Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Apa Hadiah yang Kau Inginkan?

Sore itu, anak-anak dengan pede-nya menggoyang-goyangkan tubuhnya di hadapan semua orang yang ada di pesta ulang tahun anak teman saya. Biasanya anak-anak akan grogi berdiri di depan umum, tetapi saat itu dengan pede dan tertawa-tawa mereka bergoyang! Mengapa? Karena mata mereka tertuju pada MC yang sengaja bergoyang dengan ‘heboh bin ajaib’ dan pikiran mereka tertuju pada hadiah yang dijanjikan MC bagi mereka yang bisa goyang terheboh! Hadiah-hadiah dikemas dengan menarik sehingga anak-anak menginginkannya (want), padahal sesungguhnya mereka tidak membutuhkannya (need). Mereka tidak lagi memikirkan ‘malu’-nya bergoyang di depan orang banyak, tetapi berlomba-lomba untuk mendapat hadiah bagi yang ‘ter-‘ dalam permainan sang MC.

Petrus berkata, “Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau.” Yesus menjawab, “sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” (Lukas 18:28-30)

Paulus mengatakan, “… apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus …” (Filipi 3:7-8) Lebih lanjut ia mengatakan, “…berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3: 14)

Tuhan mengatakan tentang orang-orang Lewi yang menjadi imam: “Mereka tidak akan mendapat bagian milik pusaka, sebab Akulah milik pusakanya, dan janganlah berikan kepada mereka tanah milik di Israel, sebab Akulah milik mereka.” (Yehezkiel 44:28)

Paulus berdoa bagi jemaat di Efesus: "I pray that the eyes of your hear may be enlightened, so that you will know what is the hope of His calling, what are the riches of the glory of His inheritance in the saints, and what is the surpassing greatness of His power toward us who believe." (Efesus 1:18-19)

Kepada apakah mata hati kita tertuju? Apakah yang menjadi pusaka kita? Apa yang kita anggap sebagai keuntungan dan kerugian? Apakah hadiah yang kita inginkan? Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terlihat dari cara kita menggunakan waktu, ke mana kita pergi, dan apa yang kita lakukan. Kiranya kita menginginkan hadiah yang tepat, yang bernilai kekal, dan memuaskan jiwa secara sempurna.

Yana Valentina

Mei 2013

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲