Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Are You God?

Semua orang besar atau kecil, memiliki naluri untuk menguasai sesamanya. Tuhan memang memberikan hak istimewa kepada manusia untuk berkuasa atas alam, tetapi kuasa ini diperluas oleh manusia untuk menguasai sesamanya manusia, bahkan manusia hendak menguasai Allah. Tuhan memberikan 10 Perintah, tetapi manusia menjadikannya “10 Milyar Perintahku”. Segala sesuatu harus mengikuti “kebenaran” yang aku ciptakan, bahkan Tuhan pun harus sesuai dengan ide yang aku tetapkan bagaimana Tuhan itu seharusnya. Semua orang menentukan kebenarannya sendiri dan menganggap kebenarannya adalah kebenaran mutlak.

Semua kebenaran adalah milik Allah (All truth is God’s truth). Allah adalah Kebenaran (I am the way, the truth, and the life). Kehendak Allah (God’s will) yang harus jadi di dalam dunia ini karena bumi dan segala isinya diciptakan oleh Allah (This is my Father’s world). Tetapi kita menjadikan dunia ini adalah duniaku (my world), kehendakku (my will) yang harus jadi, aku akan murka ketika kehendakku tidak ditaati (my truth). Singkat kata, kita berlaku seakan-akan kita adalah “tuhan” (I am god).

Berhentilah dan perhatikanlah bagaimana kita menghidupi hidup kita. Kita bukan Tuhan, bukan kehendak kita yang jadi di muka bumi ini, bumi ini bukan milik kita. Kita ditempatkan di sini oleh Tuhan, untuk menjadi gambar dan rupa Dia, yang seharusnya memancarkan kemuliaan Dia yang kekal, bukan mengusahakan kemuliaan diri yang palsu. Berhati-hatilah jangan sampai kita terlena ketika Tuhan diam. Waspadalah jangan sampai hidup kita berkata “Di manakah engkau, ya Tuhan? Engkau tidak melihat dan tidak tahu apa yang terjadi di sini.” Waspadalah, Tuhan mengetahui apa yang kita lakukan di kamar yang terkunci. Dia tahu apa yang kita katakan bahkan ketika mulut kita tidak bergerak. Apakah 10 Milyar Perintahku tidak bertentangan dengan 10 Perintah Allah? Apakah kebenaran yang aku jalankan adalah kebenaran Allah? Jangan sampai murka Tuhan yang dahsyat menanti kita di pengujung hidup ini.

Marilah kita seperti Daud yang berdoa, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, uji aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (Mzm. 139:24).

Yana Valentina

September 2017

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi keamanan dan politik di Indonesia, kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada bangsa kita ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shallom..., berdasarkan Yoh 10:30 dan Yoh 14:9 apakah Yesus itu Bapa yg disapa Yesus ketika Dia berdoa ?...

Selengkapnya...

Shallom... Terima kasih untuk renungan yang sangat memberkati. Kata-katanya tersusun dengan sangat bagus, saya sangat...

Selengkapnya...

Yth bpk Admin, 1. Kenapa umat Kristen harus memegang 2 kitab yaitu Taurat dan Injil. 2. Dalam memegang kedua...

Selengkapnya...

Saya sangat tertarik dengan ajaran reformed injili.. Setiap kali ada kegiatan di solo saya pasti harus bisa datang.....

Selengkapnya...

Terkadang kepahitan merupakan obat yg paling manjur untuk bertahan dalam menjalankan kehidupan sehari hari asalkan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲