Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Berhala

Kita banyak membaca tentang kisah bangsa Israel yang terus menerus jatuh ke dalam pemberhalaan Baal. Kita mungkin akan berpikir bahwa hal tersebut tidak relevan lagi dengan kita pada zaman ini. Tetapi sadarkah kita bahwa kita semua, setiap manusia pada dasarnya adalah penyembah berhala?

Seorang Bapa Gereja besar, Agustinus, memberikan definisi yang sangat menarik. Penyembahan berhala adalah disordered love, artinya cinta kasih kita yang urutannya tidak terurut, yaitu kita menyembah hal-hal yang baik, yang bukan Allah. Di dalam Matius 22:37- 39, Yesus memberikan hukum yang pertama sebagai "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” dan hukum yang kedua, "yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Di sini kita melihat setan bukan menawarkan hal yang buruk, tapi dia hanya “sekadar" menyelewengkan yang baik, hanya “sekadar” menjungkirbalikkan ordo tersebut. Jadi memang kita mungkin tidak lagi menyembah berhala seperti bangsa Israel menyembah patung anak lembu emas, tetapi kita juga sama-sama penyembah berhala ketika kita menjungkirbalikkan ordo kasih tersebut. Itu yang dikatakan Agustinus sebagai penyembahan berhala, ketika cinta kita terhadap Tuhan diturunkan dan cinta terhadap sesama atau terhadap hal-hal lain dinaikkan melebihi atau mendahului cinta kita kepada Tuhan. Apakah pemberhalaan ini juga terjadi di dalam gereja? Tentu saja, karena sekarang ada tendensi gereja-gereja sekarang ini menaikkan berkat Tuhan lebih dari pada Tuhan Sang Pemberi Berkat itu sendiri.

Bagaimana kita bisa menilai kita sudah jatuh ke dalam pemberhalaan ini? Prioritas. Prioritas menuntut waktu dan perhatian. Dalam hal apakah kita lebih banyak menghabiskan waktu dan perhatian kita? Ada ibu yang pergi ke gereja atau tidaknya pada hari Minggu ditentukan oleh apakah anaknya sedang tidur atau tidak. Kalau anaknya sedang tidur, dia tidak mau membangunkannya untuk pergi ke gereja. Sangat disayangkan si ibu sudah memperilah anaknya tanpa dia sadari karena prioritas beribadah ditundukkan di bawah prioritas membesarkan anak.

Hebatnya penyembahan berhala ini adalah semuanya terjadi secara sangat subtle (tidak terasa), karena semua hal yang diberhalakan adalah hal-hal yang baik, hal-hal yang merupakan berkat Tuhan, seperti membesarkan anak adalah berkat Tuhan, hal yang baik. Semua itu baik dan diberikan oleh Tuhan, tetapi setan menyelewengkannya. Sadarkah kita betapa kurang ajarnya kita kalau kita menyalahgunakan hal-hal yang baik yang Tuhan berikan sebagai berkat untuk kita mengenal Tuhan, tetapi malah membuat kita lebih jauh dari Tuhan dan memakainya untuk menolak Tuhan Pemberi Berkat?

Heruarto Salim

Desember 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi global dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, berdoa kiranya setiap umat Kristen diberikan kekuatan oleh Tuhan di dalam menghadapi situasi ini dan mampu untuk menyaksikan Tuhan di dalam kehidupan mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲