Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Anak Itu

Simeon dan Hana melihat Anak itu, mereka mengenali Dia. Anak itu bukan anak biasa pada umumnya, tetapi Anak yang sesungguhnya dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel selama beribu tahun. Tetapi ketika Anak itu sampai ke Bait Allah, Alkitab mencatat hanya dua orang yang mengenali-Nya. Simeon dan Hana. Simeon adalah orang benar dan saleh yang menantikan Juruselamat Israel dan Roh Kudus ada di atasnya. Hana adalah nabi yang siang dan malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Mereka berdua bertemu dengan Anak itu ketika ia dibawa oleh orang tua-Nya ke Bait Allah untuk disunat. Sunat adalah tanda perjanjian antara Allah dengan umat-Nya, Israel. Simeon dan Hana dianugerahkan kepekaan dan kesadaran rohani bahwa janji Tuhan digenapi pada upacara sunat seorang anak.

Anak itu baru berumur 8 hari, dia belum melakukan apa-apa, tidak ada mujizat yang muncul dari- Nya saat itu. Tetapi Simeon dan Hana dengan mata iman telah melihat janji Allah digenapi. Untuk itu mereka bersyukur. Simeon bahkan berdoa bahwa hidupnya di dunia boleh selesai karena dia sudah melihat Anak itu. Sedangkan Hana terus memberitahukan kepada semua orang yang ada di Bait Allah tentang Anak itu.

Setelah Anak itu berumur 30 tahun, Dia memulai pelayanan-Nya selama kurang lebih 3,5 tahun. Selama hidup-Nya, Dia mengajarkan tentang Kerajaan Allah kepada bangsa Israel, Dia mendatangkan Kerajaan Sorga kepada bangsa Israel. Barangsiapa melihat-Nya, mereka melihat Allah Bapa di sorga. Anak itu hanya berumur kurang lebih 33,5 tahun. Dia mati di kayu salib, tetapi pada hari ketiga Dia bangkit dari kematian. Dia menampakkan diri selama 40 hari kepada murid-murid-Nya, lalu di hadapan mereka, Dia terangkat ke sorga, kembali kepada Allah Bapa di sorga.

Anak itu adalah Anak Manusia. Anak itu adalah Anak Allah. Anak itu adalah Anak Domba Allah. Anak itu adalah keselamatan yang dari Allah bagi umat-Nya, termasuk kita. Pada momen Natal ini, ketika kita “melihat” Anak itu, ingatlah bahwa Dia akan datang kembali untuk kedua kalinya. Mari menanti- Nya dengan dipenuhi Roh Kudus seperti Simeon dan senantiasa hidup beribadah seperti Hana, agar kepekaan melihat Dia dan Kerajaan-Nya ada pada kita.

Yana Valentina

Desember 2014

1 tanggapan.

1. Rudy Wokas dari Desa Suwayuwo, kec. Sukorejo, kab. Pasur berkata pada 12 December 2014:

Ditengah suasana Natal kita diingatkan untuk melihat dan mengingat dengan pasti pada kedatanganNya yang Pertama sekaligus kedatanganNya yang Kedua kalinya. Imanuel dan Haleluya!

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲