Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bersyukur

Apa yang Anda syukuri di momen liburan lebaran? Mungkin sebagian besar akan bersyukur untuk jalanan yang biasanya macet menjadi kosong melompong, dompet yang biasa kosong menjadi lebih tebal karena dapat THR, dan suasana hati yang campur aduk: senang karena libur tidak dikejar-kejar deadline kerjaan, namun galau sulit menjawab pertanyaan “kapan dapat pacar, kapan nikah, kapan anak berikutnya?” oleh keluarga atau kerabat.

Di malam menjelang lebaran, saya mendapatkan sebuah ucapan pelajaran hidup yang agak berbeda karena dua pengalaman yang kontras. Saya melihat dua macam alam semesta. Yang pertama adalah tata surya di atas kepala, di kawasan puncak malam hari saya bisa melihat hamparan bintang-bintang di langit yang keindahan dan keagungannya membuat saya otomatis melantunkan lagu “How Great Thou Art”. 

Yang kedua adalah melihat sebuah semesta kehidupan dalam setetes air di bawah mikroskop lipat yang saya beli untuk anak saya, mata saya langsung dibawa melihat kepada kawanan sel hidup yang aktif bergerak yang sebelumnya tidak kasatmata. Keduanya sangat kontras, yang satu sungguh besar tanpa batas namun keberadaan kehidupan masih penuh tanda tanya dan misteri, sedangkan yang kedua, kasatmata namun menyimpan misteri dan kompleksitas kehidupan yang luar biasa. Melihat ke atas, kita mengagumi bijaksana Tuhan yang mengatur semua pergerakan bintang, planet, asteroid, dan lainnya. Melihat ke bawah, kita mengagumi anugerah Tuhan atas kehidupan, termasuk kehidupan bagi amuba ataupun makhluk bersel satu yang memiliki semua fungsi tubuh manusia seperti bernafas, mencerna, dan berkembang biak. 

Kenapa untuk menyadari semua ini harus tunggu lebaran? Mungkin karena di hari-hari lain kita terlalu sibuk dengan berbagai hal hingga lupa berhenti untuk terkagum akan jejak tangan Tuhan di semua ciptaan-Nya. Ketika hening di tengah kegelapan malam, sayup-sayup hampir-hampir tidak terdengar, baik si amuba maupun sang bintang sedang melantunkan “How Great Thou Art”. Marilah kita belajar bersyukur!

Heruarto Salim

Juni 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan Tuhan selama 30 tahun bagi GRII.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
@David Chandra : kan kita sama2 mengerti bagaimana Tuhan memulihkan Gereja-Nya dari reformasi melalui Martin Luther...

Selengkapnya...

Apa indikator bahwa gerakan Pentakosta Kharismatik dapat disebut sebagai gerakan pemulihan berikutnya?

Selengkapnya...

Saya diberkati oleh tulisan ini. Tapi pada akhir-akhir tulisan ada bbrp hal yang mengganggu saya, kenapa tulisan2...

Selengkapnya...

Terimakasih atas renungannya sangata memberkati

Selengkapnya...

Terima kasih..sangat memberkati!

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲