Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Blind Spot

Mereka yang belajar mengemudi mobil di sekolah mengemudi pasti sangat akrab dengan kata “blind spot” – titik buta. Blind Spot secara definisi adalah daerah yang tidak bisa dijangkau oleh penglihatan kita pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu seorang pengemudi tidak cukup hanya melihat ke kaca spion tapi juga perlu menengokkan kepala ke arah dia belok untuk menghindari tabrakan kalau ada mobil di daerah blind spot dari mata kita.

Ketika saya membandingkan dua dosa “besar” Raja Daud, yaitu perzinahannya dengan Batsyeba dan juga dosa sensus. Ada satu kesamaan yang menjadi blind spot besar dari Daud. Kesamaan tersebut hampir-hampir tidak terlihat kalau kita tidak jeli membacanya.

2 Samuel 12:15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
2 Samuel 24:8 Setelah mereka menjelajah seluruh negeri itu, sampailah mereka kembali ke Yerusalem setelah lewat sembilan bulan dan dua puluh hari.

Pada kasus pertama, Daud ditegur oleh nabi Natan setelah anak hasil perzinahannya dengan Batsyeba lahir. Usia kelahiran bayi diperkirakan sekitar 38-40 minggu (sekitar 9 bulan lebih) dan selama periode itu Daud tidak sadar akan dosanya dan tidak bertobat hingga Natan datang memberikan penghakiman Tuhan kepada Daud. Ini blind spot besar Daud.

Pada kasus kedua, setelah Daud memerintahkan sensus dilakukan, dicatat mereka menjelajah seluruh negeri selama 9 bulan 20 hari. Lagi-lagi Daud, walaupun pada awalnya sudah diperingatkan oleh Yoab, selama sensus itu dilakukan Daud tidak sadar akan dosanya.

2 Samuel 24:10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; (dalam bahasa Inggrisnya lebih jelas: David was conscience-stricken after he had counted the fighting men)

Daud yang dijuluki “a man after God’s own heart” ternyata bisa mempunyai blind spot besar selama berbulan-bulan. Namun tujuan analisa ini bukan untuk menjelek-jelekkan Daud, namun untuk menyadarkan kita bahwa kalau Daud saja bisa begitu, apalagi kita, pasti jauh lebih rentan.

Mata kita sebenarnya terus melihat ujung hidung setiap kali kita melihat, namun otak kita sudah memrogram agar itu diabaikan. Demikian juga kita sangat mungkin menyuruh otak kita untuk mengabaikan dosa ini dan itu yang kita anggap biasa (karena dunia juga menganggapnya sebagai hal yang lumrah). Tidak memperhatikan blind spot bisa membuat seseorang gagal dalam ujian mengemudi atau bahkan lebih parah bisa membuat tabrakan tidak terelakan. Ketika kita mengabaikan blind spot kehidupan rohani kita, tabrakan dan gagal dalam ujian kehidupan juga mungkin sekali tidak dapat dielakkan. Berdoalah minta Tuhan menyingkapkan blind spot Anda! Sudahkah Anda menyadari blind spot Anda?

Heruarto Salim

Mei 2013

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲