Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Depresi

Siapakah yang belum pernah depresi? Mengapa seseorang bisa depresi? Mungkin karena dia melihat segala sesuatu dari sudut pandang dia sendiri. Tetapi itu adalah sifat alami manusia. Manusia menjadi penilai dan penentu segala sesuatu termasuk sesamanya bahkan dirinya sendiri. Jika hal ini ditarik menjadi ekstrem, memang dapat mengakibatkan depresi, karena manusia bukanlah Tuhan yang menguasai segala sesuatu. Walaupun manusia terlihat “menguasai alam”, tetapi sesungguhnya manusia tidak dapat menguasai alam. Apakah yang dapat menyelamatkan manusia dari dirinya sendiri?

Dalam setiap aspek, kita menyadari adanya kerusakan di mana-mana, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan. Namun demikian, kita juga masih menyadari adanya keindahan terselubung di dalamnya. Gugurnya bunga-bunga dari pohon dan memenuhi tanah di bawahnya, masih memperlihatkan keindahan. Mendungnya langit karena awan gelap masih mencerminkan kemegahan. Manusia berdosa, yang terus menjadi sasaran dakwaan iblis, adalah ciptaan Tuhan yang tetap mencerminkan gambar Allah. Iblis menghina kita, tetapi bagi Allah, kita adalah biji mata-Nya. Dia sudah menuliskan nama kita di telapak tangan- Nya. Di dalam setiap kerusakan masih ada topangan-Nya.

Janganlah kita berhenti di Jumat Agung, tetapi berjalanlah di Minggu Paskah. Janganlah kita terus mati di dalam dosa-dosa kita, tetapi hiduplah di dalam kemenangan Kristus. Tinggalkan dosa dan sengatnya, berjalanlah di dalam pimpinan Roh Kudus. Kita adalah orang-orang yang diberkati Allah. Janganlah terus menikmati depresimu, tetapi nikmatilah Allah dan muliakanlah Dia. Jangan biarkan diri yang menjadi penilai dan penentu, tetapi serahkanlah itu kepada Allah, yang berhak menjadi penilai dan penentu segala sesuatu.

Jadi, di manakah depresi? Tinggalkanlah depresi, bangkitlah di dalam kebangkitan Kristus, dan terimalah Roh Kudus, yang menjadi hadiah terbesar Kristus bagi kita. Berjalanlah bersama Roh Kudus setiap hari, langkah demi langkah, detik demi detik, dalam segala hal. Pastilah kita akan menikmati Dia dan biarlah segala yang bernafas memuji Dia.

Yana Valentina
Redaksi Bahasa PILLAR

Yana Valentina

April 2018

2 tanggapan.

1. MARCILIA dari JAKARTA berkata pada 5 May 2018:

Renungannya menjadi berkat buat saya. Terima kasih . Tuhan memberkati

2. Hermanus dari Tangerang -Banten berkata pada 22 May 2018:

Mohon setiap tulisan diikutsertakan Firman Tuhan. Artinya setiap tulisan dasarnya dari Firman Tuhan di usahakan jangan dari pengertian kita tapi dari Roh kudus, karena Bapak kita itu Kudus. Supaya menjadi berkat buat kita semua. Aminn TYM

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan Tuhan selama 29 tahun terhadap GRII. Berdoa kiranya Tuhan tetap beranugerah kepada gereja ini dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus dan memimpin generasi ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shalom, Saya ingin bertanya. Saya sadar saya tidak bersunguh-sungguh didalan Tuhan, saya juga sadar kalau saya ikut...

Selengkapnya...

Senang membahas tentang tokoh Barnabas. Saya ingin mendalami tokoh tersebut, mengingat pada abad 20-an terpublish...

Selengkapnya...

Saya berfikir untuk memperluas jarak dan kelembagaan keuangan Kristiani...

Selengkapnya...

kok banyak yang bilang gereja adalah bangunan,tempat buatan rasul,dll. padahal gereja yang dikehendaki Yesus bukanlah...

Selengkapnya...

"Betul bahwa seluruh hidup kita adalah pelayanan kepada Tuhan. Betul pula bahwa aktivitas pelayanan tidak hanya...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲