Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bersyukur Ada Kamu

Sebagai orang Kristen, kita diajarkan bahwa salah satu wujud dari mengasihi orang lain adalah mendoakan orang itu. Kita diajarkan untuk berdoa syafaat bagi saudara-saudara seiman yang kita kasihi. Bahkan, kita diajarkan untuk mendoakan “musuh” kita. Ketika orang bersalah kepada kita, kita berdoa agar orang itu diampuni Tuhan. Sambil menahan kesal, kita berdoa baginya agar Tuhan menyadarkan dia dan dia dapat berubah. Namun, ada satu tindakan cinta kasih yang sering kali lupa kita lakukan bagi saudara kita dalam doa kita. Apa itu?

Paulus memberikan sebuah teladan yang penting bagi kita dalam hal berdoa bagi saudara seiman kita. Di dalam awal suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus mengungkapkan isi doanya bagi mereka, “Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian ...,” (Roma 1:8). Yang pertama-tama Paulus doakan bukanlah permohonan bagi jemaat di Roma, tetapi ucapan syukur atas mereka. Matthew Henry ketika mengomentari bagian ini mengatakan “Kita harus menunjukkan kasih kita kepada teman kita, bukan hanya dengan berdoa bagi mereka, tetapi memuji Tuhan bagi mereka.”

Berdoa bagi teman dan bersyukur atas teman adalah dua hal yang sangat berbeda. Berdoa bagi berarti meminta sesuatu dari Tuhan bagi teman-teman kita, apakah itu pertolongan, kekuatan, kesehatan, dan sebagainya. Kita meminta berkat Tuhan diturunkan dari sorga bagi mereka. Namun, bersyukur atas teman berarti bersyukur bahwa mereka ada, diciptakan Tuhan, dan diperkenalkan Tuhan kepada kita. Kita memperhatikan yang paling hakiki dari teman kita, yaitu keber-ada-an, ke-hidup-an, atau nyawa mereka.

Karena bersyukur atas keberadaan menunjukkan kedekatan dan cinta kasih kita dengan seseorang, kita sering menaikkan doa jenis ini ketika mendoakan orang dekat yang sedang berulang tahun. Dan karena itu pula, lebih mudah kita berdoa bagi seorang teman yang sedang berselisih dan “bermusuhan” dengan kita daripada memuji Tuhan bahwa dia ada.

Marilah kita senantiasa bersyukur untuk kehidupan dan keberadaan saudara-saudara seiman kita, karena itulah teladan yang telah dipraktikkan oleh Rasul Paulus sendiri. Juga, mari kita periksa sekeliling kita, apakah ada seorang saudara seiman yang untuknya kita rela berdoa, tetapi atas keberadaanya kita enggan bersyukur dan memuji Tuhan. Jika ada, berarti kita sedang mengalami kesulitan untuk mengasihi dia.

Bersyukurlah untuk keberadaan segenap orang percaya, karena bagi mereka Tuhan Yesus sudah mati dan melalui mereka Tuhan akan dimuliakan.

Erwan

Oktober 2014

1 tanggapan.

1. adhi dari pekanbaru berkata pada 28 October 2014:

bagaimana, mengasihi seorang pembunuh ? Pembunuh ini, membunuh dengan kejinya dan pastinya telah menghilangkan nyawa orang lain.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲