Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Batman Begins

Beberapa film Batman terakhir meraih rekor salah satu penjualan tiket box office yang tertinggi. Mengapa sosok Batman sangat menarik? Bahkan lebih menarik dibandingkan tokoh-tokoh superhero lainnya yang memiliki kekuatan super jauh lebih hebat. Batman tidak dilahirkan dengan kekuatan atau kuasa super power khusus, kekuatannya bukan didapat karena digigit laba-laba di labotarium, juga bukan karena dia ternyata alien dari planet yang lain, dan lain sebagainya. Bruce Wayne terlahir seperti bayi manusia normal lainnya. Dia bertumbuh besar menjadi remaja yang biasa pula.

Yang berbeda dari kebanyakan anak lainnya adalah suatu malam di suatu lorong jalan yang sempit dan gelap, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kedua orang tuanya dibunuh dengan mengenaskan oleh perampok. Bruce yang remaja dengan hati yang hancur berlutut dan menangis di samping mayat kedua orang tuanya. Dia disadarkan bahwa dunianya hancur melihat kenyataan bahwa kota Gotham sangat berbeda dengan lingkungan rumahnya yang besar, aman, dan teratur. Kenyataannya di kota Gotham kekerasan dan kejahatan yang merajalela dan berkuasa.

Beberapa hari kemudian setelah peristiwa pembunuhan yang tragis tersebut, Bruce Wayne berjanji kepada orang tuanya yang sudah meninggal bahwa dia akan membalaskan kematian mereka dengan menghabiskan hidupnya memerangi semua kriminal, melenyapkan semua kejahatan di kota ini yang merenggut nyawa mereka.

Dalam buku “Batman and Philosophy: The Dark Knight of the Soul”, penulis menganalisa asal muasal Batman sebagai berikut “Tidak seperti yang lainnya, Bruce Wayne tidak menjadi seorang superhero secara kebetulan, namun karena suatu tekad baja dan kemauan keras. Begitu banyak tragedi terjadi tetapi itu tidak menjadikan anak-anak lantas menjadi superhero. Sehingga kunci utama dari asal muasal Batman bukanlah pembunuhan orang tua melainkan sebuah janji luar biasa dari seorang anak kecil.” Tanpa janji itu, Bruce Wayne hanyalah seorang anak biasa yang tidak berbeda dari begitu banyak anak kecil lainnya di Afrika atau tempat lainnya yang juga mengalami tragedi melihat orang tua mereka dibunuh dengan keji.

Sambil membaca buku ini, sebuah ayat langsung terpintas dalam pikiran saya, 1 Korintus 15:19: “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.” Bukankah asal muasal kita juga sangat mirip seperti Batman? Seluruh keberadaan kita tergantung dari suatu fakta sejarah dan janji bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita semua dan Ia telah bangkit mengalahkan maut dan suatu hari kelak Ia akan datang membawa kita ke sorga, keluar dari kota dunia yang penuh kejahatan dan dosa. Tapi perbedaannya jauh lebih kontras, fakta sejarah bagi Bruce Wayne adalah kedua orang tuanya mati dibunuh. Fakta sejarah kekristenan adalah Tuhan Yesus juga mati dibunuh. Sebuah janji membuat seorang Bruce Wayne bertekad menjadi juruselamat bagi orang-orang lemah lainnya. Kita tidak pernah dan tidak akan bisa menjadi juruselamat bagi diri pribadi apalagi bagi orang lain, dan juga sebenarnya tidak perlu karena Kristus telah bangkit untuk menjadi Juruselamat manusia.

Mengutip sebuah buku filsafat “The Story of Philosophy” oleh Bryan Magee, “Kekristenan merupakan sebuah agama yang berdasar pada sejarah, yakni kepercayaan akan terjadinya peristiwa tertentu di masa lalu. Agama-agama besar dari Timur, seperti Hinduisme dan Buddhisme, tidak memiliki karakteristik seperti itu. Memang agama-agama ini juga memiliki kisah-kisah yang menceritakan kehidupan para pendiri dan tokoh-tokoh penting, namun keberagamaan mereka tidak ditentukan oleh kepercayaan akan kebenaran kisah-kisah itu, melainkan dalam memercayai validitas ajaran filosofis atau kuasi-filosofis di dalam agama- agama itu dan bagaimana mereka berusaha hidup sesuai dengan pesan-pesan moralnya. Agama-agama ini lebih bersifat “filosofis”, tidak “historis” dibandingkan kekristenan dan agama lain yang sejenis.”

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa fakta sejarah menempati posisi jauh lebih sentral dan esensial dalam agama Kristen dibandingkan dalam agama-agama lainnya. Kekristenan didasarkan atas kebenaran fakta sejarah. Fakta sejarah bahwa sekitar 2.000 tahun yang lalu benar-benar terjadi peristiwa inkarnasi, Tuhan datang menjadi manusia dan Dia datang khusus untuk mati disalibkan demi menebus dosa-dosa umat-Nya. Namun seperti fakta kematian orang tua Bruce Wayne tidak serta-merta menjadikannya Batman, fakta kematian Kristus tidak akan mengubah apa-apa dalam hidup kita kecuali kita beriman kepada Pribadi Kristus yang memberikan janji dan firman-Nya kepada manusia. Dalam iman, kita berjanji untuk mengikut Tuhan sekaligus memegang dan menuntut janji-janji Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, fakta sejarah dan janji merupakan faktor esensi yang mendefinisikan hidup kita sebagai seorang Kristen sejati.

Seorang bocah Bruce menyadari kepahitan fakta orang tuanya mati terbunuh dan ia bertekad memakai hidupnya untuk memerangi segala jenis kejahatan. Itu kisah fiksi belaka. Namun kita sebagai orang Kristen setiap kali mengambil bagian dalam sakramen Perjamuan Kudus diingatkan kembali akan kematian Kristus. Demikian juga khotbah-khotbah yang membahas tentang kematian Kristus. Kematian Kristus adalah fakta sejarah bukan fiksi. Hal yang harus menjadi perenungan kita adalah apakah fakta sejarah tersebut – Kristus mati bagiku – mendorong kita untuk bertekad memakai hidup untuk memerangi dosa dan kejahatan? Bertekad untuk hidup kudus? Bertekad untuk membantu mereka yang masih bergumul dengan dosa dan memberitahukan jalan keluar dalam Kristus bagi mereka?

Heruarto Salim

Desember 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲