Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Damai Sejahtera

Setiap hari kita pasti berhadapan dengan pergumulan hidup kita yang mengganggu kita, dan membuat kita khawatir. Bagaimana kita bisa merasakan damai sejahtera ketika kita berhadapan dengan masalah sehari-hari kita? Bisa saja kita mengabaikannya sekali dua kali. Namun, itu hanyalah penundaan masalah, dan sampai satu titik, tidak bisa diabaikan lagi dan harus dihadapi.

Jadi, bagaimana kita bisa merasakan damai di saat kita berada di tengah-tengah kebisingan, masalah, dan kekacauan hidup? Filipi 4:6-7 berbunyi, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai Sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Dan dari bagian firman Tuhan ini ada dua hal yang dapat kita pelajari: berdoa dan bergantung kepada-Nya, dan menaikkan permohonan kita dengan ucapan syukur.

Ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita menyampaikan keluh-kesah kita dan berharap pada Tuhan untuk memberikan jawaban atas pergumulan kita. Pada dasarnya, kita mengharapkan anugerah dan belas kasihan Tuhan. Namun, pada saat yang sama, dalam doa kita juga memberikan ucapan syukur kepada-Nya. Bagaimana tidak, pengharapan kita memberikan keyakinan bahwa Dia adalah Allah yang berdaulat dan yang akan menjawab permohonan kita. Permohonan dan ucapan syukur, keduanya berjalan bersamaan. Dan ketika kita berdoa demikian, kita akan merasakan dan mengerti arti damai di dalam segala hal yang kita hadapi.

Jadi, apa artinya memiliki damai? Damai bukanlah ketika kita merasa ketenangan di dalam zona nyaman hidup kita. Sebaliknya, di dalam kekacauan hidup, di tengah-tengah kesibukan hidup, dan di dalam segala masalah dan problem yang kita hadapi, dengan keluar dari zona nyaman, kita masih bisa menyerahkan semua itu dan bergantung kepada-Nya dengan berdoa dan bersyukur kepada-Nya. Itulah sesungguhnya damai sejahtera! Soli Deo gloria.

Haryono Tafianoto

Agustus 2019

2 tanggapan.

1. Darwin dari Toronto berkata pada 4 September 2019:

Terima kasih untuk artikel ini. Sungguh memberikan kekuatan kepada saya dalam menjalani hidup ini. Puji Tuhan.

2. Darwin dari Toronto berkata pada 4 September 2019:

Terima kasih untuk artikel ini. Sungguh memberikan kekuatan kepada saya dalam menjalani hidup ini. Puji Tuhan.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk WRF General Assembly 2019 yang telah diadakan pada 8-12 Agustus 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shalom Pak Pendeta. 1.Bagaimanakah saya boleh membeli buku hasil penulisan bapak? kerana saya berada di Malaysia...

Selengkapnya...

baik

Selengkapnya...

saya mau bertanya aja, kalau di katakan bahwa "when they were created, human can be self-centered",...atau...

Selengkapnya...

Terima kasih untuk renungan tentang kasih Allah.

Selengkapnya...

Asumsikan ada terbatas banyaknya bilangan genap jika dan hanya jika terdapat M yang merupakan bilangan terbesar dari...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲