anda dari kepingan-kepingan informasi yang melekat pada tubuh Anda: luka tembak, nomor rekening bank, paspor, dan lain-lain. Pada saat itu, apa tujuan hidup Anda?

Tujuan hidup Bourne pada saat itu tidak lain yaitu menelusuri cerita hidupnya ke belakang. Mengapa masa lalu begitu penting? Karena asal-usul seseorang memberikan jati diri baginya, dan melalui jati diri ia menyadarkan seseorang akan makna hidupnya. Penguasaan masa lalu yang terkubur memampukannya untuk mengetahui awal cerita hidupnya sehingga dia tahu bagaimana harus menyelesaikan cerita itu.

Orang berdosa mempunyai kemiripan dengan Jason Bourne. Para pendosa menderita amnesia rohani. Mereka melupakan tempat asal mereka. Namun, perbedaan mereka dengan Bourne adalah bahwa banyak dari mereka yang tidak peduli terhadap asal-usul mereka. Mereka mencoba untuk menemukan tujuan hidup tanpa melihat terlebih dahulu bagaimana cerita dimulai.Tujuan hidup yang demikian tidak berkesinambungan dengan awal cerita hidup manusia.

Menjelang kematian Yesus Kristus, Dia sungguh-sungguh sadar ke mana Dia akan pergi dan apa tujuan hidup-Nya. “Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah” (Yoh. 13:3). Yesus mengetahui tujuan ke mana Dia akan pergi karena Dia mengetahui dari mana Dia datang, yaitu Allah Bapa sendiri.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menemukan tujuan hidup Anda? Apakah Anda sudah menyadari asal-usul Anda sebelum membuat keputusan tentang tujuan hidup Anda? Manusia diciptakan oleh Allah, namun terhilang karena dosa. Manusia harus kembali kepada Allah, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat kembali kepada Allah jika tidak melalui Yesus Kristus. Tanpa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, dan menyadari asal-usul Anda, hidup Anda tidak akan menemukan makna dan tujuan sejati.

Erwan

Mei 2013

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Bangka dan Belitung pada tanggal 25-28 Juni 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Syalom, terdapat kesalahan penulisan ayat pd bagian penutup artikel yg berjudul "Jealous Love" di atas....

Selengkapnya...

Mungkin Mordekhai boleh disebut sebagai orang yang tunduk kepada hukum kerajaan, tetapi dia bukanlah orang yang...

Selengkapnya...

Hallo pak Stephen Tong, saya mau bertanya apakah kita percaya terlebih dahulu baru menerima roh kudus? Atau roh kudus...

Selengkapnya...

Salam. Terima kasih sebelumnya, saya sangat terberkati dengan pesan yang disampaikan. Namun alangkah baiknya definisi...

Selengkapnya...

Sangat memberkati. Mohon berbagi renungan harian nya. Terima kasih banyak Tuhan Yesus memberkati

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲