Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Do What I Like

Masa muda sering diidentikkan dengan masa di mana kita bisa melakukan segala sesuatu yang kita like. Kita bukan lagi anak kecil yang berada di bawah otoritas orang tua secara ketat. Masa muda adalah masa ketika kita merasa bebas dan mampu untuk menunjukkan siapa diri kita. Masa penuh kreatifitas yang tidak bisa ditahan oleh peraturan, masa yang lebih baru dari zaman yang sudah lewat, masa yang sesungguhnya yang paling kritis dari semua masa kehidupan. Apa yang kita like itulah pemicu terbesar segala tindakan kita, bukan apa yang kita think right. Emosi kita adalah seperti ombak yang besar, yang menghancurkan segala pertahanan sekuat apa pun. Pikiran yang seharusnya mengontrol keinginan, cenderung tidak berdaya, ketika keinginan itu sudah menjadi kecintaan. Tidak ada yang dapat menguasai desire, terlebih jika desire bertemu dengan kesempatan. Itulah bahaya besar masa muda, yang disadari para orang tua yang sudah melewatinya. Namun mereka tidak berdaya menyadarkan anak-anak muda, karena anak muda berada di “zaman now” yang jelas lebih keren daripada “zaman old”.

Jika masa muda kita diisi dengan desire yang baik dan benar, maka kita akan menikmati masa-masa selanjutnya dengan kepuasan. Tetapi jika kita isi dengan desire hati kita yang berdosa, maka masa-masa selanjutnya akan dipenuhi dengan penyesalan. Masa muda bukanlah masa di mana kita bisa mengatakan dengan sesungguh-sungguhnya, “I know what I like. I know what I want”. Masa muda adalah masa untuk menerima didikan dari orang-orang bijaksana, masa di mana tanah liat masih basah, masih bisa dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan berguna. Jangan tunggu sampat masa tua, ketika tanah liat itu sudah menjadi kering dan keras, tidak bisa dibentuk lagi, dan besar kemungkinan menjadi sesuatu yang tidak berguna.

Oleh karena itu, kitab Amsal, kitab bagi anak muda, mengatakan,
“… telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, … hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu, kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau, supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata”. (Ams. 2:2, 10, 11, 12, dan 3:17)

Kiranya kita mencenderungkan desire hati kita kepada hikmat dan memperoleh kesenangan jiwa yang memelihara kita, untuk selama-lamanya bahagia dan sejahtera. Apakah yang bisa kita like lebih dari itu?

Yana Valentina

September 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Witness Lee tdk menyatakan firman itu ciptaan. Tdk tau kalau dulu. Tp dalam rilis resminya yg diajarkan ttg Yoh. 1:1,...

Selengkapnya...

Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲