Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dasar Kehidupan Berkomunitas

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)

Baru-baru ini kita menyaksikan gejolak dan manuver politik pasca pemilu Presiden yang terjadi di tubuh DPR RI. Setiap pihak pasti memiliki agenda sendiri yang sah-sah saja dan merasa mewakili rakyat walaupun belum tentu rakyat merasa diwakili. Tetapi yang lebih mendasar dari fenomena ini adalah apa sebenarnya dasar kehidupan sosial dan masyarakat?

Para ekonom, pembuat kebijakan (policy maker), praktisi pasar, bankir, pedagang, dan broker pasti mengetahui bahwa trust (kepercayaan) itu dibutuhkan untuk tercapainya transaksi yang menguntungkan. Lebih dalam dari sekadar ekonomi. Francis Fukuyama mengatakan bahwa trust is social capital. Dan secara esensi, profesor filsafat dan Abraham Kuyper chair dari Free University of Amsterdam, Dr. Govert Buijs, mengatakan bahwa pasar adalah tempat pertukaran talenta yang Tuhan berikan untuk mengasihi sesama dalam masyarakat. Jadi, Trust and Love (kepercayaan dan kasih) adalah dasar dari kehidupan sosial dan masyarakat.

Lalu apa yang menjadi lawan dari Trust and Love? Jealousy and Selfishness (iri hati dan egois). Kitab Yakobus mengatakan: iri hati dan mementingkan diri sendiri menjadi sumber kekacauan. Bagaimana dengan kita masing-masing? Apakah di dalam kehidupan kita berkeluarga, bekerja, bergereja, dan bermasyarakat masih ada bibit iri hati dan mementingkan diri sendiri? Biarlah sikap kita dipenuhi hikmat yang lahir dari kelemahlembutan (ay. 13), yaitu: hikmat yang murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak, dan tidak munafik (ay. 17). Karena ini adalah obat penawar dari jealousy and selfishness (iri hati dan egois). Ini sekaligus adalah vitamin yang memupuk Trust and Love (kepercayaan dan kasih). Mari kita sama-sama minta kepada Bapa hikmat yang dari atas untuk kemuliaan-Nya.

Lukas Yuan Utomo

Oktober 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲